RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Mengusir Lumut


__ADS_3

"Begitu rupanya, Dewa baru bernama Dewa Racun itu meracuni pikiran seluruh orang diwilayah Iblis, kemudian menyebarkan identitas palsunya sebagai Raja Iblis Tirani Vencer Arsias, yah bukan masalah yang terlalu besar sih." Ucap Myro dengan santai, "Dengan kekuatan anda maka semua pasti akan selesai! lagi pula ia hanya seorang bocah racun yang belum mengenal U-C dengan baik."


Mendengar perkataan Myro Zovarein hanya bisa tersenyum pahit, bagaimanapun situasi yang dikatakan Myro hanya akan terjadi jika Zovarein memiliki seluruh kekuatannya. tidak, bahkan jika Zovarein hanya memiliki setengah kekuatannya itu sudah lebih dari cukup untuk membunuh Vencer.


Namun masalahnya Zovarein hanya memiliki 1/10 kekuatannya, sehingga ia membutuhkan lebih banyak pecahan kekuatannya lagi agar dapat membunuh Vencer.


"Myro, aku datang kemari bukan hanya untuk memastikan keadaanmu saja, tujuan Utamaku kemari adalah untuk memintamu menggerakkan pasukan naga demi mencari pecahan kekuatanku." Ucap Zovarein membuat Myro mengerutkan keningnya.


"Pecahan? apakah kekuatan Tuan menghilang?" Ia bertanya.


"Seperti itulah, semua kekuatanku terpecah keseluruh U-C saat aku mati, jadi karena aku tidak mungkin mecari semua pecahan itu sendiri di U-C yang sangat luas ini, maka aku meminta bantuanmu." Kata Zovarein dengan tegas.


"Tuan, kenapa anda meminta seperti itu, sangat tidak cocok dengan anda, seharusnya anda memberi perintah seperti dulu agar terdengar lebih menegangkan!" Ucap Myro sambil tertawa.


"Huh, setidaknya ubah sikapmu yang kurang ajar itu Myro." Ucap Shin dengan malas.


"Aku tidak terlalu mempermasalahkannya, Myro kau harus memulai pencariannya besok agar aku dapat fokus dalam mencari jejak Vencer." Ucap Zovarein dengan sorot mata tajam membuat Myro menjadi sangat tegang, sensasi ini lah yang sangat diinginkannya dan dirindukannya sehingga ia pun mengubah wajah santainya menjadi serius.


"Baik Yang Mulia!" Jawabnya dengan tegas.

__ADS_1


"Bagus, dengan ini kau harus memberikan laporan kepadaku jika kau menemukan satu pecahan, bahkan sebelum kau mengambilnya kau harus melapor terlebih dahulu, kau mengerti?" Ucap Zovarein dengan lebih serius membuat Myro semakin bersemangat dan semakin tegang.


"Baik Yang Mulia!" Jawabnya dengan tegas lagi.


Setelah itu Zovarein mengangguk kemudian menjadi seberkas cahaya dan lenyap dari tempat itu bersama dengan Shin.


"Yang Mulia memang yang terbaik!" Teriak Myro dengan kuat setelah memastikan Zovarein dan Shin telah jauh dari sana, saat ini Naga tersebut benar-benar bahagia karena telah diberikan sebuah tugas untuk pertama kalinya setelah Ribuan tahun, apalagi ini adalah tugas yang sangat penting.


Sementara Myro bergerak bahagia di istananya, Zovarein bersama dengan Shin muncul diluar Ibukota Myro, urusan mereka disini telah selesai hingga mereka akan segera kembali menuju Kerajaan Neraka, atau lebih tepatnya Kediaman Utama Gaios.


...----------------...


Saat itu Yvier sedang menyisir rambut Rurina, ia sangat terkejut saat mendengar pertanyaan tersebut keluar dari mulut nonanya namun ia sama sekali tidak marah ataupun sedih, ia justru tersenyum yang membuat Rurina kebingungan.


"Nona, mungkin anda sama sekali tidak tahu tapi, saya sudah menganggap Yang Mulia Zovarein sebagai Ayah saya sendiri, Kerajaan saya di planet tersebut adalah pemberiannya bahkan kekuatanku saat ini pun juga pemberiannya, nyawa saya saat ini juga Yang Mulia yang sudah menyelamatkannya dan merawatnya." Ucap Yvier sambil mengingat masa lalu.


