
Mereka sudah dekat dengan tenda darurat yang di mana banyak penduduk didalamnya
terlihat taka yang sudah duduk melayang di udara dengan berjalan sendiri dan kedua clone nya menarik kedua naga merah yang tidak sadarkan diri
tenda sudah berada didepan mata mereka tifa melambaikan tangan ke seluruh penduduk lakra
" oi!.... " Teriak tifa dengan ceria
" hmm? mereka kembali... " ucap salah satu penduduk pria
seketika semua penduduk lainnya berdatangan dan menyambut kedatangan mereka para penduduk bersorak gembira dengan kedatangan orang-orang yang telah menyelamatkan hidup mereka
" lihat... pahlawan kita sudah datang!... " ucap penduduk lainnya
mereka pun membalasnya dengan sorakan kembali dan sambil tersenyum riang
taka masih dalam wujud kecilnya efek sampingnya masih belum berakhir
dan mereka semua sampai di tenda darurat dan disambut riang oleh para penduduk lakra mereka banyak mengucapkan terima kasih pada taka dan yang lainnya
" terima kasih banyak... kalian semua adalah pahlawan kami yang sebenarnya.. kami benar-benar terima kasih.. " mereka menundukkan kepala mereka ke taka dan memberi hormat pada taka dan yang lainnya
" siapa yang kau panggil pahlawan!.. jangan
samakan aku dengan mereka itu.. dengar ini!.. asalkan kau tahu aku kesini bukan untuk menyelamatkan kalian!.. aku kesini hanya ingin melindungi rumahku saja!..
kalian mengerti!.. " ucap taka dengan nada kasar
setelah mendengarnya para penduduk menjadi bingung dengan anak kecil yang berbicara lantang itu
tifa langsung mencegah dan menahan mulut taka agar tidak berbicara seenaknya lagi
" ano.. jika aku boleh tahu.. siapa anak kecil ini?.. " ucap penduduk lainnya
" ini aku! ini aku! taka!.. taka orang yang kalian benci!.. " teriak taka dengan kesal
" sudah... jangan terlalu dipikirkan.. dia hanya bercanda saja kok.. " tifa tersenyum pahit
mendengar taka mengatakan itu mereka langsung merasa bersalah dengan perlakuan mereka terhadap taka saat ia masih kecil mereka semua bersujud ke taka dan mencoba meminta maaf pada Taka
" mohon maafkan kami... jika kau tidak memaafkan kami tidak masalah.. itu memang ulah kami yang bodoh ini.. kami seenaknya menghakimi dan menyalahkan semuanya padamu.. maaf... " ucap seluruh penduduk bersujud didepan taka
melihat itu taka dan yang lainnya menjadi kebingungan dengan semua penduduk
tifa aoi dan yuri mencoba untuk para warga mengangkat kepalanya mereka
" eto.. aku mohon... tolong akan kepala kalian.. " ucap tifa
" itu benar.. kalian tidak boleh seperti ini.. " Aoi
" aku juga mohon itu.. " yuri
namun mereka belum mengangkat kepalanya dan masih bersujud pada taka
" hah!.. percuma saja kalian meminta maaf..
semuanya sudah terlambat kalian tahu.. " ucap taka
" taka apa yang kau katakan!? " aoi
" habisnya itu memang kenyataannya kan..
jika kalian ingin meminta maaf... meminta maaf lah pada diri kalian sendiri.. kalian lah yang harus maafkan diri sendiri.. yang tidak memaafkan itu bukan aku melainkan diri kalian sendiri.. " taka
mendengar nasihat taka membuat hati mereka yang kokoh seketika roboh dan mereka mulai mengangkat kepala mereka masing-masing dan berdiri tegak
" apa yang kalian tunggu lagi?.. ayo cepat bangun dan buatkan lah api unggun.. " ucap taka mengambil kayu-kayu yang disimpan didalam kantung sihir
__ADS_1
taka juga mengambil 5 box kotak yang berisi daging ayam sapi rusa dan juga sayur-sayuran berserta bumbunya dan menaruhnya ke tanah sesaat seluruh penduduk lakra menagis mengingat perbuatan mereka yang tidak bisa dimaafkan yang dahulu mereka lakukan ke taka saat kecil
" taka sejak kapan kau menyimpan sebanyak ini!?.. " ujar aoi yang bingung
" dan juga bagaimana bisa caranya kau menyimpan sebanyak ini? " yuri
" sudahlah kalian berdua tidak usah dipikirkan.. " ucap taka melambaikan tangan sambil tersenyum riang
" ya sudahlah jika itu yang kamu katakan..
