RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Di Hutan Kematian


__ADS_3

Mendadak suasana ditempat itu berubah dari yang tadinya begitu tenang menjadi sangat tegang, burung-burung disekitar mulai terbang menjauh dari tempat itu sambil berkicau dengan panik.


Dari satu pohon ke pohon yang lain nampak samar-samar sejumlah bayangan yang bergerak sangat cepat, mereka terus bergerak ketempat Zovarein dan Shin berada tanpa ada suara yang terdengar sedikitpun.


Para bayangan itu mulai berpencar dan membentuk formasi mengelilingi Zovarein dan Shin dari atas dan bawah pohon disekitar.


Kemudian tanpa ada peringatan, mereka menembakkan sebuah jarum kecil yang melesat sangat cepat tepat ke arah leher Zovarein dan Shin.


Saat jarum tersebut akan mengenai mereka, kedua Tuan dan Pelayan itu sudah lebih dulu menghilang dari tempatnya hingga membuat jarum tersebut tidak mengenai apapun.


!?


"Agresif sekali yah.." Terdengar sebuah suara dari atas langit.


Para bayangan itu mendongak ke atas dan menemukan bahwa Zovarein dan Shin sedang melayang diatas langit. Kemudian sekali lagi tanpa peringatan mereka menembakkan sebuah jarum kecil ke arah mereka berdua, dan sekali lagi Tuan dan Pelayan itu menghilang dari atas langit hingga membuat jarum itu tidak mengenai apapun.


"Bagaimana kalau kita berbicara dengan tenang terlebih dahulu?" Zovarein muncul ditempat sebelumnya sambil menatap kesekitar dengan teliti.


Namun tidak ada satupun dari para bayangan itu yang menjawabnya, mereka hanya saling menatap seperti sedang mendiskusikan sesuatu lewat pikiran.


Beberapa saat kemudian, para bayangan itu menatap tajam pada mereka berdua.


Para bayangan itu mengangkat kedua tangan mereka kedepan sejajar dengan bahu, lalu mengucap sebuah mantra dengan bahasa yang sama sekali tidak dikenali oleh Shin, namun berbeda dengan Zovarein yang sangat mengetahuinya.


「Zoyipa zopotoka zanzeru zoyipa zankhanza zonyansa」


Mata para bayangan itu mulai memancarkan cahaya putih keemasan yang cukup terang, selama beberapa menit mereka tetap menatap Zovarein dan Shin dengan seksama seakan sedang memeriksa mereka berdua dengan cermat.


"Paduka, apa anda tau apa yang sedang mereka lakukan?" Shin bertanya.


"Menyelidiki niat serta kekuatanmu." Jawab Zovarein spontan.


"Menyelidiki niat?"

__ADS_1


"Benar, jika sihir bisa membaca pikiran seseorang, maka kekuatan khusus yang dimiliki Elf dapat membaca niat seseorang, namun ada yang aneh.."


Zovarein menyipitkan matanya saat melihat lebih jauh kedalam energi keemasan yang sedang menembus kulitnya.


"Aneh?" Shin ikut menatap energi tersebut.


"Ya, ini sangat lemah, sangat berbeda dengan ribuan tahun yang lalu. Kalau seperti ini jangankan membaca niat, membaca tingkat kekuatan kita saja mereka mungkin akan kesulitan." Zovarein menggelengkan kepalanya.


Ia cukup kecewa dengan hal tersebut, bagaimanapun dia sudah menaruh harapan besar kepada ras lain selain Iblis kalau mereka akan tetap berkembang dan tidak menurun seperti Iblis, namun ternyata hal yang sama juga terjadi pada Dark Elf.


"Julukan Hutan Kematian sepertinya sudah bisa aku tarik dari Hutan biasa ini, entah apa yang dilakukan si bodoh itu pada sukunya sendiri, huh..."


"Anda benar."


"Shin. Lakukan dengan cepat dan jangan berlebihan!"


"Baik!"


Beberapa detik berlalu dan Shin kembali dari kegelapan dan segera berlutut di bawah kaki Zovarein.


"Tugas selesai." Ucapnya penuh hormat.