"Benarkah? Ayah sama sekali tidak pernah mengatakannya kepadaku." Kata Rurina dengan terkejut, bagaimanapun Zovarein hanya memberitahukan kepada Rurina bahwa Yvier adalah bawahannya dan seorang Ratu Iblis dari planet Xev Jedouriem.


"Tentu saja benar nona, saya sama sekali tidak berani berbohong, sebelum saya menjadi sekuat ini saya hanya seorang Yatim piatu yang tidak memiliki tujuan, di planet Xev Jedouriem anak yatim-piatu seperti kami sering dijadikan budak, karena yang berkuasa saat itu adalah manusia, bagaimanapun Manusia itu memiliki sifat yang sangat buruk." Ucap Yvier dengan perlahan.

__ADS_1


"Disaat saya sedang berlari dari pengejaran manusia, Yang Mulia datang dan menghempaskan semua orang yang mengejar saya, dengan senyuman hangat ia bertanya apakah saya baik-baik saja, kemudian ia membawa saya menuju tempat tinggalnya yang tidak jauh dari sana." Yvier sedikit tersenyum.


"Ayah hanya menghempaskan mereka?" Tanya Rurina yang membuat Yvier agak aneh dengan pertanyaan tersebut, seharusnya jika orang lain mendengar ceritanya maka mereka akan bertanya apakah "Yang Mulia itu benar-benar tersenyum?' karena sungguh sulit bagi setiap iblis untuk melihat Zovarein yang tersenyum jadi pasti mereka menanyakannya.


"Tentu saja Yang Mulia hanya menghempaskan mereka, tidak mungkin ia membunuh dihadapan seorang anak kecil bukan?" Jawab Yvier membuat Rurina sedikit malu karena melupakan hal tersebut.


"Yang Mulia merawat saya dirumahnya dari kecil sampai dewasa, ia bahkan mengajari saya sihirnya dan juga beberapa ilmu pengetahuan tentang dunia, dan beberapa sejarah, hingga setelah saya berumur 134 Tahun, Yang Mulia berkata kalau mulai sekarang saya harus bertahan hidup dan mengalahkan semua musuh dihadapan saya dengan berani, saya saat itu tidak terlalu mengerti dengan perkataannya namun dihari berikutnya saya mengerti kalau itu adalah salam perpisahan, karena setelah ribuan tahun saya tidak lagi pernah melihatnya bahkan setelah saya menguasai planet Xev Jedouriem dan menjadi Ratu Iblis." Kali ini Yvier berkata dengan sedih.


"Ribuan tahun? apa mungkin disaat Ayah melawan Teknologi manusia?" Tanya Rurina dengan cukup terkejut, kalau memang benar saat Zovarein melawan Teknologi manusia, malah umur Yvier seharusnya sudah lebih dari satu juta.


"Ya, disaat itu Yang Mulia memenangkan pertempuran dengan sengit, anda pasti sudah mengetahuinya dari Yang Mulia bukan?" Tanya Yvier sambil meletakkan sisirnya karena ia sudah selesai merapikan rambut Rurina.


"Ya, tentu saja ayah menceritakannya, katanya U-C bahkan hampir musnah jika bukan karena seluruh makhluk di Alam Semesta Eternity bekerja sama untuk mengalahkan mereka," Kata Rurina dengan semangat, ia sampai membayangkan Triliunan makhluk yang berkumpul hanya untuk membasmi manusia.


"Ya, tapi pada akhirnya mereka tetap menang." Ujar Yvier dengan santai, "Baiklah pakaian anda sudah siap dan ini adalah penampilan terbaik anda, bagaimanapun anda harus mengusir seorang lumut hari ini!" Ucap Yvier menahan tawanya.


"Hihi, kau benar lumut ini sangat keras kepala jadi aku harus mengusir nya lagi dan lagi, kakak pun sebenarnya sudah muak dengan makhluk tidak jelas ini." Balas Rurina sambil tertawa kecil.


"Bahkan kalau bisa, Aku ingin membunuh Makhluk kurang ajar ini."

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2