RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Awal dari Masalah


__ADS_3

"Mungkin sudah saatnya aku mengeluarkannya, kalau aku menundanya lebih lama bisa-bisa bangsa Iblis akan kalah perang dengan ketiga ras."


Zovarein yang sedang melayang diatas langit bergumam, ia memandang Grei Gaias Igeria dengan tatapan rumit serta keenganan, bagaimanapun tembok hitam tersebut sudah melindungi bangsa Iblis selama ribuan tahun tanpa ada dirinya.


Tembok itu ada atas bayaran nyawanya sendiri, tembok yang menyelamatkan bangsa Iblis dari kehancuran, dan tembok yang akan segera menjadi sumber permasalahan.


"Semoga saja ketiga ras sama sekali tidak berkembang." Zovarein berharap dalam hatinya.


「Delzogade」


~JDARR!!~


Setelah Zovarein meneriakkan nama kastil kepemilikannya, petir langsung menyambar dilangit U-C dengan sangat keras, meskipun dipisahkan oleh Grei Gaias Igeria, Kehadiran Agung seperti Delzogade bukanlah sesuatu yang dapat ditahan maupun ditolak olehnya.


Dari tanah terdalam pada wilayah Iblis, sejumlah bebatuan Azantian yang tak terhitung jumlahnya muncul dan menyusun sebuah tembok yang sangat panjang serta kokoh, tanpa memperdulikan tanah yang menutupi, bebatuan itu terus muncul dan bertumpukan satu sama lain hingga menembus tanah bahkan sampai melewati awan sejauh 100 Megameter dan mengelilingi wilayah iblis sepenuhnya.


Membentuk sebuah kastil yang sangat megah dan kelam, ukuran yang sudah melewati batas dan sangat kokoh, serta menghasilkan aura kegelapan yang dahsyat setiap detiknya.


~Whushh~


Getaran yang sangat kuat menggoncang U-C dan menebar keributan dimana-mana, tidak ada yang tahu penyebabnya karena pandangan seluruh makhluk telah dihalangi oleh tembok hitam Grei Gaias Igeria.


"Kita bertemu lagi setelah sekian lama, bagaimana keadaanmu?" Zovarein tersenyum pada Kastil raksasa yang berdiri dengan kokoh dihadapannya.


Ia kembali melihat ke arah Grei Gaias Igeria dengan serius, kedua tangannya ia angkat ke atas kemudian secara perlahan Grei Gaias Igeria atau Tembok hitam itu mulai terhisap masuk kedalam telapak tangannya dengan sangat cepat.


Prosesnya sampai menggetarkan U-C untuk kesekian kalinya, seperti asap yang dihisap menggunakan vakum, begitu pula penampakan Grei Gaias Igeria yang sedang ditarik oleh Zovarein dengan susah payah.


Meskipun tidak menguras energi sihirnya, yang ia lakukan saat ini sangatlah menguras stamina, kringat mulai bercucuran dari dahinya dan nafasnya mulai memburu.


Triliunan makhluk dari segala penjuru U-C sedang menyaksikan kejadian ini dengan perasaan terkejut, heran, dan ketakutan.


Hanya beberapa orang dengan umur yang panjang yang menatap kejadian ini dengan penuh kewaspadaan dan kekhawatiran.

__ADS_1


...—————...


"Akhirnya tembok itu ditarik yah... bagaimana menurutmu?" Dewa Kehidupan bertanya kepada Dewa Keseimbangan yang sedang memperhatikan kejadian itu dengan serius.


"Aku ketakutan mungkin? Hanya dia yang bisa melakukan ini bukan? Aku harap tidak ada makhluk bodoh yang mencari masalah dengannya." Dewa keseimbangan berkata sambil menghela nafas.


Dewa Kehidupan yang mendengar itupun mengangguk. "Hanya dengan melihat kastil itu saja aku rasa tidak akan ada yang berani menginjak wilayah Iblis." Dewa Kehidupan tertawa kecil.


"Bodoh, apa kau melupakan manusia? Bahkan jika terjadi kehancuran di wilayah iblis mereka masih akan datang kesana, apalagi ketika melihat kastil yang begitu besar dan Megah itu." Dewa keseimbangan menggelengkan kepala.


"Hahaha... Makhluk egois yang dipenuhi rasa ingin tahu, aku selalu penasaran kenapa sang pencipta begitu mengasihi mereka yang sangat aneh itu, namun sampai sekarang aku tidak mengetahui jawabannya."


"Pelayan sepertimu tidak mungkin diberitahu rahasia seperti itu dasar idi0t." Dewa keseimbangan tertawa.


