
"Mati kau brengsek! pukulan ku akan segera membunuhmu!!"
"Terima ini dasar sampah!"
"Lihat wajah jelek itu, hahaha!!!"
Lantai dua belas dibawah tanah, Zovarein bahkan tidak menyangka kalau ada dua belas lantai bawah tanah yang dimiliki perdagangan budak ini.
Dan setiap lantai itu begitu luas, ada sekitar jutaan makhluk disetiap lantai dengan ras dan kekuatan serta kualitas yang berbeda.
berbeda dengan lantai dua yang berisi kumpulan gadis cantik, lantai dua belas ini berisikan pria berotot dengan kekuatan setara Penyihir tingkat 3-5, Kesatria tingkat 4-6 dan kultivator ranah Inti Emas - Inti Berlian.
Sebenarnya ada banyak yang lain, namun tiga diatas adalah kekuatan yang dianggap paling hebat dari semua jenis pekerjaan.
Dan sekarang ada ribuan dari mereka yang sedang mengepung Avelian, dan memukulinya hanya dengan kekuatan fisik demi menyiksanya.
*Bam!!
Avelian dibanting keras ketanah...
"Tuan, apakah makhluk ini tidak bisa mati?" Seorang pria elf menghampiri Zovarein dan bertanya penuh keheranan.
"Ah.. jadi kalian ingin membunuhnya? kenapa tidak dibilang dari tadi." Zovarein menghela nafas.
Ia menjentikkan jarinya dan segera sebuah cahaya merah keluar dari tubuh Avelian, itu sangat bersinar dan dipenuhi aura suci berserta aura kematian, semua orang yang melihatnya tidak bisa berhenti untuk berdecak kagum.
"Tuan, itu?" Pria tadi bertanya sambil menunjuk cahaya berbentuk bulat yang melayang diatas tubuh Avelian.
"Hanya penghalang biasa, itu membiarkan jiwanya tetap berada pada tubuh itu meskipun tubuhnya menjadi potongan kecil, yang berarti dia abadi sementara"
"Tapi karena aku sudah mengangkatnya maka sebentar lagi dia akan mati." Zovarein menjelaskan.
Mata semua orang mendadak berbinar-binar, mereka menatap tubuh tidak berdaya Avelian dengan ganas.
"Ayo kita mengambil undian, siapa yang berhak membunuhnya?" Seorang pria kekar ras Dwarf berbicara.
"Benar, kita harus mengundinya!" Yang lain menjawab tanpa ragu.
*Blushh!!
Semua orang tercengang, tubuh Avelian berubah menjadi pecahan dan terlempar ke segala sisi, ditempat tubuh Avelian berada tadi, berdiri seorang pemuda ramping dengan wajah kusut.
__ADS_1
"Untuk apa memberi kehormatan seperti itu pada sampah sepertinya, kalian terlalu berbaik hati."
Dia adalah seorang iblis, wajahnya penuh kemarahan karena sejak tadi dirinya belum mendapat bagian untuk menghajar Avelian.
"Benar juga, dia tidak layak mendapatkannya," Seseorang membenarkan perkataan pemuda itu.
"Ya.. aku baru ingat kalau sebenarnya dia membunuh keluargaku dengan tragis, kehormatan seperti itu tidak layak untuknya. Seseorang diujung barisan menambahkan.
Sementara Zovarein yang mendengar pembicaraan mereka hanya dapat menggelengkan kepalanya, ia baru menyadari kalau sifat alami Iblis tidak akan pudar meskipun ia terpengaruh oleh manusia.
"Kalian semua.."
Semua orang menatap Zovarein, ditangan pemuda itu nampak sebuah bola hitam transparan dengan garis-garis merah yang bergerak-gerak didalamnya.
"Memang dia tidak layak menerima kehormatan itu, dan juga.. dia tidak layak untuk menerima kehidupan selanjutnya.."
*Ctass!!
Itu pecah! semua orang tau apa yang baru saja dipecahkan oleh pemuda tersebut, dan mereka semua menarik nafas dalam-dalam karena terkejut.
"Yang tadi itu, IntiMuasal milik sampah yang kalian bunuh barusan, tidak perlu khawatir ia berbuat hal yang sama dikehidupan selanjutnya karena itu tidak akan pernah terjadi" Zovarein tersenyum.
