RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Kastil Raja Iblis Tirani


__ADS_3

"Aura panasnya melemah... ratusan tahun lalu aku yakin ini tiga kali lebih panas" Zovarein melanjutkan langkahnya dengan auranya yang terus meningkat setiap ia bergerak.


Tap...


Ia berhenti dan melirik kedalam kurungan tepat dimana ia berhenti. "Di Usianya yang muda kenapa dia malah dipenjara disini?.. Hmm..." Zovarein mulai memandang papan di kurungan itu.


"Kejahatan.. memotong pembicaraan saat dirapat 4 penguasa di 4 Dunia dan mengajukan saran saat ia tidak diminta untuk berbicara...."


"...."


"Entah mengapa hukum disini semakin tidak jelas"


Sedangkan Iblis muda yang ia sebut tadi sedang menatap dirinya dengan tatapan kosong. "Bunuh A-aku" Ucapnya dengan sangat pelan, namun hal itu masih dapat didengar oleh Zovarein.


""


Blush... seketika kondisi Iblis itu kembali seperti semula, luka bakar ia derita pun sudah sembuh tanpa bekas, perlahan tatapan kosongnya berubah menjadi tatapan penuh harap.


"Ke-na-pa?" Meskipun sudah sembuh, tetap saja mentalnya masih terluka karena disiksa beberapa kali, berbicara pun ia masih kesusahan.


Cklak... Kreeekk....


Zovarein membuka pintu kurungan tersebut. "Ikuti aku" Ucapnya dengan singkat.


Kemudian ia beranjak dari sana dan diikuti Iblis muda itu dari belakang, tidak lupa Zovarein memasang sihir ketahanan api agar Iblis muda itu tidak merasakan panas saat mengikuti dirinya.


Tap...Tap...Tap...


Zovarein terus berjalan hingga ia sampai di bagian tengah dan langsung berhenti.


Dipenjara bagian tegah itu terdapat sebuah kurungan yang diisi oleh seorang anak kecil, Zovarein yang melihat hal itu mengerutkan keningnya.


"Tubuhnya memang tubuh anak kecil, tapi jiwanya adalah jiwa seorang pemuda, dan lagi ia dipenjara... kejahatan apa yang ia lakukan?" Ujar Zovarein dalam hati.


Kemudian ia melirik papan yang berada dikurungan tersebut "Manusia yang dengan lancang memasuki wilayah Iblis"


"...."


Zovarein tidak tahu harus berkata apa lagi, ia melirik sebentar anak kecil dihadapannya sebelum ia memindahkan anak itu ke wilayah manusia dengan perpindahan ruang.


Tik...


Zovarein menjentikkan jarinya dan anak itupun berubah menjadi seberkas cahaya dan menghilang. "Huh.. sudah cukup, aku akan datang lain kali!" Iapun berjalan menuju tangga lantai 1 dan menaikinya.


Namun sebuah pemandangan yang tidak biasa langsung menghampirinya saat ia baru tiba di lantai 1.

__ADS_1


Gargantua tidak bergerak dari tempatnya sama sekali, bahkan air matanya sudah membentuk genangan tepat dibawah wajahnya.


"Kenapa kau masih disini?" Tanya Zovarein dengan nada datar, ia memberi sedikit penekanan pada suaranya agar Gargantua sedikit tertekan.


Namun tidak sesuai ekspektasi nya Pria Besar itu masih saja tidak bergeming.


""


Bom!! Gargantua langsung merasakan sesak di dadanya, dengan segera tubuhnya langsung berdiri dan menatap langsung wajah Zovarein.


"Tubuhku.. bergerak sendiri" Ucapnya dalam hati.


"Bagus... hampir saja aku terpancing emosiku sendiri cuma untuk memintamu berdiri, sekarang pulang dan lakukan kegiatanmu sehari-hari seperti biasa, jangan buat aku marah dengan terus bersujud ataupun menangis... Kau itu Pria ingat!"


Kemudian Zovarein pergi meninggalkan Gargantua disana.


"Namamu.. kalau tidak salah Kalina?"


"Be-benar tuan!" balasnya dengan gugup.


"Keluargamu sudah menunggu dirumah, cepat pulang dana dan beritahu mereka bahwa Raja Iblis Tirani yang mebebaskanmu secara langsung"


!!!... Kalina Terkejut bukan main saat mendengar perkataan itu, ia menatap mata Zovarein sebentar sebelum akhirnya ia terduduk lemah di tanah.


"Huh.. ambil ini!" Zovarein mengambil sebuah token dari penyimpanan dimensinya dan melemparnya kearah Kalina.