"Kau juga pelayan dasar bodoh." Dewa Kehidupan menghela nafas.


Kedua dewa itupun tertawa bersama, mereka sama sekali tidak memusingkan Grei Gaias Igeria yang perlahan menghilang karena mereka tahu betul, tidak akan ada masalah yang menimpa jika mereka tidak mengganggu wilayah Iblis.


"Kedua orang aneh, apa ayah dan paman sebegitu takutnya dengan Iblis lemah itu? hanya melenyapkan tembok penghalang saja siapapun bisa melakukannya, Hmph!"


Lyon yang mengintip dari jendela ruangan mendengus kesal.


"Lihat saja, akan ku buktikan kalau Raja Iblis hanyalah makhluk lemah yang sama sekali tidak sebanding dengan dewa!" Ia bergumam kemudian pergi dari sana dengan penuh kekesalan.


Setelah Lyon pergi dari sana, Dewa kehidupan dan Dewa keseimbangan berhenti tertawa, mereka memasang wajah serius dengan tatapan lesu yang menandakan ketidakberdayaan.


"Bagaimana caranya agar dia mengerti...." Dewa Kehidupan menundukkan kepalanya dengan sedih.


"Biarkan saja, kalau ia mati kau tinggal meminta Raja Iblis Tirani untuk menghidupkannya kembali." Dewa keseimbangan menepuk pundak Dewa kehidupan.


"Kau kira dia akan sebaik itu? Bahkan jika aku menyerahkan nyawaku, hanya ada 1 dari 1.000.000.000 kemungkinan kalau ia akan mengabulkannya." Dewa Kehidupan tersenyum masam.


"Tenang saja, Lyon itu anak yang pintar dia tidak akan sebodoh itu untuk mati konyol dalam sekali tatapan oleh Raja Iblis Tirani."

__ADS_1


...————...


"Yang Mulia Raja, tembok yang menghalangi hutan kita telah menghilang secara perlahan." Seorang pria dengan tubuh transparan dan melayang, membungkuk kepada seorang pria paruh baya dengan aura hijau yang menyelimuti tubuhnya setiap detik yang sedang duduk di singgasananya.


"Oh.. akhirnya penghalang aneh dan menjijikkan itu menghilang." Pria paruh baya itu menyeringai.


Ia berdiri dari singgasananya kemudian melayang dan melesat dengan cepat keluar dari istana pohon untuk melihat keluar.


Saat melihat tembok hitam yang secara perlahan mulai menghilang, pria paruh baya itu tertawa terbahak-bahak layaknya seorang penjahat yang baru saja melihat peluang bagus dihadapannya.


"Arshcien, persiapkan pasukan untuk melakukan penyerangan dalam dua Minggu, kita akan menjelajahi tanah yang seharusnya menjadi milik kita sejak dulu!" Ia berteriak kegirangan.


"Ratu Roh Agung, apa kau melihatnya? ditanganku Ferevieln akan mencapai kejayaannya! Hahahaha!!" Pria itu tertawa lebih keras. "Ups, bagaimana kau bisa melihatnya jika dirimu masih tersegel? Yahahaha!!!" Mata pria itu berubah dari hijau segar menjadi Semerah darah.


Pria itu membuat beberapa segel tangan kemudian berkata.


""


~Krrtttt~


~Srakk~


Gelombang hijau yang dipenuhi energi kehidupan mulai menyelimuti area disekitarnya, satu persatu pohon yang sebelumnya hanya setinggi 15 meter, mulai membesar menjadi 40 meter dan terus bertambah, kesuburan meningkat dan daun pohon yang lebat mulai menyembunyikan keberadaan para Roh yang sedang bersembunyi di hutan yang lebat.


"Menurut catatan leluhur, seharusnya pohon sebesar ini sudah cukup untuk menyembunyikan keberadaan kami dari dunia luar." Pria itu mengangguk puas. "Selanjutnya aku hanya perlu menyerang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan tentang pertahanan."


"Yang Mulia, pasukan yang anda minta sudah dipersiapkan, apakah anda benar-benar ingin melatih mereka selama dua Minggu atau langsung menyerang saat ini juga?" Pria transparan sebelumnya kembali setelah melakukan tugasnya.


"Apa aku perlu mengulang perintahku?" Pria paruh baya itu menatap pria transparan tersebut dengan tajam.


"Tidak perlu yang mulia, mohon maaf karena sudah mengganggu waktu anda, kalau begitu saya pamit."


...—To Be Continued —...

__ADS_1


__ADS_2