RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Mimpi


__ADS_3

"Jadi kau ya si anak haram... karena kau adikku kupikir kau akan memiliki kekuatan yang sangat hebat, ternyata sesuai perkiraan ya... L E M A H" Sosok bayangan merendahkan Zovarein yang sedang terkapar dibawahnya.


"S-sialan!... Sial!.. Sial!!.. SIALAN!!" Teriak Zovarein di langit malam dengan sekelilingnya yang sudah berubah menjadi kehancuran.


Pepohonan, bangunan, gunung semua yang menjulang kelangit telah lenyap dan yang tersisa hanyalah dataran rendah yang dipenuhi bekas ledakan dari pertarungan mereka berdua.


"Huh?... Sampai kapan kau akan melakukan perlawanan sia-sia itu? aku sampai kelelahan seperti ini bukankah sudah saatnya kita akhiri ini? Hehe..." Ia kemudian mengangkat kakinya dan menginjak kepala Zovarein dengan perlahan ketanah.


Merasakan sakit yang luar biasa di wajahnya tangan Zovarein langsung memegang kaki sosok tersebut dengan erat.


"Cih... padahal aku berharap kau berteriak dengan keras seperti putri kecilmu itu, tak kusangka seperti putramu kau terus melakukan perlawanan sia-sia! apa kau yang mengajarinya hal bodoh itu huh?" Tanpa sosok itu sadari, selagi ia terus mengoceh Zovarein terus menyalurkan energi sihirnya kepada sosok itu dari kakinya.


"Sihir ini memang membunuh kami berdua sekaligus... namun aku masih bisa bereinkarnasi, tetapi resikonya sangat besar rasa sakitnya pasti melebihi kematian..... Apa boleh buat!" Teriak Zovarein dalam pikirannya.


"IntiMuasal akar dari seluruh kehidupan | Kau hancur maka sebuah kehidupan lenyap | kau terluka maka rasa sakitnya akan melebihi kematian | Kau tetap ada maka kehidupan akan terus berlanjut sampai berjuta reinkarnasi sekalipun. Sihir Muasal Kehancuran dan Kebangkitan "


Deg-deg... mendadak jantung sosok tersebut berhenti berdetak, dengan cepat ia menoleh kearah Zovarein untuk memastikan apa yang sedang terjadi.


"Kau pikir dengan menghentikan jantungku aku akan mati huh? benar-benar perlawanan yang sia-si.... Aaahkkk!!!" Mendadak dadanya terasa sangat sakit.


Ia terus berteriak kesakitan, berguling-guling tanah dan kejang-kejang seperti kesurupan, "AAAHHKKKKK!!!!!!" Teriaknya berkali-kali, ia terus merapal sihir penyembuhan tetapi tidak ada yang terjadi.. rasa sakit tersebut terus berlangsung sampai akhirnya ia berhenti bergerak.


"Sihir~ Mu-a-sal..... Sia-lan" Ucapnya lalu kemudian mati.


Zovarein melihat kejadian tersebut sangat bahagia walau hanya sementara sebelum ia merasakan hal yang sama lalu mati.


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...

__ADS_1


...----------------...


"Aahhh!!!... Hahh..haaahhh, itu.. apa itu mimpi... aku merasa itu seperti kenyataan..." Ucapnya dengan nafas yang memburu.


Ia melihat sekelilingnya dan menemukan bahwa dirinya berada didalam kamarnya dengan tubuh yang dibasahi oleh keringat, ia mengusap keringat diwajahnya dan mulai beranjak dari tempat tidur.


"Huh... aku bahkan baru tau jika ada sihir Muasal yang seperti itu, Da Intquerime luvgo xerem iel... kalau sihir itu memang benar-benar ada...."


Ia membuka pakaian tidurnya dan mengambil Kemeja Ungu gelap, Celana panjang hitam dan Jubah bercorak tengkorak miliknya dari dalam penyimpanan dimensi.


Ia merapal sihir pembersih hingga seluruh kotoran pada tubuhnya lenyap dan tidak menyisakan bau menyengat lalu memakai pakaian yang ia keluarkan barusan.


"Jika sihir itu memang benar-benar ada, maka yang perlu mati hanya diriku dan juga dirinya!" Ia berjalan ke arah pintu kamarnya dan membuka pintu tersebut dengan kasar hingga membuat penjaga yang berada diluar terkejut bukan main.


"Se-selamat pagi Paduka.." Ucap mereka dengan kaku sambil menundukkan kepala.


"Ya... " Balasnya dengan singkat dan langsung meninggalkan tempat tersebut.


