RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Tyras Arsias


__ADS_3

"Hanya seorang pendekar berani menyerang penyihir, benar-benar bodoh." Pria berpakaian hitam tersebut tertawa meremehkan.


Melihat teman mereka yang meleleh seperti air dan mati begitu saja membuat semua orang itu merasakan takut, mereka tau kalau sekali saja tangan pria itu menyentuh mereka maka hidup mereka akan lenyap.


"Ada apa? kalian tidak akan menyerang?," Pria itu bertanya sambil melirik kesekitar. "Kalau begitu aku yang akan menyerang!" Pria itu melompat.


Ia melesat dengan cepat menuju seorang wanita di tengah ruangan, ditangannya sudah ada segumpal racun hijau yang siap digunakan kapanpun, bahkan tangan kirinya juga sudah dilapisi racun yang lain.


Melihat pria itu mendekat kepadanya, wanita tersebut langsung panik dan mengangkat gada di tangannya dengan tergesa-gesa, namun sebelum ia dapat mengangkat gada tersebut, pria itu sudah berada dihadapannya dengan senyuman yang sangat mengerikan.


"Mati!"


*BLASHH!!


Wanita tersebut terkena racun yang berada ditangan kanan kemudian langsung meleleh dalam sekejap, tidak berhenti disana pria itu juga menendang wanita tersebut yang membuat seluruh tubuhnya yang sudah menjadi cairan berceceran dimana-mana.


"Dua selesai, selanjutnya!" Pria itu tertawa kejam.


Tudung pria itu sudah terjatuh dan menunjukkan wajahnya yang begitu menyeramkan, banyak luka diwajahnya bahkan kulitnya seperti akan terkelupas jika kau menyentuhnya, selain itu tatapan matanya yang tajam dengan niat membunuh yang pekat membuat semua orang disana tertekan dan tidak dapat bergerak.


Sebelum pria itu bergerak lagi, suara tawanya berhenti secara mendadak yang membuat semua orang mulai menatapnya dengan aneh, mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi tapi, saat melihat raut wajah pria itu yang terlihat kusut membuat mereka mengerti kalau ia sedang ketakutan.


Secara tiba-tiba suara langkah kaki yang begitu berat terdengar dari belakang pria berpakaian hitam tersebut, setiap langkahnya akan membuat aura membunuhnya semakin kuat, bahkan semua orang mulai merasakan tekanan tersebut.


Setiap suara langkah itu terdengar, wajah pria berpakaian hitam tersebut semakin buruk, sekarang ia bahkan tidak dapat bergerak, orang-orang disekitar sudah berlutut dan memuntahkan banyak darah karena tidak tahan dengan tekanan tersebut.


Ketika ia menolehkan kepalanya kebelakang dengan kesusahan, ia dapat melihat seorang pemuda berjubah hitam bercorak tengkorak berjalan dengan santai menuju kearahnya.

__ADS_1


Ia tidak merasakan keanehan dengan pemuda tersebut, namun setelah melihat sepasang mata berwarna ungu menyala dibalik jubahnya, pria itu langsung memutih dengan kulit yang semakin pucat.


"Aku penasaran dengan anak dari Dewa Racun sehingga datang kemari tapi, ternyata mengecewakan sekali yah." Pemuda itu berkata dengan dingin.


"Ka-kau ... Siapa kau?!" Pria itu bertanya dengan gemetaran, ia sekarang sangat ketakutan dan ingin melarikan diri, namun tubuhnya sama sekali tidak dapat bergerak.


"Daging mati tidak perlu mengetahui identitas ku." Jawab pemuda itu dengan dingin sambil menguatkan auranya hingga membuat pria itu memuntahkan banyak darah.


"Uhukkk ... uhukk ..., ka-kau tidak bisa membunuhku, aku adalah Tyras Arsias, ayahku adalah seorang Dewa, ia adalah Raja Iblis Tirani Vencer Arsias, kalau kau berani membunuhku maka ia tidak akan melepaskan mu!" Pria itu tertawa licik.


Namun suatu hal yang tidak pernah ia bayangkan terjadi, tangan kirinya yang sebelumnya masih tersambung dengan tubuhnya mulai lenyap, itu sama sekali tidak terpotong ataupun di hancurkan, itu secara tiba-tiba lenyap bagaikan abu yang ditiup angin dengan mudahnya.


Kaki pemuda itu terangkat kemudian menginjak dada pria itu dan menekannya kelantai dengan kuat, bahkan setelah mendengar ancaman pria itu ia sama sekali tidak takut dan terus menatapnya dengan dingin.


