RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Hal Berbahaya


__ADS_3

"Hei nona, saat ini aku berada dimana? secara tiba-tiba aku dibawa kemari tanpa penjelasan membuatku bermasalah." Tanya LayNova dengan acuh sambil melihat kesekitar yang selalu dipenuhi hiasan dan patung serta pintu dan dinding yang terlihat megah dan mahal, ia merasa kalau dirinya sedang berada disebuah Istana.


"Saat ini kita berada di Istana Kekaisaran Neraka." Jawab Yvier singkat yang membuat LayNova hampir menjatuhkan rahangnya, ia tidak menyangka kalau ia benar-benar berada didalam sebuah Istana, dan lagi itu adalah Istana Kekaisaran terbesar dan terkuat di Benua Iblis.


"Ke-ke-kenapa aku berada disi-disini? bu-bukankah seharusnya pria itu berkata kalau ia akan membawaku ke suatu tempat untuk berlatih?" Tanya LayNova yang mulai mengatur perkataannya karena ia sangat gugup sekarang.


"Pria? oh maksudmu Ayahku? sudah jelas ia akan membawamu kemari karena ini adalah Istana miliknya, yang berarti ini adalah rumahnya."


Sekali lagi jawaban Yvier membuat LayNova hampir terkena serangan jantung, bagaimana bisa pria berjubah aneh seperti itu memiliki Istana Kekaisaran Neraka sebagai rumahnya? pikir LayNova.


"Apakah Kaisar atau Raja Iblis yang berkuasa di sini tidak mempermasalahkan hal seperti itu?" Tanya LayNova, kali ini ia sudah mempersiapkan diri agar tidak terlalu terkejut.


"Apa yang kau bicarakan? Ratu Iblis Kekaisaran Neraka adalah putri Ayahku yang berarti ia adalah Saudariku dan Ayahku adalah Ayahnya, bagaimana mungkin kami melarang Ayah sendiri untuk tinggal di sini? selain itu Kekaisaran ini adalah pemberiannya untuk saudariku." Jawab Yvier dengan tenang.


Namun kali ini LayNova sudah tidak tahan dan memuntahkan darah, ia yang hanya seorang Gadis kecil terkutuk diselamatkan oleh seorang Raja Iblis? atau mungkin Kaisar Iblis? atau Leluhur Iblis? dan ia yang hanya seorang Gadis biasa terkutuk itu sudah berbicara tidak sopan kepadanya saat berada di hutan sebelumnya?


Antara ingin menangis atau memohon ampunan ia tidak tahu harus berbuat apa setelah bertemu dengan Zovarein nanti, ia bahkan berbicara dengan sangat tidak sopan kepada seorang Raja Iblis, bagaimana itu bisa di ampuni?


"Lagi pula siapa yang bisa berfikir kalau seorang yang terlihat tidak memiliki status tinggi sebenarnya adalah seroang Raja Iblis?" Keluh LayNova sambil mengutuk dirinya sendiri.


"Apa kau tidak apa-apa?" Yvier terlihat biasa saja saat melihat LayNova muntah darah, karena saat ia melihat kedalam tubuh LayNova, ia sama sekali tidak menemukan kerusakan apapun jadi ia tidak terlalu khawatir.


"Bu-bukan apa-apa, aku hanya merasa sudah melakukan kesalahan besar saja, aku tidak tahu harus berbuat apa untuk menebusnya." Ucap LayNova yang mulai merinding.


Sesaat kemudian LayNova tersadar, jika Ayahnya adalah Raja Iblis, dan saudarinya adalah Ratu Iblis, maka siapa identitas perempuan yang sedang bersamanya itu? pikir LayNova.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong aku belum mengetahui tentang dirimu?" LayNova berkata dengan sedikit merendahkan suaranya, tidak seperti tadi dengan nada tinggi yang terdengar sombong.


"Ah, maaf aku lupa memperkenalkan diri, Namaku adalah Zeania Thorias, atau sebagai nama samaran Yvier Zeis Ratu Iblis dari planet Xev Jedouriem di Galaksi Barettareina yang jaraknya cukup jauh dari U-C, aku berada disini karena Ayah membutuhkan bantuan ku." Ucap Yvier memperkenalkan dirinya.


Kali ini LayNova mematung. "Sebenarnya aku sedang berada dimana?! Kenapa Ratu Iblis dan Raja Iblis banyak bertebaran disini? dan masalah terbesarnya aku sudah bersikap tidak sopan kepada mereka! apa yang harus aku lakukan ya leluhur Iblis!" LayNova hampir kehilangan harapan hidupnya.


