
"Tu..tunggu sebentar! a-apa maksudmu dengan membantai...?!"
Zovarein mengalihkan pandangannya pada Kaneth yang sedang menatap dirinya dengan khawatir, ia sadar kalau air matanya sudah membasahi wajahnya.
Melihat kekhawatiran pada wajah Kaneth dengan senyuman ia mengusap air matanya dan kembali memandang langit.
"Sudah ratusan tahun sejak aku tidak menggunakan kekuatan ini sehingga waktu penggunaan sekali sepuluh tahun itu telah digandakan berkali lipat" Ia mengangkat tangan kanannya dan mengeluarkan lingkaran sihir kecil.
"Dalam 3 detik saat kau menanyakan tujuanku, dengan separuh Energi sihirku aku mengaktifkan kemampuan itu dan melihat 300 tahun kedepan selama 30menit dalam 3 detik... sungguh... pemandangan yang mengerikan." Lanjutnya sambil menutup tangannya barusan.
"300 tahun kedepan.. kalau seperti itu bukankah masih bisa dicegah? lalu kenapa dia terlihat sangat sedih...?" Pikirnya sambil mencari berbagai macam teori untuk menjelaskan maksud dari ekspresi sedih Zovarein.
!!!!.... Mendadak wajah Kaneth berubah pucat, nafasnya hampir tidak terkendali namun ia sudah menggunakan sihir penenang sebagai antisipasi sebelumnya.
"Kau menyadarinya ya... benar dia berasal dari masa depan, dengan kecepatan cahaya dia menembus segala penghalang yang membatasi Alam semesta ini dengan Alam semesta dia berasal...." Ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan kearah jendela.
"300 Tahun adalah halangan yang seharusnya ia lewati- tetapi dengan sihir waktu ia memperlambat alirannya sampai waktu terlambat yang ia mampu, namun tidak sampai menghentikannya sehingga 300 tahun waktu tempuh menjadi 3 tahun"
"Tidak mungkin bagaimanapun itu mustahil! Dewa sejati yang dianggap sebagai pelayan Sang Pencipta pun tidak bisa berpindah ke Alam semesta Lain!" Ucap Kaneth dengan nada yang ditinggikan.
"Bagaimana jika dia bukan Dewa melainkan diriku yang lain?"
"Ap-!!" Kaneth tercengang sampai membuka lebar mulutnya.
"Yang kumaksud adalah Raja Iblis seperti diriku reaksimu terlalu berlebihan dan juga mulutmu segera tutup atau serangga akan bersarang didalamnya"
Kaneth langsung menutup mulutnya dan memalingkan pandangannya ke bawah karena rasa malu.
"Bagaimanapun 3 tahun itu sangat singkat... melarikan diri pun sudah terlambat, kalau takdir sudah berkata demikian aku hanya bisa menerimanya, julukan seperti penghancur ataupun pengubah takdir sama sekali tidak cocok untukku..." Ia kembali duduk dan memejamkan matanya.
"Yah.. benar juga, penghancur takdir mungkin tidak cocok untukmu karena tidak memiliki kekuatan seperti itu.. tapi setidaknya kau harus melawan bukan? pengubah takdir sepertinya tidak buruk" Tanya Kaneth setelah meminum tehnya.
"Jangan bercanda... bagaimanapun dia tidak sepertiku yang suka menyiksa sebelum membunuh" Ujar Zovarein membuat Kaneth sedikit kebingungan
__ADS_1
"Lalu apa yang dilakukannya? memberi keputusasaan?"
"Langsung membunuh tanpa basa-basi, Menghancurkan secara tiba-tiba tanpa peringatan dan melenyapkan makhluk hidup dari Muasalnya bukan Jantungnya" Ujar Zovarein membuat Kaneth merinding.
"Apa itu artinya kau tidak bisa memberi perlawanan karena dia menyerang secara tiba-tiba?" Tanya Kaneth dengan tangan yang gemetaran.
"Sudah kulakukan perlawanan.. namun hanya keputusasaan yang kudapatkan, ya dia memang mati tapi dia juga mengajakku bersamanya....."
Perkataan Zovarein berhenti sebelum selesai membuat Kaneth kebingungan, "Bersamanya? lalu? hei kenapa kau berhenti?" Tanyanya sambil menatap aneh Zovarein.
"Huh.. walaupun aku bisa selamat tapi tetap saja semua keluargaku mati dengan mengenaskan..." Gumam Zovarein yang samar-sama di dengar oleh Kaneth.
