
Disuatu tempat yang sangat jauh dari Kerajaan Neraka bahkan mencapai jarak jutaan kilometer, ada sebuah kota terpencil yang tidak dikuasai oleh satu kerajaan pun, disana sangat tenang dan diselimuti oleh tumbuhan rambat dan lumut serta pepohonan yang mulai memenuhi kota.
Benar, kota terpencil itu sama sekali tidak berpenghuni bahkan hewan maupun serangga tidak ada yang tinggal disana, sebab ada aura racun pekat yang menyelimuti kota tersebut.
Secara tiba-tiba sekumpulan asap berwarna hijau keluar dari dalam bangunan yang paling tinggi di kota terbengkalai itu, asap tersebut terus meluas dan menyelimuti seluruh tempat kemudian melelehkan segalanya, bahkan tanaman yang sudah tumbuh kuat di kota tersebut langsung meleleh seperti air dan menyerap kedalam tanah, bahkan setelah beberapa saat tanah yang sebelumnya subur menjadi busuk dan tidak dapat ditumbuhi tumbuhan lagi.
Cairan ungu kental yang cukup menjijikkan secara perlahan keluar dari sela-sela tanah yang berlubang kemudian berkumpul dan terus berkumpul hingga membentuk sebuah danau cairan ungu kental dalam beberapa jam.
*Sruaatt!
Cairan ungu kental tersebut mulai menghijau dan meluap seperti lava yang panas, beberapa menit kemudian seluruh cairan tersebut bergerak secara perlahan dan membentuk seekor serigala setinggi 7 meter, karena tubuhnya adalah benda cair, setiap ia bergerak setetes cairan hijau tersebut akan terjatuh kemudian membusukkan tanah, dan melelehkan apapun yang disentuhnya.
*Grooaahhh!!
Ia mengaum dengan suara yang menggetarkan wilayah disekitarnya, bahkan cairan ditubuhnya juga beterbangan dan melelehkan tumbuhan disekitarnya dalam sekejap, setiap tumbuhan yang meleleh dan berubah menjadi benda cair, langsung bergerak menuju serigala tersebut dan menyatuh dengannya hingga membuat ukuran serigala tersebut semakin besar.
Mata merahnya langsung menatap tajam ke timur dimana ada sebuah pemukiman Dark Orge yang cukup besar, tanpa menunda lagi ia langsung berlari dengan kecepatan yang luar biasa, bahkan setiap tempat yang ia lewati langsung menyatuh dengan tubuhnya setelah meleleh.
Berkat itu tubuhnya terus membesar bahkan melewati 10 meter dan membuat getaran disetiap langkahnya. Di desa Dark Orge sendiri sudah terjadi kepanikan, tidak ada yang tau apa tujuan serigala tersebut, tapi yang pasti ia akan menghancurkan setiap tempat yang ia lewati sehingga mereka mulai lari terbirit-birit tanpa tujuan.
*Duarr!!
Ledakan besar terjadi saat serigala racun itu menghancurkan pemukiman itu dengan liar, banyak Orge yang tidak dapat kabur dan mati karena meleleh saat terkena racun dari serigala tersebut, kemudian menyatu dengan tubuhnya dan memperbesar ukurannya lagi.
Bahkan setelah meratakan seluruh pemukiman beserta setengah penduduknya, ukurannya menjadi lebih dari 15 meter dan terus bertambah.
*Grooaahh!!!
Ia mengaum lagi sambil melirik ke barat dimana ada sebuah dinding yang cukup tinggi disana, ia menatap tajam ke arah tersebut, saat merasakan banyak kehidupan disana, kemudian langsung berlari secepat mungkin dengan hasrat membunuh yang kuat.
Disaat ia akan sampai ditembok itu, sebuah bola api yang cukup besar melesat ke arahnya dan menabraknya dengan kuat hingga membakar sebagian wajahnya, meskipun tidak terlalu berpengaruh serigala itu dapat melihat bahwa ada puluhan bola api yang sama sedang menuju ke arahnya secara beruntun.