"Kerja bagus, kau juga menyisakan satu seperti yang aku inginkan." Ucap Zovarein membuat satu Bayangan yang tersisa tercengang.


Bayangan itu melirik kesekitar dan menemukan bahwa semua rekan nya telah tumbang. Karena sangkin paniknya, bayangan itu sampai kehilangan fokus dan langsung menunjukkan sosok aslinya yaitu seorang Dark Elf muda dengan wajah pucat karena ketakutan.


"Ba-bayanganku!" Ia berseru panik kemudian kembali membaca sebuah mantra yang membuat tubuhnya kembali diselimuti bayangan hitam namun tidak sepenuhnya tertutupi, jika diperhatikan maka akan ada beberapa bagian yang berlubang pada bayangan itu.


"Kau pemimpinnya bukan? aku ingin menemui kepala suku kalian, antar aku ke Hutan Suci!" Zovarein berkata dengan dingin, sorot matanya yang tajam seakan berkata bahwa ia tidak ingin mendengar penolakan.


"Ke-kenapa aku harus menuruti keinginanmu? jika kau berniat buruk pada Kepala Suku maka lupakan saja! aku tidak akan pernah mengantar mu kesana." Ia memberanikan diri untuk membentak.


"Tenang saja semua bawahanmu itu masih hidup dan tidak terluka, aku sama sekali tidak berniat buruk pada sahabat lama, jadi antarkan aku kesana."

__ADS_1


"Jangan sok akrab dengan Pemimpin!" Dark Elf muda itu kembali menolak.


"Baiklah, kalau cara baik-baik tidak bisa maka aku akan melakukannya dengan caraku sendiri." Zovarein pun berjalan kearah timur dan diikuti oleh Shin dari belakang.


"Tunggu! Mau pergi kemana kau?" Dark Elf itu merasa curiga.


"Bukan urusanmu, sampai jumpa!" Zovarein melambaikan tangannya kemudian tidak terlihat lagi oleh Dark Elf itu karena sudah sangat jauh.


"Dasar penyusup sialan, apa yang ingin mereka lakukan ditengah hutan Kematian seperti ini?" Dark Elf itu menggerutu sambil memperhatikan bawahannya satu persatu dengan seksama.


"Benar-benar tidak ada yang mati.."


Dark Elf muda itu segera mengumpulkan para bawahannya pada satu tempat kemudian memeriksa kondisi mereka satu persatu dengan cermat, ia sama sekali tidak ingin melewatkan satu kerusakan kecil ditubuh para bawahannya.


"Tapi kenapa mereka pergi ke timur?"


...----------------...


"Kemana kita pergi paduka?" Shin bertanya setelah jarak mereka sudah cukup jauh dari tempat sebelumnya.


"Awalnya aku ingin pergi ke Hutan Suci yang berada dihadapan kita tapi, pertama-tama kita harus mengambil benda itu." Zovarein menunjuk pada sebuah Kristal berwarna Ungu menyala seukuran telapak tangan Iblis dewasa yang sedang melayang tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Paduka, apa mungkin kristal itu?"


"Benar, itu salah satunya dan cukup besar."


Mereka berdua pun mendekati kristal itu yang benar-benar tidak ada penjaga ataupun jebakan sama sekali, sama seperti saat seseorang mengambil batu besar disebelah rumahnya, begitu pula cara Zovarein menyentuh kristal tersebut tanpa ada halangan sama sekali.


Secara tiba-tiba cahaya ungu yang sangat menyilaukan segera menerangi tempat itu dengan sangat cepat. Zovarein yang sedang memegang kristal itu segera memasukkan kristal tersebut kedalam tubuhnya secara perlahan, tubuhnya bergetar hebat dengan beberapa garis garis putih beraturan yang menjalar ditangannya, pada wajah pemuda itu tampak sebuah senyuman yang menunjukkan bahwa ia sangat bahagia saat ini.


Selama satu menit cahaya tersebut menerangi Hutan kemudian lenyap tanpa jejak secara tiba-tiba seperti tidak terjadi apapun sebelumnya.


"Ah.. akhirnya Ingatanku benar-benar pulih sebanyak 7%, tidak sia-sia aku datang ketempat yang sangat tidak jelas ini."

__ADS_1


__ADS_2