sekarang biar aku yang memasak ini.. " ucap sambil tersenyum
mendengar itu membuat taka langsung panik dan mencoba menghentikan langkah aoi
" yuri! tifa! ikat dia dan jauhkan dia sejauh-jauhnya dari dapur.. sekarang!... " Teriak taka
seketika tifa dan yuri menyeret aoi pergi dari api unggun agar tidak ada orang yang keracunan makanan
" biarkan makanan aku yang urus... " taka menambahkan 10 clone nya untuk membantu memasakkan bahan-bahan makanan yang ada
" yosh.. hari ini aku akan membuat kare yang lezat.. ' ujar taka dengan penuh semangat
para clone taka membantu taka memasak dan membagi tugas masing-masing mereka berkerja sama satu sama lain dan akhirnya kare pun siap dihidangkan aroma lezat tercium dari kare yang membuat semua orang yang ada tergoda termaksud beta
" selanjutnya.. masak beras.. " ucapnya
saat taka memasak nasi sementara itu keluarga tifa sudah siuman dan begitu juga dengan kedua naga merah kembar itu
kedua naga merah itu pun ikut tergoda dengan aroma kare yang sedap
" aku sudah menyiapkan bagian untuk kalian bertiga.. tunggu dan duduk disitu dengan tenang.. " taka sambil memasak nasi
" baik... tuan.. " ucap mereka bertiga dengan bersemangat kedua naga itu menjadi nurut dengan perkataan taka
dengan adanya ketiga naga itu membuat penduduk ketakutan melihatnya ketiga naga itu terlihat sedang menuggu makanan dari taka
" hmm? bentuk manusia? " ucap kedua naga itu
" apa kalian tidak bisa melakukannya? " taka
" bisa kami bisa... " ujar keduanya
beta berubah dalam wujud manusia dan kedua naga itu pun berubah menjadi wujud manusianya
mereka menjadi 2 orang laki-laki kembar yang cukup tampan dengan rambut berwarna merah wajah mereka serupa dan sedikit berbeda di bagian gaya rambutnya keduanya memakai jas seperti agen mata-mata
" baiklah... nasinya sudah jadi.. " ucapnya dengan senyum
taka mulai membagikan makanan ke seluruh penduduk yang mengantri dan mereka bertiga pun ikut mengantri dan begitu juga dengan aoi tifa yuri tristan dan keluarga tifa
pun ikut mengantri
tubuh tristan dibalut perban dari bagian pinggang hingga bagian kepalanya
setelah selesai membagikannya taka mengambil bagiannya dan membawanya dan pergi ke tempat ketiga naga itu berada dan makan bersamanya
" kalian bertiga mendekatlah.. kita harus membicarakan hal yang penting.. " ucap taka
" apa aku juga boleh bergabung? " Ucap tristan yang tiba-tiba muncul dibelakang taka
" tristan.. boleh saja duduklah.... " taka
" apa boleh kami juga ikut bergabung.. " ujar aoi tifa yuri yang berada dibelakang tristan
" tidak boleh.. ini tidak ada hubungannya dengan kalian bertiga.. lagipula lihatlah.. " taka melihat ke arah penduduk yang sedang makan dengan tersenyum riang
" kenapa!.. tidak sedang mereka saja boleh..
__ADS_1
dasar pelit! " Ucap aoi dengan nada tinggi
" sudahlah... hari ini aku banyak hal yang harus aku pikirkan.. dan juga tidak lama lagi akan datang 4 pahlawan sebentar lagi.. " ujar taka sambil makan
" pahlawan? apa maksudmu 4 pahlawan yang waktu itu? " Ucap tifa
" kemungkinan bukan orang-orang bodoh itu.. tapi yang lainnya.. " taka
tiba-tiba seluruh tubuh taka mulai membesar dan ia mulai berubah menjadi sedia kala seperti taka yang sebenarnya
pakaiannya pun ikut robek kekecilan
" ah... aku kembali.. " taka wujud normal
ia kembali seperti taka pada biasanya dan suaranya pun ikut kembali seperti sedia kala
taka dalam kondisi setengah telanjang dan dilihat oleh aoi dan yang lainnya
seketika aoi tifa yuri membeku seperti batu dan tidak berekspresi sedikit pun
" jika kalian terus melihatku seperti itu..
itu membuatku sedikit malu.. " ucap taka membuang wajahnya karena malu
taka berputar seperti gasing dan merubah pakaian dalam sekejap ia memakai pakaian akademi eniel yang membuatnya terlihat seperti anak pelajar
" kenapa harus baju akademi? " Ujar tifa sedikit bingung dengan taka
" memangnya kenapa? bukannya ini bagus!?
baik-baik.. aku ganti.. " ujar taka dengan marah
karena tifa yang menatap taka dengan tatapan kecewa ia berputar kembali seperti gasing dan merubah pakaian menjadi jas pernikahan pria
" maukah kau menikah denganku.. " ucap taka dengan bergaya
" eh?.. benarkah? " Ucap yuri dengan senang
" tidak aku hanya bercanda.. maaf.. " ucap taka
" sebenarnya dari tadi itu apa sih yang ingin kau lakukan!!... " teriak aoi yang sudah kesal
" tidak apa-apa.. beneran saja tidak apa-apa kok " ucap yuri menempel dan menggenggam tangan taka
" kalau begitu.. berarti aku juga masih mempunyai kesempatan untuk menjadi istrimu.. " tifa ikut-ikutan dengan yuri dan menggenggam tangan kanannya
" apa kau kira aku akan mengizinkannya!!
dan juga kenapa tifa juga ikut-ikutan!? " Ucap aoi menarik yuri dari taka
" memangnya kenapa? aku hanya perlu menaklukkan hatinya saja.. bukan? " ucap tifa sambil tersenyum manis
" ah!.. sekarang bertambah 1 lagi.. taka lakukan sesuatu dong.. " aoi
taka mengabaikannya dan ia sekali lagi Mengganti pakaian ia memakai pakaian agen mata-mata
" sekarang... kita perlu melacak keberadaan mereka.. " ujar taka cosplay pembunuh bayaran
beta dan Kedua naga itu pun ikut cosplay dan memakai pakaian yang sama seperti taka
" baik bos.. aku sudah tahu target mereka selanjutnya.. " beta
" bos.. kami berdua tidak mempunyai nama..
bisakah bos berikan nama untuk kami? " Ucap salah satu naga itu
" bercanda cukup sampai disini saja.. baiklah kita masuk dalam masalah utama." Taka mengubah pakaian seperti biasanya dan memakai syal merah di lehernya
__ADS_1