RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Alam Semesta


__ADS_3

DUAR!!! Elemen Petir yang sangat dahsyat tersebut Menyambar Ketiga Murid Zovarein sebelum sempat bereaksi sampai membunuh mereka dalam hitungan detik dan hanya menyisakan Abu dari Tubuh mereka yang hangus, percikan dari sisa-sisa petir tersebut menjalar kesekitar Dimensi buatan Zovarein.


Berbagai Ledakan terjadi dimana-mana, Petir Hitam menyambar secara acak disekitar dimensi buatan dan menghancurkan Gunung, Danau serta membakar Pepohonan.


Kyle, Georgia dan Hermes yang sejak dihempaskan oleh Zovarein hanya pingsan dan tidak bergerak sama sekali ditempat mereka mendarat, langsung terkena Sambaran Petir yang 7× lebih lemah dari yang diterima 3 Orang yang sudah jadi debu- hingga membuat kesadaran mereka kembali.


"Uwah.. Bencana Alam di Dunia yang tidak tergolong bagian dari Alam.." Gumam Yurina yang sedang berlindung dengan sihir miliknya.


"Huh.. Lagi-lagi mati" Keluh Zovarein dengan wajah kesalnya.


Ck.. ia meneteskan darahnya pada Abu tubuh Ketiga muridnya dan mengucapkan Perintah Sihir.'Hiduplah Kembali!' .


Seakan menurut dengan Perintah Sihir yang dikeluarkan Zovarein, Abu yang berserakan disekitarnya langsung berkumpul di 3 tempat yang berbeda dan membentuk Tubuh Tomia, Javely dan Neira secara perlahan.


Srak..Srak..Srak.. Testoraia mendekat kearah Zovarein dan melirik Ketiga tubuh milik Temannya yang sedang beregenerasi, "Padahal kalian tahu Guru itu gampang kesal dengan hal-hal kecil.. betapa malangnya nasib kalian" Gumamnya yang samar-samar masih terdengar ditelinga Zovarein.


["Guru.. apakah kau bisa meluangkan waktumu sebentar untukku?"] Ujar Hermes lewat telepati.


["Kenapa aku harus meluangkan waktuku untukmu? aku tidak punya waktu untuk berkencan dengan seorang Pria, walaupun kau seorang gadis tetap saja kutolak"] Ujar Zovarein dengan Tegas.


["Tidak aku tidak berniat mengajakmu berkencan, malahan itu sangat mustahil karena aku bukan iblis yang seperti itu"]Balasnya dengan nada malas.


["Syukurlah kalau begitu. Ada apa? Apakah Tulang rusukmu retak? Tangan kirimu hancur? kalau memang seperti itu bersabarlah 2 menit lagi"]


. . . .


Hermes tidak lagi melanjutkan Telepatinya dan hanya terdiam beberapa saat.


"Setelah tau kondisiku pun dia masih bisa mengurus hal lain, sepertinya ada seseorang yang terbunuh, Hahaha..." Ujarnya dari kejauhan.


Whosh!.. tiba-tiba Aliran Mana yang mengandung sifat penyembuh menyentuh kulitnya dan berhasil membuatnya terkejut bukan main bahkan ia sempat mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Apa kau selelah itu sampai Kai pendeteksi mu tidak berfungsi?" Tanya Yurina yang sedang menyembuhkan Hermes. Melihat Kakaknya yang sedang menyembuhkan dirinya membuat hatinya sedikit tenang.


"Kakak.. apa kau bisa mengajarkanku beberapa Sihir Serangan Penghancur Area?.." Tanya Hermes pada Yurina dengan wajah memelas.


"Boleh saja, Lagi pula Elemen Kegelapanmu sangat cocok dengan jenis sihir yang kau inginkan" Balas Yurina sambil menatap bencana alam yang belum berakhir juga.


Mendengar ucapan Kakaknya membuat senyum bahagia terukir jelas diwajah Hermes yang sebelumnya terlihat babak belur.


"Hermes.. sepertinya kau harus meminta pedang baru pada Guru, lihat Pedang Dewa Iblismu hanya tersisa pegangannya saja" Ujar Yurina yang tidak menyadari ekspresi terkejut adiknya.


Melihat pedang kesayangannya hancur berkeping-keping dan hanya tersisa pegangannya saja membuat Hermes Syok dan Sekali lagi pingsan dengan ekspresi wajah yang sulit untuk dijelaskan.


"Eh.. Hermes?.. Oi Hermes! tenangkan dirimu!, ingat bahwa pedang itu hanya Replika dari yang aslinya saja!" Teriak Yurina yang kaget saat melihat adiknya tak sadarkan diri.


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Ya dan hal konyol itu juga yang akan segera menghancurkan Kekaisaran ini jika tidak dilakukan dalam 2 hari" Balas Urion yang sedang berfikir keras.


