RAJA IBLIS

RAJA IBLIS
Di Penginapan


__ADS_3

Zovarein berjalan menuju meja paling tengah yang berada di restoran penginapan tersebut, kemudian duduk disana sambil memfokuskan pendengarannya kesekitar dengan tujuan mencari informasi.


Disudut ruangan paling kiri, ada dua Iblis paruh baya dengan armor yang melindungi seluruh tubuh mereka kecuali kepala, yang membuat mereka berdua hampir terlihat mirip seperti prajurit kerajaan namun sebenarnya bukan.


"Hahh.. padahal kita datang ke Kerajaan ini untuk menjual beberapa daging yang kita dapatkan setelah membunuh monster, namun apa? para bandit itu malah mengambil semuanya termasuk uang kita!" Ucapnya dengan marah.


"Kecilkan suaramu, disekitar sini juga ada bandit yang berpatroli, jika mereka mendengarnya bukan hanya hartamu, nyawamu juga dalam bahaya!" Temannya memperingati.


"Aku tidak peduli, lagi pula apa saja yang dilakukan Raja Iblis Aizel sampai membiarkan Bandit berkuasa di Ibukota, padahal Rakyatnya sedang kesusahan, dia malah duduk diam di Istana kerajaan tanpa berbuat apapun!" Pria itu kembali berucap marah.


"Huh.. padahal kau tau sendiri kalau Raja Iblis terkena Racun, kenapa malah mengeluh soal itu?" Temannya menghela nafas, ia tidak habis pikir temannya itu malah menyalahkan Raja yang sedang tidak berdaya.


"Kalau dia teracuni, kan dia bisa memberikan kekuasaan sementara kepada anaknya, istrinya atau bawahannya agar Kerajaan tidak menjadi seperti ini! lagi pula Raja Iblis Aizel, Dezain juga masih hidup, kenapa dia tidak bertindak dikeadaan genting seperti ini?!" Pria itu berucap marah lagi.


"Kau tau dia pergi untuk mencari penawar racun bagi putranya, dan masih berkata seperti itu? apakah ada yang salah denganmu?" Temannya memandang pria tersebut dengan tatapan aneh, ia sama sekali tidak mengerti jalan pikiran pria tersebut.


"Habisnya.. kalau bukan karena itu kita bisa pulang dengan beberapa Koin emas hari ini, namun jangankan membawa koin emas, pulang saja kita sama sekali tidak bisa." Ucapnya dengan wajah sedih.


"Kau benar..." Keduanya termenung.


Zovarein yang mendengar percakapan itu sedikit heran. Terkena racun? Raja Iblis? Yah bukan hal aneh jika itu Raja Manusia tapi ini adalah Raja Iblis! dan dia terkena racun? Zovarein tidak bisa berkata-kata lagi.


"Dan katanya si Dezain itu pergi mencari penawarnya.. apa mungkin dia mencari si Vencer itu?" Zovarein mencoba untuk menghubungkan setiap pemikirannya.


"Dan juga benar yah, dia bisa saja mewariskan kekuasaannya pada Anak atau Istrinya, tapi kenapa dia tidak melakukan hal itu dan tetap membiarkan Bandit berkeliaran di kerajaannya? apa mungkin yang terkena racun bukan hanya sang Raja tapi seluruh keluarga Kerajaan Aizel kecuali si tua kapak Dezain itu?" Zovarein mengerutkan dahinya.


Kesimpulan ini membuat beberapa kemungkinan yang sangat masuk akal tapi juga aneh.


"Apa mungkin Dezain Axrets dipaksa oleh Vencer untuk menjadi bawahannya, dengan ancaman seluruh keluarganya akan mati terkena racun mematikan jika menolak? Atau mungkin Dezain Axrets mengorbankan keluarganya demi menjadi bawahan Vencer Arsias? tidak, kalau itu seperti nya agak tidak masuk akal.."


"Paduka." Shin memanggil dari sebelahnya.


Zovarein beralih pada Shin yang sedang berdiri disebelahnya dengan tatapan rumit, seakan mengerti maksud dari tatapan itu, Shin kemudian membungkuk lalu duduk dihadapan Zovarein.

__ADS_1


"Shin, pergi dan cari lokasi tempat pecahan itu berada." Zovarein berucap pelan, yang dibalas anggukan oleh Shin.


Kemudian Shin lenyap menjadi seberkas cahaya dan meninggalkan Zovarein dipenginapan itu untuk melaksanakan tugasnya.


"Huh.. lebih baik aku ke kamar penginapan saja, tidur selama beberapa jam juga tidak buruk." Ia mengambil kunci kamar yang diletakkan Shin diatas meja sebelum pergi kemudian menaiki tangga menuju lantai teratas tempat kamarnya berada.


Saat ia sudah masuk kedalam, beberapa penghalang kedap suara mulai aktif saat Zovarein menjentikkan jarinya dan menutupi ruangan tersebut dari setiap sudut. Kemudian ia membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur sembari memikirkan beberapa hal yang sempat ia simpulkan tadi.


...----------------...


Kesokan paginya...


"Hamba kembali Paduka.." Ucap Shin yang secara mendadak muncul disebelah Zovarein yang sedang duduk di tempat tidur.


"Bagaimana?" Zovarein bertanya.