""


Whoomm... lingkaran berwarna hitam langsung terbentuk di hadapan Zovarein, ia baru memasuki lingkaran itu setelah menatap Kalina selama beberapa saat.


...----------------...


...THE STRONGEST DEVIL KING...


...----------------...


"Ah.. Ayah datang!" Ucap Rurina yang melihat Gate terbentuk di depannya dan Zovarein keluar dari sana.


"Sepertinya kalian sedang bersenang-senang.." Zovarein melirik kesekitar dan menemukan Elgard dan Nova yang sedang berbicara santai sambil meminum secangkir teh.


"Ayah juga harus ikut! Kesini! Kesini!" Rurina menarik tangan Zovarein dan membawanya kehadapan Kakak dan Ibunya.


...•°•...


...°•°...

__ADS_1


...•°•...


"Huh... padahal sudah kuperingatkan kau masih saja menyerang mereka, Entah Otakmu yang sudah kurang waras atau Kau nya saja yang berkepala batu"


"Cih.. Jangan urusi aku, urus urusanmu sendiri!" Jelia membalas perkataan Kaneth tanpa menatapnya sama sekali dan terus berjalan.


"Haish... aku sudah berinteraksi dengan berbagai wanita, dan dari mereka semua hanya yang satu ini yang tiga kali lebih keras kepala daripada mereka" Gumam Kaneth sambil melihat Jelia yang semakin menjauh.


"Adik angkat yah... padahal sudah bertahun-tahun tapi dia masih saja tidak menganggap ku dan terus saja menyebut Pangeran.. setidaknya panggil aku Kakak sekali saja dasar"


Iapun kembali melanjutkan langkahnya menuju Akademi Sihir dimana Gurunya berada.


—————


"Bagaimana yang mulia?" Tanya Dewa Keseimbangan Pada Lifersia atau Dewa Kehidupan.


"Seperti biasa mereka sangat suka menyiksa, sungguh menyedihkan manusia yang dijadikan contoh itu" Lifersia pun mengembalikan kesadarannya pada tubuhnya setelah melihat-lihat ke Wilayah Iblis.


"Bolehkah saya melihatnya juga Yang mulia?" Tanya Celia pada Lifersia.


"Tentu.. tapi kuharap kau tidak muntah disini saat melihatnya" Iapun mengarahkan jari telunjuk nya pada dahi Dewa Keseimbangan.


Dan setelah beberapa menit kemudian tubuhnya langsung bergetar, wajahnya langsung pucat saat melihat penyiksaan itu.


"I-itu.. jangan bilang itu adalah Hukuman Sedang/Menengah yang sudah menjadi tradisi mereka?" Tanya Celia yang hanya dibalas anggukan oleh Lifersia.


"Huh.. tidak mengganggu mereka adalah keputusan yang tepat, aku tidak menyangka bahwa tangan kanannya saja sampai sekuat itu, aura penduduknya juga tidak bisa diremehkan" Ia menatap keluar Jendela sambil melirik kelangit,


"Keputusan untuk tidak menganggu mereka saat melarikan diri dari bumi juga sangat tepat" Gumamnya dengan suaranya yang sangat kecil sampai tidak bisa didengar oleh Celia yang berada disebelahnya.


"Itu?.." Celia menunjuk kewilayah Iblis, Lifersia yang melihat kearah yang ditunjuk oleh Celia langsung muntah darah.


"Mustahil... Apa mungkin ada Kastil sebesar itu?!"


...-_-_-_-_-_-_-...


Kini semua makhluk hidup yang ada di 4 Dunia dibuat tercengang, beberapa pingsan ditempat, beberapa terkena serangan jantung, beberapa langsung bersujud dan beberapa langsung pasrah akan nyawa mereka.


Wilayah Iblis yang dikenal sebagai wilayah paling besar diantara wilayah lainnya telah menjadi sebuah Kastil yang sangat besar.


Lebih tepatnya Kastil sebesar Wilayah itu sendiri langsung muncul tanpa ada yang menyadarinya sebelum beberapa orang berteriak saat melihat itu.


"Apa itu.. be-benar benar bangunan?" Tanya semua orang dengan tatapan tidak percaya.


Warna Hitam yang sangat Elegan, Hiasan Cahaya ungu gelap dan beberapa ukiran yang sangat menakutkan menambah kesan ngeri kepada semua makhluk yang ada belum lagi aura kematian yang sangat pekat membuat siapapun merinding.

__ADS_1


"Jadi itu Kastil Raja Iblis Tirani yang ada Di legenda" Ujar mereka semua dalam hati.


__ADS_2