RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Berlatih Tanding Part 2


__ADS_3

"Hei kalian berlima.. sampai kapan kalian terus bersembunyi seperti itu? apakah kalian ingin aku membunuh kalian?" Tanya Zovarein yang sedikit kesal.


Tidak ada jawaban sama sekali...


"Meskipun Guru bisa membangkitkan kami setelah mati, bukan berarti kami bisa menyerahkan nyawa kami begitu saja!" Ujar Testoraia yang mulai menampakkan dirinya.


"Bukankah kau seorang Summoner? kenapa kau tidak segera mengeluarkan beberapa Teman baikmu itu agar aku bisa bermain dengan mereka?"


"Bermain seperti apa maksud anda? Membunuh mereka? kalau begitu Kontraknya akan terputus jika anda bermain dengan mereka dalam beberapa detik saja, dan saya tidak ingin kehilangan Teman saya!" Balasnya sambil melemparkan beberapa pisau kecil yang dilapisi dengan sihir percepatan.


"Tenang saja, aku jamin jika mereka mati ditanganku Kontraknya tidak akan terputus saat aku membangkitkan mereka!" Balasnya sembari menghindari pisau-pisau yang dilempar Testoraia.


"Pada akhirnya mereka juga mati bukan?! duh.. Terserah Guru saja! Sihir Pemanggilan Binatang Kontrak Tingkat Tinggi! " Teriaknya sambil meneteskan darahnya ditanah hingga membentuk sebuah Lingkaran Sihir Pemanggilan yang sangat besar.


Raungan yang sangat keras terdengar saat Binatang Kontrak milik Testoraia mulai menampakkan dirinya.


"Testoraia tidak kusangka kau bisa menaklukkan Monster semengerikan ini.. dimana kau menemukannya? dulu Aku sempat mencarinya sampai berkeliling ke beberapa Planet hanya untuk menemukan Keturunannya yang tersisa namun hasilnya Nihil!" Ujarnya dengan mata yang bersinar-sinar saat melihat Binatang Kontrak Testoraia.


"Aku tidak sengaja menemukannya saat tersesat di Jalur Coseriksa, saat itu dia masih bayi jadi lebih mudah untuk mengikatnya dengan kontrak peliharaan" Ucapnya sambil mengelus tubuh besar Binatang Kontraknya.


"Jantungku jadi berdebar-debar aku tidak sabar ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri dan melihat warna darahnya seperti apa... Rumornya darahnya berwarna Putih cerah aku tidak sabar ingin mencicipinya, Hehehe" Ucapnya dengan senyuman Jahat khas miliknya dan Raut wajah yang begitu menyeramkan.


"Tidak-tidak-tidak.. kau tidak boleh membunuhnya" Balas Testoraia dengan singkat.


"Huh.. sayang sekali, Padahal Ras Tourentia tinggal Binatang Peliharaanmu itu saja di Alam semesta ini, kalau begitu apakah aku boleh mengambil DNA nya? setidaknya dia harus berkembang biak bukan?" Ujar Zovarein membuat Testoraia menatap kagum dirinya.


"Guru bisa melakukan hal seperti itu?" Tanyanya untuk memastikan.


"Membangkitkan orang mati saja bisa apalagi membangkitkan Ras yang hampir Punah, kalau kau menginginkan dia memiliki pasangan dan berkembang biak maka aku akan melakukannya untukmu" Balasnya sambil menunjuk Binatang Kontrak Testoraia.


"Anda Lengah Guru" Ujar Mezunoa dari belakang Zovarein yang secara tiba-tiba muncul sambil mengarahkan pisau ditangannya kearah Leher Gurunya.


Srak!!.. dalam satu tarikan nafas tangan kanan yang mengincar Leher Zovarein langsung terpisah dari tubuh Mezunoa

__ADS_1


"Ap-!!" (Mezunoa)


"Pemburu itu seharusnya tidak berbicara dibelakang buruannya Zuno" Ujarnya sambil menendang jauh Mezunoa hingga terpental sejauh Ratusan meter dan menabrak bongkahan batu sampai hancur.


"Guru.. bukankah tubuhnya itu lebih lemah dari pada kami? sepertinya kau baru saja membunuhnya" Ujar Testoraia melihat Mezunoa dengan sihir penglihatan jarak jauh.


"Eh?.. bahkan setelah ratusan tahun berlalu tubuhnya masih lebih lemah dari kalian?" Ujar Zovarein kaget saat baru mengetahui hal tersebut.


"Sihir Perpindahan" Ujar Zovarein memindahkan tubuh Mezunoa dari jauh ketempat ia berada.


"Uhh.. dia benar-benar mati... sepertinya aku terlalu berlebihan hehehe, Sihir Suci Tingkat Akhir [Resurrection!]"


Ck.. ia menggigit jarinya hingga mengeluarkan setetes darah dan meneteskannya pada tubuh Mezunoa.


