
Disebuah kastil besar dibawah kekuasaan raja iblis merah voz berada disingasananya terlihat raja iblis voz bersama seseorang pria yang sedang berlutut dihadapannya
tatapannya yang begitu serius dan raja iblis merah voz ditemani oleh 2 pengawal pribadinya yang berada disisi kanan dan kiri
" ini sudah waktunya orang itu menjalani takdirnya, pergilah antarkan pesanku padanya.. pada taka neville.." ucap raja iblis voz
" baik.."
dengan duduk disingasananya aura mengintimidasi terpancar dari diri raja iblis voz setelah mendapatkan perintah dari raja iblis voz seseorang itu segera pergi menjalankan tugasnya
# Dunia Sekarang #
5 tahun telah berlalu semenjak kekalahan raja iblis diablos dan dunia memasuki masa-masa perdamaian dimana tidak ada konflik dan hidup dengan damai
taka dan teman-temannya telah menjalani kehidupannya seperti orang pada umumnya
taka menjalani pekerjaan mengantikan kepala sekolah yang telah pensiun dari pekerjaan dan berfokus mengelola sekolah
sedangkan itu yuki dan kaede telah dikaruniai seorang anak perempuan manis yang memiliki wajah mirip seperti ibunya kaede dengan rambut berwarna sedikit pink dan mata berwarna coklat seperti ayahnya
tristan telah menikah dengan yuri juga mereka telah mempunyai seorang anak laki-laki tampan yang memiliki wajah yang persis seperti ayahnya dengan rambut berwarna kuning pirang dan mata berwarna biru muda
sementara itu taka tinggal disebuah rumah yang cukup megah yang dia beli dengan kerja kerasnya sendiri dan taka tinggal dengan kedua istrinya aoi dan tifa juga memiliki 1 anak dari kedua istrinya
aoi melahirkan seorang anak laki-laki tampan yang memiliki wajah dan perawakan seperti taka dengan rambut berwarna putihnya dan mata berwarna hitam seperti ibu nya
tifa melahirkan seorang anak perempuan manis yang mirip dengannya dengan rambut berwarna cokelat sepertinya dan mata berwarna hijau berlian seperti ayahnya taka
mereka berenam tinggal disatu rumah dan menjalani kehidupannya dengan normal
terlihat tifa sedang memasak sebuah makanan dan menyiapkan seorang diri sementara itu aoi memakaikan baju ke kedua anak mereka dan merapikan tampilannya
kedua anak taka telah berusia 5 tahun dan bersekolah tk seperti anak-anak pada umumnya
disaat yang bersamaan emi yang telah tumbuh menjadi remaja sudah duduk dibangku 3 smp dan berusia 14 tahun ia keluar dari kamarnya dengan memakai tas dan berpakaian sekolah
" selamat pagi.." ucap emi
" ah.. emi sebelum pergi sarapan terlebih dahulu.." ucap tifa
" baik.." ucap emi dan segera duduk dibangku makan
sementara itu aotaka dan airi yang telah berpenampilan rapih segera duduk disamping emi duduk disebelah kanan dan kirinya
melihat hal emi tersenyum ringan menatap adik-adiknya yang telah bertumbuh besar
" mulai hari ini kalian akan bersekolah ya? " Ucap emi dengan tersenyum riang
" iya.. aku tidak sabar bertemu dengan anak-anak lainnya.." ucap airi dengan bersemangat dan senyuman yang manis
" emi-nee.. juga hari ini akan berangkat ke sekolah kan? " Ucap aotaka
" benar.. ah sayang sekali padahal onee-chan ingin melihat hari pertama kalian sekolah.." ucap ucap emi sambil mengambil roti dan mengelosnya dengan selai
aoi membantu tifa membawakan makanan yang telah matang dan menaruhnya diatas meja makan sambil menaruh makanan menatap emi dengan marah " tidak boleh!.. hari ini emi-chan masuk sekolah kan? "
" khh!.. sayang sekali.." ucap emi
sesaat menyadari taka yang belum kelihatan segera menaruh celameknya dan duduk di bangku makan didekat tifa berada
" daripada itu.. apa ayah kalian masih belum bangun? " Ucap tifa
" aku tidak tahu.. " ucap emi sambil memakan rotinya
" sudah jam segini taka belum kunjung bangun, aotaka tolong bangunkan ayahmu.. " ucap aoi
" baik.." ucap aotaka
aotaka turun dari bangku dan segera berjalan menuju kamar ayahnya sesaat ia membuka pintu kamar dan terlihat taka yang masih tidur diatas kasur
" ayah.. bangun sudah pagi.. ayah!.. bangun!.." ucap aotaka yang berusaha membangunkan ayahnya
berkali-kali aotaka berusaha membangunkan ayahnya namun taka tidak kunjung bangun dan masih mendengkur
" bagaimana ini.. ayah tidak bangun-bangun?!.. hmm? ah!.. aku tahu, bagaimana dengan ini? " Ucap aotaka
sesaat aotaka mengeluarkan sebuah pulpen yang dapat mengeluarkan listrik ia memencet ujung tombol pulpen itu dan menancapkannya ditubuh taka
(Suara aliran listrik!)