Karena yang bisa mengambil ataupun menghancurkan IntiMuasal seseorang hanyalah Makhluk hidup dengan kekuatan Penyihir tingkat Suci/Kegelapan saja, semua tercatat dengan rapi pada buku berjudul kekuatan dunia yang sering dibaca orang banyak.
...----------------...
...DEVIL'S KING OF TYRANY...
...----------------...
Dua hari kemudian dipasang rumput yang luas...
"Perdagangan budak itu runtuh?" Ameth tidak bisa untuk tidak mengerutkan keningnya, ia tau kalau bisnis itu akan hancur, tapi tidak akan secepat ini.
"Benar nona, semua makhluk disana telah bebas dari segel budak, dan seluruh ruangan bawah tanahnya telah runtuh, akibatnya beberapa perumahan dipermukaan hancur. Yang paling mencengangkan adalah, hanya Tuan Muda satu-satunya korban dari kejadian tersebut." Ucap pengantar pesan sambil gemetaran, kertas yang dipegangnya juga hampir terlepas dari tangannya.
"Huft.. itu sebabnya aku menyuruhnya kembali dan mengehentikan bisnis bodoh itu, terlalu keras kepala.." Ameth memandangi langit.
"Aku bahkan belum tau siapa yang melahirkannya, dan dia telah mati terlebih dahulu? yah itu juga bukan tanggung jawabku sebagai pengasuh.."
"Kemana dalang penghancuran itu?" Ameth bertanya.
__ADS_1
"Tidak ada yang tau siapa yang melakukan hal ini Nona, bahkan jejak ataupun keberadaannya, semua lenyap seakan itu semua terjadi secara alami, keterangan yang kita dapat dari budak hanya, mata ungu menyala.." Balasnya.
"Ohh.. Paduka memang hebat, jejaknya bahkan tidak tertinggal meski secuil aura.." Ameth bergumam..
"Nona?.."
"Kita kembali.." Ameth beranjak dari sana menuju kereta kuda.
"Baik.."
—————
(Beberapa hari kemudian..)
"Bagaimana dengan penyelidikan mu di kerajaan lain?" Zovarein bertanya acuh, pemuda berambut hitam ini sekarang sedang membolak-balik sebuah buku usang, dimata orang lain itu hanya sebuah buku tidak berarti, tapi pemuda itu buku tersebut memiliki beberapa keistimewaan.
"Sebenarnya saya baru saja kembali dari kerajaan Aizel, disana saya menemukan sebuah pecahan secara tidak sengaja, namun untuk memungut yang satu ini memerlukan setidaknya kekuatan penuh saya dimasa lalu," Shin berucap dengan sedikit penyesalan, ia merasa kalau dirinya kurang berguna sekarang.
"Besok aku akan mengambilnya sendiri, untuk sekarang lebih baik kau istirahatkan tubuhmu!" Zovarein menyimpan buku usang ditangannya kedalam penyimpanan dimensi.
"Baik!" Shin menyatu dengan kegelapan.
"Baiklah, kira-kira seperti apa kabar Ayah dan Ibu? aku bahkan hampir melupakan kedua iblis aneh itu, namun mereka cukup menarik juga."
Saat ini Zovarein sedang berada disebuah ruangan khusus yang disiapkan oleh Ameth dikediamannya untuk ditempati Zovarein, dia melakukannya sebelum diminta membuat Zovarein merasa aneh dengan wanita itu.
"Lupakan hal tidak berguna itu, sekarang seharusnya aku berkeliling seperti biasa, kebetulan ada banyak manusia yang keluar di pagi hari." Pemuda itu segera mengenakan jubah hitamnya dan menutupi sebagian kepalanya dengan penutup kepala.
Ia beranjak dari ruangan itu setelah meninggalkan sebuah surat sihir diatas meja kerjanya.
Ia tidak melewati pintu depan untuk pergi, ia menggunakan sihir teleportasi jarak dekat yang cukup mudah untuk dipakai olehnya, dengan 3% kekuatan yang tersisa.
Didalam bayangannya seperti biasa ada seorang Shin yang setia menjaga Tuannya jika menerima masalah, walaupun sebenarnya ia sangat jarang menerima masalah ditempat ini.
"Hei lihat, jelata itu kembali terlihat,"
"Iuwhh, menjijikan kenapa dia masih bisa berada diwilayah ini,"
"Jubah lusuhnya itu, benar-benar ciri khas pengemis, sepertinya dia akan mencari tempat mengemis disekitar sini haha..."
"Kau benar, tapi ini aneh, bagaimana caranya masuk?"
__ADS_1