
Taka dan yuki kini saling bertemu kembali pertemuan mereka menimbulkan kekacauan hebat pada grandbell mereka tidak melihat satu sama lain dan melihat ke arah yang berbeda
" aku pasti akan menghentikanmu!.. " ucap taka
" lakukan saja kalau bisa!.. " ucap yuki
setelah mengatakan itu yuki langsung pergi meninggalkan taka dan menuju markas rahasianya sedangkan taka masih berada di langit grandbell sambil menatap 10 pahlawan yang tergeletak di permukaan tanah
" mungkin sudah cukup sampai sini!.. " ucap taka dengan tatapan datar
ia kembali ke bentuk semula dengan semuanya yang kembali seperti semula
taka memetikkan jarinya dan seketika 10 pahlawan itu diselimuti oleh cahaya hijau yang membuat luka-luka ditubuh mereka hilang dalam sekejap
" kali ini aku biarkan kalian tetap hidup..
walaupun kalian memang lemah tapi tempat ini masih memperlukan pelindungan kalian..
mulai sekarang jangan mencari masalah lagi denganku.. " ucap taka
setelah itu taka membuka portal menuju kota lakra secara bersamaan semua taka termasuk taka yang asli sudah berada di kota lakra
mereka telah kembali dan berhasil menyelesaikan tugas mereka masing-masing mereka melakukan toss bersama sambil tersenyum riang
" baiklah.. misi kali ini sudah terselesaikan..
kita hanya perlu menunggu waktu dan berlatih dan juga menjalani kehidupan seperti biasanya sebelum hari itu tiba.. " ucap taka asli
taka mengabungkan dirinya kembali dan hanya tersisa 1 taka yang sebenarnya
sesaat ia terjatuh lemas dan tiduran ditanah dengan senyuman diwajahnya
" tunggulah.. yuki aku pasti akan menghentikanmu!.. aku pasti itu!!.. " ucap taka mengangkat tangan tinggi-tinggi
sesaat setelah mengatakan itu taka tertidur pulas dengan menahan beban-beban dipingulnya ia terlihat begitu keletihan dan tidurnya sangat pulas
" emm.. hihi.. saat tidur dia terlihat lucu seperti anak kecil.. " ucap tifa
" iya.. dia menjadi lengah dengan sekitarnya
lebih baik kita biarkan saja dia tidur.. " ucap aoi yang tersenyum
aoi dan yang lainnya yang telah selesai dari latihan mereka bertiga tertawa melihat taka yang tertidur pulas dan menjadi lengah
__ADS_1
" kau benar.. bagaimana kita mandi bersama.. lagipula kita habis berlatih pasti banyak keringat kan? " ucap yuri
" mandi? tapi dimana kita dapat mandi? bukankah seluruh rumah sudah hancur? " ucap aoi
" hmm.. kalau kalian mau mandi.. pergi saja ke arah hutan lama.. disana terdapat sungai
bersih.. dan tempatnya juga nyaman.. " ucap taka yang ngelindur dalam tidurnya
" dia menjawabnya!? " ucap ketiganya
terlihat tristan masih sedang kepikiran tentang percakapan dengan taka sebelumnya dan membuat melamun
taka bangun dari tidurnya dengan kantung mata menghitam seperti panda dan langsung berdiri
" oh iya.. kalian bertiga dan emi pergi saja ke freshiere land.. beristirahat dan bersihkan tubuh kalian... dan juga jangan biarkan aoi menyentuh dapur!.. jika kalian ingin masih hidup!.. " ucap taka
" apa sih!.. aku tidak terlalu buruk dalam memasak kan!? " Ucap aoi yang kesal
" k-kalau itu aku tidak bisa menjawabnya.." ucap tifa tersenyum pahit
" kalau begitu.. aku mau tidur dulu.. " ucap taka yang sudah melayang di udara
" kau mau kemana!.. " teriak tifa
taka terbang dengan mata yang tertutup ia melayang menuju hutan dan ia sudah dekat dengan hutan
