
"Ayah.. sejak kapan Ayah punya kastil sebesar itu?" Tanya Rurina yang masih melayang dilangit bersama Zovarein, Elgard dan Nova.
"Benar juga Rurina belum tahu ya?" Ujar Elgard mendahului Zovarein yang ingin berbicara. Memang sedikit kesal tapi ia tetap tenang dan mendengar Elgard selesai bicara terlebih dahulu.
"Kastil itu Planet Delsgade lho.. tempat dimana Kekaisaran Iblis berdiri, Ayah membuat Kastilnya jadi Planet untuk menyegel kekuatannya sekaligus untuk menciptakan tempat tinggal baru untuk ras Iblis" Jelas Elgard menatap kagum Kastil raksasa dihadapannya.
"Menyegel kekuatan?" Gumam Rurina memiringkan kepalanya.
"Ya.. kekuatan Ayah saat ini memang sangat hebat, tapi itu hanya setengahnya saja, setengah lagi Ayah segel di Kastil itu!" Lanjutnya dengan kekaguman yang terlihat jelas pada wajahnya.
"Benarkah?!.. Bukankah itu berarti ayah adalah yang terkuat diseluruh dunia?!" Tanya Rurina dengan antusias pada Zovarein dengan mata yang bersinar-sinar.
"Huh.. sejak kapan kau jadi banyak bicara Elgard? kau bahkan merebut bagianku" Ucap Zovarein sambil menghela nafas.
"Hehe.. kelepasan, tapi Ayah..." Elgard menatap serius pada Zovarein.
..."Kenapa Ayah Menggunakan Kastil ini? aku pikir tanpa kastil ini pun diseluruh dunia tidak ada yang dapat melawan Ayah"...
...----------------...
...THE STRONGEST DEVIL KING...
...----------------...
Pertanyaan itu berhasil mengubah raut wajah Zovarein menjadi pucat, tetapi itu hanya bertahan selama sepersekian detik sebelum ia mengubah raut wajahnya menjadi datar.
"Entahlah.. Ayah memiliki Firasat bahwa sesuatu yang akan menggemparkan 4 Dunia sedang menuju kemari, belum ada yang tau itu baik atau jahat, jadi tidak ada salahnya bersiap-siap terlebih dahulu bukan?" Jawabnya melirik Elgard yang terlihat tidak puas dengan jawaban itu, ia tentu tidak akan memberitahu alasan sebenarnya kepada mereka.
Whush!... Secara tiba-tiba seberkas cahaya muncul disebelah Zovarein dan memunculkan Kaneth dengan wajah pucat.
"Apa kau baru daja di kejar sesuatu yang mengerikan? wajahmu terlihat sangat pucat" Ucap Zovarein memancing emosi Kaneth.
"Aku tidak ingin bercanda.. ini baru beberapa bulan kenapa kau langsung mengeluarkan Kastilmu?" Pertanyaan itu berhasil menarik perhatian Elgard, namun dengan segera Zovarein memberi tanda pada Kaneth agar mereka membicarakannya didalam saja.
"Ayah ada urusan sebentar, Nova ajak Rurina berkeliling bersama Elgard untuk melihat-lihat, aku serahkan mereka padamu" Ucap Zovarein tanpa menunggu balasan Istrinya itu dan langsung menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Ayah sepertinya terburu-buru... apa Ibu tahu sesuatu?" Tanya Elgard berharap rasa penasarannya dapat terjawab, namun saat melihat Ibunya menggelengkan kepala harapannya seketika hancur.
Kalau Ibunya saja tidak tahu apalagi orang lain, memata-matai Ayahnya sendiri pun merupakan hal bodoh, memohon agar diberitahupun sangat mustahil, kini ia hanya bisa membuang jauh-jauh rasa penasarannya itu dan langsung menyusul Ibu dan adiknya yang sudah berada di gerbang Kastil.
———————
Whush!!... Zovarein dan Kaneth muncul di dalam ruangan kerja Zovarein pada Kerajaan Neraka.
"Kaneth.. apa kau bisa menjaga mulutmu itu setidaknya agar tidak asal lepas didepan keluargaku?" Tanya Zovarein menatap tajam pada Kaneth dengan aura membunuh yang begitu pekat menyelimuti tubuhnya.
Wajahnya yang awalnya sudah pucat kini bertambah pucat, hampir saja kulitnya berubah menjadi seputih kertas karena sangkin takutnya.
