
"LayNova, apa yang membuat kau harus tinggal disini bersama kedua orang tuamu?" Zovarein bertanya dengan tenang.
"Sebelumnya aku dan kedua orang tuaku tinggal di pinggiran Kerajaan Interitus, di sebuah desa kecil bernama Kavi, Namun karena aku seorang Iblis yang memiliki elemen cahaya, aku dianggap sebagai anak terkutuk dan dibenci seluruh Desa." Jelas LayNova dengan singkat sambil makan.
"Bodoh sekali hanya karena memiliki elemen cahaya dianggap terkutuk." Zovarein tertawa sinis menghina Desa yang ditinggali LayNova sebelumnya.
"Bukankah itu benar? seharusnya Iblis memiliki kekuatan yang berhubungan dengan elemen Gelap, tapi aku malah memiliki kekuatan yang berhubungan dengan elemen suci yang buruk bagi iblis." LayNova tetap makan dengan tenang sambil berbicara, seakan tidak memperdulikan apa yang ia katakan.
Namun Zovarein tahu kalau didalam hati LayNova, gadis itu terus menyalahkan dirinya sendiri tentang kematian orang tuanya, yaitu karena ia memiliki elemen cahaya.
"Itu sama sekali tidak benar." Zovarein pun kembali makan.
"Kenapa kau berkata seperti itu? apakah kau bukan seorang Iblis?" Tanya LayNova sambil menatap Zovarein sebentar, namun saat melihat tanduk asli di kepala Zovarein, ia langsung menutup mulutnya.
"Kenapa aku berkata seperti itu? itu karena Raja Iblis sendiri memiliki Elemen cahaya meskipun tidak sekuat elemen kegelapan nya, bahkan istrinya adalah pengguna Elemen Kegelapan dan Cahaya yang stabil, kedua elemen nya tidak bertabrakan, dan dapat digunakan tanpa ada masalah." Jawab Zovarein yang membuat LayNova terdiam, ia merasa kalau istri Raja Iblis memiliki kekuatan yang sama dengannya, dan ketakutan dihatinya pun sedikit menghilang.
"Raja Iblis yang mana memiliki Istri seperti itu?" Tanya LayNova dengan penasaran.
"Raja Iblis Tirani, yang menguasai seluruh benua Iblis." Jawab Zovarein membuat LayNova terdiam lagi.
"Penguasa seluruh benua iblis? bukankah itu berarti dia adalah Raja dari segala Iblis di U-C?!" Tanya LayNova yang sangat kaget, kagum dan juga bersemangat disaat yang bersamaan.
"Seperti itulah, tapi 2000 Tahun lalu Raja Iblis Tirani dan juga Istrinya mati dalam pertempuran besar." Zovarein mulai menunjukkan ekspresi sedih, namun masih dapat ia tahan agar Gadis dihadapannya tidak curiga.
"Heeeh?! Jadi siapa Raja Iblis Tirani sekarang?" LayNova kembali terkejut.
Mendengar pertanyaan LayNova Zovarein tersenyum kecil kemudian berkata. "Raja Iblis Tirani tidak pernah berganti, karena ia bisa hidup kembali dengan sihirnya yang sangat luar biasa." Zovarein berkata seperti menyombongkan dirinya sendiri namun tidak ditanggapi oleh LayNova.
"Bisa hidup kembali? dia bisa menghidupkan orang mati?!" LayNova melihat setitik cahaya harapan.
"Tentu saja, itu adalah hal yang mudah baginya." Zovarein meletakkan sendoknya, ia merasa kalau makanan yang ia makan sudah cukup banyak.
__ADS_1
"Bawa aku bertemu dengannya!" Ucap LayNova dengan spontan secara tiba-tiba membuat Zovarein tersedak air yang ia minum.
"Kau pikir kita bisa menemuinya? saat ini kondisinya tidak memungkinkan." Ucap Zovarein membuat LayNova terheran.
"Bukankah kita hanya perlu pergi ke kastilnya?" LayNova memiringkan kepalanya.
Mendengar itu Zovarein menghela nafas kemudian berkata. "Sekarang ini disaat Raja Iblis Tirani belum menampakkan dirinya, seseorang yang cukup bodoh berkata kalau ia adalah Raja Iblis Tirani, ia menjadi Raja Iblis palsu yang hanya tau berbuat jahat pada orang disekitarnya." Jelas Zovarein membuat LayNova sedikit geram.
"Kalau begitu kita harus menghajarnya!" Ucap LayNova dengan serius.
