RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Amarah Kaneth


__ADS_3

"Aneh...." Ia menatap prajurit yang berbaris diperbatasan yang tidak bergerak sama sekali, sedangkan para penyihir dibelakang mereka terus membaca buku sihir ditangan mereka dengan sangat fokus, beberapa yang lainnya sedang menggambar lingkaran sihir.


Zovarein langsung turun kebawah tepat di hadapan para manusia tersebut dengan sihir penghalang agar tak seorang pun dapat melihatnya.


"Raja meminta kita untuk menjaga para penyihir ini, jangan hilangkan kewaspadaan kalian atau pedangku akan langsung mengarah pada leher kalian masing-masing walau hanya satu orang yang lengah!" Bentak Komandan tersebut sambil menyodorkan pedangnya kearah pasukan tersebut.


"Siap Komandan!" Teriak mereka serentak.


Zovarein tidak memperdulikan pasukan tersebut dan langsung berjalan kebarisan belakang untuk melihat sekumpulan penyihir tersebut.


Buku hijau tua bercak darah, dari jauh memang terlihat seperti hiasan saja namun jika dari dekat itu adalah darah asli dan setiap buku yang mereka pegang, posisi darahnya berbeda beda.


Lingkaran sihir dengan energi terkutuk sebagai penopangnya dan abu sihir gelap sebagai bahan bakarnya membuat Zovarein mengerutkan keningnya saat melihat hal tersebut.


"Sihir kutukan... begitu rupanya, si Raja bodoh ini ingin menanamkan kutukan di wilayah Iblis" Gumam Zovarein memerhatikan buku dan bentuk lingkaran sihir yang digunakan para penyihir tersebut.


'Tikk..'


Zovarein menjentikkan jarinya dan seketika lingkaran sihir yang sudah susah payah digambar oleh para penyihir tersebut lenyap seperti tidak pernah ada disana.


Para penyihir yang melihat lingkaran sihirnya menghilang langsung membulatkan mata mereka dengan mulut yang terbuka lebar, mereka terus menggosok tanah tempat mereka menggambar barusan tetapi tidak ada yang menemukan bekas debu sihir yang mereka tabur tadi.


"Tidak mungkin! Apa yang terjadi!?!" Teriak Pemimpin para penyihir tersebut.


"Senior kemana semua lingkaran sihir tadi?!"


"Tidak mungkin angin menghapus debu sihir itu!"


"Senior!"


Para penyihir tersebut mulai panik dan terus mencari sisa-sisa dari gambar yang mereka lukis tetapi tidak dapat menemukan apapun dibawah sana


Prajurit yang menyaksikan hal tersebut juga kaget, mereka yakin beberapa waktu lalu para penyihir sedang menabur semacam abu hitam untuk menggambar lingkaran sihir tetapi dalam sekejap saat mendengar keluhan para penyihir semua lingkaran sihir tersebut menghilang.


"Senior bagaimana ini, tidak ada debu sihir yang tersisa untuk mengulangi lagi dari awal!" Keluh seorang Penyihir tingkat 5 sambil menatap serius Penyihir tingkat 7 yang ia sebut senior tadi.


Sedangkan tidak jauh dari mereka, Zovarein hanya terkekeh melihat reaksi dari para penyihir tersebut.


"" Zovarein memanggil hewan kontrak paling lemah miliknya dengan sihir Pemanggilan.


Bruk.. Duar!!!...


Tikus tanah yang 14 kali lebih besar dari tikus biasa langsung keluar dari dalam tanah, dengan mata merahnya ia menatap sinis para manusia dihadapannya membuat komandan pasukan itu beserta bawahannya merinding.

__ADS_1


"Heii... kalian bentuk formasi tidak ada waktu untuk panik!" Teriak Komandan tersebut untuk menyadarkan para prajurit dari kepanikan.


"Baik!!"


Dalam sekejap mereka semua langsung berbaris menyusun formasi mengelilingi Tikus raksasa tersebut dengan pasukan tombak di didepan dan pemanah di tengah beserta para penyihir dibelakang.


Zovarein yang menyaksikan hal tersebut cukup kagum "Sungguh disayangkan para manusia hebat seperti mereka diperintah oleh Raja bodoh" pikirnya.


"Tarik busur!"


Crraakkk..... Suara tali busur ditarik pasukan barisan belakang.


sedangkan para penyihir menyiapkan serangan elemen dan sihir penghancur, dalam hitungan detik saat tikus tersebut akan bergerak, dengan cepat sang komandan memerintahkan mereka untuk menyerang.


Ratusan anak panah melayang dan menancap di tubuh tikus tersebut, detik berikutnya sihir dari para penyihir di barisan belakang langsung melesat dan mengenai sasaran.


Duar!!! Terdengar ledakan yang amat keras saat sihir penghancur mengenai tubuh tikus tersebut.


Whiiickkkkk!!!


