RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Venenum Modic


__ADS_3

Brakk!!!


"Apa kau bilang! Anak ku ditahan oleh Kekaisaran Neraka?! Tidak mungkin! Mana ada kekutan di Benua Iblis yang dapat menekannya!" Vencer meneriaki pembawa pesan dihadapannya, setelah menghancurkan meja kerjanya dengan satu pukulan.


"Ta-tapi informasi ini berasal dari informan yang anda sangat percayai, saya yakin kalau mereka tidak berani membohongi anda." Pembawa pesan tersebut adalah seorang wanita, dengan mental yang lemah, saat melihat Vencer marah tentunya ia menjadi sangat takut.


"Omong Kosong! aku akan pergi sendiri ke Markas Informan itu! sebaiknya kau mempersiapkan diri, karena jika kau ketahuan membohongiku, tidak akan ada ampunan bagimu!" Vencer memberikan ancaman sambil mengeluarkan Aura racun disekitarnya.


"Saya tidak akan be-berani!" Wanita itu menundukkan kepalanya sambil gemetaran, tidak pernah ia bayangkan pekerjaan sebagai pembawa pesan akan semenakutkan ini.


Tanpa menjawab perkataan Wanita tersebut, Vencer langsung keluar dari ruangan dan pergi menuju markas informan yang ia bicarakan tadi hanya dalam beberapa jam, karena jaraknya yang cukup jauh.


"Berhenti, tunjukkan identitas mu!" Penjaga pintu masuk menghalangi Vencer yang sebelumnya berniat untuk langsung masuk.


Dari sakunya ia mengeluarkan sebuah medali berwarna Hijau dengan lambang api, ketika melihat medali tersebut para penjaga langsung gemetaran dan membiarkan Vencer masuk tanpa masalah.


"Sial, kita hampir saja menyinggung pelanggan VIP!" Ucap seorang penjaga yang masih gemetaran.


"Yah, kita tidak mendapatkan masalah yang berarti jadi, lupakan saja!" Penjaga yang lain berkata dengan tegas, namun ketegasannya itu hanya sebatas perkataan, sementara tubuhnya sendiri sudah sangat bergetar.


Vencer masuk kedalam bangunan tersebut sambil membawa medali hijau itu, seorang pelayan yang melihat Vencer langsung mengantarnya menuju lantai paling atas dimana ketua mereka berada.


"Yang Mulia Vencer, senang bertemu dengan anda." Ucap Ketua Asosiasi Informan dengan sangat hormat, Iblis ini juga dalam pengaruh racun yang diberikan Vencer.


"Hei, aku akan langsung ke intinya saja, apa.benar Anakku di tahan oleh Kekaisaran Neraka?!" Vencer bertanya dengan dingin.


"Informasi itu sangat akurat Yang Mulia, prajurit Istana sendiri yang mendatangi cabang asosiasi kami dan berkata kalau Putra anda dibawa oleh seseorang yang cukup misterius dengan jubah Hitam menuju Ruang Tahta." Ketua Informan tersebut berkata dengan tenang.


"Begitu, terima kasih atas kerja samanya, aku akan memastikannya sendiri." Kemudian ia pergi dari markas tersebut menuju Ibukota Kekaisaran Neraka.


Sesampainya ia di sana, ia memang dapat merasakan Aura anaknya berada disekitar sana, namun bukan berada di Istana, melainkan di suatu tempat yang berbeda.

__ADS_1


Tanpa menunggu lagi ia segera mengelilingi Ibukota untuk mencari keberadaan Anaknya, ia berkeliling bahkan sampai 7 kali selama dua hari karena Ibukota yang sangat besar dan ramai, yang membuat beberapa orang disana merasa tidak nyaman.


Vencer saat ini berada dihadapan sebuah goa yang cukup suram, goa tersebut berada tepat dibelakang Istana Kekaisaran Neraka.


Ia merasakan Aura anaknya ada disana, namun ia sama sekali tidak berani untuk masuk, karena tempat itu adalah Penjara Neraka, sebuah tempat yang sangat mengerikan, di Wilayah Dewa ia pernah mendengar tentang penjara ini yang katanya sangat mengerikan, Raja Dewa sendiri berkata kalau itu adalah Neraka itu sendiri saat berkunjung Ke Kekaisaran Neraka.


"Kalau bukan karena saran Raja Dewa aku mungkin akan menerobos masuk, tapi energi suci ku akan hilang saat masuk kesana, sebaiknya aku pergi ke Istananya saja untuk meminta kompensasi, beraninya dua anak busuk itu memenjarakan anakku!" Ia berkata dengan nada kesal.


Dengan cepat ia segera berada dihadapan Gerbang masuk Istana Kekaisaran Neraka, saat ia akan melangkah masuk, dua penjaga segera menghalanginya dengan alasan Ratu yang memerintahkan mereka untuk menghalanginya.


Berkat itu ia menjadi sangat marah dan segera membunuh dua penjaga kemudian masuk kedalam Istana dan menuju ruang Tahta.


Saat ia tiba disana, yang ia lihat hanyalah seorang pemuda berjubah hitam bercorak tengkorak yang sedang menatapnya dengan tenang sambil duduk diatas tahta.


"Dasar anak jaman sekarang, kau pikir dimana kau sekarang huh? kau pikir tahta itu hanya kursi biasa yang dapat kau duduki sesuka hatimu? cepat turun dari tahta ku!" Ia berteriak dengan keras.


Namun jawaban pemuda itu berbeda dengan harapannya. "Orang bodoh." Ucap Pemuda itu dengan tenang seakan berniat mengejek Vencer.


