RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kekecewaan


__ADS_3

1 Bulan berlalu....


Zovarein telah diperbolehkan untuk keluar dari rumah, tampilan tubuhnya kini terlihat seperti pemuda 18 tahun.


Pakaian serba hitam dengan jubah bertudung membuat kesan misterius pada dirinya, bahkan orang tuanya sampai keheranan antara mengapa dan mau kemana putra mereka berpakaian seperti itu?.


"Aku hanya jalan-jalan saja dan itu tidak lama, sore nanti akan kupastikan sudah berada dirumah!" Ucapnya dengan jelas.


"Huh.. kamu ini ya, hati-hati saat berjalan jangan sampai menyinggung seorang bangsawan, kau mengerti kan nak?" Tanya Ibunya untuk kesekian kalinya.


"Iya.. aku mengerti kok, aku pergi dulu ya Bu"


"Mmm..."


Zovarein pun keluar dari rumahnya, untuk pertama kalinya ia dapat pergi lebih dari 10 meter dari rumah itu, dan yang terlebih dahulu ia lakukan adalah menghirup udara segar.


"Hahhh... luar ruangan memang yang terbaik, baiklah... pertama-tama, kita akan pergi ke perpustakaan kota, sebelum menjelajah ada baiknya mengetahui sejarah setelah pertempuran itu"


Zovarein menaikkan penutup kepalanya, dan mulai berjalan secara perlahan menuju perpustakaan kota, yang berada dibagian tengah kerajaan.


Hanya butuh setengah jam untuk sampai kesana dengan berjalan kaki, perpustakaan yang dulunya berukuran sedang, kini telah berubah menjadi sangat besar.


Tanpa menunda lagi, ia langsung berjalan masuk kedalam perpustakaan itu.


...----------------...


...STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Buku sejarah 600 tahun lalu.. buku sejarah 1300 tahun lalu... buku sejarah.... Ah! ini dia!"


Ia mengambil buku besar dengan sampul emas yang membuat benda itu sedikit mencolok, buku itu berjudul Sejarah 2000 Tahun lalu.


Tanpa membacanya ia langsung mengedarkan energi sihirnya pada keseluruhan buku itu, dan mulai menyalin semua isinya pada ingatannya, agar ia tidak berlama-lama di perpustakaan itu.


?!!


Sesekali raut wajah Zovarein terus berubah-ubah, kadang wajahnya terlihat sedih, sesekali dirinya tampak marah, kadang dirinya tampak bersyukur.


Namun setelah hampir menyalin keseluruhan buku itu, ia dekejutkan oleh sesuatu pada bagian terakhir buku, kerutan tampak jelas diwajahnya.


"Kenapa nama Raja Iblis Tirani 2000 tahun lalu tidak memakai namaku?"


——————


Informasi Itu jelas mengejutkan, nama yang tercatat disana bukan Zovarein Thorias melainkan Vencer Arsias, 'siapa bajing*n Vencer itu? selain itu Arsias? aku tidak pernah mengetahui ada nama keluarga seperti itu di Benua ini' Kalimat tersebut terus membuat keningnya berkerut dan tidak luput dari kepalanya bahkan setelah ia selesai menyalin keseluruhan nya.

__ADS_1


Selama berjam-jam ia berada disana dan kini langit pagi telah digantikan oleh langit siang, udara sekitar menjadi lebih panas.


Zovarein pun keluar dari perpustakaan itu setelah semua informasi yang ia inginkan telah didapat.


"Tujuan berikutnya adalah..."


Ia melirik ke Istana Neraka, walau dirinya sangat ingin pergi ke-sana dan menemui Anak-anak nya, namun sebelum ia memulihkan seluruh kekuatannya, tidak akan pernah muncul niatan untuk menemui mereka dibenaknya.


"Lebih baik jangan ke Istana dulu, hm?.. mungkin pergi keatas menara yang paling tinggi akan menarik. "


*Whuung!!


Zovarein memasuki gerbang hitam dihadapannya dan sampai pada tujuannya, yaitu menara tertinggi di Kerajaan Neraka.


Dari sana ia dapat melihat keseluruhan wilayah Kerajaan yang sudah banyak berubah setelah 2000 tahun berlalu, yang tidak berubah sama sekali adalah Istana Neraka, bangunan ini tetap pada bentukan aslinya seperti 2000 Tahun lalu sampai sekarang.


?!!


Perhatian Zovarein teralihkan oleh sebuah bangunan baru tepat bersebelahan dengan Istana, bangunan itu sangat besar, ukurannya mencapai setengah dari tinggi, lebar, dan panjang Istana Neraka.


Akademi Raja Iblis, tentu siapapun akan mengetahui bangunan itu sebagai akademi jika diperhatikan lebih teliti.


Ada banyak Remaja dengan pakaian Putih dan Hitam yang membedakan antara Darah Campuran/Rakyat biasa dan Darah Murni/Bangsawan, mereka adalah murid disana dan setiap dari mereka tidak luput dari kata ditindas dan menindas.