seketika taka langsung tersetrum dan melayang diudara menjerit kesakitan dan membuatnya gosong
setelah itu aotaka langsung mematikan aliran listriknya dengan cara menonaktifkannya
" apa? ada apa?!.. baru saja aku tersengat listrik.. aotaka kau melakukannya ya? " Ucap taka yang gosong dan wajahnya yang lusuh
" habisnya ayah tidak bangun-bangun.. ibu menyuruhku membangunkanmu.." ucap aotaka sambil tersenyum
" iya aku tahu itu.. kalau bisa tolong bangunkan ayah dengan cara yang normal oke? " Ucap taka dengan tersenyum pahit dan segera meninggalkan tempat tidurnya
taka langsung pergi ke kamar mandi dan memberikan tubuhnya setelah selesai dari kamar mandi taka segera berjalan mendatangi meja makan dan duduk ditengah memimpin mereka makan
" selamat pagi.." ucap taka sambil menguap
__ADS_1
" selamat pagi apanya.. ini sudah siang kamu tahu?!.." ucap aoi
" kamu semalam bergadang ya? " Ucap tifa
" iya maaf.. aku semalaman mengerjakan dokumen yang harus aku presentasikan besok.. "
" hmm.. ternyata seberat itu pekerjaan direktur dan ceo.." ucap tifa
" ya begitulah.. menjadi ceo dan direktur disaat yang bersamaan sangatlah berat, rasanya aku ingin kembali ke masa-masa itu lagi.." ucap taka yang tersenyum pahit tenggelam dalam tekanan
" tunggu.. jangan lari dari kenyataan seperti itu!." Ucap aoi
melihat taka yang benar-benar tertekan membuat mereka berdua hanya dapat tersenyum pahit
sementara itu aotaka dan airi yang tidak mengerti tentang itu lanjut memakan masakan yang telah disiapkan oleh ibu mereka
mereka berdua memakan kare buatan tifa dengan lahapnya sementara itu emi terlihat cukup buru-buru hanya memakan roti dan segera berdiri dari bangku
" duh!.. ini bukan waktunya untuk ini!.. aku harus cepat.. aku harus cepat.. papa, ibu aoi, ibu tifa aku berangkat dulu!.." ucap emi dan segera berlari
" iya.. berhati-hatilah dijalan.." ucap taka
" emi.. tampaknya dia sibuk sekali ya disekolah.." ucap tifa
" benar juga ya, mungkin dia seperti itu karena dia adalah ketua osis terlebih lagi, dia harus berpidato di depan murid-murid baru " ucap aoi
" emi benar-benar telah tumbuh besar.. tahun ini tahun ke-tiga nya di smp.. lalu sma.. setelah itu kuliah lalu menikah.. aku tidak menyangka sudah secepat ini.." ucap taka sambil makan
" taka.. bukankah terlalu cepat untuk memikirkan hal itu.. daripada itu cepatlah makan.. kamu juga harus ikut upacara pemasukan sekolah.." ucap aoi dengan tegas
" eh?!.. kenapa aku juga harus hadir.. " ucap taka yang mengeluh
" hah?!.. kalau itu tentu saja kan.. karena kamu adalah ayahnya, sudah wajar jika kamu harus hadirm.. ini hari yang penting untuk mereka berdua kamu tahu?!.." ucap tifa yang memarahi taka
" iya-iya.. hah.. aku pernasaran kenapa dulu aku menikahi mereka berdua ya?!.. " gumam taka
" sudah 6 tahun semenjak kami mengalahkan raja iblis diablos.. kami menjalani kehidupan dengan normal seperti yang aku harapkan, namun setelah mempunyai anak aku tidak tahu kenapa sifat mereka berdua berubah.." gumamnya
" ayo kalian juga cepat habiskan makan kalian.. " ucap aoi
" baik.."
