Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
Infinity Chapter 04: Bertahan hidup Di Dalam Hutan Kematian


__ADS_3

Ular raksasa itu terbawa arus air sungai bersamaan dengan pen aotaka yang ikut hancur terbawa arus


dengan tergesa-gesa rio yumina dan airi segera menghampiri taka


airi berlari dengan secepatnya sambil menagis ia membentangkan kedua tangan dan memeluk aotaka dengan erat


" onii-chan... aku sangat takut kehilangan onii-chan,


aku sudah tidak tahan lagi.. onii-chan aku ingin pulang.. aku ingin bertemu dengan papa mama.." ujar airi yang menagis histeris sambil memeluk aotaka dengan erat


aotaka menahan air matanya dan kembali memeluk adiknya dengan erat dan penuh kasih sayang aotaka berperilaku layaknya seorang kakak yang rela melakukan apapun untuk melindungi adiknya


" iya.. onii-chan pasti akan membawamu bertemu ayah.. aku akan melindungimu.. aku tidak mau kehilangan adikku yang berharga.." ucap aotaka


setelah itu aotaka melepaskan pelukannya dari airi dan menghapus air mata airi dengan tisu yang ia bawa ditas mereka dan matahari sudah mulai terbenam


" aotaka.. seperti ini sudah mulai gelap? " Ucap yumina


" apa yang harus kita lakukan seterusnya? " ucap rio


" hmm benar juga ya.. untuk pertama kita harus menyebrangi sungai ini.." ucap aotaka


" menyebrang? tapi bagaimana cara kita menyembrang.." ucap rio


" benar ya.. bagaimana dengan mengunakan itu "


terlihat tidak jauh dari tempat mereka terdapat batu-batu kecil ditengah sungai yang dapat digunakan untuk menyebrang sungai deras


mereka berempat mulai melihatnya dari dekat dimulai dari aotaka yang berlari dari melon hinggap dibatu pijakan dan melompat lagi ke batu pijakan selanjutnya dan hingga 4 kali ia berhasil sampai ke sembrang sungai


" yosh.. selanjutnya giliran kalian.." teriak aotaka


airi mencoba mendekati tepi sungai namun ia begitu ketakutan hingga membuat tidak dapat bergerak dan memegang tangan yumina dan rio


" onii-chan aku takut.. aku takut jatuh.." jerit airi yang hampir menangis


" jangan takut.. aku akan menangkapmu!.. kemarihlah.." ucap taka sambil tersenyum riang


" i-iya..."


airi mulai melangkahkan kakinya dan berlari kakinya telah menyentuh ujung sungai airi dengan cepat melompat ke batu pijakan pertama dan kembali melompat ke batu pijakan berikutnya hingga sampai dengan ujung pijakan dan hampir sampai ditempat aotaka berada


ia melompat dengan sekuat tenaganya namun saat menginjakkan kakinya di ujung sungai sembrang airi terpeleset dan akan terjatuh kedalam sungai yang mengalir deras


" airi!..." Teriak semuanya


aotaka dengan sigap menggapai tangan airi dan menariknya dengan kuat sesaat airi hinggap diperlukan aotaka dan berhasil menyebrangi sungai itu


" airi kamu baik-baik saja kan.." ucap aotaka

__ADS_1


" iya.. " ucap airi


airi segera melepaskan pelukannya dan mundur berdiri dibelakang aotaka berada


terlihat yumina melompat batu pijakan pertama dan seterusnya disaat ia akan melompat di batu pijakan terakhir ia terpeleset dan terjatuh kedalam sungai deras itu


" yumina!.." teriak mereka bertiga


yumina mulai terbawa arus sungai yang begitu deras dan perlahan hanyut mendekati air terjun


aotaka mencoba meraih lengan yumina namun


derasnya arus sungai yang membuatnya tidak berdaya


" sial!.. yumina!.. yumina!.." teriak aotaka yang histeris dan panik melihat yumina yang akan terjatuh dalam air terjun


" aku akan menyelamatkanmu.." ucap rio dan melompat ke dalam sungai


rio dengan panik berlari ke arah tepu sungai dan melompat sesaat ia berenang ditengah-tengah arus sungai yang begitu deras namun usaha rio tidak membuahkan hasil ia juga ikut terbawa arus sungai air terjun itu


" onii-chan bagaimana ini?!.. mereka akan jatuh.." ucap airi yang panik


" cih! tidak ada cara lain.. aku juga akan ikut denganmu.." ucap aotaka


" ah.. tunggu onii-chan.." airi


aotaka berlari dan melompat kedalam sungai airi yang memegangi baju aotaka ikut melompat kedalam sungai yang deras itu


