RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Orang Tua


__ADS_3

"Apa yang akan anda lakukan selanjutnya Paduka?" Shin bertanya kepada Zovarein yang sedang menatap ke arah Timur laut, dimana para roh seharusnya berada dan tinggal.l dengan damai.


Zovarein sama sekali tidak menjawab pertanyaan Shin, ia hanya mengayunkan tangan-Nya dari kiri ke kanan kemudian sebuah proyeksi kecil terbentuk dihadapannya.


Ia menggeser proyeksi tersebut ke arah Shin agar bawahannya itu dapat melihat, apa yang sebenarnya sedang ia perhatikan di arah timur laut saat ini.


"Begitu rupanya.. apakah anda membutuhkan saya untuk melakukan beberapa hal dengan ini Paduka? saya bisa melakukan segalanya selama itu adalah perintah anda." Shin menundukkan kepalanya.


"Tentu saja aku akan membutuhkan mu sekarang. Segera beritahukan perintahku kepada seluruh leluhur kuno, mereka harus mempertahankan wilayah Iblis dari serangan ras Roh selama aku tidak berada di wilayah Iblis!" Zovarein berkata dengan suara tegas yang dipenuhi penekanan.


Tanpa memberikan pertanyaan apapun, Shin segera membungkuk kemudian menyatu dengan kegelapan dan pergi untuk melaksanakan perintah Tuannya.


Zovarein memiliki rencana untuk pergi menuju wilayah manusia untuk saat ini, bagaimana pun dari semua tempat hanya wilayah itu yang berkemungkinan besar sedang merencanakan sesuatu terhadap wilayah iblis-Nya.


Dia tahu rakyatnya tidak selemah itu untuk membutuhkan bantuannya demi menghalau musuh, namun itu adalah presentase sebelum ia bereinkarnasi, saat ini bangsanya sendiri bahkan tidak memiliki seperempat dari minimal kekuatan yang dimiliki oleh seorang Iblis berumur 100 Tahun pada waktu sebelum ia mati!


Ia tahu bahwa bangsa manusia saat ini sudah mengembangkan beberapa teknologi sesuai dengan takdir yang mereka tempuh seharusnya, karena tidak hanya manusia di beberapa planet saja yang mengembangkan teknologi, bahkan manusia di dunia ini pun akan sama.


Letak masalahnya juga ada pada teknologi yang mereka kembangkan, karena berjuta-juta tahun lalu manusia hampir memusnahkan Eternity Universe dengan teknologi yang mereka miliki!


Ia sama sekali tidak ingin hal itu terjadi untuk kesekian kalinya.


Menentukan koordinat yang akan dia pilih, Zovarein segera menjadi seberkas cahaya kemudian muncul di dalam wilayah Kekaisaran Azhesia, tepatnya diatas salah satu rumah yang berada di Ibukota.

__ADS_1


Dia ingat pernah meluluhlantakkan tempat ini jutaan tahun yang lalu, dan sebab itulah ia mendapat julukan Tirani pada namanya.


Sungguh mengesankan perkembangan wilayah manusia saat ini, dimana ribuan tahun lalu mereka masih menggunakan batu dan semen untuk membangun rumah mereka. Sekarang mereka tidak hanya menggunakan Logam yang sangat keras sebagai dinding, mereka bahkan menggunakan energi listrik pada setiap bangunan tanpa takut jika energi listrik tersebut akan bergerak liar dan membakar rumah mereka sampai habis!


Ia dapat melihat banyak besi kotak yang beterbangan kesana dan kemari di tempat itu, bahkan Istana mereka sendiri pun menjadi sangat futuristik dengan hiasan lampu merah di setiap sisi pada Istana Kekaisaran-Nya.


Ia tidak dapat merasakan energi sihir sama sekali dimana-mana kecuali pada satu tempat, yaitu akademi sihir yang bentuknya sudah sangat rusak, bahkan itu tidak layak disebut akademi, melainkan sebuah halaman luas dengan satu gubuk tua panjang yang menjadi kelas tempat dimana mereka mengajar murid!


Jelas tempat itu sangat mirip dengan peradaban manusia ribuan tahun lalu, karena hanya Akademi tersebut yang satu satunya masih terbuat dari kayu dan daun sebagai genteng disini, selain itu semua bangunan disini terbuat dari logam dan kaca anti serangan jenis apapun.


"Semoga saja mereka belum berkembang sejauh itu.." Zovarein merasa resah, ia sangat tidak ingin manusia melakukan hal yang dapat merusak kedamaian dunia lagi.


Ia pun melayang di Ibukota itu sambil membuat dirinya transparan dimata setiap orang, agar tidak ada yang menyadari kehadirannya dan membuat kekacauan disana.


