RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Koleksi


__ADS_3

"Mati? apa kau dan Ayahmu berfikir seperti itu? yah aku memang mati dan tidak salah lagi, tapi ya, kalian terlalu meremehkan ku, kalian bahkan tidak menyelidiki tentang diriku dan langsung mengacaukan benua Iblis tanpa ragu, aku sedikit berterima kasih karena berkat itu semua pekerjaanku jadi lebih mudah meski masih sangat merepotkan." Zovarein menyeringai.


Saat ini ia sedang mengangkat tubuh Tyras dengan tangan kanannya, hanya tubuh bagian atasnya saja sedangkan tubuh bagian bawahnya sudah diledakkan oleh Zovarein barusan.


Meskipun seperti itu ia sama sekali tidak mati karena Zovarein menyegel IntiMuasal Tyras tetap berada ditubuhnya.


"S-ia-lan ... bagaimana, uhuk ...ba-gaimana mung-kin kau ... masih hidup!?" Tyras memelototi Zovarein yang sedang mengangkatnya, ia berbicara dengan kesusahan karena rasa sakit yang ia derita sama sekali tidak ringan. "Bu-nuh aku!" Ucapnya lirih.


"Tidak akan semudah itu, kau masih harus disiksa terlebih dahulu, kemudian membunuhmu tanpa membiarkanmu bereinkarnasi." Ucap Zovarein dengan mudah seperti membalik tangannya, namun bagi Tyras itu adalah sebuah pukulan berat, bagaimanapun ia masih ingin hidup meski bukan di dunia ini lagi setelah mati, namun Iblis dihadapannya berkata kalau ia tidak akan bereinkarnasi, bukankah itu berarti IntiMuasal nya akan dihancurkan?.


Tyras yang sedang tidak berdaya itu langsung panik, meskipun ia sama sekali tidak dapat bergerak ia tetap memaksakan tubuhnya untuk bergerak meski hanya sedikit saja.


"Ja-ngan lakukan, itu ... " Air mata menetes dari wajahnya, saat ini ia sedang berputus asa karena hidupnya akan segera berakhir.


"Kau membuat ekspresi yang bagus ya, kalau kau bisa membuat pipimu lebih mengurus lagi mungkin akan menjadi sebuah seni." Zovarein tersenyum sambil memperhatikan ekspresi putus asa Tyras.


Didalam pikirannya saat ini Tyras benar-benar ingin menghajar Zovarein sampai mati, ia sama sekali belum pernah melihat orang sekejam Iblis dihadapannya sebelumnya, bagaimana bisa ia yang sudah tidak berdaya malah dikatakan akan menjadi sebuah seni?


Secara tidak sengaja ia menguruskan pipinya yang membuat Zovarein tersenyum cerah, setelah 2000 Tahun akhirnya ia dapat melihat ekspresi putus asa seperti ini lagi yang membuatnya sangat bahagia.


"Tetap seperti itu." Kata Zovarein dengan semangat.


Pemuda itu megambil sebuah Kristal prisma segi empat dari penyimpanan dimensinya, kemudian mengarahkannya pada wajah Tyras.


Dari kristal prisma tersebut keluar sebuah cahaya yang menyelimuti seluruh wajah Tyras selama beberapa detik kemudian lenyap, melihat prosesnya sudah selesai Zovarein tersenyum lebar kemudian menatap kristal prisma itu lebih dekat.


"Bagus, bagus sekali akhirnya koleksi ku bertambah!" Zovarein tertawa.


Tidak ada yang tahu apa yang sedang ditertawakan Zovarein namun, setelah cahaya tadi menyelimuti wajah Tyras, firasat bahwa ia akan segera mati langsung hilang dari pikirannya, ia merasa kalau ia akan selamat dan tidak dibunuh.


"Kau sangat hebat anak muda, kau membuat suasana hatiku menjadi sangat baik, dengan ini aku akan meringankan sedikit hukumannya, namun itu akan diputuskan nanti, sekarang kau harus ikut bersama ku terlebih dahulu." Ucap Zovarein sambil tertawa dan menyembuhkan setengah tubuh Tyras yang meledak sebelumnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tyras sangat bingung sekarang, ia sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Iblis dihadapannya.


"Kau tidak akan ku bunuh, karena ekspresi mu sebelumnya sangat bagus! Lihat ini." Zovarein menunjukkan prisma tersebut pada Tyras.


