
Risa menjawab Taka dengan suara lembutnya " baiklah ayo.. " Risa
Taka saki dan ibunya pergi meninggalkan ruangan dan berbicara di kamar pribadi Risa
" ibu.. apa ibu merasa ada orang yang gerak-geriknya mencurigakan di kerajaan ini? soal tadi maaf.. aku terlalu terkejut dengan ucapan raja.. " Taka
" em? Ibu tidak merasa ada orang yang mencurigakan disini.. Taka mungkin hanya perasaanmu saja? jika itu benar ada itu akan sangat berbahaya untuk kerajaan ini.. " Risa
Risa mencoba membuat Taka tidak khawatir dengan keadaan kerajaan
Taka mengetahui ibunya berbohong padanya namun Taka berpura-pura agar tidak dicurigai oleh ibunya Taka mulai berpikir untuk menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi
" semoga begitu.. " Taka
suasana menjadi tegang dan hening saki tidak tinggal diam melihatnya dan berusaha mencari cara untuk membuat suasana kembali saki berbicara pada Taka dengan senyum
" onii-chan.. bagaimana hari ini kita berkeliling di sekitar istana ini? " Saki tersenyum dan menarik tangan Taka lalu berjalan meninggalkan kamar
" Eh? tunggu.. saki? kita ini bukan lah anak kecil lah loh.. seharusnya kau belajar untuk lebih dewasa lagi.. " Taka terpaksa mengikuti saki yang menarik tangannya
" hehe.. apa salahnya seorang adik bermania sedikit ke kakaknya? tidak apa untuk hari ini saja yah? " Saki
" Emm... baiklah " Taka kebingungan dengan sikap saki dan berjalan bersama
Risa tersenyum melihat Taka dan saki seperti kakak adik pada umumnya
" ara-ara.. mereka berdua itu. hehe.. " Risa tersenyum
# beberapa jam kemudian #
" Maaf saki tapi aku harus segera kembali.
karena tifa sedang demam. Aku khawatir dengan kondisinya sekarang. " Taka
" Iya aku mengerti.. sampai jumpa lagi onii-chan.. " saki
Taka berpura-pura pulang dan ia bersembunyi dibalik dinding istana
" maaf tapi aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi disini..
Aku harus mengunakan sihir yang bisa membuat tubuhku tidak terlihat oleh orang
tapi sihir yang seperti itu aku tidak bisa mengunakannya bagaimana ini? " gumam Taka
Seketika Taka terpikirkan oleh perkataan sendiri dan mulai mengunakan otaknya
" tunggu sebentar.. sihir yang bisa membuat penggunanya tidak terlihat.. emm?
Bingo!! itu dia! Orang itu mengunakan sihir tembus pandang dan karena itu tadi aku tidak bisa melihatnya saat itu. kemungkinan dia adalah pesuruh dari orang dari sang dalang. Dan karena itu juga semua orang tidak sadar dengan itu. Dan juga jika benar ada seseorang disini yang tahu tentang itu.
kemungkinan besar orang itu di ancam oleh dalang dan Indentitas dalang itu.. " gumam Taka Dengan serius
__ADS_1
" Dalang itu adalah orang dekat raja atau salah satu petinggi kerajaan dan atau juga salah satu anggota kerajaan.. jika benar..
tidak aneh lagi kalau itu tidak dicurigai oleh raja. Kanai? Tristan? Latifa? Mulai sekarang aku akan menyelidiki ini dengan tersembunyi... " Taka berbicara di pikirannya
Taka mengunakan telepati dan berbicara dengan dirinya yang di kota lakra
" diriku yang disana.. tugasmu menjaga mereka sudah selesai Terima kasih..
bisakah kau sampaikan pada mereka bertiga " Taka asli berbicara melalui telepati
" baiklah apa itu? " Taka kota lakra
" ............................................................. " Taka
Setelah itu Taka yang dikota lakra menyampaikan pesannya pada mereka bertiga dan menghilang lenyap
Aoi tifa dan ayumi terkejut dengan ucapan taka dan mereka menagis mendengarnya
" Maaf tapi ini demi kebaikan kalian bertiga.
aku tidak ingin melibatkan pada kalian lagi..
