
Sementara itu sesuatu tempat yang tidak diketahui terlihat taka terkirim didalam tengah hutan yang tidak ada ujungnya, ia hanya seorang diri didalam hutan dan terpisah dengan yang lainnya
taka terdiam sejenak dan memahami kondisi yang telah terjadi padanya dan mencoba memahami situasi disekitarnya
ia memejamkan matanya dan merasakan aura keberadaan disekitarnya dari jarak 5 kilo meter terdapat banyak monster mengerikan mengelilinginya
" jadi begitu.. itukah yang inginkan voz, hmm.. sebelum itu hutan ini rasanya sedikit asing bagiku? " Ucap taka
taka berjalan dengan santai melewati hutan rimba yang penuh dengan suara binatang buas, sesaat dari semak-semak terdengar suara raungan
seketika seekor harimau yang berukuran cukup besar yang melebihi ukuran taka dengan taring yang tajam menyerang taka dengan taringnya
taka dengan santai menahan harimau itu dengan 2 jarinya dan ia terlihat cukup bosan dengan kemunculan harimau itu
" hanya kau saja ya.. sayang sekali kau salah pilih mangsa.. katakan padaku apa yang harus aku lakukan padamu? " Ucap taka mengajak harimau itu berbica
" Gruoahhhhh!!....."
harimau itu semakin mendorong taka dengan sekuat tenaga namun semua usaha tidak berpengaruh dihadapan taka
" kau cukup keras kepala juga ya.. yosh! "
(Dump!)
Taka menyentil dahi harimau itu dan sesaat harimau itu terhempas jauh dan menghantam pohon yang ada dibelakangnya dalam sekali serang harimau itu tergerak tidak berdaya
" aotaka airi.. dimana kalian sekarang, aku harap kalian baik-baik saja.. tunggulah aku akan segera menemukan kalian.." ucap taka
setelah itu taka menyalakan api dengan sihir dan disaat api dinyalakan terlihat puluhan bayangan monster yang berada didepan taka
" mungkin aku harus menahan diri.. " ucap taka sambil tersenyum
ia mencoba mengambil pedang exile dari kantung sihir namun ia tidak mendapatkannya dan menyadari pedangnya telah lenyap
" oh iya.. exile sudah tidak ada semenjak itu.. ya tidak ada pilihan lain.." gumamnya dengan tersenyum riang
taka berlari dengan kecepatan tinggi dan sesaat tangannya diselimuti api biru taka melesat ke arah monster-monster itu berada dan menghantamkan tinjunya ke tubuhnya
(Blarr!!)
Pukulan berapi taka itu melenyapkan para monster dalam sekejap dan membuat lubang besar didalam hutan hingga sampai jarak yang cukup jauh dari taka
" aku tidak menyangka kekuatanku masih belum berubah.. malah lebih tepatnya bertambah? bagaimana mungkin?! " ujar taka yang kebingungan dengan kekuatannya sendiri
sebuah asap besar terlihat dari sebelah timur hutan yang berada jauh dari tempat taka berada ia mengaktifkan mata emasnya dan melihatnya langsung dari jarak yang jauh
terlihat sekelompok mahluk yang terlihat seperti gabungan manusia dan iblis dan memiliki perawakan seperti orc berada disebelah timur dari tempat taka berada
mereka menghadapi mahkluk yang berukuran raksasa dan ukuran melebihi tinggi pohon-pohon
dan terlihat salah satu dari mereka terluka parah sesaat raksasa itu berniat menginjak mereka
__ADS_1
raksasa bermata satu dan tanduk besar dikepalanya ia membawa palu besar ditangannya
" cih!.. tidak bisa dibiarkan!.. cylone break!.."
(Whooooosh!!)
taka melesat terbang ke arah raksasa itu berada dalam sekejap taka telah berada didekatnya seketika taka melesat dan menghantamkan tendangan ke tanduknya
seketika hembusan angin yang begitu kencang disebabkan kecepatan taka yang melebihi angin secara perlahan tanduk itu mulai retak dan hancur berkeping-keping dan monster itu terhempas jatuh kebelakang
taka menghinggap dipermukaan tanah dan kebetulan mereka berada dibelakang taka berada
" kau? siapa kau sebenarnya? majin.. atau manusia? tapi auramu tidak terasa seperti manusia.." ucap salah satu laki-laki dari mereka
" kalian orge ya.. kita bicarakan ini nanti.. untuk sekarang mengalahkannya terlebih dahulu.." ucap taka dengan tersenyum tipis
sesaat taka mengapung diudara ia melentangkan tangannya dan membentang telapak tangannya gelombang energi besar keluar dari tangan taka
dalam sekejap raksasa itu hancur tidak tersisa dan meninggalkan ledakan yang cukup besar
" manusia? tidak.. manusia tidak mungkin mempunyai kekuatan sebesar ini?!.." gumamnya
5 ogre 2 dari mereka perempuan dan 2 yang lainnya pria muda dan seorang orge tua yang memiliki jenggot putih
orge memiliki perawakan seperti iblis dan manusia tubuhnya sekeras baja dan hanya dapat ditembus jika mengunakan benda tajam dengan tanduk dikepalanya
2 wanita orge yang memiliki rambut berwarna biru dan mata berwarna coklat tua sedangkan 2 pria itu memiliki rambut berwarna merah dan memakai pakaian seperti seorang pengembara lengkap dengan armor disebagian tubuhnya
" kau terluka ya? sini tunjukkan lukamu padaku.."