Namun wajah Tyras yang cukup cerah sebelumnya karena tidak dibunuh langsung menjadi seputih kertas, tubuhnya langsung bergetar hebat dengan kesadarannya yang mulai pudar, jika hanya wajah putus asanya sendiri yang terlihat disana maka ia tidak akan memucat seperti itu tapi, ada sekitar triliunan wajah putus asa orang yang tidak dikenalnya disana, yang membuatnya tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Aku tidak akan menghukum mu karena menambah koleksiku lagi setelah 2000 Tahun, tapi untuk kedua anakku tentu saja aku sama sekali tidak mengetahuinya." Ucap Zovarein seperti tidak peduli dengan semua hal itu.


Melihat Tyras yang masih berdiri disana seperti patung dengan wajah seputih kertas, Zovarein mengangkat kerah bajunya kemudian mereka berdua berubah menjadi seberkas Cahaya dan lenyap.


...----------------...


Kedua orang itu sampai di depan gerbang masuk Istana Kerajaan Neraka, Zovarein dengan Tyras yang ia bawa di tangan kanannya berjalan dengan santai menuju kedalam Istana dan melewati penjaga dengan mudah.


"Hei, karena aku sudah berbaik hati untuk tidak membunuhmu bagaimana kalau kau memberitahukan lokasi ayahmu kepadaku?" Tanya Zovarein.


"Pertanyaan bodoh." Jawab Tyras dengan acuh.


Saat ia sedang berjalan di lorong, ia dapat merasakan beberapa kehadiran di ruang Tahta, pintu ruang Tahta tidak jauh dari posisinya sekarang sehingga ia mulai mengarah kesana.


Sesampainya disana dihadapannya ada sebuah pintu setinggi 5 meter, sebelum masuk ia kembali memastikan siapa yang berada didalam terlebih dahulu.


Didalam sana ada lima aura kehidupan, Zovarein mengenal tiga dari lima aura kehidupan tersebut, sementara dua sisanya, ia berfikir kalau mereka hanyalah seorang penjaga.


Tanpa ragu ia pun mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar.


...----------------...


"Jadi, kenapa kakak datang kemari?" Rurina bertanya sambil menatap lekat pada Elgard yang sedang berdiri dihadapannya dengan santai.


"Apa aku tidak boleh melihat adikku?" Tanya Elgard menggodanya.

__ADS_1


"Jangan bercanda, apa urusanmu kemari?" Rurina menatapnya dengan tajam.


Saat ditatap dengan mata seperti itu, Elgard pun tidak bercanda lagi dan langsung memasang wajah seriusnya. "Bukan sesuatu yang penting tapi, sebenarnya di kerajaan jat-"


*Bamm!!


Pintu ruangan itu dibuka dengan keras secara tiba-tiba, bahkan sampai menghempaskan dua prajurit yang sedang berjaga disebelah pintu tersebut hingga menabrak dinding dan kehilangan kesadaran.


"Siapa? aku tidak merasakan kehadiran seseorang datang kemari jadi bagaimana bisa?" Elgard mulai waspada begitu juga dengan Rurina dan Yvier.


Saat asap mulai menghilang, nampak lah seorang pria berpakaian serba hitam, dengan aura racun tipis disekitarnya, berdiri dengan bodoh disana sambil menatap mereka dengan bingung.


"Hai?" Pria itu melambaikan tangannya sambil tersenyum, hingga membuat Ketiga orang diruangan itu merasa jijik dan ingin memukulnya.


"Ternyata si Lumut sialan ini! bagaimana aku bisa tidak menyadarinya?!" Elgard langsung meledak marah.


"Kakak, biar aku memukulnya! aku sangat kesal sekarang!" Rurina menatap Tyras dengan tatapan membunuh.


"Sialan, sebelumnya saja aku dibuat babak belur oleh dua iblis ini, dan sekarang aku harus bertemu dengan mereka lagi membuatku sangat ketakutan, tapi apa boleh buat ayah mereka lebih mengerikan dari pada mereka!" Ucapnya dalam hati.


Saat kedua kakak beradik itu berdebat tentang siapa yang akan memukulnya, secara tiba-tiba dari belakang Rurina seseorang menyentuh pundaknya dan membuat Gadis itu sangat terkejut, ia menjadi lengah hanya karena berdebat dengan kakaknya.


Disaat ia akan memenggal orang dibelakangnya dengan pisau tersembunyi di lengan bajunya, sebuah aura yang tidak asing dapat ia rasakan dari belakang yang membuatnya ragu untuk menyerangnya, namun dari pada ia menjadi korban, tanpa ragu ia menusuk kebelakang tanpa menoleh sama sekali.


*Jleb..


Itu adalah suara daging yang tertusuk, saat mendengar itu Rurina langsung melihat kebelakang dan menemukan wajah yang tidak asing lagi dimatanya.


"Ayah?!"


...—To Be Continued—...

__ADS_1


__ADS_2