
dewa itu tertebas oleh Taka dan membuat tulang tengkorak bagian tubuhnya terpotong hingga menimbulkan retakan di tulang " sialan! kau manusia! tidak tahu diri!!
apa yang kau sudah lakukan ini padaku membuatku sangat marah! aku tidak akan segan-segan lagi untuk menghabisimu manusia... " Dewa waktu
pusaran energi besar Dan membentuk sebuah serangan kuat pusaran itu dewa itu menyerang Taka dengan pusaran energi besar yang berada di telapak tangan dewa itu dan melancarkan nya ke Taka " Bola penghancur!! ahahaha!!! dengan ini kau pasti akan musnah! " Dewa itu
*Fuuusss!! duuarr!!*
Taka berdiri dan tidak bergeming sedikitpun
taka seakan tidak merasakan takut dan menghadapi serangan itu dengan tenang
Bola energi itu meluncur laju ke Taka
*Duusss!!!*
Taka menahan serangan itu dengan satu tangannya dewa itu terkejut dengan yang ia lihat " itu?! tidak mungkin.. bagaimana dia bisa menahan serangan terkuat ku dengan satu tangannya.. bahkan bola penghancur bisa memusnahkan 1 alur dimensi yang ada namun? dia mampu menahannya dengan mudahnya!! Bagaimana itu bisa terjadi sebenarnya siapa dia? Kenapa ada manusia seperti dia? " dewa waktu
" hanya ini saja kekuatanmu? hah... baiklah aku akan sedikit menunjukkan kekuatanku
Padamu!! Beelzebub " Taka
Taka menyerap bola penghancur itu dengan beelzebub dan menelannya
__ADS_1
*Suara tersedut*
dewa itu berkeringat dingin melihat serangan yang ia lancarkan menghilang begitu saja " apa? Apa yang barusan terjadi seranganku menghilang tidak dia melakukan sesuatu pada serangan itu.. " gumam dewa itu
" Ini sudah selesai!! " Taka
Mata taka bersinar dan tubuhnya bersinar terang dan di selimuti oleh jumlah kekuatan yang sangat besar Taka mengarah Bruinhilde ke arah dewa itu dan memfokuskan pandangannya ke targetnya
Bruinhilde di aliri mana besar dan mengabungkan nya dengan kekuatan ke 3 artefak Cyclone. Elektro. Dan juga Shadow
" Ini lah penentuan!! " Taka
*Dor!!!!!*
Taka melesatkan tembakan dengan sengaja Taka melesetkan tembakan hingga mengenai gunung yang jauh darinya
*Duuummmm!!!*
Dewa itu sangat ketakutan dan duduk tidak berdaya di hadapan taka lalu dewa itu menundukkan kepalanya di hadapan Taka
" Tolong maafkan aku.. aku tidak akan menggangumu lagi setidaknya biarkan aku hidup.. aku harus menjaga dimensi waktu.
jika aku mati maka dimensi waktu akan menjadi kacau.. " dewa itu
__ADS_1
" hah... baiklah lagipula aku memang tidak berniat membunuhmu.. lagipula yang kau katakan itu memanglah benar tapi kau harus berjanji tidak akan pernah mencari dan jangan lagi kau berniat memusnahkan airi lagi.. jika tidak aku bunuh kau tidak perduli apa yang terjadi didunia ini mengerti!! " Taka menatap penuh ancaman
" baiklah aku mengerti.. anu apa aku boleh bertanya sesuatu.. " dewa itu
" kau itu sebenarnya siapa? kenapa kau bisa memiliki kekuatan yang bahkan lebih kuat dari pada dewa sendiri.. " dewa itu
Sontak Taka terkejut dengan perkataan dewa itu dan membuatnya marah " kau tidak berhak untuk mengetahui hal itu!!
hah.. dengar ini aku bukan lah siapa-siapa melainkan orang yang gagal itu saja " Taka
"Iya dimengerti.. " dewa dengan nada ketakutan
Dewa ruang dimensi dan waktu itu pergi dan kembali ke tempat asalnya
Tiba-tiba dari tubuh taka mengeluarkan asap dan seperti terbakar urat urat menjadi kaku Taka terlihat sangat kesakitan dan menjerit keras " agrh!!! Ah!! tubuhku!!
rasanya sakit sekali!! Seperti memang benar aku masih belum bisa menguasai bentuk Rising Emperor itu " Taka
*(Penjelasan)*
Rising Emperor adalah bentuk Taka dengan mengunakan Artefak shadow Taka mampu mengakses bentuk itu namun bentuk itu hanya bisa bertahan dalam 5 menit.
Dan efek sampingnya taka akan mengeluarkan asap dari tubuhnya dan akan menimbulkan rasa sakit yang sangat hebat hingga membuat tubuh Taka menjadi kaku dan mati rasa efek itu akan terjadi setelah penggunanya terlalu banyak mengunakan kekuatannya sendiri hingga berimbas dengan rasa sakit yang hebat.
__ADS_1
(Penjelasan selesai)
Bersambung...