" i-iya.."
sesaat taka menyembuhkan luka itu dengan healing secara perlahan luka itu mulai menutup dan menghentikan keluarnya darah
" yosh dengan begini kau sudah baik-baik saja.." ucap taka
seseorang pria orge mendekati taka dengan tatapan tajam sesaat pria itu langsung menundukkan kepala pada taka
" anu terima kasih banyak.. anda telah menyelamatkan nyawa kami.." ucap pria itu
" tidak apa jangan dipikirkan.. angkatlah kepalamu aku jadinya kerepotan.." ucap taka sambil tersenyum pahit
" ano.. ada yang yang ingin aku tanyakan kepadamu
apa boleh aku bertanya? " Ucap perempuan orge yang sebelumnya terluka
" iya.. katakan saja.."
" begini, sebenarnya siapa anda sebenarnya? anda majin, iblis atau manusia.. penampilan anda sangat mirip dengan manusia, namun anda mempunyai kekuatan yang melebihi manusia pada umumnya" ucapnya
" ah maaf.. untuk pertama kalinya.. perkenalkan namaku taka neville.. aku seorang manusia.." ucap taka dengan tersenyum memperkenalkan dirinya
__ADS_1
" lalu bisakah kalian memperkenalkan diri kalian? " Ucap nya
" kami hanya makhluk yang tidak mempunyai nama.. senang bertemu denganmu.. " ucap pria itu
" begitu.. kalian tidak mempunyai nama merepotkan juga ya.. tapi ya sudahlah, oh iya ngomong-ngomong kenapa kalian bisa berada disini bukankah orge biasanya berkelompok " ucap taka
" kalau itu.. desa kami dihancurkan oleh ras elf dan kami adalah ogre yang tersisa dan ingin membalaskan dendam kami pada mereka " ucapnya
mendengar itu membuat taka sedikit shok karenanya dan seakan tidak percaya dengan elf yang telah menghancurkan desa orge
" tunggu ras elf.. setahuku mereka tidak suka dengan perseteruan lalu kenapa mereka menghancurkan desa kalian.."
" ras elf yang kukenal mereka mempunyai hati yang baik dan ramah.." ucap taka
" lalu maksudmu kami berbohong begitu?!.." ujarnya yang tersinggung mendengar ucapan taka
" tidak bukan begitu.. sepertinya ada yang aneh disini, ogre memiliki kemampuan diatas goblin orc dan juga elf tapi kenapa? " ucapnya
" yosh baiklah.. kalau begitu sampai bertemu lagi.." ucap taka dan berjalan pergi meninggalkan mereka
beberapa saat taka melangkahkan kakinya menjauh dari mereka sesaat mereka berlima berlari mengejar taka dengan tergesa-gesa
" t-tunggu sebentar.. " ucap pria itu
" em? apa ada urusan lain? " Ujar taka kebingungan dengan mereka yang menahannya untuk pergi
mereka saling menatap satu sama lain dan seketika mereka berlima berlutut dihadapan taka secara berbarengan dengan mereka yang tiba-tiba berlutut didepannya
membuat taka kebingungan dan cukup panik dengan keadaan itu ia mengambil nafasnya tinggi-tinggi dan membuangnya secara perlahan
" Tuan.. tolong jadikan kami sebagai bawahanmu.." ucapnya
" hah?! ba-bawahan apa maksudnya itu?!.." ucap taka yang tersenyum pahit
" setelah menyaksikan kehebatan tuan dan kebaikan hati tuan.. kami langsung yakin tuan adalah orang yang dapat dipercaya sebagai tuan kami.. kami mohon jadikan aku anak buahmu.." ucapnya
" ya.. walaupun kau bilang begitu.. tapi aku tidak cocok menjadi seorang pemimpin.. tapi apa kalian yakin memilihku.." ucap taka
" tentu saja!.. sejak pertama kali aku melihat kehebatan dan kebijaksanaan anda.. aku mengagumimu.. kami mohon tuan.." ucap orge itu
' hmm.. bagaimana ini? aku tidak mengerti tentang menjadi pemimpin yang adil, terlebih lagi aku ingin segera menemukan aotaka dan teman-temannya..' gumam taka
" yosh.. baiklah aku terima tawaranmu.. tapi aku tidak mempunyai wilayah untuk ditinggali.. apa kalian bisa menujukan padaku tanah luas yang tidak ada pohon-pohon" ucap taka
" i-iya aku tahu.. terima kasih banyak.. tuan.." ucapnya
" panggil saja aku taka.."
" baik taka-sama "
" hah.. mungkin itu lebih baik.." gumamnya
__ADS_1