
"Hahaha..., lihat dia bahkan tidak bergeming! kurasa tamparan itu masih belum cukup untuk menyadarkannya!" (Fezra Celias)
"Tidak perlu diulangi-pun aku sudah sadar kok, aku menyadari bahwa sifatmu itu lebih rendah dari kotor*n!..."
"Pfftt.. Taruh bir ditangannya dan suruh darah campuran itu untuk melumuri pakaiannya yang sangat buruk itu dengan bir Hahaha!" (Une Kalveiz)
"Padahal pakaian ini kujahit sendiri, apanya yang buruk, sini ku cabik-cabik pakain norakmu itu!..."
"Benar! Benar! dapat mandi dengan bir bangsawan bukankah dirinya akan merasa sangat terhormat? sekalian rusak wajahnya yang menjijikan itu Hahahah!!!" (Jein Shiexa)
"Merasa terhormat? justru aku merasa jijik sialan..."
Berbagai Cacian, ejekan dan hinaan keluar dari mulut para tamu undangan, setiap dari mereka adalah bangsawan jadi tidak ada yang mempermasalahkan kelakuan mereka.
Bahkan sebagai tuan rumah, Keluarga Gaios sendiri juga ikut melontarkan hinaan mereka.
Queliane juga mencaci dan menghina mereka semua namun hanya di dalam hatinya, tentu dirinya tidak ingin direndahkan lebih dari ini.
"Ah.. Jangan diambil hati ya sahabat, mungkin sekitar lima juta tahun lagi kamu dapat melakukan hal yang sama, itupun kalau kau masih hidup, pfftt Hahaha!!" Xenia tertawa dengan keras.
"Hanya karena menyelamatkanku kau berfikir kita dapat berteman?, bukankah kau sudah terlalu Naif? Sadari Posisimu dasar darah campuran!" Lanjutnya.
Xiene-pun mulai berjalan ketengah-tengah panggung dan mengambil posisi berdiri yang nampak anggun.
"Hadirin sekalian, silahkan jika ada yang ingin maju dan melumuri pakaiannya dengan bir! yang pertama melakukannya akan men..."
*Tap...Tap...Tap...
Belum selesai Xiene mengucapkan kalimatnya, seorang pemuda yang terlihat seperti berumur 21 Tahun berjalan diatas panggung dan menarik perhatian semua orang.
"Hei siapa itu?!" Tanya Sairen Gaios, kakak pertama dari Xenia dari tempat duduknya.
"Entahlah, pakaiannya lumayan bagus wajahnya juga terlihat berkarisma, apa dia seorang bangsawan?" Ucap Fezra yang mulai berhenti tertawa, dan memperhatikan pemuda itu.
*Tap...
Pemuda itu berhenti tepat disebelah Queliane, dirinya menatap iba pada kondisi ibunya yang sangat buruk itu.
"Padahal sudah kubilang untuk pulang, kenapa masih saja berada disini?" Tanya pemuda itu yang tidak lain adalah Zovarein.
"..."
Queliane tidak membalas ucapan putranya itu, dirinya hanya menoleh kearah Zovarein dan menunjukkan senyuman hangatnya.
"Huh.. Ibuku yang satu ini sangat aneh,
*Whumm!!
__ADS_1
Zovarein menyembuhkan bekas tamparan yang ada pada wajah ibunya, wajah Queliane yang tadinya sedikit pucat kini mulai membaik, ia sedikit terkejut karena Zovarein dapat menggunakan sihir tanpa merapal sama sekali.
"Selain itu, dari mana ia mempelajarinya ? " Pertanyaan itu sempat berputar dikepalanya sebelum akhirnya dilupakan olehnya karena sekali lagi, ia mengingat bahwa putranya itu memang luar biasa sejak ia lahir.
"Hei.. kenapa dia menyembuhkan wanita itu?" Tanya seorang tamu yang tadinya berniat maju sebagai orang pertama untuk melumuri bir pada Queliane.
"Entahlah.. apa dia kenalannya?" Tanya orang disebelahnya.
"Mungkin saja dia keluarganya, lihat pakaiannya itu sedikit lebih jelek dari pakaian bangsawan" Une menimpal.
Mereka yang berada dikursi undangan mulai gusar, berbagai pertanyaan dan kesimpulan mulai mereka ributkan bersama teman semeja mereka.
"Anak muda, siapa dirimu hingga berani melakukan hal itu dikediaman Gaios?! Aku tidak mengingat ada Iblis berdarah murni sepertimu di Kerajaan ini" Tanya Sairen sambil mendekat secara perlahan.
Namun Zovarein sama sekali tidak menghiraukan nya, dirinya masih saja sibuk berbicara dengan Queliane.