Namun meskipun ia terkesan dengannya, ia sama sekali tidak menyukai hal tersebut. Bagaimana pun Alam semesta pernah berada diambang kehancuran akibat teknologi itu.


"Aku harap mereka dapat hidup tanpa membuat hal-hal seperti ini, namun dengan pengetahuan yang diberikan si bodoh itu hal tersebut tidak akan pernah terjadi..." Zovarein berkata dengan kesal.


Disaat ia sedang melihat kesekitar, ia dapat merasakan lonjakan energi dari sebelah kanannya, ia segera beralih kesana kemudian melihat sekumpulan manusia berpakaian aneh, ditemani oleh beberapa benda berbentuk aneh juga, dan sedang mengepung seorang tua yang sedang memegang sebilah pedang dan mengarahkannya pada mereka yang mengepungnya.


"Itu Alat Suci? aku tidak menyangka masih ada pendekar pedang di zaman yang sudah berubah terlalu jauh ini, aku berfikir mereka semua akan menggunakan alat bernama meriam atau senjata api, ternyata perkiraan ku salah.." Zovarein mengamati sekumpulan itu dari kejauhan.


Ia sangat penasaran dengan alasan para anak muda itu mengepung seorang tetua yang tampaknya akan kehilangan nyawanya bahkan jika anda hanya membuatnya terjatuh ke tanah sekali saja.

__ADS_1


Zovarein kemudian mendekat ke arah mereka agar dapat mendengar pembicaraan lebih baik.


...————...


"Tetua Xiao Yu, atau orang tua Yu, saya harap anda dapat berkerja sama dan patuh terhadap perintah kamu dengan baik tanpa melawan balik, semua orang sudah menanti anda di ruang persidangan namun anda saat ini sedang berjalan-jalan ditengah kota? apakah itu layak?" Seorang manusia bertanya sambil mengarahkan senjata apinya kepada orang tua itu.


"Dengan saya yang tidak bersalah, itu adalah hal yang layak!" jawab orang tua itu dengan tegas dan dipenuhi amarah, sepertinya ia tidak senang dengan kehadiran para petugas tersebut.


"Perkataan anda tidak terbukti benar dan salah, hanya Hakim yang dapat memutuskannya. Dan karena itu anda harus ikut bersama kami dengan tenang agar sidang dapat berjalan dengan lancar!" Seorang yang lain membalas dengan raut wajah kesal.


"Omong kosong apa itu? Hakim yang menentukan? Saya berhak atas hidup saya sendiri! Pada kejadian itu nyawa saya yang terancam, namun mereka membuat pengajuan bahwa saya yang bersalah? Apakah itu yang namanya keadilan? Leluhur akan menangis saat melihat sikap kalian yang sangat buruk ini!" Orang tua itu marah, pedangnya kemudian dilapisi oleh energi biru transparan yang menandakan kalau ia siap untuk bertarung!


"Ki Pedang? jangan membuang-buang waktu kami dasar pak tua, bahkan sebelum besi rongsokan itu menyentuh salah satu dari kita, anda sudah terlebih dahulu dilumpuhkan oleh senjata kami, jadi berhentilah mengoceh dan patuhiah!" Seluruh petugas mulai mengisi senjata mereka dengan energi, dan bersiap untuk menembak.


"Lagi pula setelah berada di zaman yang begitu maju ini, anda sangat bodoh karena masih menggunakan pedang karatan sebagai senjata! Sadarlah dasar tua bangka! ini bukan lagi zaman pedang dan sihir!" Petugas di barisan tengah berkata dengan marah, kesabarannya sudah habis hanya untuk mengahadapi orang tua itu berbicara.


"Siapa yang tahu? yang saya ketahui hanya kita para manusia yang menggunakan teknologi sebagai senjata, namun dengan itu sekalipun kita masih kalah dari Ras lainnya yang masih menggunakan pedang dan sihir! apakah perkataan saya salah? tentu anda tahu jawabannya sendiri!" Orang tua itu menyeringai, bukan tanpa alasan ia mengatakan hal tersebut.


Karena beberapa hari sebelumnya, Negara Tertinggi Azhesia mengirimkan pasukan besar-besaran untuk menyerang wilayah Iblis, namun apa yang terjadi? kekalahan telak bagi mereka! bahkan lawan mereka hanya satu orang saja!


"Dasar tua bangka!" Petugas itu sudah kehilangan setetes kesabaran terakhirnya, ia segera menginjak tanah dengan keras, kemudian melesat menuju orang tua itu menggunakan senjatanya.


"MATI!!"

__ADS_1


...—To Be Continued —...


__ADS_2