RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kekejaman Shin


__ADS_3

"Keluarkan aku dari sini! Aaarrghhh!!! Menyakitkan! Sakit sekali!! Hentikan!! Aku bilang Hentikan!! Ahhhhkkk!!!"


"Jangan jariku! jangan jariku kumohooonn aarrrgghhh!!! Hentikan!! Jangan Matakuuu!!! Aaarrrgghhh!"


"Kumohon, tolong hentikaaaaannn!!!! Jangan Kuliti tubuhkuuu! Hentikaaannn!!!!"


Disebuah ruang yang sangat gelap, tidak ada pencahayaan sama sekali disini, udara yang tipis, ruangan yang kedap suara, tidak ada jalan keluar, hanya ada suara keputusasaan dari banyak orang yang terkurung di tempat ini.


Mereka tidak bisa mati meskipun mereka menginginkannya, mereka tidak bisa lepas meskipun ada caranya, dan mereka tidak bisa hidup tenang meskipun ada kesempatan.


Setiap hari akan ada sesosok yang mendatangi mereka sambil membawa sebilah pisau, tidak ada yang tahu identitasnya, yang mereka tahu setiap kali ia datang, tubuh mereka akan dikuliti, mata mereka akan ditusuk-tusuk lalu di congkel, tubuh mereka akan disayat-sayat sampai ke tulang-tulang, anggota tubuh mereka akan dipotong secara perlahan, rasa sakit dan penderitaan mereka tidak pernah berakhir.


Mereka sama sekali tidak dapat tidur, mereka sama sekali tidak dapat pingsan, mereka sama sekali tidak dapat istirahat, karena penyiksaan akan datang setiap detiknya.


...----------------...


"Bocah kecil, padahal dulu aku sudah memperingatimu bahkan sebelum kau terjebak di Benua Iblis, sungguh bodohnya dirimu." Shin dengan acuh berkata pada Venenum yang sedang diseret dengan tangannya.


"Bunuh aku." Venenum berkata dengan lirih, penuh dengan keputusasaan.


"Tidak bisa, aku tidak sebaik itu membiarkanmu mati dan pergi dari kesalahanmu." Shin menjawab dengan tidak peduli.


"Kalau begitu lepaskan aku!" Venenum berteriak.


Mendengar Venenum yang berteriak kepadanya, Shin tersenyum manis kemudian memegang bagian belakang kepala Venenum dan menabrakkan wajah Dewa bodoh itu Kedinding di sebelahnya hingga retak.


"Dasar dewa bodoh, kau pikir kepada siapa kau berteriak huh? apa kau tidak menyadari posisimu? dengar ya, sekali lagi kau berteriak seperti itu bukan hanya kepalamu, bahkan seluruh tubuhmu akan ku potong-potong sebanyak seribu kali." Shin memberi ancaman dengan tegas, wajahnya tampak sangat dingin sekarang.


"Baguslah, dengan begitu aku akan mati!" Venenum menjawab dengan bahagia.


Shin hanya mengabaikannya dengan tersenyum smirk kemudian kembali menyeret Venenum lagi sambil berkata. "Tenang saja, Paduka punya Milyaran stok Ramuan Regenerasi Semesta di penjara neraka maupun penyimpanan dimensinya, jadi kita tidak akan kekurangan." Shin berkata dengan senyuman lebar.

__ADS_1


Venenum yang mendengar hal tersebut hanya terdiam dengan wajah pucat, ia tahu apa itu ramuan regenerasi semesta dan kegunaannya, namun bukan itu permasalahannya, yang menjadi masalah adalah untuk apa itu digunakan.


Hanya memikirkan kalau Zovarein adalah Raja Iblis yang sangat suka menyiksa lawannya sudah membuat Venenum semakin memutih.


"Bunuh aku, bunuh aku, bunuh aku! aku tidak ingin disiksa, cepat bunuh aku!" Venenum berteriak.


Namun Shin sama sekali tidak mengingkari janjinya, ia segera meletakkan Venenum dengan kasar di lantai, kemudian mengambil sebilah pisau dari penyimpanan dimensinya.


Srakk!!


"Arrrgghhh!!" Venenum berteriak kesakitan.


Shin benar-benar memotong tubuhnya, ia memotong ujung kaki Venenum menjadi potongan kecil, kemudian terus memotongnya lagi, lagi dan lagi hingga kaki kanannya sudah habis terpotong menjadi seratus bagian.


