RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Rencana Penyerangan


__ADS_3

"Aaa..Aaahhkk..Aargghhh!!"


Suara jeritan histeris terdengar menggema diruangan itu dengan sangat keras, Raja Kerajaan Sentokushi berteriak keras dengan tubuh yang bergetar dan mata yang melotot.


Ia terjatuh dari kursinya sambil menggumamkan beberapa kalimat yang tidak dapat dimengerti oleh semua orang yang berada didalam ruangan.


Ada enam belas Raja didalam ruangan tersebut, lima belas dari mereka langsung menghubungi para petinggi kerajaan mereka masing-masing dengan telepati, dan berpesan agar segera meningkatkan pertahanan ketingkat paling tinggi.


Mereka berkata dengan nada yang bergetar dan terputus-putus, namun tidak satupun dari petinggi itu yang bertanya alasannya karena mereka juga telah merasakan guncangan itu.


Seusai menghubungi petinggi kerajaan mereka masing-masing, tidak ada yang membuka pembicaraan sama sekali, semua duduk dalam diam dengan keringat dingin membasahi punggung mereka dan tubuh yang gemetaran.


Hanya Raja kerajaan Sentokushi sendiri yang masih tergeletak lemah dilantai dengan tubuh yang bergetar hebat, ia sudah berhenti bergumam namun keadaannya masih sangat buruk.


"Tetap tenang dan jangan panik!" Kaisar Edward membentak dengan suara yang bergetar "Tarik nafas perlahan dan minum ramuan penyembuhan yang kalian miliki!" Edward berucap dengan tegas.


Sekitar satu jam ruangan tersebut terus dipenuhi dengan beberapa suara nafas yang memburu, meskipun mereka secara perlahan mulai tenang kembali, namun tetap saja waktu satu jam masih kurang untuk pulih sepenuhnya dari ketakutan itu.


Edward sendiri masih sibuk dengan ramuan penyembuhan miliknya, puluhan botol kaca kecil terlihat berserakan dilantai dan masih tetap bertambah karena Edward tanpa henti terus meminumnya dengan sangat cepat.


Aura mencekam yang ia terima memiliki tekanan yang dua kali lebih kuat dari yang para ke-enam belas Raja dihadapannya rasakan.


Ia muntah beberapa kali namun dirinya sama sekali tidak peduli dengan hal tersebut, 'yang terpenting adalah tetap tenang!' ia terus berfikir seperti itu sambil meminum ramuan dengan cepat agar pikirannya tetap terkendali.


Jika ia tidak melakukan hal gegabah seperti itu, maka suara teriakannya akan lebih keras dari yang Raja Sentokushi lakukan, berlari kedalam kamar dan bersembunyi didalam selimut sambil gemetaran pun bukan hal yang mustahil.


"Fuaahh!!!" Edward menghela nafas berat setelah meminum ramuan terakhir yang ia miliki.


"Ya-yang mulia ba-bagaimana ini.. apa yang harus kita lakukan ji-jika mereka membalas dendam?, dengan seseorang berkekuatan sedahsyat itu dipihak mereka, bukan hak yang sulit jika mereka ingin me-memusnahkan kita!" Seorang Mentri yang sudah menenangkan dirinya berbicara dengan terpatah-patah.


"Ck, Haahh... memang benar itu akan sangat berbahaya, bahkan jika seluruh kekuatan di Delsgade menyatu, itu masih tidak akan cukup untuk membunuh pemilik Aura barusan" Ucap Edward.


"Apakah mereka benar-benar akan menyerang kita Yang Mulia? saya sangat berharap jika mereka tidak melakukannya" Mentri itu berkata dengan dirinya yang masih gemetaran.


"Antara Menyerang dan tidak masih belum pasti, tetapi kemungkinannya tidak kecil, beritahu semua orang di kekaisaran agar tidak menganggu dan menyingung Ras Iblis yang berada disekitar, ingat untuk memberitahu mereka agar tidak keluar rumah untuk beberapa hari ini!" Edward memberi perintah dengan sorot mata tajam.


"Baik Yang Mu-"


"Tunggu Sebentar Yang Mulia Kaisar Edward!" Seseorang dengan pakaian robek dan terlihat seperti pengemis tiba-tiba muncul di hadapan seluruh orang yang ada diruangan tersebut.


