
" bagaimana ayahmu tahu tentang aoi? apa jangan-jangan aoi dan ayahmu memiliki hubungan spesial?! yang benar saja!.. ini tidak mungkin.. " ucap taka yang cemburu dan kesal sendiri
" he.. ternyata taka bisa cemburu juga ya? ini pertama kalinya aku melihatnya rasanya imut sekali.. " ucap tifa sambil tertawa ringan
" bu-bukan begitu!.. ayah bukanlah orang yang seperti itu!.. " ucap himeko yang membela ayahnya dan dengan wajah yang cemberut ia terlihat begitu manis
" benar juga ya.. aku tidak boleh berfikir seperti itu.. " ucap taka
# 28.1.2034 #
taka dengan tifa pergi bersama dengan yayoi dan himeko menuju tempat tinggal yayoi untuk menemui ayah mereka berdua
" kenapa sensei juga ikut? " yayoi
" itu karena aku teman masa kecilnya jadi keberadaanku sangat penting untuknya dan juga aku harus menjaganya agar tidak berbuat yang tidak-tidak.. " ucap tifa dengan bangganya
" sudah-sudah jangan dipikirkan.. karena tifa bisa aku percaya jadi aku membawanya.. dan juga aku jadi ingat, aku pernah mengajarkan aoi satu sihir.. " taka
" sihir apa itu? " tifa
" sihir membagi ingatan dirinya ke orang lain.. " ucap taka
" memangnya sihir yang seperti itu ada? " tifa
" tentu saja ada.. walaupun aku tidak pernah menggunakannya karena itu tidak terlalu dipakai olehku.. " taka
" tapi untuk mengunakan sihir ini harus menepati 1 syarat terlebih dahulu.. " taka
" apa syaratnya? " Tifa
" orang itu harus mempunyai dna yang sama dengan kita atau bisa dibilang menurunkan ingatan ke keturunan kita.. " taka
" hmm.. jadi begitu, sudahku duga kalian berdua memang hebat!.. " ucap tifa sambil tersenyum riang
" hebat bagaimananya? "
" tentu saja hebat.. kalian berdua berjuang keras untuk mendapatkan sesuatu yang kalian inginkan.. " tifa
" hal yang seperti itu bukankah wajar.. kau juga apa kurangnya? sudah cantik, populer lagi dan lebih hebatnya nyonya muda.. " ucap taka
yayoi berhenti sesaat dan terlihat didepan dirinya terdapat rumah yang tidak besar dan tidak kecil rumah sederhana dan bersih dan rapih
taka terkagum-kagum melihat rumah yayoi yang sederhana dan dengan terpolesan klasik
__ADS_1
" wow!.. classic! " Ujar taka
himeko bersembunyi dibelakang yayoi dan ia menekankan bel yang berada di pintu
seseorang pria membuka pintu itu pria itu mempunyai rambut putih silver dan mata berwarna ungu dan memiliki wajah yang mirip dengan taka
pria itu usianya sekitar 35 tahunan dan setelah melihat pria itu himeko mengintip dari balik yayoi
" himeko ayolah.. " yayoi
" l-lama tidak bertemu ayah.. " ucap himeko yang malu-malu
" hmph.. ya-chan.. hime-chan, jadi orang ini yang bernama taka itu?!.. " ucap ayah mereka berdua
ayah mereka menatap taka dengan sangat tajam dan langsung mengengam keranya lalu mendorongnya hingga menabrak dinding
(Dump!)