Karena kesal ia mengaum dan menghempaskan semua bola api itu ke arah lain sehingga tidak mengenai dirinya.
Diatas tembok dapat terlihat ratusan Iblis, dark Elf, Dark Orge general, yang bersiap-siap untuk menyerang serigala itu lagi, bahkan bukan cuma api mereka juga menggunakan elemen lain seperti kayu, tanah untuk menyerangnya.
__ADS_1
"Serang!" Seorang dengan zirah emas berteriak, sepertinya ia adalah pemimpin orang-orang yang berdiri diatas tembok tersebut.
Tanpa menunggu serigala racun itu bergerak, mereka semua langsung melesatkan serangan kombinasi dan beruntun yang mereka miliki untuk meruntuhkan serigala tersebut dengan cepat sebelum sampai di tembok.
Namun seberapa keras mereka mencoba serigala itu tetap saja tidak kalah, bahkan tubuhnya semakin membesar setelah menyerap beberapa sihir yang dilemparkan oleh mereka.
Tidak ingin hanya bertahan saja serigala itu menghentakkan kakinya ke tanah dengan kuat dan menghempaskan hujan racun kepada mereka yang berada diatas tembok, beberapa dari mereka memakai sihir pelindung sehingga tidak terkena racunnya, namun setelah beberapa saat pelindung tersebut mulai meleleh dan racun pun mengenai mereka dan melelehkan mereka satu persatu dalam sekejap mata.
"Semuanya tetap pertahankan tembok kota! selain kita tidak akan ada orang lain yang bisa melindungi penduduk kota maupun keluarga kita!" Teriak pemimpin mereka menyemangati bawahannya.
Ketika mendengar perkataan pemimpin mereka, beberapa orang yang sebelumnya sudah pasrah dan menyerah mulai bersemangat lagi demi melindungi keluarga mereka.
"Gunakan Sihir terkuat yang kita miliki!" Teriak pemimpin yang dibalas anggukan oleh bawahannya.
Mereka semua pun mengumpulkan energi sihir mereka pada satu titik, secara perlahan partikel-partikel kecil mulai tertarik dari udara menuju titik tersebut dan membentuk sebuah bola api biru yang sangat panas.
Secara bersama mereka berucap. "Ignis deus, da nobis imbecillitates tuas vires, "
Bola api biru yang hampir menyamai ukuran tembok kota itu melesat dengan cepat menuju serigala racun yang juga sudah menyiapkan serangan bola racun yang sama besar dengan bola api biru.
Tidak seperti bola racun yang hanya dilempar begitu saja, bola api biru memiliki tenaga pendorongnya sendiri akibat api yang begitu panas, sehingga secara perlahan bola api itu mendorong bola racun hingga beberapa meter kemudian menghancurkannya.
Dengan kekuatannya yang tidak melemah sama sekali, bola api biru tersebut terus melesat hingga menabrak serigala racun dengan hebat sampai menghasilkan ledakan api yang besar.
"Berhasil ... Kita berhasil!" Teriak mereka karena bahagia.
Semuanya bersorak saat melihat bola api biru mengenai serigala racun dengan telak, itu adalah serangan terkuat mereka sehingga tidak mungkin serigala racun dapat bertahan, namun ...
*Groaahh ...
Hanya dengan mendengar suara Auman itu, semua orang yang sebelumnya berbahagia langsung jatuh dalam keputusasaan, bukankah tadi ia terkena dengan telak? bagaimana mungkin ada makhluk hidup yang dapat bertahan setelah terkena serangan terkuat mereka?
Setelah asap yang menghalangi mulai pudar, terlihatlah serigala racun yang tidak mengalami luka sama sekali, hanya ukuran tubuhnya saja yang mengecil menjadi 13 meter.
Tidak ada lagi yang dapat mereka lakukan selain menatap kosong, semua energi sihir mereka, seluruh kekuatan mereka, bahkan segala harapan mereka sudah diberikan hanya untuk satu serangan tadi namun masih saja gagal, kini mereka hanya menatap dengan bodoh kedepan seperti orang yang kehilangan akal.