"Ka-kau siapa dirimu! bagaimana kau bisa masuk kemari?" Edward menatap penuh niat membunuh padanya " Padahal seluruh ruangan ini dipasangi segel penghalang tingkat tinggi, bagaimana caramu masuk!?" Edward membentak.

__ADS_1


"Sihir yang diciptakan dengan sempurna tidak akan menghalangi ataupun mempengaruhi orang yang menciptakannya, apakah penjelasan itu cukup bagimu? Hehe..." Orang itu berkata dengan senyuman licik terbentuk diwajahnya.


"A-apa!? jangan bilang kalau dirimu adalah!!..."


"Benar sekali Yang Mulia, pemimpin mengirim saya kemari dengan beberapa pesan, mohon untuk tidak sembarang mengucapkan identitas saya kepada para makhluk bodoh dihadapan saya ini." Orang itu menyeringai.


"Sialan, apa maksud dari perkataan mu itu?!" Teriak Raja Kerajaan Ingenias yang tidak terima dirinya disebut bodoh oleh orang yang ia anggap rendahan, karena berpakaian seperti pengemis.


Tidak hanya dirinya saja, Raja kerajaan lain juga menghina dan mencaci orang tersebut dengan semua kalimat kotor yang ada dipikiran mereka.


"Dasar pengemis rendahan! paling kau hanya rakyat jelata bodoh yang tidak tau sedang berada dalam situasi seperti apa saat ini!" Raja kerajaan Ingenias membentak.


"Berani menyusup keruangan tertutup seperti ini, sepertinya kau sedang mengantarkan nyawamu!" Ucap Raja Kerajaan Armentia sambil menunjuk orang tersebut.


"Aku tidak butuh sindiran murahan dan hinaan tanpa makna dari orang-orang bodoh seperti kalian!" Orang itu membalas dengan dingin.


"Hanya karena dirimu bangsawan kau berfikiran dapat bertindak sesukamu? Turunkan tanganmu yang menunjuk padaku atau kau bisa melupakan bahwa kau pernah memilikinya sebelumnya!" Orang itu membentak dengan aura membunuh yang sangat kuat keluar dari dalam tubuhnya.


Mendadak tangan Raja Kerajaan Armentia turun secara refleks, ia sendiri cukup terkejut karena tangannya turun tanpa ia lakukan dengan kehendaknya sendiri.


"Yang Mulia anda pasti merasakannya tidak, anda sudah merasakannya bukan? Aura yang sangat mengerikan itu. Gelombangnya bahkan mencapai radius jutaan kilometer dan mencapai ratusan planet yang jaraknya sangat jauh dari sini" Orang itu berucap dengan serius.


"Yang Mulia, dunia Kultivator itu sangat lah luas" Orang itu membentangkan tangannya.


"Meskipun tidak sejauh dunia sihir berada, dunia Kultivator juga tidak bisa dianggap remeh" Orang itu tersenyum smirk "Jaringan informasi kami juga sangat luas dan cepat jadi pertanyaan itu tidak dibutuhkan"


Edward yang mendengar hal itu menganggukkan kepalanya sambil memikirkan beberapa hal.


"Aura tadi hanya sebagian kecil dari kekuatannya, bahkan kita tidak bisa menganggap itu kekuatannya atau bukan, misalnya saja jika dia menggunakan tiga persen kekuatannya untuk mengeluarkan aura seperti tadi"


"Kita semua termasuk Delsgade bisa lenyap dalam satu tarikan nafas!" Ucap orang itu dengan seringaian jahatnya, hingga membuat suasana diruangan itu semakin mencekam.


"Kau.. kau datang kesini bukan hanya untuk mengatakan hal tersebut bukan?" Edward menatap curiga padanya.


"Hehe.. hati yang mulia memang selalu tertuju pada intinya, aku cukup menyukai cara berfikir anda" Orang itu tertawa kecil.


"Bagaimana jika kita menyerang Kekaisaran Iblis 7 hari dari sekarang Yang Mulia?" Ujar Orang tersebut tanpa memperdulikan reaksi para Raja disekitarnya, saat mendengar perkataannya yang terdengar seperti omong kosong ditelinga mereka.


"Lelucon mu sungguh tidak lucu, menyerang Kekaisaran iblis katamu? ketika ada orang dengan aura mengerikan seperti itu dipihak mereka?" Edward mengerutkan keningnya.