***


"Mengapa aku harus melakukan hal tidak berguna seperti itu?... aku hanya ingin jalan-jalan saja jangan ikuti aku" Jawabnya dengan cuek tanpa melirik ke arah Kaneth sedikitpun dan terus berjalan.


"Kenapa dengan iblis yang satu itu, apa ada hal lain yang mengganggunya?" Gumam Kaneth melihat Zovarein yang sudah pergi jauh dari tempatnya.


Zovarein terus berjalan hingga akhirnya ia sampai di luar Istana "Shin!" Panggilnya, kemudian sosok yang berada didalam bayangan langsung muncul dihadapan Zovarein sambil berlutut dan menundukkan kepalanya.


"Saya disini Paduka!" Ucapnya dengan penuh hormat.


Dengan segera Zovarein mengambil 26 Artefak dengan jenis yang sama dari penyimpanan dimensinya, "Ini semua adalah artefak pelindung, kau mengerti maksudku kan?" Ujar Zovarein menatap serius wajah Shin.

__ADS_1


"Tentu saja paduka!" Jawab Shin dan langsung mengambil 26 Artefak tersebut dan menyimpannya di penyimpanan dimensinya, tanpa basa basi ia segera menghilang dari hadapan Zovarein dan segera melakukan tugasnya.


["Elgard aku tidak ingin berbasa-basi dan langsung lakukan perintahku ini tanpa menanyakan alasannya"] Suara Zovarein mendadak terdengar di kepala Elgrad yang sedang mengurus dokumen di ruang kerjanya.


Ia sempat bingung beberapa detik sebelum menjawab telepati itu, ["Baik, apa yang Ayah ingin saya lakukan?"] Balas Elgard memperbaiki posisi duduknya.


["Gunakan Se Foutrient la cieas untuk membuat seluruh penghuni Delsgade tertidur, setelah beberapa jam kau harus segera memindahkan seluruh makhluk hidup yang ada disana ke halaman belakang Istana Neraka dalam waktu 2 hari, aku sangat membutuhkan planet itu sekarang"]


Elgard terdiam beberapa saat untuk mencerna perintah ayahnya tersebut sampai ia membulatkan matanya ["Baik dengan segera Ayah, akan saya lakukan sekarang juga"] Balasnya dan langsung beranjak dari ruangan itu menuju bagian tertinggi dari Istana Kekaisaran Iblis.


"Ayah membutuhkan Planet ini yang berarti sesuatu yang akan mengancam 4 Dunia akan muncul, kalau bukan karena itu tidak mungkin dia memintaku secara mendadak begini" Gumamnya dengan raut wajah khawatir.


Setelah tiba diatas menara paling tinggi di Kekaisarannya ia segera merapatkan kakinya dan mengambil pena sihir dari penyimpanan dimensinya.


Ia menulis berbagai huruf sihir diudara dengan dangat cepat, setelah menyelesaikan huruf sihir tersebut ia beralih kebawah dan langsung mengentalkan kakinya hingga memunculkan lingkaran sihir berwarna merah darah tepat dibawahnya.


Ia menyimpangkan tangannya dan mengangkatnya keatas sambil mengucapkan beberapa kata.


...""...


Seketika itu juga semua makhluk hidup yang bergerak kesana-kemari sambil melakukan kegiatan sehari-hari mendadak berhenti ditempat dan langsung jatuh tergeletak dilantai, ditanah atau dimana pun saat ini berada.


Tidak peduli itu Wilayah Manusia atau Iblis sekalipun semua terjatuh dan langsung tertidur dengan nyenyak, kecuali Elgard yang saat ini meminum beberapa ramuan pemulih energi sihir dan langsung melanjutkan tugasnya.


Dengan perlahan ia memindahkan seluruh makhluk hidup secara teratur di depan kekaisaran Iblis, mereka dipisahkan dalam beberapa kelompok tergantung rasnya.


***


"Punya Putra yang bijak sangat menguntungkan" Gumam Zovarein dan langaing pergi ke pertengahan 4 Dunia.

__ADS_1


Disana ia terdiam beberapa saat sebelum menunjukkan senyum smirknya, "Padahal sudah kubilang untuk mengingatkan mereka tetapi tidak ada perubahan sama sekali" Ujar Zovarein dengan malas menatap ke perbatasan wilayah manusia yang dipenuhi lautan prajurit dengan Baju zirah lengkap beserta penyihir tingkat 5-8 di barisan belakang.


"Padahal mereka memiliki kekuatan hebat yang disebut kultivasi kenapa mereka sama sekali tidak menggunakannya?" Tanya Zovarein dalam hati sambil memperhatikan gerak-gerik manusia dibawahnya.


__ADS_2