
Beberapa pertanyaan telah diajukan oleh Zovarein, salah satunya adalah pertanyaan mengenai petinggi Kerajaan Neraka yang sekarang.
Meskipun itu bukan rahasia yang disembunyikan, tetapi petinggi dibalik bayangan tidak pernah disebut, hal inilah yang sedang ditanyakan oleh Zovarein.
Keluarga bangsawan Iblis baru, Orang yang tidak diketahui asal usulnya, bahkan Bangsawan Manusia sampai menjabat sebagai petinggi Kerajaan Neraka, hal ini sudah berlebihan dan membuat Zovarein semakin geram.
Namun berkat penjelasan dari Ameth, Zovarein masih dapat menahan emosinya yang meluap.
Puluhan pertanyaan telah ditanyakan oleh Zovarein dan Ameth kepada Demian, sekarang Zovarein mulai menanyakan pertanyaan Utamanya.
"Apakah disekitar Kekaisaran Neraka pernah muncul sebuah pecahan Kristal?" Tanya Zovarein pada Demian yang sudah terkena sihir.
"Y-ya... dua kali, pecahan Kristal yang anda maksud muncul dibeberapa kerajaan yang berhubungan dengan Kekaisaran Neraka, salah satu nya muncul Hutan Binatang Iblis, kini pecahan itu telah dipindahkan kedalam Akademi Raja Iblis"
"Itu muncul sekitar 765 Tahun lalu dimana seseorang dari keturunan darah murni sedang menguji coba sihir berdaya ledak besar di kedalaman Hutan Binatang Iblis"
"Kedua berada di Kerajaan Destruction, Hutan Kematian tempat tinggal Ras Dark Elf, seseorang pernah menelusuri hutan itu untuk mencari harta karun dan secara tidak sengaja, ia menemukan sebuah pecahan Kristal" Jelas Demian panjang lebar.
"Begitu rupanya, informasi tentang salah satu pecahan itu berada di Akademi Raja Iblis ternyata memang benar ya" Zovarein mengangguk.
"Aku.. kenapa mulutku berbicara sendiri!!.. ini..." Demian berteriak dalam hati.
"Demian.. aku ingin tau tentang Tuanmu, jelaskan siapa dan dimana dia berada?!" Zovarein membentak.
"Badjingan ini!!" Demian marah didalam hati, namun seketika matanya menatap kosong, dan mulutnya mulai berbicara dengan nada datar
"Tuanku Vencer Arsias, ia adalah se..-... ya.. ... da.. -..g.. ket-.. ma.. dan ia sedang berada disebuah tempat yang tidak diketahui oleh siapapun"
Zovarein dan Ameth terdiam, kalimat yang dilontarkan Demian terputus-putus, seakan secara perlahan semua informasi yang berada didalam otak Demian dihapus sehingga tidak ada satupun kalimat lengkap yang tersedia.
"H-hah?.. kau apa yang kau bicarakan? ada apa denganmu!?" Zovarein menatap aneh Demian.
Namun Demian sama sekali tidak bereaksi, ia hanya terus menatap kosong kedepan seolah-olah dirinya telah berada di Alam yang berbeda dan tidak dapat mendengar suara Zovarein.
"In-informasi mengenai Tu-tuan Vencer tidak ada..." Ucap Demian dengan datar.
"Ini.. apa mungkin hukuman kontrak?" Zovarein mengaktifkan mata iblis penghancurnya, dan melihat kedalam tubuh Demian.
*Whush!!
Rantai, gembok, gelembung racun. Ketiga hal ini adalah yang pertama kali dilihat oleh Zovarein saat memeriksa kedalam tubuh Demian.
Rantai mengekang IntiMuasal-nya dan gembok mengunci rantai agar tidak terlepas, sementara gelembung racun berada tepat dibagian mulut kunci gembok tersebut.
__ADS_1
"Ini memang rantai dan gembok kontrak tidak salah lagi, tetapi.. gelembung racun ini.. siapa yang menaruhnya kedalam sini?"
Zovarein kembali memperhatikan gelembung itu seteliti mungkin, penglihatannya hanya fokus kedalam hal tersebut, namun secara tiba-tiba...
!!!
Zovarein kembali pada kesadaran didalam tubuhnya, sekilas ia merasa seperti didorong oleh sesuatu agar tidak dapat menjelajah IntiMuasal Demian.
"Itu hijau.." Zovarein bergumam.
"Hi-hijau? Yang Mulia.. apa yang anda katakan?" Ameth menatap heran pada Zovarein.
"Ah.. tidak, aku hanya melihat IntiMuasal-nya saja, ia diikat oleh Rantai dan Gembok Kontrak hidup dan mati, seharusnya dia sudah mati ketika aku menanyakan tentang Vencer.."