"Jadi kenapa kau datang kemari?" Tanya Zovarein sambil menurunkan tatapan dan auranya yang sangat mencekam.
"Haahhh...hahhh... akhirnya bisa bernafas, seperti kataku tadi.. kenapa kau langsung mengeluarkan Kastilmu? Tanya Kaneth sekali lagi sambil. menatap serius pada Zovarein.
"Huh.. kau tau adikmu itu? dia sangat menganggu, aku tidak ingin dia terus saja meremehkan dan menyerang wilayah ku, setidaknya dia akan merasakan keputusasaan saat melihat Kastilku itu"
Kaneth mengerutkan keningnya, itu bukanlah jawaban yang ia cari pikirnya. "Itu alasan pertama... alasan utamanya?" Tanya Kaneth lagi, kali ini ia tidak menatap tajam Zovarein sama sekali.
"Jika dalam 3 Tahun Kastilku dapat menyerap energi sihir sebanyak mungkin, setidaknya perbandingan kekuatanku dengan si penyerang itu tidak terlalu jauh seperti sebelumnya"
"Aku juga ingin belajar sihir yang hanya bisa di pelajari didalam Kastilku, mungkin agak terdengar mengerikan tetapi kalau aku mencobanya diluar mungkin 4 Dunia akan lenyap" Jelas Zovarein berbohong, sebenarnya mempelajari sihir itu sama sekali tidak akan menghancurkan 4 Dunia.
Ia hanya membut itu sebagai alasan agar Kaneth tidak bertanya lebih lanjut lagi,
"Dan kau ingin menggunakan sihir itu pada si penyerang?" Tanya Kaneth menatap penuh selidik pada Zovarein.
"Ya.. aku akan membawanya planet lain terlebih dahulu sebelum menggunakannya nanti" Lanjutnya.
"..."
suasananya berubah menjadi sunyi, tidak ada yang berbicara sama sekali, mereka hanya terus saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya bersama-sama menghela nafas.
"Apakah kau masih hidup setelah menggunakannya?" Tanya Kanrth sekali lagi.
__ADS_1
Zovarein tidak menjawab pertanyaan itu sama sekali, bahkan Kaneth telah menunggu selama beberapa berapa menit tapi masih belum ada jawaban.
"Apakah kau sudah memberitahu Nova bahwa kau akan pergi lagi?" Tanya Kaneth, kini ia bersiap-siap untuk pergi jika jawabannya tidak memuaskan.
"Tentu saja belum dan tidak akan kuberitahu, tetapi jika ia bertanya mungkin akan aku jawab dengan beberapa alasan"
Kini Kaneth terdiam, ia menatap Zovarein dengan tatapan yang tidak dapat dijelaskan sebelum akhirnya merobek ruang dan berpindah menuju Kekaisaran Azhesia.
"Pada akhirnya kau akan terus berkorban yah..." Ucap Kaneth dalam hati saat sudah sampai diruangannya. Ia tidak ingin mengatakan hal itu tadi didekat Zovarein walaupun didalam hati karena ia tahu Zovarein bisa membaca pikiran.
"Sungguh... sebenarnya yang baik-dan jahat itu siapa, Dewa yang sudah tahu akan hal inipun tidak bertindak, Putih tidak selalu baik dan Hitam tidak selalu Jahat. kah... perkataan itu ada benarnya. juga"
Ia kemudian merebahkan tubuhnya di kasur sebelum akhirnya tertidur dengan lelap.
...°•°...
...•°•...
...°•°...
"Shin!" Panggil Zovarein dan seorang iblis pun muncul dari kegelapan dan berlutut pada Zovarein.
"Hamba disini Paduka!" Jawab Shin menundukkan kepalanya.
"10 Murid!" Panggilnya lagi dan Sepuluh Iblis berjubah hitam bercorak tengkorak muncul di hadapan Zovarein dan langsung berlutut.
"Kami disini Guru!" Ucap mereka bersamaan.
"Kalian bersepuluh dipimpin Shin dan Kyle segera gunakan sihir perlindungan tertinggi mengelilingi 4 Dunia, aku tidak ingin pertanyaan dan penolakan, Pergi!!"
"Siap Paduka!"
"Siap Guru!"
Mereka bersebelas pun menghilang dan langsung pergi menuju posisi masing-masing mengelilingi 4 Dunia.
__ADS_1
"Yah.. setidaknya dalam 2 Bulan tugas tersebut akan segera selesai sendiri, walaupun begitu mereka harus dapat menyelesaikannya bulan ini"