RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Penjual Informasi


__ADS_3

"Paduka.. apa anda tidak memulihkan kekuatan anda lagi? bukankah masih ada waktu sebulan sebelum rencana anda dimulai?" Tanya Shin yang sedang berdiri disebelah kursi yang sedang diduduki Zovarein.


"Entahlah.. Meskipun buku sihirku masih berada dalam genggamanku, tanpa ingatanku yang sempurna tetap saja mustahil untuk memulihkannya." Jelasnya menatap lembaran kertas dihadapannya.


"Ingatan anda.. apakah mungkin pecahan itu!?"


"Benar.. pecahan Kristal yang aku suruh untuk kau cari adalah pecahan ingatanku, aku tidak tau berapa banyak jumlahnya, jadi kau harus bekerja keras" Zovarein menatap serius pada Shin.


"Baik! saya akan bekerja dengan sangat keras untuk menemukannya meski berada diujung semesta sekalipun!" Shin berlutut.


"Kau ini ya.. pecahannya hanya ada di 4Dunia untuk apa jauh-jauh ke ujung semesta?" Zovarein bangkit dari kursinya.


"Dan lagi kau sudah menemukan satu bukan? kita hanya perlu mengambilnya dari Akademi itu, dan lagi struktur bangunannya masih sama seperti yang dulu, pekerjaan kita akan lebih mudah karenanya" Lanjutnya menatap Akademi Raja Iblis dari jendela.


"Kalau begitu, kapan sekiranya kita akan mengambil pecahan itu Paduka?" Tanya Shin bangkit dari posisinya, dan berdiri dibelakang Zovarein.


"Malam ini.. sudahkah kau mempelajari 'Aefc vielu?'." Tanya Zovarein.


?!!


Shin terdiam, ekspresi wajahnya berubah jelek seperti merasa telah melakukan kesalahan.


"Huh.. aku bertanya-tanya kenapa kau tidak bisa menyusup kesana, ternyata kau belum mempelajarinya yah.. kalau seperti itu wajar saja kau tidak bisa masuk, Pfft.." Zovarein terkekeh.


"Pa-paduka!.. saya sangat bodoh karena tidak menyadarinya, mo-mohon hukum berat hamba!" Shin bersujud, ia merasa sedikit familiar dengan adegan ini namun tidak dapat mengingatnya dengan pasti.


"Haha.. seperti biasa kau memang seperti itu, terlalu serius sampai melupakan sesuatu yang penting, tidak apa aku sudah terbiasa"


"Pelajari sihir itu sekarang agar nanti malam dapat kita gunakan untuk bermain-main" Zovarein melanjutkan perkataannya sambil tersenyum smirk.


Mata Shin berbinar saat mendengar kata 'bermain-main' dari Zovarein, ia tau kalau malam ini akan menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan.


Tapi ia lebih senang lagi karena Zovarein sama sekali tidak menghukum dirinya.


"Baik!!"


"Tunggu sebentar!" Zovarein membentak.


"Um.. apa ada hal lain paduka?" Tanya Shin dengan wajah keheranan.


"Artefak pembersih jiwa yang dulu kukatakan kepadamu..." Zovarein mendengus kesal, sepertinya dia sedang menahan rasa kesalnya.

__ADS_1


"Si-sial.. aku melupakannya, padahal tugas itu sudah sangat lama... bagaimana ini.." Shin dengan wajah pucatnya membuka penyimpanan dimensinya dan mengambil 5 Artefak berbentuk prisma segitiga dengan cahaya keputihan bersinar dari dalamnya.


"..Silahkan Paduka.." Shin menyodorkan tangannya dengan 5 Artefak itu diatasnya.


"Um.. ambil satu dan gunakan pada IntiMuasalmu, meskipun itu untuk jiwa, IntiMuasal juga dapat dibersihkan" Jelas Zovarein mengambil empat Artefak dari tangan Shin.


"Apa itu berarti jiwaku tidak bersih? paduka kau kejam mengatakannya secara tidak langsung..." Shin mengeluh dalam hatinya.


"Baik.. akan saya gunakan, dengan begitu semua telah saya laporkan, dan saya akan pamit untuk bersiap-siap" Shin membungkukkan badan dan berbalik badan.


*Whush!!


Shin menjadi seberkas cahaya dan pergi untuk melakukan latihan.


"..Huft, yah sebenarnya dia sama sekali tidak salah, sekalipun kita memakai Aefc vielu, masih ada seseorang didalam sana yang dapat menggagalkan gelombang sihirnya" Zovarein kembali duduk dikursinya dan menyeruput secangkir teh.