"Kesampingkan orang berkekuatan dahsyat itu, bahkan untuk membunuh Raja Iblis Elgard Thorias saja aku tidak akan memiliki kesempatan!" Edward berucap dengan keras.

__ADS_1


Dulu mendiang Ayahnya juga sering bercerita tentang betapa arogan, kuat, mengerikan, bengis, dan keras kepalanya Raja Iblis Elgard, jadi sudah tidak perlu ditanyakan lagi apakah dia sanggup atau tidak.


"Perkataan Yang Mulia memang benar, tapi saat ini kekuatan orang yang memiliki aura dahsyat itu masih belum sempurna, jika saja dia menyempurnakan kekuatannya maka kita bisa melupakan untuk melihat hari esok!" Orang itu berkata dengan tegas dengan sorot mata tajamnya membuat Edward sama sekali tidak dapat menjawab.


"Tidak perlu khawatir tentang kekuatan tempur Yang Mulia, sekte kami memiliki ribuan Kultivator jenius dan puluh ribu Kultivator tangguh yang siap bertempur kapan saja!" Ucap orang itu dengan penuh keyakinan.


"{Saya Bersumpah Akan Selalu Memusuhi para Iblis dan akan membunuh mereka dengan segenap kekuatanku}" Aura Hitam yang mendistorsi ruang disekitarnya keluar dari dalam tubuh orang itu dengan tekanan yang begitu kuat.


"A-apa kau yakin dengan usulanmu itu, kau juga bersumpah dengan energi gelap, apa kau bahkan sudah kehilangan akal?"


"Asal kau tau saja aku tidak akan bertanggung jawab dengan ajakanmu ini.. misal rencana mu gagal, maka kau dan seluruh orang terdekatmu akan kugunakan sebagai persembahan kepada para Iblis agar seluruh manusia di planet ini diampuni oleh mereka!" Ucap Edward dengan sedikit keraguan.


"Ya tentu saja yang mulia.. lagi pula saya sudah Bersumpah dan merencanakan ini sejak lama, kalau begitu 7 hari lagi saya akan kembali setelah mempersiapkan beberapa keperluan saya, sampai jumpa" Kemudian ia menghilang tanpa ada satupun jejak yang tertinggal.


***


"Huh.. aku senang ingatanya sudah kembali tapi, setidaknya peluk aku sekali saja! padahal aku sangat merindukan Ayah!" Teriaknya dalam hati.


*Srak..Srak..Srak


Hentakan kaki seorang prajurit yang sedang berlari terdengar di sepanjang lorong Elgard berjalan, melihat seorang prajurit yang berlari dengan tergesa-gesa kearah dirinya membuat Elgard mengerutkan keningnya.


"Yang Mulia!" Ucapnya setelah sampai dihadapan Elgard dan mulai berlutut sambil menundukkan kepalanya.


"Ada apa kenapa terburu-buru seperti itu?!" Elgard bertanya.


"Mohon maaf atas perilaku hamba barusan, tetapi ada sesuatu yang lebih penting dari pada itu yang akan saya laporkan pada anda!" Ujar Prajurit tersebut.


. . . . .


"Katakan!"


"Baik!.. baru saja mata-mata yang anda kirimkan untuk mengawasi Kekaisaran Belfuze beberapa hari lalu telah kembali dengan membawa kabar buruk!" Lapor Prajurit tersebut membuat Elgard sedikit penasaran.


"Dalam laporan tersebut mengatakan bahwa, Kaisar Kekaisaran Belfuze bersama kerajaan-kerajaan yang berada dibawah perintahnya yaitu, 16 Kerajaan Pilihan Dewa akan menyerang Kekaisaran Iblis 7 hari lagi!. Tetapi Alasan penyerangan masih belum diketahui!" Lanjut Prajurit itu.


"Kerajaan Pilihan Dewa Katamu?" Ucap Elgard sambil menatap Prajurit dihadapannya"


"Pfft, hahaha.... apanya yang 16 Kerajaan Pilihan Dewa, Manusia bergelar Bangsawan Idiot dan menjijikan seperti mereka berani menggunakan kata 'Kerajaan Pilihan Dewa' pada perkumpulan sampah mereka?


"Kalau Dewa Kehidupan mengetahui tentang ini, entah bagaimana reaksinya" Ujar Elgard sambil berjalan menuju ruang rapat yang tidak jauh dari posisinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2