RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Dewa Iblis Yama


__ADS_3

...<—–Planet Catastrophic Disaster—–>...


Catastrophic Disaster atau lebih dikenal sebagai Planet Bencana yang mencerminkan 60% Neraka itu sendiri, perbedaan terkecilnya adalah di Planet itu tidak ada kehidupan sama sekali- Alasannya adalah lingkungannya yang buruk, tidak ada Tumbuhan dan Air, sejauh mata memandang hanya terdapat Lautan Lahar dan Daratan magma. Bentukannya 70% mirip dengan matahari, perbedaan terbesarnya adalah Planet itu tidak menghasilkan panas yang kuat seperti matahari.


Saat ini salah satu dari keturunan Ras Iblis Kuno tengah mencoba memperbaiki Rotasi | Revolusi, Inti Planet serta Lingkungan sekitar di Planet Bencana tersebut bersama para bawahannya yang setia.


Mereka menyebutnya sebagai 'Proyek Pemulihan Planet' Dengan tujuan agar Planet Catastrophic Disaster dapat mereka jadikan sebagai Planet Layak huni bagi bangsa mereka.


Demi keberhasilan proyek tanpa ada gangguan dari pihak lain, mereka bersama-sama membangun Formasi Sihir Ilusi yang dapat menyelimuti Planet tersebut secara menyeluruh, hal tersebut menguras seluruh Energi sihir mereka sehingga pelaksanaan Proyek ditunda sampai seluruh anggota penyihir memulihkan Energi sihir mereka.


Namun bagi para Kultivator, Pendekar, Spirit Master dan Assasin yang tidak terlalu membutuhkan energi sihir menjalankan sebuah tugas dari tuan mereka untuk menyelidiki Permukaan dan Bagian dalam Planet tersebut.


Sementara itu di perkemahan melayang yang mereka dirikan tepat sejauh 2 Kilometer diatas langit Planet Bencana, Tuan mereka yaitu salah satu Keturunan Iblis Kuno baru saja selesai mengirimkan sebuah Pesan Sihir pada orang terdekatnya.


"Dia berkunjung ke istana Kakaknya yah.. sepertinya aku harus segera menyelesaikan Proyek ini dan kembali berkumpul dengan mereka" Dengan senyum bahagia terpancar diwajahnya ia bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari kemahnya.


Sungguh Planet Bencana kata-kata itulah yang terlintas dalam pikirannya saat melihat Planet Catastrophic Disaster, Sesuai panggilannya tidak ada hal menarik yang terjadi selain Fenomena, Bencana, dan kehancuran di permukaan maupun bagian dalam Planet tersebut.


Energi Sihir dan Spiritual begitu melimpah sehingga setiap bencana yang dapat menghancurkan sebuah gunung terjadi maka gunung tersebut akan kembali beregenerasi dengan Energi alam sebagai bahan bakarnya.


"Hmm?.. Misa!"


"Ya, Saya disini Tuan" Ujar seorang Assasin menjawab panggilan Tuannya.


"Ada beberapa Ras Setengah Dewa yang sedang menuju Planet ini, jika mereka sudah sampai dalam Jarak 30 Kilometer, langsung gunakan Artefak ini dan lemparkan kearah pemimpin mereka" Ucapnya dengan sebuah Artefak didalam genggamannya dan menyerahkannya pada bawahannya.


"Sesuai Perintah Andai!" Ucapnya setelah menerima Artefak tersebut dan segera menyatu dengan kegelapan.


Sementara ia sedang berkeliling di sekitar Planet itu, sudah puluhan kali ia menerima laporan dari bawahannya tentang penyelidikan mereka.

__ADS_1


Semakin mendekat menuju Inti planet semakin kacau pula Aliran Mana dan Spiritual disana, Monster yang belum dikonfirmasi keberadaannya terkadang bisa muncul dimana saja secara tiba-tiba, terdapat beberapa puing-puing bangunan didalam tanah seakan siklus kehidupan pernah terjadi diplanet ini dan terdapat Jejak Sihir disekitar permukaan planet tersebut.


Mendengar semua laporan dari bawahannya ia hanya bisa berkesimpulan bahwa Catastrophic Disaster menjadi Planet Bencana bukan secara alami- melainkan dengan di sengaja, jejak sihir yang ditemukan oleh bawahannya dapat menjelaskan bahwa Planet itu dihancurkan oleh sihir Api Berdaya Ledak super.


["Tuan.. Sepertinya pemimpin para Ras Setengah Dewa tersebut bukan sosok yang dapat kita hadapi, kita harus segera kabur!"] Ujar Misa lewat telepati dengan rasa panik menyelimuti dirinya.


["Apa Maksudmu? aku tidak merasakan kehadiran lain disekitar para setengah Dewa Terse..."]