*Slurrrpp...


"..Hah.. rasa manisnya masih kurang, apa perlu aku menggunakan darah manusia yang ada dikerajaan ini?"


...----------------...


...DEVIL KING OF TYRANY...


...----------------...


Jalan setapak yang ia lalui cukup indah karena dihiasi beberapa bebatuan langka yang sangat jarang dizaman ini, tentu bebatuan seperti itu sangat sering di 2000 tahun lalu sehingga tidak menarik perhatian Zovarein.


Banyak tempat yang menarik perhatiannya, ia berkunjung ke beberapa toko dan tempat bersantai, meskipun agak risih dengan pandangan yang tertuju padanya, ia mengabaikan semua itu dan tetap fokus pada tujuannya untuk bersantai.


"Hei.. kau lihat itu? jubahnya berwarna hitam dan terlihat aneh, dari keluarga bangsawan mana dia.. apakah keluarganya tidak cukup uang untuk membeli pakaian lain?"


"Entahlah.. aku baru pertama kali melihatnya disekitaran sini.."


"Dia terlihat menyeramkan.. kau lihat sorot matanya, sebaiknya kita menghindarinya agar tidak terkena masalah.."


Ada banyak orang yang membicarakan dirinya, meskipun tidak ada yang berani menghalanginya namun tetap saja ia tidak nyaman dengan situasi itu.


*Tap..


Zovarein berhenti, dia melirik kesebuah bangunan dengan papan bertuliskan 'Pertukaran Informasi', disana ia dapat melihat Ameth yang sedang berbicara dengan seseorang.

__ADS_1


Zovarein berjalan mendekat karena penasaran dengan tempat itu.


"Ameth.. apa yang kau lakukan ditempat seperti ini?" Tanya Zovarein yang sudah berada dibelakang Ameth.


"Hei bocah, dimana sopan santunmu memanggil orang yang lebih tua seperti itu! dan lagi yang kau panggil namanya adalah kepala keluarga Gaios, sebaiknya kau meminta maaf!" Ucap seorang pria yang sedang berbicara dengan Ameth barusan.


"Ah.. Yang Mulia, saya memiliki beberapa urusan ditempat ini, apakah anda memerlukan sesuatu?" Tanya Ameth berperilaku sangat sopan hingga membuat pria itu terkejut.


"Benar.. aku tertarik untuk membeli beberapa informasi yang tidak ada dibuku, mungkin disini ada beberapa" Ucap Zovarein mengabaikan perkataan Pria itu.


"He-hei anak muda! bukankah sudah kubilang untuk.."


"Diam!.." Belum selesai pria itu berbicara, Ameth langsung mengeluarkan Aura membunuh yang membuat pria itu bergidik.


"Ah.. ada sampah rupanya, dari pembuangan mana asalnya, apakah kau mengetahui nya?"Tanya Zovarein menatap pria itu.


"Tentu saja mengenalnya dengan baik, dia adalah Demian Bartseina, Tuan Muda dari keluarga Bartseina yang katanya akan menjadi kepala keluarga Bartseina selanjutnya"


"Tempat ini adalah miliknya, dia memiliki banyak informasi yang menarik, walau tidak cukup lengkap dia memiliki beberapa yang sangat berguna" Jelas Ameth.


"Um.. benarkah? aku jadi tertarik... bawa dia kedalam" Ujar Zovarein.


"Baik!.."


Ameth menarik tangan Demian dan masuk kedalam bangunan itu.


——————


(Diruangan Khusus)


"Jadi.. aku ingin menanyakan beberapa hal tapi, sepertinya kau tidak mau berbicara yah.." Zovarein melihat wajah Demian yang terlihat marah.


"Sudah Jelas! mana mungkin aku menjual informasi berhargaku untuk orang seperti mu.. Aahhkk!!!" Demian berteriak kesakitan.


"Orang seperti apa? berani sekali kau mengatakan hal buruk pada Yang Mulia!" Ameth mendengus kesal sambil mematahkan pergelangan tangan Demian.


"Tidak apa, toh dia ini hanyalah figur yang tidak mengetahui apa-apa, cukup memaksanya dengan sihir, maka ia akan segera berbicara" Zovarein menyeringai.


""


*Tiikk!!

__ADS_1


Zovarein menjentikkan jarinya tepat dihadapan wajah Demian, sinar putih kehitaman mulai menyelimuti wajah Demian sesaat sebelum akhirnya menghilang.


"Baiklah.. kini saatnya bagimu untuk mulai berbicara"


__ADS_2