
1 hari telah berlalu taka dan aoi telah resmi menikah dan sekarang mereka berdua ingin mengambil keputusan yang tepat untuk masa depan mereka berdua taka dengan aoi duduk berdampingan sambil membicarakan sesuatu hal yang penting
mereka berdua berada ditengah-tengah Bukit sambil melihat bintang-bintang yang berkilau di langit
" kemarin itu benar-benar hari yang panjang ya.. " Taka berbicara dengan tersenyum
" benar ya.. tapi semua itu sudah berakhir.
aku rasa ini seperti mimpi yang indah " Aoi menjawabnya dengan senyum
Tangan mereka saling bersentuhan malam yang penuh bintang dengan cuaca yang bagus
" ahaha.. itu tidak benar kok, hidup memang begitu. Terkadang yang sudah kita rencanakan tidak seperti kenyataan. tapi itu kehidupan bukan? " Taka
" oh.. taka tidak biasanya kau berkata bijak seperti itu.. " Aoi
" itu pujian atau hinaan? " Taka dengan raut masam
" pujian kok.. aku sedang memujimu loh,
daripada membahas hal tidak penting seperti itu! lebih baik kau cari ide untuk masa depan kita berdua Taka! " aoi
" iya.. aku mengerti.. aku sudah memutuskan pergi ke tempat itu. " Taka
" tempat itu? dimana itu? " Aoi
aoi tidak mengetahui tempat yang di maksud oleh taka dan aoi terdiam menunggu balasan Taka
__ADS_1
" aku berencana untuk pergi ke sebuah negara yang cukup terkenal yang terletak gurun pasir yang sangat besar namun tempat itu memiliki tumbuhan yang subur dan tanaman yang segar.. aku juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu. dari tempat nya saja sudah tidak wajar untuk menanamkan tanaman tapi kenapa bisa jadi subur.. " Taka
" he.... Kedengarannya cukup menarik " Aoi
" Oh iya disana juga memiliki sumber mata air sangat besar dan bukan karena itu doang.. kota itu di sebut sebagai kota dungeon dan terdapat sebuah menara yang sangat tinggi dan terdapat 25 lantai didalamnya setiap lantainya dan setiap lantainya di isi oleh monster monster yang sesuai dengan level lantai semakin tinggi lantai yang kau lewati semakin kuat monster yang kau hadapi.. " Taka
aoi terkagum dengan ucapan taka ia terlihat begitu antusias mendengarkannya
" tapi tenang saja.. aku akan menyewa sebuah rumah untuk ditinggali, kau jangan khawatir aku akan melindungimu " Taka
" Iya... terima kasih. " Aoi membalas dengan senyuman
# keesokan harinya #
taka bersama Aoi sedang menyiapkan perbekalan dan mereka membawa sebuah kereta kuda yang cukup mengangkut barang-barang milik mereka berdua. Mereka di bantu oleh yang lainnya kereta kuda itu diberikan oleh raja sebagai hadiah pernikahan.
" kau ini memang kuat tapi kau tidak mengerti soal kehidupan normal. itu terjadi karena kau saja yang tidak normal " Aoi
" Ucapanmu benar benar menusuk seksli " Taka
" Iya juga aku memiliki skill unik extra RUANG TAK TERBATAS, mereka yang ku lahap mengunakan beelzebub masuk ke dalam situ.. dan semua kekuatan dan skill mereka menjadi milikku " gumam taka
" hei taka kau akan berpergian kapan? " tristan
" mungkin besok pagi.. ada apa? oh iya aku kan waktu itu pernah mengatakan akan mengajarimu berpendang.. " Taka
taka dengan tristan berjalan dan berbicara ditempat yang sepi dan tidak ada orang selain mereka berdua
__ADS_1
" sebenarnya aku masih bingung.. sebenarnya aku ingin menjadi lebih kuat lagi tapi aku tidak bisa meninggalkan kerajaan ini begitu saja.. jika, jika saja ada orang jahat yang membuat kekacauan di kerajaan ini..
tapi saat itu aku tidak ada disini apakah itu baik-baik saja? " tristan
" Kau benar-benar menyayangi negara ini ya.. tapi menurutku itu bukanlah hal buruk tapi bukan juga hal yang terbaik, kau tidak bisa melupakan hal yang sangat ingin kau lakukan hanya karena ketakutan belaka.. " Taka
" Apa maksudnya? " Tristan
Taka berdiri sambil melihat awan awan yang cukup tebal dan langit yang biru cerah
" Apa kau tahu burung yang berada di dalam sangkar? Burung itu memiliki impian ia itu
dia menginginkan kebebasan dan terbang kemanapun yang ia mau tapi burung itu takut keluar sangkar burung itu takut karena tidak mengetahui dunia luar itu seperti apa, dan pada akhirnya burung itu tidak jadi keluar sangkar dan melupakan kebebasan yang ia inginkan " Taka
tristan seketika membuka matanya dengan pemandangan dunia yang begitu luas jauh
berbeda jauh dari sepengatahuan tristan.
tristan membayangkan hal itu dan terkagum-kagum melihatnya
" tristan, burung itu tidak lain adalah kau sendiri, kau sangat ingin bebas tapi kau takut tidak mengetahui dunia luar. Karena selama ini kau hanya berada di dalam istana ini saja dan tidak mengetahui kebebasan itu seperti apa.. " Taka
taka tersenyum melihat tristan yang masih dalam imajinasinya dan meninggalkan tristan seorang diri
" pikirkan ini dengan baik-baik.. aku akan menunggu jawabanmu sampai besok pagi,
jangan kecewakan aku loh! " Taka senyum
__ADS_1
Bersambung....