Kalian berhak bahagia. dan selamat tinggal.... " Taka merelakan perasaannya demi kebaikan mereka Taka tersenyum terpaksa untuk menutupi perasaannya
Taka pergi menemui Tristan dan latifa yang sedang berada di tempat pelatihan ksatria
Tristan memakai pakaian tempur ia menggenggam pedang replika dan sedang berlatih oleh seorang pria tuan yang berpakaian ksatria
Tristan mengambil kuda-kuda dan bersiap menyerang tristan mengayunkan pedangnya ke kanan
*Ting!!*
pedang tristan di tahan oleh pria itu dan mendorong pedangnya tristan terhempas dan kembali menyerang secara horizontal dengan cepat namun setiap serangan yang dilancarkan oleh tristan berhasil di tahan oleh pria tua itu
Latifa berada disisi pinggir dan melihat kakaknya yang sedang berlatih latifa kagum dengan gerakan kakaknya yang cepat
" onii-sama.. itu hebat gerakan tadi cepat sekali.. itu luar biasa onii-sama berjuanglah.. " latifa berteriak memberi semangat pada kakaknya
taka masuk kedalam sambil menepuk tangan dan memuji tristan
*prokk prokk prokk*
kedatangan taka membuat mereka terkejut dan tidak menyadari keberadaan Taka sedikit
" hebat.. aku tidak menyaka kau tertarik dengan pedang.. tapi aku akui kau cukup cepat tadi " Taka senyum dan memuji tristan
Tristan dan latifa terkejut dengan kedatangan Taka dan terheran tristan berkeringat setelah tadi
" kau? sejak kapan kau ada disini? " Latifa
latifa berjalan mendekat kakaknya dan dekat dengan Taka
__ADS_1
" kalau tidak salah namamu Tristan bukan?
berapa umurmu? " Taka
" eh? aku 14 tahun.. memangnya kenapa? " Tristan
" pedang itu aku pinjam sebentar.. " Taka
" orang ini? apa yang ingin dia lakukan? " Gumam Tristan
Tristan memberikan pedang replikanya ke Taka " pelatihan bisakah aku ikut berlatih " Taka
" baiklah.. aku tidak kebetulan " pria itu
Taka berdiri dihadapan pria yang mengajarkan Tristan pedang Taka melihat ujung pedang dan mengecek pedang yang ia pegang
taka bergerak seperti angin dan menebas secara silang dengan cepat pria itu mencoba menahan serangan Taka namun pedangnya hancur menjadi debu
Tristan dan latifa seakan tidak percaya dengan yang mereka lihat Taka menumbangkan pria itu dalam sekejap
" tristan.. gerakanmu memang cepat tapi gerakanmu itu masih kaku lemaskan lah tubuhmu dan berfokus pada pedang dan perhatikan gerakan lawan mu dan juga kau menyatukan kekuatanmu kedalam pedang ini.. tidak perduli pedang asli atau pedang replika " Taka
" apa itu benar? aku tidak tahu ada yang seperti itu semua prajurit di kerajaan ini pernah memberitahu cara itu padaku.. " tristan
" hah... itu saja kau tidak tahu. jika seperti itu terus.. kau tidak bisa menjadi lebih kuat loh. ambilah dan seranglah aku dengan semua kemampuan mu.. " Taka
Taka mengembalikan pedang replika itu tristan mengambil pedangnya dan mulai menyerang Taka dari penjuru arah
Taka menutup matanya dan menghindari setiap serangan dilancarkan oleh tristan dengan mata yang tertutup
Tristan terkejut Taka menghindari serangannya dengan mata tertutup
" bohongkan? tidak mungkin sampai segitunya! Kalau begitu aku harus lebih cepat lagi " tristan bersemangat dan menambah kecepatannya
namun tetap saja Taka menghindari semua yang dilancarkan oleh tristan lalu melompat dan memukul wajah tristan dengan pelan
Tristan terpental oleh pukulan taka dan keluar darah dari hidungnya ia memegangi wajah dengan tangan dan menahan rasa sakitnya
tristan bangkit dan berjalan ke arah taka
" haha.. tadi itu sakit juga.. jadi ini yang namanya bersungguh sungguh.. selama ini aku tidak pernah merasa pertarungan seperti itu sebelumnya.. " Tristan malah girang dan bersemangat
Latifa bingung dengan tingkah Tristan yang menjadi aneh " pertempuran? kau salah dalam pertempuran lebih besar dari ini.
dalam pertempuran tidak ada yang namanya adil. Orang akan mengunakan semua cara untuk mendapatkan kemenangan.. aku beri saran dikit untukmu.
jika kau mau aku bisa melatihmu cara berpedang dan menjadi lebih kuat dari kau yang sekarang.. " Taka
" Tristan beritahu aku.. apa impianmu? " Taka
" aku ingin menjadi ksatria yang kuat untuk melindungi kerajaan ini dan semua keluarga ku.. aku akan melakukannya.. lalu dengan begitu aku bisa melindunginya dengan tanganku ini! " Tristan penuh semangat
__ADS_1
Bersambung....