RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Keluarga Gaios III


__ADS_3

Ameth mengangguk kan kepalanya dengan cepat tanpa menolak ataupun bernegosiasi untuk mencari pendapat lain, seperti anjing yang menuruti pemiliknya ia tetap berdiri dilantai dengan tangan bagaikan kakinya yang keempat, sekarang ia terlihat seperti anjing sungguhan.


Zovarein mendengus kesal, ia tau dengan pasti bahwa zaman ini telah sepenuhnya berubah karena manusia yang berkeliaran di setiap tempat dibarat!


Benar, saat dalam perjalanan menuju keluarga Gaios utama ia sesekali melihat manusia disekitar, meskipun tidak banyak namun itu sudah cukup untuk mempengaruhi masyarakat.


Manusia itu egois, itu adalah sifat alami mereka dan tidak akan pernah berubah, ke-egoisan ini mempengaruhi cara berfikir mereka sampai ketingkat yang paling buruk jika tidak dihentikan!


Memang ada beberapa yang tidak terlalu dipengaruhi oleh sifat ini, hal itu bisa terjadi karena lingkungan hidup mereka sejak lahir sudah sangat baik, dipenuhi dengan kelembutan dan penuh keharmonisan.


Namun hal itu sangat sulit ditemui dimana pun dan manusia itu sendiri sangat mengetahuinya dan tidak ingin menjadi naif, bahkan sedikit hal baik pun dapat dikatakan naif bagi mereka yang sudah rusak sejak lahir.


Iblis sendiri itu adalah makhluk yang kejam, tidak perlu ditanya lagi bahkan reputasi mereka sangat buruk dimata setiap ras yang ada.


Namun hal itu hanyalah sifat buruk mereka dan bukan sifat alami mereka.


Tidak ada ras yang lebih setia dibanding Iblis itu sendiri dan kesetiaan adalah hal yang paling dijunjung tinggi oleh makhluk kejam itu.


Mereka kejam karena dihina, mereka kejam karena diperalat, mereka kejam karena dipermainkan, mereka kejam karena dihianati!!


Tentu sifat setia ini berkebalikan dengan sifat manusia itu sendiri, dan hal inilah yang membuat kedua ras ini sangat bermusuhan.


Zovarein tidak membenci manusia karena ras naif itu bisa menjadi lebih suci dari Dewi kebaikan sekalipun jika tumbuh dilingkungan yang sangat baik, tidak pernah sekalipun ia berfikir untuk membasmi manusia yang ia temui dibarat karena beberapa dari mereka sama sekali tidak bersalah.


Ia hanya tidak menyukai sifat alami mereka!


Bahkan Iblis yang dikenal dengan kesetiaannya sekarang tidak ada ubahnya dengan mereka hanya karena hidup berdampingan selama 2000 Tahun!


Ameth sendiri sebenarnya tidak berubah banyak karena darah Zovarein mengalir ditubuhnya dan menolak hampir setiap pengaruh sifat manusia kepadanya.


Karena hal inilah yang membuat Zovarein sedikit lunak kepadanya, meskipun ada sedikit rasa kecewa yang terpancar dari matanya.


"Benar juga.. dua jam, aku butuh kau mengumpulkan setiap makhluk dikediaman ini dalam dua jam, tidak peduli itu penjaga, pelayan, budak, atau orang sekarat sekalipun"


"Di Aula Pertemuan!"

__ADS_1


...----------------...


...DEVIL KING OF TYRANY...


...----------------...


"Baik Tuan!" Jawab Ameth dengan cepat dan langsung bergegas keluar ruangan.


Tetua Nect sendiri tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, ia tahu persis kondisinya namun tidak mengerti sebabnya, Kepala keluarga mengenal pemuda di hadapannya dan sangat takut dan hormat kepada pemuda tersebut, namun kenapa ia melakukan hal itu?


Kepala keluarga adalah penyihir tingkat 7 dan sangat ditakuti kemanapun ia berjalan, namun ia baru saja tunduk dan menuruti perintah seorang pemuda?


Ia mendadak merasakan tubuhnya tidak memiliki tenaga sama sekali saat mengingat ucapan kepala keluarga barusan.


'RAJA IBLIS TIRANI!'


Mengingat sebutan ini tentu membuat ia ingin muntah darah, ia tau kepala keluarga hidup lebih dari 4000 tahun dan sangat mengenal Raja Iblis Tirani dengan baik karena beliau adalah Tuannya.