Kalimatnya terputus saat melihat sosok yang melayang diantara para setengah dewa tersebut, keringat dingin mulai membasahi punggungnya dan rasa takut mulai menyelimuti pikirannya.


"Lari!" Hanya satu kata itu yang tertulis dalam benaknya saat melihat sosok tersebut.


"Dewa Iblis Yama- bukankah seharusnya dia sudah Lenyap!.." Ujarnya dalam hati, 'Sihir Muasal pengunci jiwa Jio Argareth' Ucapnya menanamkan sihir tersebut pada Bawahan termasuk dirinya.


"Setidaknya tidak akan ada yang binasa jika terbunuh" Ucapnya dengan berat hati, karena bagaimanapun Mustahil bisa menang melawan sosok seperti Yama.


Bila ia ingat kembali Suaminya telah berkorban Ratusan tahun lalu hanya untuk memusnahkan Dewa Yama yang sudah mengacaukan Alam Surga dan Alam Semesta, Ia meneteskan air matanya saat mengingat kembali sosok yang sangat ia cintai pergi meninggalkan dirinya demi mengalahkan Sosok dihadapannya.


!!.. Seketika tubuhnya merinding saat Yama menatap dirinya, Sedangkan Yama sendiri merasa seperti pernah melihat Wanita yang sedang terduduk lemas di bawahnya.


Beberapa saat kemudian Niat membunuh yang sangat pekat muncul dari tubuh Yama dan fokus mengarah pada Iblis Wanita dibawahnya.


"Hahaha.. begitu rupanya ternyata itu kau!, pasangan lemah dari Pria yang telah membunuhku dengan sangat kejam! sepertinya takdir memintaku untuk membunuhmu!" Ujarnya dengan Senyum Puas terpancar diwajahnya.


"Karena dia sudah mati, maka kepalamu akan kuhadiahkan kepada keturunanmu, bagaimana reaksi mereka saat menatap jasadmu nanti aku sangat ingin melihatnya, tapi aku tidak punya waktu untuk melakukannya." Lanjutnya sambil menatap tajam Kearah Iblis wanita tersebut.


"Mati!!" Teriaknya dan langsung menerjang kearah Iblis wanita tersebut.


Namun tak ada yang menyadari sebuah pedang yang diselimuti Energi Cahaya Suci dan Kegelapan abadi melesat dengan kecepatan tinggi menuju Yama dan menabrak tubuhnya hingga terlempar sejauh Ratusan kilometer sebelum menyentuh Iblis Wanita tersebut.

__ADS_1


"Jangan berharap untuk melihat hari esok jika kau berani menyentuhnya dengan Tangan Busukmu"


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"A-ayah.. baru saja Kekaisaran Belfuze mengirimkan Sebuah pesan" Ujar Elgard saat melihat ayahnya memasuki ruangan kerjanya.


"Benarkah? apa isi pesan tersebut?"


"Mereka meminta perdamaian, padahal mereka yang secara terang-terangan berniat menyerang Istanaku!" Balasnya dengan Raut wajah kesalnya.


Zovarein hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat reaksi Putranya yang tergolong langka, karena biasanya seorang Kaisar yang menerima pesan seperti itu akan langsung Meluluhlantakan Kekaisaran yang sudah memancing emosinya.


"Lalu pesan selanjutnya apa?"


"Um.. 16 Kerajaan pilihan Dewa telah berganti nama menjadi 16 Kerajaan Sekutu, Nama yang Aneh.. aku tidak tau apa yang mereka pikirkan sampai mengganti nama perkumpulan mereka"


Perkataan itu berhasil membuat Zovarein tersedak roti yang sedang ia telan, dengan cepat ia segera meminum secangkir teh yang ada dihadapannya.


"Ada apa ayah?" Tanya Elgard dengan wajah penasarannya.


"Ti-tidak bukan apa-apa, lanjutkan"


"Hm.. baiklah, Edward Belfuze digantikan oleh Kakeknya Urion Belfuze untuk sementara waktu sampai keadaan Kekaisaran mereka jadi lebih tenang.. Itu saja yang tertulis disini" Ia menutup secarik kertas tersebut dan membakarnya sampai hangus.


"Tidak ada yang menarik.. huh, aku jadi merindukan masa mudaku saat berperang dengan Manusia.. setiap saat pasti akan ada hal menarik yang mereka lakukan di wilayah mereka"

__ADS_1


Elgard membulatkan matanya saat mendengar kalimat tersebut keluar dari mulut Ayahnya, bagaimana tidak.. masa muda ayahnya adalah saat umurnya sekitar 2000 tahun, dan sekarang umurnya sudah mencapai 42.780. Tahun.. dapat mengingat kenangan masa muda diumur yang setua itu cukup membuat Elgard menelan ludahnya dengan kasar.


__ADS_2