"..Tetapi karena , penghancuran IntiMuasal-Nya berhenti dan gelembung racun didalam tubuhnya masih tetap utuh.." Jelas Zovarein.
"Begitu.. lalu kenapa Yang Mulia mengatakan 'Itu Hijau?'." Ameth bertanya.
"Karena racunnya berwarna hijau" Jawab Zovarein singkat membuat Ameth sedikit canggung.
"Dia ini sudah tidak berguna, semua informasi diotaknya sudah dihapus oleh kontrak itu, sungguh disayangkan kita hanya mendapat sedikit informasi saja, ayo pergi.." Zovarein beranjak dari ruangan itu.
Ameth sedikit tercengang karena Zovarein meninggalkan Demian begitu saja, namun saat mengingat kembali kemasa 2000 tahun lalu, ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
...----------------...
...DEVIL KING OF TYRANY...
...----------------...
"Aku akan lanjut berkeliling, kau akan pergi kemana Ameth?" Zovarein bertanya sambil berjalan pelan.
"Saya akan kembali Yang Mulia, semua informasi yang saya butuhkan sudah didapat, dan sekarang saya akan mulai mengirim surat undangan kepada seluruh anggota keluarga yang berada diluar Kerajaan Neraka" Ameth menjelaskan.
"Baiklah.. kalau seperti itu aku akan pergi deluan" Zovarein mempercepat langkahnya dan meninggalkan Ameth dibelakang.
"..Huft.. menegangkan sekali ketika bersama Yang Mulia, meskipun ia tidak serius seperti biasanya, tetap saja dirinya terlihat menakutkan.." Ameth menghela nafas.
Ia kemudian berbalik badan dan berjalan kembali menuju Kediaman Gaios.
—————
"Hei bocah.. berikan hartamu maka kau akan hidup!" Seseorang dengan bodohnya menghalangi jalan Zovarein.
__ADS_1
"Sampah dari mana kau? aku belum pernah melihat wajahmu dipembuangan" Zovarein bertanya dengan nada mengejek.
"K-kau sialan! beraninya bocah seperti mu.."
*Slashh...
"Baik sudah cukup.. sampah itu tidak bisa bicara" Zovarein menyeringai jahat.
*Buk!!
Tubuh orang itu terbelah dua dan mengeluarkan darah merah yang kental dengan bau yang menyengat, matanya melotot seperti akan keluar dari kepalanya.
"Manusia menyamar jadi Iblis.. apakah sekarang Manusia juga punya jenis baru?" Zovarein berjalan mendekati tubuh yang terbelah dua itu dan mengambil jantungnya.
*Srakk!!
"Um.. lumayan, kualitasnya tidak lebih buruk dari manusia di Zaman Mitos, apakah semua Manusia busuk punya jantung sesegar ini?"
"Haaammpp.. nyam.."
Zovarein kembali melanjutkan perjalanannya sambil memakan jantung ditangannya seperti memakan sepotong kue dengan krim yang sangat cair.
Untuk menghindari perhatian, ia menggunakan sihir ilusi agar orang disekitarnya benar-benar melihat dirinya seperti sedang memakan sepotong kue.
"Selanjutnya aku akan pergi keperdagangan budak manusia saja, mungkin disana akan ada banyak Manusia busuk yang diperjual belikan" Ia mengunyah potongan terakhir dari jantung itu, dan mulai mempercepat langkahnya menuju dunia bawah.
——————
"Kepala keluarga..." Para petinggi keluarga Gaios mendekat kearah Ameth yang baru saja kembali.
"Ada apa? wajah kalian terlihat kusut" Ameth menatap heran pada para Iblis dihadapannya.
"Itu.. Tuan Muda ketiga membuka bisnis perdagangan budak diperbatasan Wilayah barat..." Tetua Nect menjelaskan dengan gugup.
"Lalu.. apa yang salah dengan itu?" Ameth melanjutkan langkahnya untuk masuk kedalam kediaman dan para petinggi mengikuti dari belakang.
"Nona Ameth, apa anda melupakannya? setahu saya dari cerita anda kemarin sore, Beliau sangat membenci hal-hal seperti.."
*Tap...
Tetua Nect berhenti menjelaskan saat Ameth berhenti melangkah.
"Segera hubungi si Idiot itu! katakan padanya agar segera menghentikan pekerjaannya atau dia bisa melupakan bahwa dirinya adalah Putraku!" Ameth membentak dengan suara yang sangat keras.
__ADS_1
Dari nada bicaranya para petinggi tahu bahwa saat ini, Ameth sedang panik dan tidak ada gunanya bagi mereka untuk menolak perintahya.