"Bocah, aku peringatkan kau untuk segera turun dari sana sebelum aku membunuh dengan mengenaskan, bahkan seluruh keluargamu juga akan mengalaminya!" Vencer berkata dengan aura racun yang mulai menyelimuti seluruh tubuhnya, ia berjalan dengan perlahan menuju pemuda tersebut.


"Memangnya siapa kau sehingga aku harus menuruti perkataanmu?" Pemuda itu bertanya yang membuat Vencer terdiam seribu bahasa


"Kau tidak mengenaliku? Aku ini Raja Iblis Tirani Vencer Arsias! apa kau mengenaliku sekarang? aku ini Raja mu dasar Bocah kurang ajar!" Ia pun kembali berjalan namun dengan langkahnya yang semakin cepat


"Raja Iblis Tirani Vencer Arsias? aku tidak pernah mendengarnya, aku bertanya kau itu siapa dasar orang aneh, jangan pakai nama palsu." Pemuda itu mengeluarkan aura membunuh yang membuat Vencer berhenti melangkah.


"Anak ini, ternyata bukan bocah biasa, apa jangan-jangan dia tidak terkena racunku?" Vencer berfikir keras.


"Ternyata kau bukan bocah biasa ya, tapi tetap saja aku bukan tandinganmu, aku dapat dengan mudah membunuhmu disini jika aku mau, namun karena aku adalah orang yang sangat baik hati, aku akan memberitahukan identitasnya kepadamu sebelum kau mati." Vencer tersenyum meremehkan.


"Aku memang bukan tandinganmu, tapi kau salah mengucapkannya, harusnya aku yang dapat membunuhmu dengan mudah disini." Pemuda itu menyeringai.

__ADS_1


Berkat itu amarah Vencer tarpancing keluar, namun ia masih dapat mengendalikan diri dan berkata. "Kau terlalu meremehkan ku bocah, namaku adalah Venenum Modic, sang Dewa Racun dari Wilayah Dewa yang sangat terhormat, kau beruntung karena bisa mati ditangan ku." Ia berkata dengan sombong dan mengubah penampilannya.


Rambut hitamnya berubah menjadi hijau tua, dengan mata merah tajamnya yang berubah menjadi hitam legam, pakaiannya yang terlihat hitam dan menyeramkan menjadi sebuah jubah putih dengan garis garis hijau dan lambang ular dibelakangnya.


"Aku tidak tahu kau siapa tapi, kalau kau berani menghalangi rencanaku, maka hanya kematian yang menunggumu!" Vencer mengancam sambil tersenyum licik.


"Hahahaha! benar-benar seorang dewa racun, aku tidak menyangka kau yang seorang Dewa baru berani melakukan semua ini di Wilayah ku." Pemuda itu tertawa dengan sangat mengerikan, Vencer pun sempat merinding saat mendengar tawanya.


"Wilayahmu? kau terlalu membesar-besarkan dirimu sendiri bocah." Vencer memberanikan dirinya meskipun ia merasakan firasat buruk.


"Ah, benar juga kau tidak mengetahui diriku yah, maaf." Pemuda itu mengangkat penutup wajahnya dan menampakkan wajah seorang pemuda yang begitu tampan.


Mata tajam ungu menyala pemuda tersebut langsung menatap mata Vencer yang membuatnya bergetar, secara tiba-tiba ia sudah berada di sebuah jurang yang sangat dalam yang tidak dapat ia lihat dasarnya, ia hanya terus terjatuh tanpa tahu kapan akan ia akan berhenti, namun yang pasti saat menyentuh daratan ia akan langsung mati dengan tubuh yang hancur berantakan.


"Sadari posisimu dasar Dewa tidak berguna!" Penuda itu berkata dengan sangat tegas, kemudian kesadaran Vencer kembali pada tubuhnya.


"Ap-apa yang kau lakukan kepadaku!" Vencer berteriak marah, ia sebenarnya sudah sangat ketakutan.


"Aku tidak melakukan apapun, aku hanya menatapmu untuk membuatmu sadar kalau perbedaan kekuatan kita terlalu jauh." Ucap Pemuda itu dengan santai yang membuat Vencer semakin ketakutan.


"Aku itu seorang Dewa yang terhormat lho! Iblis busuk sepertimu tidak akan pernah bisa mengalahkan seorang Dewa!" Vencer melangkah nundur secara perlahan.


"Benarkah?" Pemuda itu menatapnya kembali dengan aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya.


"Bukan hanya meracuni pikiran Rakyatku, kau bahkan berniat menguasai wilayah ku dan mengganggu kehidupan anak-anak ku, apa Dewa yang dikatakan baik hati dan penuh kasih itu hanya kebohongan belaka? hei Beritahu aku!" Pemuda itu berteriak hingga membuat Vencer semakin ketakutan bahkan hampir kehilangan kesadaran.


"Sudah kubilang kau terlalu membesar-besarkan dirimu sendiri dasar bocah! bocah ingusan seperti mu mengaku sebagai Pemilik wilayah Iblis, sungguh tidak tahu diri!" Ia masih saja melawan yang membuat Pemuda itu menyeringai.


"Begitu ya kau butuh identitasku." Pemuda itu mendekati Vencer, dalam sekejap ia sudah berada dihadapannya yang membuat Vencer sangat terkejut.


"Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias, apa itu sudah cukup agar aku bisa memiliki Wilayah Iblis?"

__ADS_1


...—To Be Continued—...


__ADS_2