" aotaka tolong aku..." teriak yumina yang hampir menyentuh ujung air terjun


" airi, yumina, rio.. bagaimana ini apa yang harus aku lakukan.. s-siapapun tolong kami.." gumamnya


sesaat mereka berempat tenggelam karena tidak dapat berenang dan tidak sadarkan mengapung di sungai dan akan terjatuh dari air terjun


mereka terjatuh dari air terjun yang cukup tinggi dan terjatuh didalam sungai besar yang berada dibawa air terjun


selama berjam-jam mereka terus terbawa arus sungai besar setelah beberapa saat mereka terdampar disebuah tempat pesisir bebatuan dalam kondisi tidak sadarkan diri


setelah beberapa saat mereka terdampar di daratan terlihat sekelompok makhluk hijau dengan telinga yang runcing dan mereka semua membawa aotaka bersama dengan yang lainnya pergi


selama berhari-hari mereka tidak sadarkan diri dan sesaat mereka membuka matanya dan betapa terkejutnya mereka, tubuh mereka telah dibalut perban dengan obat-obatan alam


mereka berada disebuah desa kecil yang ditinggali oleh para goblin mereka terlihat hidup dengan damai ditengah-tengah hutan


seseorang wanita goblin dengan pakaian serba ada ia mendatangi mereka berempat dengan membawa sebuah guci dilengan nya


" hmm♪... hmm♪... wah ternyata kamu sudah bangun.." ucap gadis goblin itu dengan senyuman manis di wajahnya


" mo-monster.." ucap aotaka yang ketakutan

__ADS_1


" jangan takut.. memang benar kami goblin.. tapi kami tidak memakan manusia.. jadi jangan panik " ucap gadis goblin


" goblin? anu.. apa kalian yang menyelamatkanku? " Ucap aotaka dengan wajah yang serius


" iya.. itu benar.. penduduk kami menemukanmu ditepi sungai.. kalian manusia kan? bagaimana bisa ras manusia berada didalam hutan ini.. " ucapnya


" kalau itu.. aku juga tidak tahu, tapi saat aku terbangun aku sudah berada didalam hutan ini.." ucap aotaka


" begitu.. kalian tersesat rupanya.. setelah ini apa yang ingin lakukan.." ucap gadis goblin itu


" aku.. aku akan pulang menemui keluargaku.. aku telah berjanji pada adikku akan membawanya pulang.." ucap aotaka dengan meremat tangannya dengan keras


" begitu ya.. disebelah selatan ada kota manusia, mungkin saja kamu dapat bertemu dengan orang tua kalian.. tapi untuk kesana memerlukan waktu 3 hari untuk sampai kesana.. yosh baik nanti aku akan meminta kepala desa untuk mengantarkan kalian kesana " ucap gadis goblin


" benarkah?!.." aotaka


" untuk sekarang tinggallah disini untuk sementara waktu.. mari kita makan.. setelah itu kita berkenalan dengan penduduk desa " ucap gadis goblin sambil tersenyum riang


" i-iya.. airi.. yumina.. rio.. bangunlah waktunya kita makan


setelah membangunkan mereka bertiga reaksi yang sama seperti aotaka saat terbangun mereka berempat makan bersama dengan para goblin lainya


" mereka benar-benar anak manusia.." ucap salah satu goblin yang terus memandangi mereka berempat dari kejauhan


" iya.. mereka tidak terlihat menyeramkan.."


" sekarang makanlah.. hari ini kita membuat sup ikan.." ucapnya


" asik.. selamat makan.." ucap mereka berempat


mereka berhenti setelah mengetahui tidak ada nya nasi ditempat makan dan hanya ada sup ikan


" loh.. tidak ada nasi.." yumina


" onii-chan kenapa tidak ada nasi? " ucap airi


" nasi? apa itu.." ucap gadis goblin itu yang penasaran dengan nasi yang diucapkan mereka berdua


" kalian berdua.. tanahkan diri kalian.." ucap aotaka


" aotaka.. jika nasi bukankah membawa bekal ditas kita? " Ucap rio


" benar juga... anu apa kamu melihat tasku? " Ucap aotaka


" ah.. kalau itu aku menaruhnya disebelah tempat disamping kalian tidur.."


" begitu.. tunggulah sebentar aku akan mengambil tas dulu.."


setelah itu aotaka mengambil tas mereka berempat dan membuka bekal yang masih aman didalam kotak sedangkan buku-buku mereka telah basah karena tengelam sebenarnya

__ADS_1


dan setelah itu mereka berempat dan bersama para goblin menyantap makanan mereka dengan suka cita dan tawa ringan diwajah mereka


__ADS_2