
Taka pun pergi bersama Beta kembali ke fukiba kuni dan sesampainya di fukiba kuni
Taka memberikan cakar Beta ke pembuat pedang itu
" nih paman bahannya karena aku tidak bisa mendapatkan tanduk nya hanya bisa mendapat cakarnya saja " ucap Taka
" tidak ini lebih hebat dari pada tanduk nya dan ini sangat sempurna untuk membuat pedang, aku butuh waktu 3 hari untuk membuat pedang nya sempurna, apa kau mau menuggu selama itu " ucap pembuat pedang itu
" tidak masalah paman 3 hari bukan hal yang lama, kalau begitu aku tunggu hasilnya yah " ucap Taka dan meniggalkan tempat itu
Taka dan Beta berjalan menuju rumah sizu dan di rumah nya sizu ada dua gadis sedang bersama sizu yang sedang duduk sambil meminum teh
" dek Taka kau sudah kembali yah " teriak sizu
menyapa Taka
" iya sizunee.. " ucap Taka
" kalian Kenapa kalian ada disini? " tanya Taka
dua gadis itu adalah Aoi dan Miko
" aku hanya kebetulan mampir kemari saja "
ucap Aoi dengan jutek nya
" tidak aku dan Aoi sengaja kemarin dan menugaskan mu kembali taka " ucap Miko
" jadi begitu.. " ujar Taka
" dasar maeda Aoi kau tidak bisa jujur sekali "
ucap Taka
" bukan berarti aku kesini hanya untuk mu,
__ADS_1
aku hanya ingin bertemu sizu saja jangan
salah paham dulu yah " ucap Aoi yang memalingkan wajahnya
" begitu kau kesini hanya untuk ku, terima kasih, seharusnya kau jujur saja, aku sudah bertemu banyak orang seperti mu, jadi aku sudah terbiasa " ucap Taka
" dasar Tsundere akut " gumam taka di dalam hati
sizu Aoi dan Miko terus menatap Beta yang di samping Taka
" Taka siapa gadis di samping mu itu? " tanya Aoi
" oh.. aku perkenalkan dia naga hitam, dan namanya Beta " ujar Taka
aoi sizu dan Miko terkejut mendengar penjelasan Taka
" naga hitam tidak mungkin kau jangan bercanda Taka " Teriak Aoi
" aku tidak bercanda dia memang Naga Hitam itu yang kalian sering bicarakan itu,
ini naga hitam itu Beta namanya " ucap Taka
# 3 kemudian
Taka mendatangi tempat pembuat pedang untuk mengambil pedangnya yang sudah di tunggu oleh Taka
" akhirnya hari ini datang juga " gumam Taka
sesampainya Taka di tempat pembuat pedang
seorang pria tua yang sudah berdiri dan orang itu adalah orang pembuat pedang itu
" dek pas sekali kau datang kesini, pedang mu
sudah jadi " ucap pembuat pedang
__ADS_1
orang itu menujukan sebuah pedang dan menaruh nya di atas meja
pedang berwarna hitam terang dan tipis dan terlihat sangat kokoh
" pedang langit malam penuh bintang,
Exile bagaimana dek " ujar pembuat pedang itu
Taka terkagum yang melihatnya dan mengangkatnya pedang Taka melihat setiap sisi bilang pedang nya
" pedang langit malam penuh bintang,
Exile itu nama yang bagus untuk pedang ini,
mulai sekarang namamu Exile " ucap Taka
" Exile itu nama yang bagus dan sangat cocok untuk pedang mu itu " ujar pembuat pedang itu
" paman berapa aku harus membayarnya? " ujar taka yang sedang senang
" Jika kau bisa mengayunkan pedang itu maka kau tidak perlu bayar dan ambillah aku sangat bangga membuatnya " ucap pembuat pedang itu
" yang benar paman " teriak Taka
Taka pun mengambil kuda-kuda dan menarik pedangnya dari sarung pedang nya
Taka mengayunkan pedangnya dengan sekali ayunan
dan membuat hembusan angin besar hingga membuat sekeliling menjadi kacau dan terjadi getaran kecil hingga membuatnya warga terkejut
" ini sangat luar biasa paman
Exile kau hebat " Teriak Taka yang kegirangan
" ambil lah pedang itu dan jadilah , orang terkuat dan bebas kan lah negara ini, aku sudah tahu tentang mu dari tuan Maeda bahwa kau orang yang akan menyelamatkan negara ini " ujar pembuat pedang itu
__ADS_1
" paman.. iya baiklah aku akan membebaskan negara ini dari tangan Shogun sialan itu " ucap Taka
Bersambung...