Whom!! Tubuh Mezunoa yang babak belur langsung diselimuti oleh cahaya hijau dan perlahan luka ringan maupun berat yang dialaminya mulai sembuh.


"Oh iya tangannya" Dengan cepat Zovarein meraih Tangan kanan Mezunoa yang tergeletak ditanah dan menyatukannya kembali pada tubuhnya.


"Uwah.. pasti itu sangat menyakitkan" Gumam Testoraia yang berada dibelakang Zovarein sambil melirik kearah Mezunoa yang terbaring di tanah.


"Ya kau baru saja terbunuh olehku, bagaimana kampung halamanmu- apa masih indah seperti biasa?" Tanya Zovarein saat menatap mata merah milik Mezunoa ya berkaca-kaca.


"Yah.. seperti itulah" Balasnya dengan singkat.


Zovarein mengalihkan pandangannya kesekitar setelah membangkitkan Mezunoa, ia melompat kembali keposisi awal sebelum ia bertarung dengan para muridnya dan berkata.


"Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan sihir ini kepada kalian.. tapi kalian sendiri yang memaksaku jadi apa boleh buat"


Zovarein mengangkat tangannya setara dengan bahunya Sambil memegang 3 Organ dalam yang sangat familiar dimata mereka semua.


"Ini adalah jantung kalian bertiga, bagaimana? terus bersembunyi atau aku akan memakan Jantung kalian yang sangat Lezat ini" Ujarnya sambil menjilat Air liurnya yang sengaja ia keluarkan.


3 orang yang tersisa dan sedang bersembunyi didalam kegelapan, menyatu dengan angin dan tak kasat mata dengan sihir Merinding dan menyentuh Dada mereka serentak.

__ADS_1


!!!... betapa terkejutnya mereka saat mengetahui bahwa tidak ada detak jantung sama sekali dari dalam tubuh mereka.


Whushh... Mereka bertiga pun mulai menunjukkan diri mereka masing-masing- Keringat dingin membasahi punggung mereka saat melihat 3 Jantung milik mereka yang sedang berada dalam genggaman Guru mereka.


"Karena kalian sudah keluar maka aku kembalikan.."


Deg..Deg.. Detak jantung mereka kembali terasa saat mereka menyentuh dada mereka masing-masing, diri mereka mulai tenang dan perhatian mereka kembali terfokus pada Guru mereka.


Bukannya tidak bisa menyerang karena tidak ada celah, melainkan banyak sekali celah yang diperlihatkan Guru mereka, Hal itu terlihat seperti memancing mereka agar menyerang dirinya darimana saja yang mereka inginkan.


Untung saja mereka belajar dari pengalaman yang mereka alami saat mengelilingi alam semesta dengan Guru mereka, Setiap kali Zovarein memperlihatkan banyak celah sebenarnya memiliki tujuan untuk membuat musuh berfikir bahwa dirinya seperti meremehkan mereka dengan sengaja memperbanyak celah pada pertahanannya.


Sehingga musuh akan terpancing emosinya dan mulai menyerang tanpa strategi terhadapnya, hal tersebut selalu berakhir pada Kematian musuhnya.


"Tidak ingin menyerang?.. kalau begitu aku maju!"


Tak..Tak..Tak... Zovarein berjalan secara perlahan menuju mereka bertiga, "Kenapa kalian diam saja.. apakah kalian takut aku mengambil jantung kalian lagi?"


. . . .


Tidak ada jawaban sama sekali, mereka hanya terus meningkatkan kewaspadaan mereka dan memerhatikan sekitar mereka- Tidak mustahil jika Zovarein yang ada dihadapan mereka saat ini adalah Ilusi.


"Aku di abaikan yah.. jahat sekali, aku sedikit kesal dengan itu.. jadi bagaimana kalau kalian menerima serangan 60% dari kekuatanku sebagai hadiah? setidaknya Tubuh kalian akan lenyap dan hanya menyisakan Jiwa dan IntiMuasal kalian saja" Ujar Zovarein.


Ia menepuk tangannya sekali dan membukanya secara perlahan, Element Petir hitam yang amat dahsyat berkumpul di kedua telapak tangannya.


"Kalau beruntung setidaknya Tangan atau Kaki kalian bisa selamat dari serangan ini, kalian juga bisa mempersiapkan serangan untuk melawan sihirku kalau masih sempat. Intinya silahkan lakukan perlawanan yang sia-sia Hehehe..." Ujarnya dengan senyuman jahat khas miliknya yang terpajang diwajah tampannya dikuti raut wajah yang mulai terlihat menyeramkan.


"Gu-guru.. kenapa anda marah?" Ujar Javely dengan Tampang Paniknya.


"Jadi itu bukanlah sebuah ilusi.." Ucap Tomia dengan pasrah.


"Kampung halaman, aku datang..." Dengan Menutup mata Neira berkata demikian.

__ADS_1


...["Girasd"]...


JDER!! Serangan petir yang luar biasa menerjang mereka tanpa Ampun.


__ADS_2