Setelah itu mereka berlima menaiki taksi dan menuju ke tempat sekolah tk berada disaat yang bersamaan seseorang pria terlihat mengikuti mereka dari kejauhan
beberapa saat telah berlalu kini mereka berlima telah sampai ditempat tujuan dan terlihat sebuah bangunan sekolah yang dipenuhi oleh anak-anak kecil seumuran dengan aotaka
mereka ditemani oleh orang tua mereka masing-masing disaat yang bersamaan yuki kaede dan tristan yuri juga berada disana bersama anak-anak mereka
" wah.. ramai sekali.." ujar airi yang kagum melihat keramaian sekolah
seketika terlihat seorang anak perempuan memanggil aotaka dari kejauhan dan anak itu bersama dengan yuki dan kaede
" hei.. aotaka!.. airi!..." Teriak anak itu dengan tersenyum riang
" ah.. yumina.." ucap aotaka
" yumina-chan.." airi
sesaat mereka berdua langsung berlari ke tempat yumina berada melihat kedua anaknya yang berlari taka segera mengejarnya
" tunggu kalian berdua jangan lari-larian.." ucap aoi dan tifa secara bersamaan
" yo.. " ujar yuki dengan tersenyum menyapa taka
" yuki.. kaede.. kalian juga ternyata ada disini? " Ucap taka
" sudah tentukan.. kami tidak mungkin tidak hadir di hari pertama yumina masuk sekolah.." ucap kaede
" hmm.. tristan dan yuri pun ada disini.." ucap taka
" taka.. sama seperti biasanya kau selalu telat di saat-saat penting seperti ini.." ucap tristan
" begitulah.. " tawa ringan taka
" ya walaupun seperti itu.. taka bisa diandalkan disaat-saat keadaan darurat.." yuri
" rio juga disini.." ucap aotaka
Setelah itu ucapan pembukaan pertama masuk sekolah telah dimulai seorang kepala sekolah memberikan pidato dan setelah upacara berakhir
aotaka ai dengan anak-anak lainnya masuk ke dalam kelas mereka yang dibagi 3 ruangan dan secara kebetulan aotaka airi yumina dan rio satu kelas
sementara anak-anak mereka sedang belajar taka dan yang lainnya berada diluar sekolah duduk taman dekat pohon besar
terlihat taka memakan sebuah roti yang sempat ia buat saat dirumahnya
" apa kamu masih lapar setelah sarapan barusan.." ucap aoi dengan tatapan bingung melihat taka
" tidak bukan begitu.. hanya saja untuk menahan rasa ngantukku ini sangat diperlukan.." ucap taka sambil menyantap makanannya
" ya terserah kamu saja.. daripada itu apa kalian tidak merasakannya? " Ucap dengan tatapan tajam menengok ke arah balik pohon
mendengar hal itu taka dan yuki menanggapinya dengan santai dan dengan senyuman ringan diwajahnya
__ADS_1
" aoi kamu tidak perlu menghawatirkan hal itu, indra merasa kami belum pudar.. oi iblis yang disana.. cepat tunjukkan dirimu.." ucap taka sambil tersenyum
taka melemparkan sebuah ranting pohon kecil dan secara cepat ranting itu melayang dan berputar dipohon itu seketika ranting itu menancap dipohon dan terlihat seseorang tidak terlihat berada bersembunyi disana
" ekh!.." ujar sosok itu
" aku tahu kau disana.. cepatlah tunjukkan dirimu atau kau tahu sendiri akibatnya!.." ucap taka yang sedikit mengeluarkan aura kekuatannya
seketika dengan daun-daun yang berjatuhan seseorang pria dengan tiba-tiba muncul dihadapan mereka bertujuh
seorang pria dengan tanduk dan rambut abu-abu panjang yang terurai dengan penampilan seperti seorang bangsawan pria itu menyapa taka dan teman-temannya dengan sopan
" sudahku duga.. anda memanglah hebat.. perkenalkan aku diutus oleh tuanku raja iblis merah, voz-sama.." ucap pria itu
" raja iblis merah? untuk apa raja iblis merah mengirimmu? " Ucap yuki yang berkeringat dingin
sesaat aoi dan yang lainnya mendengar nama raja iblis voz membuat mereka gemetaran dan mengeluarkan keringat dingin dari tubuh mereka
" beliau mengutusku untuk menyampaikan pesannya pada anda.. anda tuan arch ignite, ah maaf, jika dimasa ini.. tuan taka neville dan tuan yuki.." ucap pria itu
" pesan? katakan apa yang diinginkan raja iblis merah sampai sejauh ini mendatangiku? " Ucap taka
" baik dimengerti.. saat ini kalian sebagai reinkarnasi arch ignite.. kalian masih memilih kutukan takdir yang harus dijalani? " Ucapnya
" kutukan takdir?!.. apa maksudmu? " yuki
" seperti yang anda tahu.. 10.000 tahun yang lalu telah terjadi cinta terlarang antara dewa dan iblis,
sejak awal mereka saling bermusuhan, dan karena itu melahirkan 2 orang anak.. namun sekarang hanya ada satu dari mereka yang masih hidup.."