Sedangkan Xiene sendiri masih tetap berdiri ditempatnya, ia sangat bingung karena dirinya sama sekali tidak dapat bergerak ataupun berbicara.
"Anak muda, jangan mengabaikan ku dan katakan alasanmu melakukan hal itu!" Bentak Sairen yang sudah kehilangan kesabaran.
!!!
*DTUMM!!!!
Suara dentuman yang sangat nyaring terdengar seiring dengan suasana mencekam yang mulai menyelimuti kediaman Gaios, seluruh tamu undangan jatuh tersungkur dengan beberapa teguk darah yang keluar dari mulut mereka.
"Siapa kau hingga berani memerintah diriku?!"
...----------------...
...----------------...
"Hanya Tuan Muda dari keluarga penjilat, berani sekali kau mengajakku berbicara tanpa berlutut sedikitpun!"
*BAMM!!!
Aura kegelapan yang sangat kuat dan kental keluar dari tubuh Zovarein, tidak ada yang dapat berbicara, tidak ada yang ingin melawan dan tidak ada yang sanggup untuk berdiri.
Jiwa yang lemah dan serakah akan berlutut, Jiwa yang lemah dan tidak setia akan bersujud, dan Jiwa yang lemah dan angkuh akan mati seketika.
Lantai kediaman Gaios mulai dibanjiri oleh darah, sekitar 21 tamu undangan telah mati ditempat dan sisanya tidak berdaya.
Sairen bersujud ditempatnya berdiri barusan dengan darah bercucuran keluar dari telinga, hidung, mata dan mulutnya.
Wajah kesalnya tadi berubah menjadi sangat pucat dan membiru.
Xiene sendiri telah berada dijurang kematian, cukup memukul dadanya dengan pelan maka nyawanya akan melayang seketika.
__ADS_1
"Pose tubuh kalian sekarang cukup bagus untuk mendengar kata-kataku" Ucap Zovarein menatap sinis pada seluruh orang disana.
""
*Sriingg!!
*Ctas!!
Ratusan rantai kecil terbentuk di-IntiMuasal mereka masing-masing.
"Itu adalah Rantai Muasal! sifatnya sedikit mirip dengan segel BUDAK! yang kalian gunakan namun ancamannya lebih berbahaya"
"Jika kalian berfikir untuk menolak perintahku..."
Belum selesai dirinya berbicara, Kepala Keluarga Gaios yang sedang berlutut langsung melontarkan kata-kata nya.
"Siapa yang mau melakukan perintahmu Bocah!!" Teriaknya.
*BLASHH!!
Dirinya langsung berubah menjadi kabut darah, Tidak ada IntiMuasal yang keluar dari tubuhnya yang berarti, Barteis Gaios, Kepala Keluarga Gaios telah musnah secara sempurna, tidak ada yang namanya kehidupan kedua baginya.
"Itulah yang akan terjadi jika kalian menolak perintahku!" Ucap Zovarein dengan tegas, setiap perkataannya mengandung Aura Penekanan hingga tidak ada yang berani menjawab.
"Sekarang kalian semua adalah peliharaanku, Darah Murni? Bangsawan? lupakan semua itu! bahkan aku sang Leluhur Pendiri tidak mempermasalahkan hal seperti itu, mengapa kalian malah menjadikannya sebagai penentu derajat seseorang?"
"2000 Tahun lalu Kakek dan Nenek kalian adalah Rakyatku yang begitu Jujur dan Setia, Sandiwara? Tipu Muslihat? Jangan berfikir untuk melakukan hal seperti itu ketika kalian berada dibawah perintahku!"
"Aku, Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias! jika kalian berniat untuk membeberkan hal ini, Rantai Muasal itu akan segera mengubah kalian menjadi debu!"
Zovarein berbicara dengan lantang dan tegas, tidak ada keraguan dan kebohongan pada setiap perkataannya.
Untungnya sebelum ia berbicara, Queliane telah pingsan dan tidak melihat dan mendengar apa yang dikatakan putranya itu.
...•°•...
...°•°...
"Ibu bangun! kita sudah berada dirumah..."
Zovarein berusaha untuk membangunkan Ibunya itu, butuh sekitar tujuh menit baginya agar dapat membangunkan Queliane.
"Huaaahhmmpp.... ?? Apa yang kamu lakukan dikamar Ibu?" Tanya Queliane yang masih setengah sadar.
"Ini ruang tamu, bukan kamar Ibu!" Jawab Zovarein sambil menyeruput secangkir teh ditangannya.
"Ah?.. benar juga acaranya,.."
__ADS_1
Queliane menoleh kearah Zovarein selama beberapa saat sebelum tersenyum, lalu ikut meminum secangkir teh dihadapannya.
"Terima Kasih..."