Disepanjang jalan LayNova tidak lagi ribut lagi seperti sebelumnya, ia hanya diam dengan mata kosong menatap kedepan, saat Yvier bertanya maka ia hanya mengangguk.


Hak tersebut membuat Yvier sedikit terganggu dan juga khawatir, mana ada orang yang memiliki mata seperti itu kecuali kalau mereka sudah mati atau kehilangan harapan hidup.


Karena sudah tidak tahan lagi, Yvier segera membawa LayNova menuju Zovarein yang sedang berada diruang Tahta bersama Rurina dan Elgard.


Saat melihat Zovarein, Yvier segera membisikkan sesuatu. "Ayah, aku rasa ada yang salah dengan Ibu, matanya terlihat seperti orang yang berputus asa, bagaimana ini?" Yvier cukup panik.


Namun saat melihat Zovarein yang tetap tenang, Yvier pun menarik nafasnya perlahan kemudian membuangnya secara perlahan juga untuk menghilangkan rasa khawatirnya.


"Yang Mulia, maafkan aku yang tidak menyadari posisi-" Belum sempat LayNova berlutut Zovarein langsung menahan tubuhnya dengan sihir agar tidak jadi berlutut kemudian Zovarein berjalan kearahnya secara perlahan.


Setelah sampai dihadapannya, Zovarein mengangkat kedua tangannya, LayNova yang berfikir kalau ia akan dipukul pun menutup matanya dengan panik, namun kejadian selanjutnya membuat ia terheran heran.


Zovarein memeluknya dengan hangat, tidak ada amarah dan penindasan yang dibayangkan LayNova, ia bahkan melihat ketiga orang yang berada dibelakang Zovarein, mereka semua terlihat menatapnya dengan senyuman hangat yang membuatnya tidak bisa berkata-kata.


"Kenapa?" LayNova yang sebelumnya berfikir akan dihukum sama sekali tidak membayangkan kalau ia akan dipeluk dengan hangat.


"Kenapa? kalau begitu aku akan menanyakan hal yang sama, kenapa aku harus menghukum mu?" Zovarein melepas pelukannya dan menatap lekat pada LayNova.

__ADS_1


"Karena aku sudah berbuat tidak sopan." LayNova mengakui kesalahannya seperti anak kecil yang tidak ingin dimarahi hingga membuat ketika anak Zovarein merasa gemas dan ingin memeluknya dengan erat, namun karena Zovarein tidak berkata apa-apa mereka hanya dapat diam dibelakang tanpa melakukan apapun.


"Berbuat tidak sopan? hei kalian bertiga, apa dia pernah berbuat tidak sopan kepada kita?" Zovarein bertanya sambil melirik ketiga anaknya.


"Tentu saja tidak, aku bahkan rela dipukul habis-habisan jika itu keinginannya!" Elgard menjawab pertama.


"Tentu saja tidak, bahkan jika ia berteriak sekeras mungkin aku tidak akan marah." Jawab Yvier yang kedua


"Tentu saja tidak, bahkan jika ia membuat masalah di Istana ini aku tidak akan mempermasalahkannya." Jawab Rurina yang ketiga.


"Kau dengar itu? bahkan jika kau berbuat semau mu kami tidak akan marah." Ucap Zovarein sambil tersenyum.


"Kenapa kalian harus ..." Perkataan LayNova dipotong Zovarein yang mengarahkan jari telunjuknya ke mulut LayNova.


"Meskipun tidak seberapa dan cukup berbahaya aku akan membuatmu mengingat sesuatu dari masa lalu mu." Ucap Zovarein kemudian mengarahkan jari telunjuknya pada dahi LayNova.


Secara perlahan energi ungu mengalir dari jari Zovarein menuju kepala LayNova, itu hanya proses yang singkat tanpa ada masalah yang berarti, namun Zovarein menjadi sangat kelelahan karena itu.


Secara tiba-tiba disaat Zovarein sedang memulihkan kekuatannya, LayNova yang berada dihadapannya langsung memeluknya seerat mungkin, seakan tidak ingin melepaskan pelukan itu untuk selamanya.


Zovarein yang dipeluk secara tiba-tiba pun tidak merasa aneh dan tidak memberontak, ia hanya tersenyum kecil sambil berusaha menyeimbangkan tubuhnya yang goyah, ia merasa kakinya sangat lemah untuk berdiri hingga akhirnya duduk dilantai.


"Apa kau mengingat sesuatu?" Zovarein bertanya dengan lirih, kekuatannya yang belum pulih sepenuhnya membuatnya harus kehilangan 70% energi sihirnya yang membuatnya hampir kehilangan kesadaran.


"Kenapa kau melakukan hal berbahaya seperti itu bodoh!"

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2