RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Sumpah Urion


__ADS_3

"Jadi bagaimana? apakah Sekte Aliran Hitam itu sudah Kau Ratakan?" Tanya Zovarein sambil menyeduh teh.


"Ya Tugas yang anda berikan sudah saya selesaikan dengan sempurna tanpa jejak" Jawab Yurina sambil menundukkan kepalanya.


"Kerja bagus, oh iya tolong letakkan Artefak ini di perbatasan wilayah Neraka" Ucapnya meletakkan sebuah Artefak berbentuk Menara di atas meja.


"Apakah ini Artefak Kuno Tuan?" Ia bertanya


"Benar.. Kalau kau memasang Artefak itu disana maka kalian para Muridku tidak perlu melindungi Wilayah Neraka selama Beberapa Tahun dari Ras Naga Kutukan"


"Ras Naga Kutukan? kenapa Ras Yang hampir punah seperti mereka menyerang Neraka?" Tanya Yurina meraih Artefak tersebut dan menyimpannya di penyimpanan dimensi.


"Yah makhluk hidup itu serakah, kau masih ingatkan dengan Hutan Binatang Iblis di Neraka?"


Slurpp.. Zovarein meminum Tehnya.


"Begitu rupanya akhirnya saya mengerti"


["Ayah Wilayah Neraka Tengah Diserang Oleh Ras yang tidak diketahui, apakah Ayah bisa berbuat sesuatu?"] Ujar Elgard lewat telepati dengan suara yang terdengar sangat khawatir.


["Tenang saja Yurina baru saja akan kembali ke Neraka untuk memasang sebuah Artefak Kuno, semua akan baik-baik saja"] balas Zovarein Membuat Elgard dapat bernafas Lega.


["Terima Kasih Ayah, kalau begitu permisi maaf menganggu Waktu Ayah"]


***


Kekaisaran Belfuze...


Di Aula Rapat kekaisaran saat ini berkumpul beberapa Petinggi Kekaisaran bersama Kaisar Eldward dan Kakeknya yaitu Urion mantan Kaisar Kekaisaran Belfuze.


Mereka membahas tentang dinding transparan yang ada di perbatasan dan bagaimana cara menghilangkannya, setiap mereka membuat sebuah kesimpulan maka saat itu juga Urion membuat sebuah pernyataan yang menghancurkan kesimpulan tersebut.


Mereka juga membahas beberapa perkembangan, kerugian serta beberapa hal yang berubah di Kekaisaran yang membuat Urion sangat marah saat mendengarnya.

__ADS_1


"Huh.. aku penasaran bagaimana bisa Kekaisaran ini tetap berdiri dengan kalian sebagai Kaisar dan Petingginya, hanya karena kalian Bangsawan bukan berarti Rakyat Biasa bisa kalian Perlakukan sesuka kalian Sialan!" Ucapnya dengan Aura Energi Sihirnya yang amat besar dan Tatapan Tajam tertuju pada Edward.


"Mereka hanya Rakyat Jelata tidak ada keuntungan dari membela dan menerima Orang miskin seperti mereka! Bahkan kalau mereka dibunuh pun tidak akan berpe-"


"Tutup Mulutmu!" Bentak Urion yang sudah tidak tahan dengan manusia bodoh yang ada dihadapannya.


Dulu ia sangat membela-bela Manusia tidak peduli ia Bangsawan maupun Rakyat biasa, Ia selalu berfikir Manusia adalah Ras Mulia yang lebih dominan dari Ras lainnya karena memiliki kasih sayang yang begitu melimpah.


Ia sangat baik terhadap semua orang yang ia lindungi sampai tidak menyadari orang-orang bermuka dua yang hanya mengambil keuntungan dari dirinya.


Dulu Zovarein Thorias selaku Raja Iblis pernah Memperingatinya tentang buruknya sifat manusia yang ia lindungi namun ia tidak mempercayainya sama sekali- apalagi peringatan itu berasal dari Ras Iblis yang sangat ia benci, bahkan ia menganggap bahwa ia tidak pernah mendengarnya.


Iblis adalah lambang kejahatan dan akan tetap seperti itu, tidak akan pernah ada iblis yang memiliki kebaikan walau hanya setitik, perkataan itulah yang sangat ia Percayai sampai kapanpun didalam hatinya.


Sampai akhirnya ia mengerti maksud dari perkataan Zovarein yang dulu ia abaikan.


"Putih tidak selalu baik dan Hitam tidak selalu Jahat" Kalimat yang dulunya ia lupakan kini terukir jelas dalam hatinya.


