RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Avelian Gaios


__ADS_3

Pria itu berlari menuju sumber ledakan dengan cepat, entah mengapa dirinya merasa bahwa pesan dari Ibunya tadi memiliki hubungan dengan kejadian ini, namun ia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan terus bergegas.


Ledakan itu terjadi dibagian pintu masuk bangunan tersebut, pintunya sudah berubah menjadi pecahan dan dindingnya telah hancur berkeping-keping.


Ditengah-tengah kekacauan itu berdiri seorang pemuda dengan jubah hitam yang membuat dirinya terlihat misterius.


*Tap!!


Pria itu akhirnya sampai disana, matanya tertuju pada pecahan pintu yang dibelinya dengan harga yang sangat mahal, hatinya serasa dicabik-cabik ketika melihat hal tersebut.


Ia mengalihkan pandangannya kepada seorang pemuda yang berdiri dengan tenang ditengah-tengah kekacauan itu, matanya melotot marah seakan ingin membunuh pemuda itu sekarang juga.


"Kau, jangan pikir dirimu dapat kabur setelah melakukan hal ini!" Pria itu berkata dengan nada berat.


Namun pemuda itu sama sekali tidak membalas perkataannya, pemuda itu bahkan bertingkah seakan dirinya hanya angin lewat dan sama sekali tidak melirik kepadanya.


Pria itu semakin geram. "Sialan! kemana para penjaga tempat ini? cepat bunuh makhluk rendahan itu!" Pria itu berteriak.


Namun setelah menunggu cukup lama sama sekali tidak ada yang datang, ia menjadi sedikit khawatir dan gugup, pria itu melirik kebelakang dan tidak menemukan siapapun disana, wanita tadi yang seharusnya mengikuti dibelakangnya tidak berada disana hingga membuat nyalinya semakin menciut.


"Kau sampah dari Gaios bukan? siapa namamu?" Zovarein bertanya kepadanya tanpa melirik, ia tetap fokus menatap ruangan itu.


"Apa peduliku sia..."


Belum selesai ia mengucapkan kalimatnya, Zovarein langsung berdiri dihadapannya dalam satu kedipan mata hingga membuat jantungnya seakan ingin melompat keluar dari mulutnya karena sangking terkejutnya.


"Aku bertanya namamu bukan kepedulianmu, terserah kau mau menjawab sebagai Kotoran Gaios atau Pembuangan Gaios, yang penting sekarang adalah, tidak ada kesempatan ketiga setelah memaksaku memberi yang kedua" Ucap Zovarein dengan dingin.


"Ave-avelian Ga-Gaios.." Ucap pria itu terpatah-patah.


"Avelian apa kau tau kesalahanmu?" Zovarein bertanya.


Namun Avelian hanya terdiam tanpa mengucap sepatah katapun, ia hanya dapat merasakan ketakutan yang luar biasa, ketika berhadapan langsung dengan pemuda dihadapannya.


?!!


Mendadak Avelian teringat akan sesuatu, ia ingat bahwa beberapa waktu lalu Ibunya mengirim pesan bahwa dirinya harus menghentikan bisnis yang dijalankannya, namun alasannya tidak diberitahukan.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan itu karena..." Avelian mencoba untuk mengangkat kepalanya demi menatap Zovarein.


*Whushh!!!


Sekilas tubuhnya bergetar hebat ketika matanya bertemu dengan mata Zovarein yang tajam dan terlihat berwarna ungu menyala, beberapa detik kemudian dirinya merasa bahwa ia sedang berada disebuah jurang kematian yang sama sekali tidak diketahui seberapa dalam itu sebenarnya.


Keringat dingin mulai membasahi punggunya dan hampir saja ia kehilangan kesadaran, namun Zovarein langsung menebas tangan kanannya sampai terputus hingga membuat dirinya tetap terjaga dengan erangan kesakitan yang luar biasa kuat.


"Bunuh Aku!! bunuh Aku!!!" Ia berteriak kepada Zovarein.


"Membunuhmu? maaf tapi aku bukan orang sebaik itu." Zovarein berbicara dengan tatapan sinis.


Avelian semakin memucat, rasa takutnya kini mulai menyelimutinya seluruh tubuhnya hingga menjalar ke otak, saat ini dia terus berteriak seperti orang kesurupan namun Zovarein tidak memperdulikan itu sama sekali.


Ia meraih kaki Avelian dan menariknya menuju jejeran jeruji besi yang berada dilantai bawah tanah kedua.