" akh! apa yang kau?! " taka
pria itu menodongkan taka sebuah khife yang mirip dengan punya aoi
" jadi kau orangnya!!... orang yang membuat ibu menderita dan selalu menunggumu datang!.. " ucap pria itu dengan begitu marah
" hah?! ibu? menungguku apa maksudmu!.. siapa kau sebenarnya?.. lalu kenapa kau mengunakan khife milik aoi?! " ucap taka yang sedikit kesal
" itu karena ibuku adalah orang yang bernama maeda aoi.. ayah!.. " ucap nya
mendengar hal itu membuat taka dan tifa begitu shok dan terkejut dan berkeringat dingin dengan hal itu
" ibu? aoi?!.. " gumam tifa
" aoi? adalah ibumu?! jangan bilang kau aotaka? " Ucap taka
" ya itu benar! aku maeda aotaka atau namaku sekarang Ishida aotaka.. " ucap aotaka
" selama 50 tahun lebih ibu menunggu dan menjagaku seorang diri!.. kenapa kau tidak pernah datang?!.. ayah!!.. berpuluh-puluh tahun dia menunggumu namun kau tidak kunjung datang!.. " teriak aotaka dengan meluapkan semua amarahnya
" 50 tahun? bagaimana bisa?! bukankah aoi terbunuh dengan jantungnya yang tertusuk? jangan-jangan dia terkirim juga ke dunia ini?! dan dia masih hidup.. " ucap taka dengan nada rendah
" oi! jangan bohong dong atau kubunuh kau!.. " ucap taka dengan tatapan kosong dan menendang aotaka yang membuatnya terhempas jauh
" jika ingin berbohong jangan bawa-bawa aoi!.. jika ada masalah ayo kita selesaikan disini!.. ucap taka
__ADS_1
sesaat aura taka keluar meledak-ledak dengan amarah yang meluap membuat aura ikut keluar dan meluap-luap
" hehe!.. sesuai seperti yang ibu ceritakan amarahmu akan meledak saat orang yang berharga bagimu dihina.. mari kita bermain!.. " ucap aotaka dengan tersenyum tipis
" aku tidak perduli dengan perkataanmu!.. jika berani majulah!.. " taka
sesaat mereka yang akan bertarung himeko dan yayoi datang meleraikan pertarungan mereka dan menahan mereka
" berhenti!!... " Teriak himeko dan yayoi
" apa sih yang kalian berdua pikirkan!.. " yayoi
" bukankah ayah dan anak itu tidak boleh bertengkar?!.. " ucap himeko
" kebetulan kalian berdua berada disini.. kalian berdua putri darinya yang berarti kalian memiliki darah yang terhubung denganku.. " taka
" biar aku tebak.. aoi membagi ingatannya pada kalian dan untuk menyampaikan beberapa pesan untukku.. misalnya aku reinkarnasi aoi.. agar aku percaya aoi telah terlahir kembali, apa aku salah? " ucap taka
" t-tidak bukan begitu.. aku tidak bermaksud untuk menipumu tapi aku benar-benar suka padamu.. " yayoi
" apa hal itu penting sekarang untuk dibahas?!.. " taka
" ma-maafkan aku.. aku sudah menipu taka-kun.. aku sangat menyesal.. tapi perasaanku adalah sungguhan.. " ucap himeko yang menagis
tifa berjalan menghampiri taka dan menenangkan dirinya dengan lembut hati
" taka pertama.. kau tenangkan pikiranmu.. jangan biarkan amarah menguasai dirimu.. " tifa
" hah.. baik-baik.. aku mengerti kok, aku hanya perlu sabarkan? " taka
" sekarang beritahu aku.. dimana aoi sekarang.. " ucap taka
" kalau itu.. ibu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.. " ucap aotaka dengan raut wajah sedih
" meninggal? tidak mungkinkan?!.. lagi? " Ucap taka yang sangat shock mendengarnya
taka diantara oleh aotaka kemakam aoi dan terlihat disebuah makam terdapat tulisan aoi didalamnya
betapa terkejutnya dan shoknya taka melihat hal itu ia terjatuh lemas dan duduk disamping makam itu
tifa mulai menagis dengan kenyataan aoi yang sudah meninggal dunia ia tidak dapat menahan tangisnya dan menagis dengan tersedu-sedu
" lagi? lagi-lagi aku tidak dapat memenuhi janjiku.. aoi.. maafkan aku!.. kenapa kau harus pergi lagi.. aku, aku pasti akan menemukanmu kembali aoi!.. " tangisan taka
__ADS_1
" Aoiii!!... " Teriak taka yang menagis