dengan matanya yang tidak melihat taka menambrak pohon besar dan terjatuh aoi dan yang lainnya yang melihat itu membuat mereka menjadi bingung dengan tingkah laku taka yang berubah-rubah setiap saat
" apa dia baik-baik saja? " Ucap aoi yang ragu
" ah.. biarkan saja dia.. paling dia hanya tidur di rumah rahasianya yang berada di atas pohon.. " ucap tifa sambil tersenyum senang melihat taka
" rumah? dipohon? apa maksudnya itu? " Ujar yuri yang penasaran
" ah.. itu.. dulu dia mendapatkan julukan monyet kecil pembuat onar.. dia dulu selalu dirumah pohonnya dan tinggal di dalam hutan.. karena ia tidak mempunyai uang maka dia sering mencari makanan dalam hutan.. atau mencuri buah-buahan dan yang lainnya di Bazaar.. " ucap tifa yang menceritakan itu sambil tertawa senang
" hmm... sepertinya kau tahu semua hal tentang taka!? " Ucap aoi dan yuri yang cemburu pada tifa
" eto? tifa-obasan kan? apa kau mengenal papa sejak kecil? " Ucap emi
" bibi!? begini.. kalau tidak salah namamu emi bukan? jangan panggil aku begitu.. panggil namaku saja.. " ucap tifa yang tertusuk oleh perkataan emi
" iya.. aku paham.. tifa-nee.. apa kau kenal dengan papa dari masih kecil? " Ucapnya
__ADS_1
" ya itu lebih baik.. iya benar.. aku sudah bersama dengannya sudah lebih dari 10 tahunan.. tapi sayangnya pada usia kita 8 tahun terjadi sebuah insiden hebat di kota..
dan semenjak itu dia pergi berlatih selama
7 tahun aku tidak bertemu dengannya lagi..
sehingga sampai aku tidak dapat mengenalinya pada saat pertama kali bertemu kembali.. " ucap tifa
" lalu emi-chan bagaimana.. sejak kapan kau bertemu dengan ayahmu lalu siapa ibumu? " ucap tifa yang penasaran dengan ibu dari emi
" papa.. bilang padaku.. aku sudah bersama dengannya semenjak aku masih bayi dan kami selalu bersama kemana pun itu berada.. " ucap emi
" lalu ibumu bagaimana? " ujarnya
" aku tidak tahu... aku sendiri tidak tahu siapa ibuku.. aku tidak mempunyai ibu..
papa tidak pernah memberitahu aku tentang itu.. " ucap emi yang terlihat sedih
menyadari ucapannya adalah salah tifa langsung terdiam seketika dan emi terlihat begitu sedih dan frustasi
" begini.. emi-chan.. maafkan aku.. aku tidak bermaksud tadi.. dan juga aku yakin taka mempunyai alasan tersendiri mengapa dia tidak memberi tahu itu semua.. " ucap tifa yang mencoba menghibur emi yang sedih
" tidak apa... walaupun aku tidak mempunyai ibu.. tapi aku masih mempunyai papa sangat aku cinta.. " ucap emi sambil tersenyum manis
taka keluar dari rumah pohonnya dan mendengarkan semua pembicaraan mereka dan mendengar emi yang mengatakan hal itu membuat taka dan tristan menjadi merasa bersalah atasnya
" oi!!... kalian bertiga!.. " teriak taka
mendengarnya membuat pandangan mereka tertuju pada taka yang berada di rumah pohonnya
" maukah kalian bertiga berkencan denganku!!... 3 hari berturut-turut kita kencan 1 hari 1 orang!.. " teriak taka sambil tersenyum
" kencan!? " gumam ketiganya
sesaat wajah mereka bertiga memerah membara dan keluar asap dari kepala mereka taka yang melihat mereka begitu senang ia hanya bisa tersenyum dengan menutupi kesedihannya
" lalu emi!... apa emi mau besok bermain seharian denganku!.. " teriaknya
" ah!.. iya aku mau.... " Teriaknya dengan senyuman indah diwajahnya
" itu semua akan menjadi kenangan terakhir yang paling berharga.. yang tidak akan pernah aku lupakan.. " ucap taka dengan suara kecil dan meneteskan air mata
To Be Continued
__ADS_1
The Next Chapter....