"Aaahhkkk!!!"


?!!


Para budak gadis muda mendengar erangan kesakitan dari kejauhan, suaranya terdengar begitu menyedihkan namun entah mengapa mereka sama sekali tidak takut mendengarnya malahan mereka bersemangat, seakan tidak sabar untuk melihat apa yang akan segera tiba dihadapan mereka.


Suara langkah kaki menggema disepanjang lorong yang dipenuhi jeruji tersebut, setiap langkah yang terdengar membuat hati para budak yang dikurung berdebar-debar.


*Siinngg!!!


Suara mendesing nyaring diiringi teriakan seorang pria terdengar melesat kedepan dengan cepat menelusuri lorong itu.


*BOOMM!!!


Itu Avelian! Zovarein melemparnya dengan kuat hingga melayang dengan kecepatan tinggi sampai akhirnya, ia mendarat ditanah dengan wajahnya yang mengenai tanah terlebih dulu dan menghasilkan suara ledakan.


"Bu-bunuh a-a..aku!!"


!!!


Semua budak yang mendengar suara lirih itu menjadi keheranan, itu jelas suara pria yang selama ini telah mengurung mereka didalam jeruji besi, namun saat mendengar kata 'bunuh aku' dari mulutnya membuat mereka penasaran siapa yang berani melakukan hal seperti itu kepadanya.

__ADS_1


*Tap..


*Brakk!!!


"AARRGGHH!!"


Suara erangan itu terdengar lebih histeris sekarang, sebelum erangan itu terdengar beberapa suara tulang yang patah.


"Sudah kubilang aku bukan orang sebaik itu" Terdengar suara berat yang begitu menyeramkan dan menggema ditempat itu.


Zovarein melirik kesemua jeruji besi dan berkata "Kalian semua yang berada didalam, cepat kemari!" Ia membentak sambil menjentikkan jarinya dan membuat semua kurungan itu terbuka.


Tidak ada yang berani kabur, para gadis manusia maupun iblis itu langsung menuju kearah suara yang memanggil mereka tadi.


Betapa terkejutnya mereka ketika melihat seorang pemuda menginjak tangan Avelian hingga patah, kondisi Avelian terlihat begitu menyedihkan namun tidak ada yang memperdulikannya, mereka hanya merasa bahagia karena ia mendapat karma yang seperti itu.


"


*Swhushh!!


Tubuh Avelian diselimuti cahaya hijau yang cukup menyilaukan, secara perlahan luka pada tubuhnya pulih dan tulangnya yang patah juga kembali menyatu dan tangannya yang putus juga beregenerasi.


Semua gadis terkejut saat melihat Zovarein menggunakan sihir tanpa merapal sama sekali, namun yang membuat mereka lebih penasaran adalah, kenapa ia menyembuhkan Avelian?


"Pria ini tidak layak hidup tapi tidak layak mati juga, jadi aku serahkan pada kalian tentang menyiksanya sebelum IntiMuasal-nya aku hancurkan!" Zovarein berkata sambil melirik pada mereka semua.


Tidak ada yang membalas perkataan itu, namun mereka tau kalau Zovarein tidak akan berbuat jahat kepada mereka.


Sekarang wajah para gadis itu dipenuhi seringaian jahat, mereka tertawa dengan cekikikan saat melihat Avelian yang terbaring tidak berdaya ditanah, namun belum ada yang bergerak menyiksanya karena masih ragu.


"Apakah anda yakin memberikan kesempatan itu pada kami?" Tanya seorang gadis yang terlihat garang, namun tetap saja ia terlihat begitu cantik.


"Tentu, dan lagi bukan hanya kalian saja, para budak dilantai selanjutnya, kemudian selanjutnya sampai lantai yang paling bawah sekalipun akan aku beri kesempatan yang sama." Zovarein berkata dengan serius membuat mereka terharu.


Padahal pemuda itu bahkan tidak mengenal mereka namun kenapa ia melakukan hal seperti itu kepada mereka yang telah menjadi budak?


Namun tidak ada yang bertanya karena jawabannya sudah pasti, dia adalah seorang yang baik hati!

__ADS_1


Dari caranya memperlakukan Avelian mereka tau kalau Zovarein sama sekali tidak peduli pada pria itu, ia membiarkan mereka menyiksanya karena dia ingin pria itu juga merasakan apa yang mereka semua rasakan dan itulah kemurahan hatinya!


__ADS_2