" disebabkan cinta terlarang mereka menciptakan sebuah kutukan.. ia itu disetiap keturunan mereka akan memiliki takdir kejam yang harus ditanggung olehnya.. dan arch mendapatkan kutukan itu.." ucap pria itu
" kutukan takdir ya? jangan bilang?! " Ujar taka sambil berfikir keras berusaha untuk memahaminya
" benar! pasti kalian penasaran kenapa kalian memiliki takdir besar yang harus ditanggung.. kalian menanggung kutukan takdir itu, dan itu masih berlanjut sampai ke sekarang!.. anda tahu artinya itu kan"
sesaat taka yang mengerti penjelasan pria itu segera berdiri dan mengganti pakaiannya dan pakaian teman-teman, mereka memakai pakaian seperti saat mereka masih muda
" pakaianku? ini pakaian yang sering aku gunakan saat masa itu.." ujar tifa
" tunggu?!.. taka apa yang kamu lakukan? " aoi
" taka.. apa kau mengetahui sesuatu? " tristan
" ternyata itu benar bukan?! " yuki
" iya.. kutukan takdir itu masih berlanjut sampai ke generasi berikutnya.. itu artinya anak-anak kita juga mewarisi kutukan takdir itu!.." ucap taka dengan tatapan serius
" eh? bohongkan?!.. " kaede
" tidak mungkin.. jangan-jangan aotaka airi.." ucap aoi dan tifa secara bersamaan
seketika situasi menjadi lebih mencekam dan hening disaat mereka sedang terpukul atas fakta ini sesaat terdengar teriakan seorang wanita dari ruangan kelas aotaka dan teman-temannya
" Kyaaa!!!....."
sesaat mereka bertujuh segera bergegas masuk kedalam sekolah dan membuka pintu ruangan kelas aotaka dan yang lainnya berada
namun dalam sekejap aotaka airi yumina dan rio menghilang entah kemana dan menyusahkan topi tk mereka yang mengapung diudara
" apa yang telah terjadi?!.. " teriak taka dengan panik
" t-tuan taka... ba-barusan tiba-tiba aotaka, airi, yumina juga rio tiba-tiba menghilang.." ucap guru tk
" eh?!.." ujar mereka bertujuh
" hilang? apa maksudmu.." ucap tifa dengan suara yang lantang
" tadi mereka masih disini belajar bersama dengan yang lainnya namun tiba-tiba mereka menghilang begitu saja.. maaf aku tidak tahu apa yang telah terjadi " ucap guru itu
melihat taka dan yang lainnya kebingungan dengan anak-anak mereka yang menghilang, sesaat pria itu dalam sekejap muncul dibelakang taka dan teman-temannya
" sepertinya sudah dimulai.." ucap pria itu
" sudah dimulai? sudahku duga kau mengetahui sesuatu bukan?! " taka
" iya.. itu adalah perbuatan malaikat jatuh!.. mereka dilempar di dunia asal.. " ucap pria itu
" malaikat jatuh?!.. apa itu aku baru pertama kalinya mendengarnya? " Ucap yuki dengan emosi mencengkram kera pria itu
" dunia awal? apa maksudmu.." Taka
" seperti yang kalian tahu.. kalian pasti menyadari terjadinya sebuah pengabungan antara 2 dunia.. namun itu tidaklah benar.. hanya sebagian kecil dari dunia asal dan dunia modern digabungkan!.." ujarnya
" jadi maksudmu.. dunia sebelumnya tidak hancur?
lalu kenapa semua orang yang pernah aku temui ada didunia ini? " taka
" benar.. namun itu hanya permainan dari malaikat jatuh saja, mereka mengirim orang-orang yang pernah kalian temui ke dunia ini.. untuk bersenang-senang dan ini kenyataan yang sebenarnya.. mereka mengembalikan orang-orang dari dunia sebelumnya ke dunia asal mereka.. ah benar termasuk kalian juga.." ucap pria itu
seketika terjadi sebuah retakan dimensi yang membuat ruang dan waktu tidaklah stabil dengan cepat pria itu membungkus mereka bertujuh dengan barrier dan sesaat membawa mereka
dengan teleport antar dimensi pria itu membawa mereka bertujuh ke dimensi raja iblis merah voz dan dalam sekejap mereka berada didalam sebuah kastil megah dan mereka telah berada dimeja bersama dengan raja iblis merah
__ADS_1
" yo.. lama tidak bertemu.. sudah 6 tahun ya.. ya aku langsung ke intinya saja taka neville aku ingin kau menjadi raja iblis!.." ucap raja iblis voz dengan tersenyum tipis sambil meminum secangkir teh hangat
Bersambung...