Tikus tersebut menjerit saat sihir terakhir yang memiliki daya serang yang cukup kuat menyentuh kulitnya, para prajurit dan penyihir yang mendengar itu langsung merasakan kemenangan dalam hati mereka.


"Tarik busur!! Siapkan Sihir!" Teriak Komandan sekali lagi dan dituruti oleh bawahannya.


Dibalik asap saat bayangan tikus raksasa terlihat samar-samar sang komandan langsung memerintahkan mereka untuk menyerang.


Slup!...


Puluhan dari ratusan anak panah menembus kulit tebal tikus tersebut sedikit dalam, belum sempat berteriak beberapa sihir langsung melesat kearah tikus tersebut secara bertubi-tubi hingga ledakan yang sangat keras terjadi berkali-kali hingga suara jeritan tikus terdengar kembali.


Kali ini suaranya terdengar sangat keras lalu semakin lemah hingga akhirnya tidak terdengar sama sekali.


"Kita menang?" Tanya seorang pemanah dengan eskpresi bahagia.


"Tentu saja kita menang!!! Whoo!!" Sorak mereka bersamaan, andai mereka tau bahwa Zovarein yang memanggil dan meminta tikus untuk kembali ketanah mungkin ekspresi mereka akan menjadi sangat jelek.


"Tidak buruk, sesuai dugaan orang biasa lebih tinggi potensinya dari pada bangsawan angkuh"


Sempat Zovarein membaca apa yang dipikirkan komandan hingga ia dapat menarik kesimpulan seperti itu, "Huh walaupun menang, kalau begini para petinggi dan raja pasti akan sangat marah karena misi gagal" Keluh sang Komandan dalam hati.


["Kaneth Aku ingin kau pergi ke perbatasan wilayah sekarang juga"] Ujar Zovarein lewat pesan sihir.


Kaneth yang sebelumnya berada di Istana Neraka dan ingin kembali ke Azhesia mendadak dikagetkan oleh pesan sihir tersebut.

__ADS_1


Beberapa menit berlalu dan pasukan manusia dihadapan Zovarein saat ini sedang beristirahat untuk memulihkan tenaga, Kaneth dari kejauhan dapat melihat hal tersebut mengerutkan keningnya.


"Kenapa ada pasukan diperbatasan?" Ujarnya dalam hati.


Tanpa membuang waktu lagi ia segera melesat ke arah pasukan tersebut menggunakan langkah cahaya dan dalam beberapa menit ia sudah sampai di hadapan pasukan tersebut.


"Hei.. apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Kaneth tanpa memperdulikan reaksi para prajurit menatap dirinya.


"Tu-tuan Pahlawan!.. Sungguh kehormatan bisa bertemu dengan anda!" Ujar Komandan tersebut berdiri dari posisinya dan langsung berlutut.


"Jawab pertanyaanku!" Ujar Kaneth tanpa memperdulikan komandan tersebut karena dia sudah berada diambang batas amarahnya.


"I-itu.."


Kaneth semakin marah saat pertanyaannya tak kunjung dijawab "Apa Ayah yang memerintah kalian untuk melakukan ini?" Tanya Kaneth dengan sorot mata tajam.


Sang komandan masih ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut sebelum ia menguatkan tekadnya.


"Be-benar pangeran, yang mulia dan para petinggi memerintah kami untuk menjaga para penyihir ini saat menyiapkan mantra sihir, tetapi kami tidak tau apa sihir yang di gunakan karena hanya disuruh menjaga mereka!"


Kaneth mengubah tatapannya dan langsung merobek ruang dengan sihirnya "Kerja bagus, aku senang kau tidak berbohong kepadaku" Ucapnya sebelum memasuki celah ruang dihadapannya.


Dalam sekejap saat Kaneth menghilang dari pandangan mereka para prajurit tersebut dapat bernafas dengan lega, sebelumnya karena tekanan dari elemen suci milik Kaneth, mereka tidak dapat bernafas dengan benar hingga menggerakkan tubuh saja sangat sulit.


Apa lagi komandan yang langsung jatuh dan terduduk lemas di tanah setelah mengalami hal barusan.


"Huh.. kenapa dia terburu-buru sekali, padahal aku ingin menyapanya barusan" Ucapnya yang tidak mengingat bahwa sebelumnya dia juga melakukan hal yang sama terhadap Kaneth.


["Ayah.. Semua makhluk hidup di Delsgade sudah di pindahkan ke istanaku"] Lapor Elgard lewat Telepati sambil memandangi istananya yang sudah dipenuhi oleh makhluk hidup.


["Kerja bagus, tunggu aku disana dalam beberapa menit karena urusanku masih belum selesai disini"] Balas Zovarein menutup telepati.


-


-


-


-


-


Mohon Dukungannya

__ADS_1



Ini Novel Terbaru, kalau sampai view nya menurun aku tidak tau harus berkata apa lagi:v


__ADS_2