Fakta perbedaan darah murni dan campuran telah membuat otak para iblis ini sedikit rusak, pada zaman Zovarein memerintah tidak ada namanya darah murni ataupun campuran.


Semua tergantung sifat dari makhluk hidup itu sendiri, jika ada yang melakukan perbudakan dan penindasan di Benua ini, maka hukumannya akan melebihi kematian itu sendiri.


Namun sekarang? lorong bawah tanah yang biasanya dianggap sebagai dunia bawah didunia manusia dan tidak pernah ada sama sekali didunia iblis, kini telah terbangun dan sama sekali tidak ada yang menyadarinya.


"Benua ini sudah rusak, padahal disini kaya akan energi alam kenapa sihir yang mereka gunakan hanya tingkat rendah?"


"Dan lagi, apa-apaan dengan sihir pelindungnya itu?! apakah ini benar-benar wilayah Iblis? bahkan hanya dengan sentilanku saja benda bulat itu pasti akan hancur"


Zovarein memperhatikan setiap sisi dan detail bangunan serta penghuni Akademi itu, entah sihir apa yang mereka pelajari jelas Zovarein sangat kecewa dengan penurunan ini.


Bukannya berkembang di setiap tahunnya, kini malah menurun bahkan sampai ketingkat paling rendah.


Beberapa alat transportasi baru, telah menggantikan sihir teleportasi seperti Gate, Gatom dan sihir lainnya.


Bahkan untuk melihat seseorang terbang saja sudah sangat jarang, jelas ini lebih buruk dari kata penurunan, kata hancur lebih tepat untuk mendeskripsikan kejadian ini.


"Berkembangnya teknologi telah membuat mereka semua menjadi pemalas, aku harus segera memperbaiki kekacauan ini dalam beberapa tahun"


""


*Whushh!!!

__ADS_1


Zovarein berubah menjadi seberkas cahaya dan muncul tepat dihalaman depan rumahnya.


*Cklak!!


"Aku pulang!" Saut Zovarein.


"Selamat datang, ternyata lebih cepat dari janjimu ya" Ucap Ibunya dengan senyuman hangat.


"mmm.. mengelilingi kota ternyata tidak selama yang aku pikirkan" Balas Zovarein sembari membuka pintu kamarnya, lalu masuk kedalamnya dan segera membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Bagaimana kabar mereka berdua yah..." Gumamnya menatap langit-langit kamarnya, Ia menutup matanya dan mulai tertidur dengan nyenyak hanya dalam 4 tarikan nafas.


...•°•...


...°•°...


(Keesokan harinya...)


"Huaaahmm...." Zovarein bangun dari tidurnya sambil menguap.


*Cklak...


"Zova ban... sudah bangun rupanya, cepat cuci wajahmu, sarapan sudah Ibu siapkan, mandinya nanti saja setelah makan..." Ucap Ibunya kemudian langsung pergi setelah mengatakan itu.


"Ya.." Balasnya dengan singkat, kemudian berjalan kearah kamar mandi.


Setelah 15 menit ia berada didalam sana, akhirnya ia keluar dengan pakaian lengkap dan wajah segar. Zovarein segera menuju dapur untuk memakan sarapan yang telah disiapkan Ibunya.


"Ibu hari ini akan pergi kemana? baju yang Ibu pakai lebih indah dari biasanya" Ucapnya sambil memakan sarapannya.


"Ah.. teman ibu sedang mengadakan acara pernikahan, Ibu diundang kesana dan jaraknya juga tidak terlalu jauh, hanya puluhan meter sebelah barat dari rumah kita" Balas Ibunya sambil menata rambutnya.


"Hmm.. yah, aku harap Ibu berhati-hati karena mungkin saja mereka akan mempermalukan ibu disana..."


Ibunya menaikkan alisnya saat mendekar perkataan itu.


"Kenapa kau berfikiran seperti itu?" Tanya Ibunya kembali, kali ini dirinya mulai merapikan gaunnya.


"Teman ibu itu berasal dari keluarga Gaios bukan? para darah murni itu mana mungkin mau mengundang darah campuran tanpa niatan tersembunyi.. bukannya aku mencurigai teman Ibu, aku hanya ingin ibu berhati-hati saja.."


"Kalau misalnya ada sedikit bumbu pertikaian mulai bertebaran disana, aku harap Ibu segera pergi menjauh dari tempat itu"


Zovarein menyimpan piring makannya dan mulai masuk kedalam kamarnya untuk membaca beberapa buku sihir.


"...Anak itu, apa dia benar-benar masih berumur 1 bulan?.." Ujarnya menatap tidak percaya kearah pintu kamar Zovarein.


Namun saat dirinya mengingat bahwa Putra nya itu memang luar biasa sejak lahir, ia langsung menepis pikiran itu dan mulai bersiap-siap untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2