Berbeda dengannya semua orang yang mendengar nama Vencer langsung ketakutan, bahkan tidak ada seorangpun dari mereka yang mengangkat kepalanya lagi untuk melihat pertarungan itu.


"Ayahku adalah Raja Iblis Tirani! orang yang menguasai Benua Iblis dengan kekejamannya! kau tidak akan selamat setelah melakukan ini!" Pria itu tetap keras kepala sambil menatap remeh pemuda dihadapannya.


"Memangnya Raja Iblis palsu bisa melakukan itu? setahuku Ratu Neraka dan saudaranya sangat menyayangi Ayah mereka, namun selama ribuan tahun ini aku mengetahui kalau mereka sangat membenci orang bernama Vencer yang kau sebut tadi, kenapa bisa menjadi seperti itu ya? apa jangan jangan karena Vencer itu memiliki kau sebagai Anak haramnya? atau karena Vencer itu hanya seorang penipu handal?" Pemuda itu tersenyum mengejek.


"Kau, tidak akan kubiarkan kau mengejek ayahku seperti itu!" Pria itu berusaha keras untuk mengangkat tangan kanannya kemudian mengucap sebuah mantra sihir. "Segalanya akan meleleh, dihadapan Racun semuanya tidak berdaya! Sihir racun penguasaan mutlak! "


Kemudian tangan kanannya berubah menjadi cairan hijau yang sangat bau, cairan itu segera melesat dengan cepat menuju pemuda itu dengan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan cepat.


"Rasakan itu! bahkan orang terkuat di seluruh U-C tidak akan pernah bisa menahan racun mutlak milikku! Mati kau dasar sampah! Hahahaha!" Ia tertawa ketika melihat pemuda dihadapannya sudah diselimuti oleh racunnya, hanya dalam hitungan waktu maka pemuda itu akan segera lenyap dari dunia ini.


Namun setelah beberapa detik berlalu tekanan pada dadanya sama sekali tidak menghilang, ia masih dapat merasakan kaki pemuda itu yang masih menginjak dirinya dengan kuat.

__ADS_1


"Oi, berapa lama lagi aku harus menunggu sampai racun ini bekerja?" Tanya Pemuda itu sambil mengusap racun yang mengenai matanya sehingga dapat melihat lagi.


Tidak sepertinya yang masih santai, pria dibawahnya sudah menyerah dengan hidupnya, ia sama sekali tidak mengerti kenapa pemuda dihadapannya sama sekali tidak mati, padahal itu adalah racun terkuatnya, yang bahkan membuat Ayahnya sangat waspada.


Pemuda itu kemudian menghempaskan semua racun ditubuhnya, dapat terlihat bahkan pakaiannya saja sama sekali tidak meleleh ketika terkena racun itu, yang membuat pria itu semakin ketakutan.


"Jangan Bunuh aku! Kalau kau membiarkanku maka aku akan mengatakan pada Ayahku untuk tidak membunuhmu!" Teriak pria itu dengan ketakutan.


"Jangan khawatir, Ayahmu juga akan segera menyusul mu di Penjara Neraka." Ucap pemuda itu dengan dingin.


"Tidak mungkin! kau sama sekali bukan lawan Ayahku yang seorang Dewa dan Raja Iblis!" Pria itu masih tetap menyombongkan Ayahnya.


Tangan pemuda itu terarah kedepan kemudian leher pria itu langsung berada dalam genggamannya, pemuda itu menatap pria tersebut dengan tajam sambil berkata.


"Dewa? Raja Iblis? itu semua sama sekali tidak penting, kekuatan adalah segalanya didunia yang sudah hancur ini, dan untuk itulah aku ada, tujuanku adalah membunuh kalian para sampah yang berani mengacau di duniaku." Ucapnya sambil menatap pria itu seperti melihat sebuah mayat.


"Kau terlalu melebih-lebihkan, uhukk ... kekuatan lemah mu!" Pria itu masih tetap keras kepala yang membuat pemuda itu menyeringai.


"Aku, Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias akan memburu kalian sampai ke akar-akarnya!"


Saat mendengar nama tersebut keluar dari mulut pemuda itu, Pria itu langsung terdiam seribu bahasa, ia tidak dapat berbicara lagi dan hanya menatap bodoh kedepan seperti melihat hantu.


"Tidak mungkin kau seharusnya sudah mati ..."


*BLASHH!!


...—To Be Continued—...

__ADS_1


__ADS_2