RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Dewa Iblis?


__ADS_3

"Ck.. Kalau itu benar memangnya Kenapa!" Teriak Yama di hadapan Zovarein.


"Tidak... bukan apa-apa, berarti orang-orang setengah Dewa disana yang memanggilmu kesini?" Tanya Zovarein sambil menunjuk 6 orang yang sudah mati dengan seluruh bagian tubuhnya terpotong-potong.


"Sialan..... beraninya kau!! kegelapan tak berujung! " Dari tubuh Yama keluar Aura kegelapan yang pekat, jebakan sihir yang dibuat oleh Zovarein terlepas dan dia bisa bergerak dengan bebas.


Ia langsung berteleportasi saat ombak buatannya sudah tidak sanggup menahan meteor tersebut. "Haahh.. membosankan " Meteor yang hampir menyentuh permukaan Planet Bencana langsung lenyap seperti tidak pernah ada.


"Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada Muridku dasar Iblis tidak berguna! !"


"Kalau aku tidak berguna lalu kau yang menghianati bangsamu sendiri apa hah? Neria Lakukan!" Dari bayangan Zovarein Neira muncul dengan Sihir Cahaya yang sudah disiapkannya untuk melawan sihir terkuat Yama En Regido.


Blushh!! Kedua Elemen yang berlawanan bertabrakan dan menghasilkan getaran hebat.


"Kau pikir aku hanya mempunyai itu! Yama 2 Lakukan!" Tiba-tiba Sosok Yama muncul dari Celah Ruang, ia berniat untuk menangkap Zovarein dengan kurungan iblis dari belakang tetapi rencananya gagal karena Kyle langsung muncul dan menahan Kurungan Iblis tersebut.


"Sialan.. tidak kusangka muridmu sendiri sampai sekuat itu!, sepertinya aku terlalu meremehkan kekuatanmu yang dari Dimensi ini..." Ujar Yama sambil menurunkan pandangannya ke bawah.


"Apa cuma ini saja kemampuanmu?" Tanya Zovarein dengan raut wajah datarnya.


. . . .


"Hehe.. Hahahaha, Ahahahaha...." Yama tertawa seperti orang gila dengan lantang, anehnya dia terlihat tidak takut akan kematian sama sekali.


"Apa kau sudah kehilangan kewarasanmu?"


"Jangan sombong dulu, Semuanya baru akan dimulai ini baru permulaan! Kalian semua Lakukan!"


.... tidak ada yang terjadi, Yama kebingungan karena dirinya yang lain tidak menyerang, "Apa yang terjadi... jangan bilang mereka lari karena ketakutan.."


Zovarein hanya bisa tertawa saat melihat raut wajah kebingungan Yama, lalu ia berkata. "Haish...jika kau berencana untuk menggunakan dirimu dari dimensi lain yang sedang bersembunyi dicelah ruang sebaiknya kau hentikan saja"


Perkataan tersebut langsung membuat kebingungan Yama terjawab dan wajahnya berubah pucat, beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi dirinya yang lain dengan telepati tapi tidak terhubung sama sekali.


"APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN DENGAN MEREKA SEMUA SIALAN!!" Teriak Yama, kali ini dengan Aura Dewa Iblisnya ia mencoba untuk memberi tekanan pada Zovarein.


"Dasar Bodoh... Time Line yang berbeda, nasibnya berbeda tentu kekuatannya juga berbeda bukan? asal kau tau Yama dari Dimensi ini tidak selemah dirimu.. dia bahkan 3 kali lebih kuat dariku saat belum memiliki kekuatan ini" Ujar Zovarein membuat Yama semakin kehilangan harapan.


"Raja Iblis!.. Apakah kau butuh bantuan?!" Saut Ratu Roh dari kejauhan.

__ADS_1


Zovarein mengalihkan pandangannya pada Rombongan Kaneth dan Ratu Roh yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi menuju dirinya.


"Pahlawan Kaneth?! Manusia itu apa yang sedang ia lakukan disini! dan lagi Ratu Roh Agung?!" Yama sangat kebingungan melihat Zovarein yang terlihat tenang-tenang saja saat musuh masalalunya datang kearah dirinya.


"Aku tidak tau sebodoh apa diriku yang berasal dari dimensi mu sebelumnya.. kau pikir aku tidak menyadari kalau kau yang menyulut perang antar Bangsaku dengan Mereka?"


Yama membulatkan matanya saat mendengar hal itu dari mulut Zovarein, seingatnya Raja Iblis Tirani Zovarein Thorias adalah Tirani yang akan menghancurkan siapapun yang berani mengganggu dan menghalangi dirinya dan menaklukkan semua Ras dengan Kekejaman yang luar biasa.