Darah menggenang dimana-mana, benar-benar siksaan yang sangat kejam, bahkan suara Venenum sudah habis hanya untuk berteriak, matanya melotot karena tidak tahan menahan sakit, mentalnya benar-benar hancur kini tidak ada harapan lagi di matanya.


Dan disaat itu Shin segera mengambil sebotol ramuan dari penyimpanan dimensinya, kemudian membasahi Venenum dengan ramuan tersebut.


"A-apa yang terjadi." Kesadaran Venenum kembali.


Namun penderitaan Dewa itu masih belum berakhir, Shin kembali memotong-motong kaki Venenum, namun sekarang bukan hanya kaki kanan saja, ia juga memotong kaki kiri Venenum.


"Arrrgghhh!! Hentikan!!" Venenum menjerit-jerit.


Shin terus memotong tubuhnya sesuai janji, yaitu seribu potong daging, kini daging-daging tersebut telah disusun rapi pada puluhan nampan.


"Di penjara nanti aku akan memasakkan daging panggang terenak untukmu, tentunya dengan daging mu sendiri, kita punya banyak persediaan disini." Shin menunjuk pada seribu potongan tubuh Venenum.


"Kau sudah gila dasar Iblis Kejam! semua iblis sama saja! kalian seharusnya tidak diciptakan! kalian hanya sampah alam semesta!" Venenum berteriak marah, ia merasakan trauma yang sangat berat sekarang, mental dan tubuhnya terus menerus di pulihkan yang membuatnya hampir gila.


"Katakan itu pada Sang Pencipta, aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan makhluk aneh itu, tugasku hanya untuk mengantar mu ke lantai terbawah penjara neraka." Shin pun kembali menyeret Venenum yang sudah tidak bertenaga lagi.

__ADS_1


"Anak itu pasti akan senang, sekarang ada mainan baru untuknya setelah sekian lama!"


...----------------...


"Myro, ada perkembangan dengan pecahan?"


Zovarein berkunjung ke Kerajaan Naga Kegelapan setelah menuntaskan masalah Venenum, saat ini ia sedang duduk berhadapan dengan Myro Anzeo yang tampaknya sangat gugup.


"Yang Mulia, saya tidak yakin ini akan membuat anda senang tapi, kami hanya menemukan satu kristal kecil." Myro menundukkan kepalanya seakan malu dengan pencapaiannya yang tidak seberapa.


"Walau ukurannya hanya sebutir pasir sekalipun, pecahan itu masih sangat berharga, cepat tunjukkan kepadaku." Zovarein berkata dengan senyum kecil diwajahnya.


"Mari ikuti saya." Ucap Myro kemudian menjadi seberkas cahaya bersamaan dengan Zovarein.


Mereka pun muncul di sebuah gua yang cukup luas, namun ada sesuatu yang janggal disana.


"Myro, kau sebut ini kecil?" Zovarein bertanya sambil tersenyum kecut.


"Tentu saja yang mulia, kekuatan anda itu sangat besar bahkan melebihi U-C, jadi pecahannya pastilah seukuran satu planet, namun yang kami temukan hanya sekecil gunung, tidak, ini bahkan tidak layak disebut bukit." Ucap Myro yang membuat Zovarein terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa lagi.


Dihadapannya kini ada sebuah kristal yang bahkan lebih besar dari 2 gunung Everest yang di tumpukkan, entah mau berkomentar seperti apa, yang pasti ia hanya dapat berkata didalam hatinya, kalau Myro ini terlalu beruntung.


"Keluarlah, aku akan menyerap yang satu ini." Zovarein berkata dengan tenang.


"Baik Yang Mulia." Myro berlutut kemudian menjadi seberkas cahaya dan lenyap.


"Tidak ku sangka anak itu akan menemukan pecahan sebesar ini, sepertinya Anak-anak dan LayNova harus menunggu selama beberapa Minggu." Zovarein tersenyum puas, ia sudah lelah menahan rasa bahagianya karena dapat melihat kristal raksasa dihadapannya.


Selama ini ia hanya dapat menemukan kristal seukuran jari ataupun bola sepak, ini adalah pertama kalinya ia menemukan kristal sebesar ini.


"Aku harap kekuatan yang tersimpan di kristal ini adalah kekuatanku yang paling berguna dari semua kekuatanku yang ada." Zovarein menyentuh kristal tersebut kemudian menyerapnya secara perlahan.

__ADS_1


"Jangan mengecewakan ku!"


__ADS_2