
"Dezain, berapa kali aku harus mengatakannya, Jadilah Bawahanku! maka Racun yang aku tanamkan ditubuh keluargamu akan aku sembuhkan." Ujar seseorang sambil tertawa licik.
Sementara itu dihadapan ya ada seorang Pria Tua Berjanggut, dengan sepasang tanduk dikepalanya dan sedikit sisik di kedua tangannya, matanya yang tajam menatap marah pada seseorang dihadapannya.
"Dasar Raja Iblis Tirani Palsu, tidak, apa harus aku panggil Dewa Racun? kau pikir aku takut kepadamu Hah Vencer Arsias?!" Teriak Dezain dengan penuh amarah.
"Hahaha! Dasar Naga Tua, apa umurmu yang sudah diujung tanduk itu membuat jalan pikiranmu menjadi sangat sempit? kau pikir sekarang kau berada dimana huh? aku bisa saja Membunuhmu juga seluruh keluargamu dan Kerajaanmu jika kau tidak menjaga sikapmu kau tau?" Ujarnya sambil tersenyum licik.
"Dasar Licik, andai Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias sudah bereinkarnasi, kau tidak akan selamat karena sudah mencuri identitasnya!" Bentak Dezain.
"Hahaha, lagi-lagi kau melawak, ini sudah 2000 Tahun sejak ia mati, apa kau pikir ia akan bereinkarnasi lagi seperti sebelumnya? sudah jelas mustahil bukan? dasar Naga Tua, hanya karena kau adalah bawahan yang Ia percayai bukan berarti kau dapat mengetahui ia sudah bereinkarnasi atau belum." Vence tersenyum smirk.
"Heh, kau salah Vencer, aku dapat mengetahuinya, kalau Beliau sudah bereinkarnasi, meskipun aku tidak dapat mengetahui keberadaannya, tapi karena aku mewarisi darahnya aku tau kalau ia sudah hidup! suatu saat kau pasti akan mati di tangannya!" Dezain tertawa didalam hatinya.
"Kenapa kau diam saja huh? jangan bilang kalau tebakanku benar? Hahahah dasar Naga Tua, ekspresi mu mudah ditebak!" Vencer tertawa.
"Sialan, cepat berikan penawarnya!"
"Tidak akan, ambil sendiri kalau kau sanggup, salahkan Rajamu itu karena sudah membunuh semua peramu Dua ribu tahun lalu! ckckck, berkat itu kau jadi tidak bisa meminta mereka membuat penawarnya!" Kata Vencer sambil menertawai Dezain.
"Cih, mati sana dasar Dewa busuk!"
Dezain mengeluarkan kapak raksasa dari penyimpanan dimensinya, kemudian menyelimuti kapak tersebut dengan Api naganya dan melesatkannya menuju Vencer.
*BAMM!!!
Terjadi ledakan besar yang menghasilkan banyak asap diruangan tersebut, dan mengaburkan pandangan semua orang disana.
"Heh, dia lari ya, Dasar Naga tua. Yah nikmatilah hidupmu selagi bisa, kalau sampai tiga hari lagi kau masih belum mau menjadi bawahanku, maka keluargamu yang akan menjadi hukuman atas kelancangan mu tersebut! Hahaha!!"
...----------------...
"Paduka, bukankah lebih baik jika kita menyusup saja? la gaung mengetuk gerbang istana mereka itu rasanya berlebihan sekali." Ujar Shin sambil berjalan mengikuti Zovarein dari belakang.
"Huh, kenapa aku harus menyusup kedalam istana bawahanku sendiri? kalau bisa bertamu kenapa harus bertingkah seperti pencuri huh?" Balas Zovarein tanpa menoleh.
"Tapi Paduka, yang mewarisi darah anda hanya Tuan Dezain saja, sedangkan keturunannya sama sekali tidak, akan berbahaya jika yang menyambut kita adalah anaknya atau cucunya..."
"Bahaya apanya, Dezain baru saja pulang ke Istananya, jadi tidak ada masalah!" Zovarein mempercepat jalannya.
__ADS_1
"Begitu Rupanya, karena itu anda memilih pergi kesana Hari ini dan bukan hari-hari sebelumnya." Shin mempercepat langkahnya.
"Begitulah, ngomong-ngomong, bisa kau urus para sampah itu? mereka terlalu mengganggu, dari tadi mengikuti kita seperti itu, sepertinya mereka punya masalah tertentu." Ujar Zovarein dengan nada kesal.
"Akan saya lakukan dengan cepat!"
Dengan pergerakan bayangan, Shin masuk kedalam kegelapan dan dengan cepat sudah berada di belakang salah satu orang yang mengikuti mereka.
*BAMM!!
Shin menarik kerah bajunya kemudian menghempaskan orang itu ketanah dengan sangat kuat hingga menimbulkan getaran, kemudian ia berpindah ke orang lainnya dan menendang orang tersebut hingga terhempas dengan kecepatan tinggi menabrak tanah, dan menghasilkan suara ledakan yang cukup kuat.
Semuanya dilakukan dalam lima detik dan setelahnya ia langsung berdiri kembali dibelakang Zovarein tanpa ada goresan di pakaiannya.