"Semangat yang bagus, tapi hanya semangat saja tidak akan menyelesaikan masalah, kau butuh kekuatan." Kemudian Zovarein menyimpan semua piring makanan di penyimpanan dimensinya. "Aku akan membawamu ke suatu tempat, aku bisa melatih mu disana." Ucap Zovarein membuat tekad LayNova semakin besar.
Harapannya untuk bertemu Raja Iblis Tirani sangatlah besar, karena ia sangat ingin memohon untuk kehidupan Orang tuanya lagi, bahkan jika ia harus membayar dengan nyawanya, namun ia sama sekali tidak menyadari kalau Raja Iblis Tirani yang ia harapkan sudah berada dihadapannya.
"Kita akan pergi dari sini, pegang tanganku." Ucap Zovarein.
Tanpa ragu LayNova memegang tangannya, meskipun tidak tahu apa yang akan Zovarein lakukan.
"Ayah, kenapa datang secara mendadak seperti ini? bukankah seharusnya Ayah bisa ..." Rurina yang ingin memeluk Zovarein terhenti saat melihat seorang gadis kecil tengah berpegang tangan dengan Ayahnya.
"Ibu?" Rurina bergumam dengan suara yang sangat kecil sambil melihat Gadis kecil itu dengan tatapan rindu.
"Kenapa kau memanggil ku Ibu?" Tanya LayNova yang merasa agak aneh, karena seorang perempuan remaja sedang memanggilnya yang seorang gadis kecil dengan sebutan Ibu.
Rurina yang menyadari kalau perkataannya sedikit aneh langsung menggelengkan kepalanya kemudian berkata. "Tidak aku hanya salah bicara saja, maaf ya gadis kecil." Rurina meminta maaf.
Sementara itu Elgard yang berada di kejauhan juga mendekat.
"Ayah, kebetulan sekali aku ingin menanyakan beberapa hal tentang pembangunan ..." Kali ini Elgard yang terdiam saat melihat gadis kecil itu.
"Ibu?" Elgard juga bergumam kecil.
__ADS_1
"Kenapa kalian berdua memanggilku Ibu? apa aku setua itu? umurku baru 1 Tahun!" Kali ini LayNova sangat marah.
Namun tidak ada yang menanggapi kemarahannya, Rurina dan Elgard hanya menatap lekat pada Zovarein seakan ingin meminta penjelasan.
"Yvier, tolong ajak dia ini berkeliling Istana, usahakan agar tidak membuatnya marah, dan juga jangan biarkan dia membuat kekacauan." Ucap Zovarein dengan tenang.
"Gadis kecil ini? baiklah Ayah, aku akan ..." Yvier juga berhenti berbicara saat menatap gadis itu.
"Jangan bilang kau juga akan memanggilku Ibu?" LayNova langsung menatap Yvier dengan tajam seakan ingin menerkamnya.
"Ti-tidak bukan apa-apa, silahkan ikuti aku gadis kecil." Ucap Yvier dengan gugup.
Setelah mereka berdua pergi, Elgard dan Rurina langsung membanjiri Zovarein dengan banyak pertanyaan, namun Zovarein segera menenangkan mereka berdua agar tidak kelepasan.
"Ayah, kenapa Gadis kecil itu memiliki Aura seperti Ibu? apa dia adik baru?" Rurina bertanya dengan antusias.
"Ayah, Kenapa Gadis kecil tadi sangat mirip dengan Ibu? apa dia anak lain yang kalian rahasiakan kepada kami bertiga?" Elgard memiliki pertanyaan yang sama namun dengan arah yang berbeda.
"Dia itu Ibu kalian." Jawab Zovarein dengan singkat langsung pada intinya membuat kedua anak itu langsung terdiam seribu bahasa.
"Hanya saja dia tidak memiliki ingatannya dan ia juga kekuatannya, sehingga pertumbuhannya tetap seperti anak kecil lainnya, hanya saja ia sudah memiliki tubuh seorang balita di umurnya yang baru satu tahun, karena sebagian kecil kekuatannya masih tersisa." Zovarein menjalankan dengan tenang.
"Jadi kami tidak bisa memeluknya untuk melepas rindu?" Rurina langsung ingin menangis ketika mengetahui kenyataan pahit itu.
"Jangan bersedih seperti itu, untuk saat ini perlakukan ia seperti adik kecil dengan baik, Ayah akan mencari solusinya agar ingatannya kembali." Zovarein berkata dengan tenang.
"Huh... ini mengingatkanku seperti reinkarnasi Ayah yang ketiga." Elgard langsung mengingat masa lalu, dimana Zovarein juga mengalami hal yang sama.
"Ya, benar juga."
...—To Be Continued—...
__ADS_1