__ADS_1
"Kenapa kalian melamun hah?" Terdengar suara seorang wanita dari atas menara yang tak jauh dari mereka berada, wanita tersebut berpakaian layaknya penyihir dengan rambut merah dan wajah yang sangat cantik.
"Ah, Dewi menjemput kita bahkan sebelum kita mati." Ucap mereka sambil menatap wanita tersebut dengan aneh yang membuat wanita itu menjadi jijik terhadap mereka.
"Bahkan mental mereka sudah hancur, yah bukan urusanku sih karena serigala ini mengincar ku, maka jangan salahkan aku jika harus menghancurkannya." Wanita itu menatap serigala racun dengan lekat sambil tersenyum lebar.
"Serigala yang manis, tidak, dia bukan serigala yah hanya benda cair berbentuk serigala saja, pantas serangan mereka tidak membunuhnya." Mata merah darah wanita itu mulai berubah menjadi kuning menyala, sambil memperhatikan serigala racun dengan teliti.
"Begitu rupanya, sihir racun tingkat mitos yah, tidak disangka ada seseorang yang memiliki tingkat kekuatan setinggi ini selain kami, kebetulan aku ingin menguji sihir yang diajarkan guru." Kemudian ia mengambil buku yang sedari tadi terbang disebelahnya kemudian membuka beberapa halaman.
"Sihir Netralisir Lautus yah, sepertinya menarik." Kemudian ia kembali membuat buku itu melayang disebelahnya.
Wanita itu melompat kemudian terbang di udara dalam jarak 30 meter dari serigala racun, ia cukup bingung dengan tingkah serigala ini yang sama sekali tidak menyerang dirinya yang terus mendekat, namun beberapa saat kemudian dari tanah busuk dibawah Wanita itu keluar gumpalan racun hijau yang terus mengarah pada wanita itu.
"Mengganggu."
*BLASHH...
Wanita itu menampar gumpalan racun tersebut seperti sesuatu yang tidak penting, bahkan tangannya sama sekali tidak meleleh saat bersentuhan dengannya.
"Rendahan, aku tau kau bisa mendengar ku, tidak peduli serangan kejutan apapun yang kau lancarkan padaku, pada akhirnya tidak akan ada yang berhasil melukaiku, karena aku 89% kebal dengan racun." Wanita itu tersenyum mengejek kemudian membentangkan tangannya.
"Kegelapan, semua yang bersembunyi dibalik bayangan, bersihkan jalanku dan hancurkan semua musuhku, dengan nama Raja Iblis Zovarein kuperintahkan kau, Sihir Netralisir " Ucapnya dengan elegan.
Dari telapak tangannya mulai keluar kegelapan yang sangat pekat, kegelapan itu mulai berkumpul dan membentuk gumpalan aneh ditangannya.
Dengan tenaga secukupnya wanita itu melemparkan gumpalan itu menuju serigala sihir yang sedang terdiam, saat serigala itu menatap remeh serangan wanita tersebut, gumpalan itu secara tiba-tiba sudah berada dihadapan serigala itu yang membuatnya sangat terkejut namun tidak sempat untuk menghindar.
"Kau tidak bisa lari dasar bocah racun." Wanita itu tertawa kemudian berbalik.
*DUARR!!!
Ledakan kegelapan yang sangat kuat terjadi dan menghempaskan serta menghancurkan segalanya dalam radius 100 Kilometer, kota yang dilindungi oleh para penyihir itu berhasil selamat dan tidak terkena dampak ledakan karena Wanita itu sudah memasang sihir pelindung yang mengelilingi kota dengan penuh.
"Kau ingin membunuh Yurina, 1 dari 10 murid Raja Iblis Tirani? Mimpi yang sangat besar yah, padahal kau hanya bocah penakut."
__ADS_1
...—To Be Continued—...