"Misi selesai." Ujarnya dengan bangga.
"Kerja bagus, kau hanya mengajar dua orang yah, sementara dua orang lainnya kau buat mengalami ilusi, Gaya bertarung Kekaisaran Zelion memang selalu mengagumkan yah." Puji Zovarein.
"Anda mengetahuinya yah, paduka memang hebat, sepertinya anda juga menguasai teknik ini." Ucap Shin sembari melirik kearah empat orang yang ia buat terluka.
"Yah, aku mempelajarinya secara tidak sengaja saat melihat Raja mereka bertarung, ayo lanjutkan perjalanan."
"Baik!"
Seperti yang ia katakan sebelumnya, Zovarein benar mengetuk gerbang masuk Istana tersebut dengan cukup kuat hingga suaranya terdengar keseluruh istana, yang membuat para pelayan disana kebingungan.
Namun berbeda dengan seorang pria tua disana, saat mendengar suara ketukan tersebut, tanpa membuang-buang waktu, ia langsung melesat menuju gerbang istana dari kamarnya dengan kecepatan tinggi.
"Dia ada disini!" Ucapnya dengan perasaan bahagia dalam hati, sambil melesat.
Beberapa detik kemudian, setelah Zovarein berhenti mengetuk, seorang pria tua muncul dihadapannya dengan posisi berlutut dan wajah penuh kebahagiaan, namun ia tidak menampilkan kebahagiaannya sama sekali.
"Yang Mulia! Selamat Datang di Istana Saya!" Ucapnya dengan penuh hormat.
"Dezain, lama tidak berjumpa ya, bagaimana kabarmu?" Tanya Zovarein sambil menatap Dezain dengan mata Iblis penghancur.
"Saya baik-baik saja Yang Mulia! silahkan masuk kedalam, saya akan menjamu anda dan juga tuan Shin karena sudah jauh-jauh datang kemari." Lanjutnya.
"Kau tidak baik-baik saja, katakan apa yang terjadi?" Ucap Zovarein memotong perkataan Dezain.
__ADS_1
"Saya akan menjelaskannya didalam jadi, silahkan.."
"Dezain, paduka tidak suka bertanya untuk kedua kalinya jadi jawab saja!" Ucap Shin dengan sorot mata tajam.
"Te-tetapi.."
"Dezain!" Bentak Shin.
"Raja Iblis Tirani Palsu alias Dewa Racun, Vencer Arsias, meracuni saya dan seluruh keluarga saya beberapa bulan lalu, sebagai ancaman keselamatan saya dan seluruh keluarga saya, ia meminta saya menjadi bawahannya, dan juga.."
"Sudah cukup, mari masuk kedalam." Zovarein memotong penjelasannya.
"Baik, silahkan ikuti saya keruang Tahta.."
"Tidak, kita tidak akan kesana, kita akan pergi menemui keluargamu!" Ucap Zovarein dengan Tegas.
"Ta-tapi untuk apa kita kesana... Jangan bilang anda akan?!" Dezain menatap penuh harap pada Zovarein.
"Kau akan mengetahuinya saat kita sudah menemui mereka, cepat antarkan kami kesana!"
"Baik Yang Mulia, silahkan ikuti saya!" kemudian mereka bertiga menjadi seberkas cahaya dan muncul disebuah ruangan yang cukup terang.
"Yang Mulia, ini kamar anak laki-laki saya, Kartz Axrets, kondisinya lebih parah dari yang lain, nyawanya tidak akan bertahan sampai besok." Ucap Dezain dengan rasa sedih.
"Racun Bueri K-23 yah, Dewa Racun ternyata bukan hanya julukan, sangat sulit untuk mendapatkan bahan-bahan pembuat racun ini, bahkan jika harus mengelilingi Alam Semesta Eternity." Ucap Zovarein yang membuat Dezain semakin sedih saat mendengarnya.
"Ap-apakah anda dapat menyembuhkannya Yang Mulia?" Tanya Dezain.
"Huh, bahan pembuat racunnya memang sangat sulit untuk ditemukan, tapi penawarnya lebih sulit lagi, karena bahan pembuat penawarnya hanya berada di Alam Semesta Bargestia, yaitu darah dari suku Jiga." Ucap Zovarein yang sekali lagi membuat harapan Dezain semakin menyurut.
"Tapi, aku punya banyak di penyimpanan dimensi ku jadi bukan masalah sama sekali!"
"Be-benarkah Yang Mulia?" Tanya Dezain memastikan.
"Ya, karena itu jangan khawatir, seluruh keluargamu dan juga kau akan selamat!" Ucap Zovarein, membuat Dezain sangat bersyukur karena telah menjadi bawahannya.
"Mohon maaf yang mulia, tapi, bagaimana anda mendapatkan darah suku jika dengan jumlah banyak? apakah anda pernah pergi ke Alam semesta Bargestia?" Tanya Shin.
"Yah, itu sudah sangat lama, sekitar jutaan tahun lalu." Jawab Zovarein membuat kedua orang itu terkejut.
__ADS_1
"Benar, itu sekitar empat juta tahun yang lalu, mengingatnya membuatku teringat hal tersebut."
...—To Be Continued —...