"Memangnya apa masalahnya jika kita memakai nama Dewa? bukankah Dewa memang ada dipihak manusia? apa masalah para Iblis itu sampai melakukan hal seperti ini?!" Ujar Salah satu petinggi Istana.


Urion hanya bisa menghela nafas berat saat mendengar perkataan itu keluar dari mulut Manusia bodoh yang menganggap dirinya suci.


"Benar sekali! bukankah seharusnya kita melawan balik? Kejahatan tidak boleh dibiarkan berbuat sesuka hati di Delsgade!” Lanjut Mentri Keuangan Kekaisaran dengan Nada yang ditinggikan.


Urion mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan seperti itu keluar dari Mulut Bangsawan Korup yang tidak sadar diri dengan perbuatannya.


"Huh.. Mereka pikir Dunia ini dibuat oleh leluhur mereka sampai berani berbuat hal tidak jelas seperti itu! ternyata kita memang harus menyerang balik!" Ujar Pengawal Raja.

__ADS_1


BAMM!! Urion memukul meja tersebut dengan keras demi membuat mulut para manusia kotor dihadapannya diam.


"Kenyataannya Planet ini memang diciptakan Oleh Leluhur mereka" Ucap Urion membuat semua orang disana tidak percaya dengan yang baru saja mereka dengar.


"Kenapa anda berkata seperti itu! Kalimat yang anda ucapkan barusan sama saja dengan menghina para Dewa yang sudah bersusah payah menciptakan Dunia ini Mantan Kaisar!" Bentak Pemimpin Agama yang tidak sengaja ikut dalam rapat tersebut.


"Bersusah Payah?.. Jangan berbicara seakan kau pernah bertemu dengan mereka dan melihatnya secara langsung, Jika Pengetahuanmu hanya Warisan dari Kakek Semata Wayangmu maka kau tidak berhak berbicara sama sekali dalam rapat ini!" Balas Urion dengan Tegas membuat Pemimpin Agama tersebut tidak bisa berkata-kata.


"Dengar.. Delsgade hanya satu dari Sekian banyak Planet yang ada di Alam Semesta, jika kau berfikir Dewa akan sangat murka Misal Planet ini dikuasai Iblis maka kau telah salah paham"


Semua orang yang mendengar hal itu langsung melebarkan mata mereka seakan baru saja mendengar sebuah cerita karangan, namun setelah melihat keseriusan pada wajah Urion mereka hanya bisa mempercayainya saja.


"Semua orang dirapat ini pasti kenal dengan Nama Zovarein Thorias bukan?" Tanya Urion yang hanya dibalas dengan anggukan oleh semua orang.


"Dialah Pencipta Planet ini sekaligus Orang yang membiarkan Manusia seperti kita tinggal diatasnya, aku baru mengetahui fakta ini ratusan tahun lalu saat ia terbunuh dalam peperangan melawan Dewa"


"Dan beberapa Minggu lalu ia baru saja bangkit dari kematian, sebenarnya kalian cukup beruntung karena ia hanya memasang Tembok transparan di perbatasan wilayah Manusia dan Iblis, jika ia menginginkannya maka bukan perkara sulit baginya untuk melenyapkan peradaban manusia dari Planet ini"


!!.. Tidak ada yang dapat membantah fakta tersebut, Suasana didalam ruang rapat semakin mencekam tak seorang pun mengeluarkan suara selain Urion.


Berbagai macam Kisah, penjelasan, kebenaran, fakta, hubungan dan Kepastian tentang Alam semesta terus di ceritakan oleh Urion kepada mereka yang ada diruangan rapat.


Semakin jauh pembahasan yang diceritakan oleh Urion, semakin mereka menyadari bahwa Mereka tidak berbeda jauh dengan debu yang mereka bersihkan setiap hari dirumah mereka.


"Mustahil... apakah kenyataan yang seperti hayalan itu benar-benar ada?" Ujar mereka dalam hati karena tidak sanggup mengeluarkan suara untuk berbicara.


"Renungkan segala macam penyesalan dan kesalahan yang kalian lakukan, besok baru kita akan melanjutkan Rapat pergantian nama ini kembali" Ujar Urion dan langsung meninggalkan ruangan.


 


"Ah.. Aku tidak mau percaya dengan hal itu tetapi.. kenapa hatiku seakan berkata hal yang sebaliknya" Ucap Edward sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


"Ya-yang mulia.. ba-bagaimana kalau kita menyampaikan surat perdamaian pada kekaisaran Iblis sekarang juga? setidaknya ini- masih belum terlambat untuk meminta pengampunan" Ujar Mentri pertahanan membranikan dirinya untuk membuka percakapan.


"Ya.. akan kupertimbangkan, saat ini kita harus memikirkan nama baru untuk persatuan 16 kerajaan dibawah kita, bagaimanapun hanya Kekaisaran Iblis yang mampu membuat Undead sebanyak itu untuk menyerbu Kekaisaran kita" Balas Edward sambil menatap Semua orang disana dengan wajah yang sedikit pucat.


__ADS_2