Jadi tidak ada alasan bagi Tetua Nect untuk meragukan Ameth.


?!!


Tubuh Nect Gaios langsung bergetar hebat saat namanya dipanggil oleh Zovarein dengan halus.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Zovarein dengan ekspresi datarnya.


Tentu Nect sama sekali tidak baik bahkan sangat buruk, ia tidak menjawab dan hanya mencibir dalam hati sambil menatap penuh ketakutan pada Zovarein.


"Jangan takut aku tidak akan berbuat macam-macam kepadamu, karena kau sudah melaksanakan perintahku dengan baik bahkan sampai terbang menabrak tepat dibagian tengah meja kerja ini sampai retak, aku akan melepaskanmu dan memberikan kesempatan untuk hidup"


"Berbahagialah!" Ucapnya dengan wajah penuh penghinaan.


Tentu Nect akan merasa bahagia karena masih dibiarkan hidup, namun selama sisa hidupnya akan dipenuhi ketakutan karena kejadian yang baru saja menimpanya.


Nect bangun secara perlahan dan menatap sekilas pada Zovarein sebelum membukukan badannya.

__ADS_1


"Pe-permisi..." Ucapnya dan kemudian berbalik lalu keluar dari ruangan dengan tergesa-gesa.


"Huh.. sekarang aku hampir tidak dapat membedakan yang mana manusia dan mana yang iblis, cuma bentuk fisik yang berbeda selain itu mereka semua benar-benar persis!"


Zovarein mengetahui alasan dibalik adanya manusia dikerajaan neraka dengan sangat baik, itu adalah Delsgade! manusia yang dulunya tinggal diatas kastil Delzogade yang berbentuk sebuah planet besar dengan nama Delsgade.


Zovarein melihat ada beberapa dari para manusia yang ia temui memiliki hati yang bersih, ia berpendapat bahwa para manusia berhati bersih itu adalah keturunan Urion!


Manusia memiliki umur yang terbatas, ia tidak tahu apakah tua bangka itu masih hidup atau tidak, karena Urion senduri sebenarnya sudah menapaki jalan keabadian dalam kultivasi.


Dunia Kultivator sangatlah keras, meskipun jalan sebagai penyihir lebih sulit dan lebih bermanfaat dibanding menjadi Kultivator namun tantangan hidup dan mati ini membuat beberapa orang menjadi sangat bersemangat dalam menjalaninya.


Jika penyihir selalu menguras energi sihir, stamina dan energi kehidupan serta menguji kesabaran, Niat, Tujuan, Keseriusan dan sifat.


Maka Kultivator selalu menguras kekuatan mental, energi spiritual, Qi, daya hidup serta menguji ketabahan, kesabaran, dan ketenangan hati.


Ketabahan mereka dalam berkultivasi, kesabaran hati mereka untuk bertahan selama ratusan bahkan ribuan tahun sekalipun untuk naik tingkatan, serta ketenangan hati mereka dalam setiap situasi akan sangat diuji dalam hal ini.


Jika kau panik maka kau mati! pengetahuan ini sudah umum dalam dunia Kultivator, itu sebabnya ketenangan adalah segalanya untuk menapaki jalan keabadian.


Tapi siapa yang tau apa yang akan dilakukan manusia untuk mendapatkan tujuannya? bahkan Urion yang telah berada dalam puncak kultivasi sekalipun akan berakhir jika tidak waspada dengan sekitarnya.


"Setidaknya aku ingin melihat keadaan tua bangka itu sekarang, terakhir kali di Delsgade aku belum sempat melihatnya dan langsung pergi ke 4Dunia"


Zovarein melirik keluar dari jendela dan melihat hal yang sangat tidak mengenakkan.


"Manusia menindas Iblis di Benua Iblis dan di Kerajaan Neraka itu sendiri? apakah derajat Ras Ini sudah tidak ada lagi bahkan diwilayah mereka sendiri?"


"Sepertinya aku tidak perlu bersikap baik kepada Manusia berhati gelap ini jika sudah tiba waktunya nanti" Gumam Zovarein sambil menatap penuh penghinaan pada manusia diluar.


""


*BLASHH!!!


Kelima manusia yang sedang menindas seorang Iblis wanita tepat disebelah rumah keluarga bangsawan yang terletak dalam jarak 100 meter dari Zovarein langsung menjadi kabut darah.

__ADS_1


"Meskipun mereka melupakanku, para Iblis ini tetaplah Rakyatku!"


__ADS_2