Dengan begitu semua orang yang ada didalam ruangan tersebut membubarkan diri hingga tersisa Edward bersama kakeknya saja "Kakek apa ada sesuatu yang ingin kau katakan kepadaku?" Ucapnya dengan raut wajah kebingungan.


"Ya tidak masalah Kek, aku juga sudah lelah dan ingin beristirahat.. sampai jumpa" Ucapnya yang kemudian berjalan menuju kamarnya.


"Huh.. Tuan Zova, akhirnya aku mengerti tentang ucapanmu waktu itu.., seperti yang orang-orang bilang semakin tua umur manusia semakin luas pula pemikirannya dan ketenangan hatinya- Andai kita bisa bertemu sekali lagi" Ucapnya sambil mengukir sebuah sumpah pada dirinya.


'Atas Nama Dewa Kehidupan, Langit dan Delsgade tanah kelahiranku aku bersumpah untuk melindungi Kebaikan yang bersembunyi dibalik kegelapan dan menghancurkan Kejahatan yang bersembunyi dibalik Cahaya!. Mulai saat ini dan seterusnya!'


JDER!! Suara petir menyambar terdengar di langit Kekaisaran Belfuze seakan menjawab sumpah yang diucapkannya, padahal masih siang dan tidak ada awan hitam semua orang merasa keheranan. Mengapa terdengar suara petir dilangit?


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...

__ADS_1


"Sepertinya dia sedang Bersumpah ya, setelah Ratusan tahun berlalu baru dia menyadari kesalahannya sendiri, Sungguh Ras yang aneh" Gumamnya sambil menatap kearah langit dari Jendela Istana Kekaisaran Iblis.


"Apakah anda mengatakan sesuatu?" Tanya Yurina yang penasaran dengan apa yang digumamkan oleh Tuannya.


"Hm?.. bukan apa-apa, lagi pula tanpa bertanyapun kau bisa melihat sendirikan Petir Suci milik Dewa Kehidupan itu" Ujarnya dengan Nada Malas.


..... Ia tidak lagi membalas perkataan tuannya, karena jika Tuannya menggunakan Nada seperti itu adalah pertanda bahwa ia sedang memikirkan sesuatu yang tidak seharusnya ia tanyakan.


"Ayaahh!!" Sahutan Rurina terdengar dari belakang membuat Zovarein mengalihkan perhatiannya pada Putrinya yang langsung berhenti saat berada dihadapannya.


"Ada apa? kenapa kau terburu-buru seperti itu?" Tanya Zovarein menatap putrinya.


"Tolong terima Ini!" Ujar Rurina sambil memberikan sebuah Artefak pada ayahnya.


Ia mengambil Artefak tersebut seakan mengerti maksud putrinya saat memberikan benda seperti itu.


"Simpan Disaku Ayah ya! dan jangan pernah di simpan ditempat lain.. kalau begitu aku pamit ada sesuatu yang harus aku lakukan di Kamarku!"


Ia pergi dengan sangat cepat dan meninggalkan Zovarein bersama Yurina yang terlihat ingin tertawa saat melihat Rurina yang tidak pandai menyembunyikan Keinginannya.


"Artefak Pemanggilan ya.. sepertinya yang dia maksud ingin memberikanku sebagai hadiah untuk ibunya adalah hal ini, Hahaha... menarik juga, aku tidak pernah kepikiran menggunakan Artefak untuk hal semenarik ini sebelumnya" Ujarnya sambil tertawa.


. . . . .


"Yurina.. Kerahkan 1000 Undead tingkat menengah dan 5 Undead tingkat Tinggi Menuju Kekaisaran Belfuze Saat Fajar menyingsing nanti, Perintahkan Salah satu Undead tingkat tinggi itu untuk menyampaikan sebuah penawaran pada Kaisar mereka"


"Penawaran seperti apa yang Tuan maksud?" Tanya Yurina sambil mengeluarkan 1000 mayat manusia dan 5 Mayat Monster dari Sihir Ruangnya.


"Hmm.. Katakan kepada mereka.. aku bilang saat fajar Yurina bukan saat ini juga.."


"Ups.. maafkan kesalahan hamba" Ujarnya sambil mengembalikan 1005 Mayat itu kembali kedalam Sihir Ruang miliknya.


***

__ADS_1


Sementara itu Dikekaisaran Belfuze saat Fajar menyingsing....


"Serangan dari Musuh!! Lindungi Istana Kekaisaran!" Teriak seorang Prajurit Penjaga Gerbang.


__ADS_2