"Tugas selesai, pecahannya berada tepat didalam Istana Kerajaan Aizel pada sebuah ruangan tersembunyi. Kabar mengatakan bahwa Raja Iblis Dezain menyimpan pecahan tersebut sebab kekuatan sihir yang tersegel dalam pecahan sangat besar, namun karena ia sama sekali tidak tahu cara membuka segel tersebut, ia hanya bisa menyimpannya agar tidak seorangpun dapat memilikinya kecuali dirinya sendiri." Jelas Shin.


"Keserakahan menguasai dirinya yah, tidak, mungkin saja itu hanya agar tidak jatuh ke tangan yang salah tapi, ada yang salah disini.." Zovarein mengerutkan dahinya, ia melirik Shin kemudian berkata. "Kerja bagus, siang ini kita akan mengetuk gerbang masuk istana mereka."


Setelah berbincang selama beberapa waktu, mereka berdua akhirnya turun kelantai paling bawah untuk makan siang, namun saat mereka sampai disana, beberapa bandit sudah mengepung wanita resepsionis untuk meminta sesuatu seperti pajak harian.


"Hari ini kami ambil 10 Koin Emas, berikan atau ucapkan selamat tinggal pada penginapan ini haha. Yah.. kalau kau tidak punya sebanyak itu," Bandit itu mendekatkan wajahnya pada wanita tersebut. "Mungkin tubuh mu bisa membayarnya!" Ucapnya sambil menatap setiap inci dari tubuh wanita resepsionis tersebut, dengan senyum menjijikan dan tatapan seorang bajingan m3sum sambil menjilat bibirnya sendiri.


"A-aku tidak punya 10 Koin e-emas, pendapatan perbulan dari penginapan ini saja hanya 100 Koin perak, tidak mungkin aku punya sebanyak itu dalam satu hari! padahal kalian sudah menagihnya kemarin!" Wanita itu membentak.


"Haha, bukankah kau tinggal membayarnya dengan tubuhmu yang indah ini, aku jamin tidak akan sakit sama sekali Hahaha!"


Para bandit tersebut terus mendesak sang wanita tanpa memberikannya kesempatan, namun seperti biasa, Zovarein sama sekali tidak peduli dengan hal yang tidak mengganggu dirinya, jadi ia hanya melewati mereka dan berjalan ke salah satu meja yang berada disana. Hal tersebut juga menarik perhatian beberapa bandit disana dan membuat mereka sedikit muak, kemudian menghampiri meja dimana Zovarein dan Shin duduk.


*Brakk!!


Meja tersebut mendadak dihantam dengan sebuah kepalan tangan yang cukup besar sampai hancur lebur, yang melakukannya adalah seorang Pria bertubuh besar dengan banyak goresan pisau diwajahnya.

__ADS_1


"Hei, beraninya kau mengabaikan kami dan lewat begitu saj.."


*BLASHH!!


Pria tersebut langsung menjadi kabut darah dengan beberapa organ tubuhnya yang menyebar kesekitar. Salah satunya adalah ususnya yang secara sengaja diarahkan Zovarein pada seorang bandit yang melecehkan wanita resepsionis.


*Plak...


"Huh? apa ini.." Ia terdiam seribu bahasa, sambil menatap sebuah organ yang begitu panjang di tangannya dengan tatapan kosong.


Beberapa detik kemudian ia menjadi sangat marah dan menginjak meja resepsionis sampai hancur, kemudian melirik kesekitar untuk mencari siapa pelaku yang melemparkan benda menjijikan tersebut kepadanya.


"Siapa yang melakukan ini sialan!" Teriaknya sambil menatap tajam semua pengunjung.


Namun beberapa saat kemudian ia melirik kearah meja yang digunakan oleh Zovarein dan Shin, meja tersebut telah hancur lebur, kemudian bercak darah disekitar mereka lebih banyak dari pada ditempat lain. Bandit itu tersenyum lebar saat melihat hal tersebut.


*Whush!!


Ia menerjang kearah Zovarein dengan sepuluh jari yang sudah berubah menjadi sepuluh cakar yang sangat tajam, serta dengan niat membunuh yang sangat intens.


"Mati!!" Teriaknya sambil mengayunkan tangannya dengan sangat cepat, cakar tersebut langsung menuju leher Zovarein yang tidak dilapisi oleh satu pelindung pun, hingga membuat kepercayaan diri bandit tersebut untuk membunuhnya semakin tinggi.


Namun...


"Lambat..."


*BOMM!!


*BOOMM!!


*DUARR!!!


Bandit tersebut melesat sangat cepat menuju dinding penginapan hingga menabraknya sampai tembus keluar, kemudian menembus bangunan lainnya dan seterusnya hingga tembus sampai menabrak tembok Ibukota dan menghasilkan suara ledakan yang cukup keras, dan terdengar keseluruh penjuruh.

__ADS_1


Itu terjadi sangat cepat, padahal beberapa saat yang lalu bandit tersebut masih berada dihadapan Zovarein, lalu sesaat kemudian ia sudah berada di tembok Ibukota dengan tubuh tanpa darah, atau lebih tepatnya mengering. karena disepanjang perjalanan menembus ribuan rumah penduduk, ia sudah kehabisan darah dan mati mengenaskan.


__ADS_2