"Oh iya bagaimana dengan nasib 4 Dunia ketika ia datang?" Tanya Kaneth kembali meminum tehnya.
"Yah memang tidak hancur sepenuhnya, tapi setidaknya karena pengorbananku 26% Dunia Dewa masih selamat, 13% Dunia Manusia masih selamat, 46% Dunia Iblis selamat dan 56% Hutan roh masih hidup"
Fuuushh!!! "Ke-kenapa dunia manusia hanya 13%?" Tanya Kaneth menyemburkan teh yang ia minum.
"Kalau kuberi tahu kau malah akan semakin nekat nantinya dasar pahlawan bodoh" Ucap Zovarein dalam hatinya.
...----------------...
...THE STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
Dunia Dewa...
"Jadi kau bilang seluruh pasukan Azhesia bersama rajanya tidak mati melainkan tidak bisa bergerak?" Tanya Dewa Kehidupan/Lifersia kepada Tangan kanannya.
"Benar, Air mata mereka mengalir deras, tubuh mereka memerah dan mulut mereka terbuka seperti ingin berteriak tetapi tidak ada suara yang keluar, lebih parahnya mereka masih hidup" Lapor Yerine Tangan kanannya.
"Yah tidak perlu menebak siapa yang melakukan hal itu dan apa tujuannya, lebih baik kita tidak ikut campur dan tetap membiarkan mereka seperti itu huh..." Ujar Celia sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Tapi aku merasa sedikit kasihan pada mereka, padahal setiap saat mereka mengaku 'Dewa bersama kita!' seperti itu.. padahal kita hanya berdiam diri disini, mereka bahkan menyembah kita demi kesuburan, kesehatan, kedamaian dan sebagainya... huh" Ucap Dewa kehidupan membuat semua orang diruangan tertawa.
"Hahaha... yah mereka juga sempat meminta kita untuk membasmi kejahatan di Tanah neraka, pfft kejahatan di tanah mereka saja belum dibasmi kenapa mereka malah mengurusi wilayah orang lain?" Ujar Dewa kehidupan dengan nada mengejek.
"Sudah-sudah kembali lah bekerja, aku juga harus menyelesaikan semua Infoboard ini" Ia kemudian kembali duduk di kursinya dan mulai mengerjakan tugasnya.
Sementara para bawahannya juga mulai bubar dan kembali ke tempat mereka masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.
***
"Rurina katanya ayah ada di 4 Dunia, apa kau tidak kesana untuk menemaninya? lagi pula kau Ratu ditempat itu" Tanya Elgard yang merasa aneh saat adiknya tetap berada di Kekaisaran Iblis.
Biasanya ia berkunjung hanya untuk melihat Ayahnya, bermain-main, melihat Elgard masih hidup atau tidak dan tidak sengaja masuk kedalam portal menuju kekaisaran iblis.
"Benarkah Ayahmu disana? kenapa kalian tidak bilang pada Ibu duh.. yaampun..." Keluh Nova saat mendengar hal tersebut dari mulut Elgard.
"Eh?.. apa Ayah tidak memberi tahu Ibu?" Tanya Elgard memiringkan kepalanya.
"Dia memberitahu bahwa beberapa hari kedepan akan sangat sibuk tapi dimana dan apa yang dilakukannya sama sekali tidak dia ucapkan" Ujar Nova mengingat-ingat perkataan Zovarein.
"Kalau begitu kenapa kita tidak pulang? Dunia Iblis adalah Kampung halaman kita selain itu Ayah ada disana jadi tidak ada salahnya bukan?" Ujar Rurina dan disetujui oleh Elgard dan Ibunya.
"Kalian deluan saja aku masih ada beberapa urusan nanti aku akan menyusul" Ujar Elgard.
°
°
°
"300 Tahun... sungguh waktu yang panjang, menggunakan sihir ini memang dapat mempercepat kedatanganku tetapi setibanya disana 20% kekuatanku akan lenyap.. mungkin lebih tepat menurun" Ujarnya dalam pikiran selagi melesat dengan kecepatan yang berada diluar nalar.
"Hm... menyiksa mereka satu-persatu sepertinya menyenangkan tetapi aku tidak boleh buang-buang waktu, selain itu 80% kekuatanku itu hanya setengah lebih kuat darinya... haha seperti apa orangnya yah Raja Iblis di Alam semesta sebelah aku tidak sabar untuk menemuinya!"
__ADS_1