Namun tidak ia sangka di Dimensi ini Kebenarannya telah terungkap dan mereka tidak bermusuhan.


"Hentikan pemikiran bodohmu itu, kami tidak bermusuhan? sebelum kau menunjukkan sifat aslimu aku terus menghancurkan mereka satu-persatu dan aku tidak menyesalinya sama sekali, mendengar jeritan mereka lumayan menyenangkan.... apa aku yang dari dimensimu juga melakukan hal itu?"


Yama sangat terkejut saat Zovarein berhasil membaca pikirannya, menyesal sudah terlambat tidak ada yang namanya ampun jika situasinya sudah seperti ini.


***


"Hei.. hei . seriusan? kau benar-benar mengalahkan Yama seorang diri, aku sampai bingung sebenarnya Dewa Iblis itu kau atau dirinya.." Ujar Kaneth saat melihat Yama yang sedang diikat oleh Rantai Kematian milik Zovarein.


"Pergi dan letakkan dia dimana pun kau mau, karena rantai itu merenggut kesadaran dan kekuatannya jadi mencoba 1juta tahun sekalipun sangat mustahil untuk lepas jika aku belum mati" Ujar Zovarein sambil menyerahkan Yama pada mereka.


"Dia ini makluk hidup lho.... kau baru saja menganggapnya seperti benda mati yang bisa dibawa kemana saja dan diletakkan dimana saja"


Mendengar pertanyaan itu hanya membuat Kaneth menggeleng-gelengkan kepalanya pertanda tidak setuju


"Kalau begitu kalian bisa menungguku di kemah langit itu, aku ada urusan sebentar nanti akan kususul" dengan cepat Zovarein mengalihkan pandangannya pada Seorang Iblis Wanita yang sedang menatap dirinya dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Hei kau tidak apa? dia tidak melakukan ap-" sebelum menyelesaikan kalimatnya Iblis wanita itu langsung memeluknya sambil menangis.


Zovarein yang melihat itu langsung membalas pelukannya, "Aku pikir kau sudah mati hiks...." Ucap Iblis Wanita itu dengan Air mata membasahi wajahnya.


"Maaf karena aku terlambat datang kesini"


"Apa yang kau katakan dasar bodoh, Aku saja yang terlalu ceroboh pergi kesini tanpa perlindungan, aku pikir aku sudah cukup kuat..."

__ADS_1


"Ya... itu.. apa kau tidak ingin mengucapkan sesuatu kepadaku?" Tanya Zovarein membuat wajah Iblis wanita tersebut memerah.


"Selamat atas kebangkitan Yang Mulia? Pfftt..."


"Apa-apaan itu hahaha..."


Mereka melepaskan pelukan mereka masing-masing dan saling bertatapan satu sama lain.


"Aku pulang Nova.." Ucap Zovarein dengan senyuman hangat terpancar diwajahnya.


"Selamat datang kembali Sayang"


°


°


°


"Jadi.. Apa kita sedang menyaksikan sebuah drama cinta sekarang?" Ujar Ratu Roh dari Perkemahan langit melihat Kemesraan Zovarein dan Nova.


"Ya.. ada baiknya jika kita tidak melihatnya lebih lama" Ucap Kaneth sambil berjalan menuju kedalam tenda.


"Yurina... apa Guru tidak mahir dalam hal percintaan?" Tanya Javely membuat Yurina panik karena takut jika Zovarein mendengar perkataan Juniornya itu.


"Sstt... jangan keras-keras, bahaya jika Guru mendengarnya" Bisik Yurina membuat Javely kebingungan dan hanya bisa menganggukkan kepalanya pertanda ia tidak akan melakukannya lagi.


"Yah.. dia memang tidak mahir sama sekali" Ujar Yurina dalam hatinya.


Sementara itu Para bawahan Nova yang sebelumnya di lukai para murid Yama segera disembuhkan oleh Tomia, meskipun ia Penyihir Element Kegelapan tetapi sihir penyembuhannya adalah no 3 setelah Zovarein dan Neira.


Misa yang sudah selesai disembuhkan oleh Tomia langsung beranjak dari tempat duduknya dan terbang menuju Nova secepat yang ia bisa karena khawatir dengan keadaan Tuannya.


"Hei Tunggu jangan kesana!!" Ucap Yurina memperingati Misa namun tidak ditanggapi sama sekali.


"Nyonya Apa anda Baik-baik saja!" Ucap Misa yang langsung berlutut di hadapan Nova.


Zovarein yang merasa terganggu hanya bisa menahan rasa kesalnya karena Misa adalah bawahan Istrinya, ia tidak mungkin membunuhnya lalu membangkitkannya begitu saja.


..."Padahal tadi adalah momen yang terbaik"...

__ADS_1


__ADS_2