
# 14.2.2034 #
setelah beberapa hari akhirnya taka dan yang lainnya berhasil menyempurnakan peran mereka masing-masing
dan sekolah telah mendekorasi dan membangunkan semua festival dan dihalaman sekolah penuh dengan kedai dan yang lainnya
dan juga didalam sekolah yang penuh dengan dekorasi setelah beberapa hari sebelumnya mereka membagikan lembaran tiket dan memberikan pada banyak orang luar sekolah dan juga orang dalam sekolah
panggung drama telah disiap dan disusun dengan sangat detail mirip seperti aslinya
taka dan teman-teman berada didalam kelas mereka yang sedang berada dikelas mereka dan semua orang sedang membagikan cokelat ke teman-teman mereka
tifa yuri dan tristan juga yayoi datang ke kelas mereka dan mereka bertiga membawa cokelat yang dibungkus dengan sangat rapi
dan juga terlihat megumi yang berjalan memasuki kelas sambil menyembunyikan cokelat dibelakangnya wajahnya begitu merona
" taka-kun.. ini cokelat dariku.. "
" aku juga walaupun tidak seberapa tolong terima ini.. "
" ini cokelat penuh cinta dariku ambilah ini taka-kun.. "
" i-iya terima kasih.. aku terima ya.. " ucap taka yang tersenyum kesulitan menghadapi mereka
taka dikerumuni oleh gadis-gadis dan memberikan banyak coklat padanya
yang membuatnya penuh ditangannya bahkan sampai menutupi wajahnya
aoi dan yang lainnya berada didekat yuki dan tifa dan yang lainnya mendekatinya dan berdiri didekatnya
ia terlihat begitu cemburu dengan taka yang dikerumuni oleh banyak gadis-gadis cantik dan manis-manis
melihat taka yang dikerumuni oleh gadis-gadis hal itu membuat yuki menjadi iri dengannya
" taka sialan itu!.. dia benar-benar mendapatkan banyak cokelat dari para gadis.. " ucap yuki yang mengeluh karena hanya mendapatkan sedikit coklat
" sial! kenapa aku hanya mendapatkan 4 saja itu pun cokelat pertemanan! bukan cokelat cinta " ucap yuki
" haha.. mau bagaimana lagi kan.. semenjak rumor tentang dirinya putra dari kedua orang yang didalam kisah itu membuatnya semakin populer.. " tristan
" bahkan dia mempunyai fan klub sendiri..
walaupun dia orangnya jahil tapi tidak menutup fakta bahwa dia memanglah hebat.. " tristan
" kalau begitu ambilah ini.. cokelat dari ku jadi sekarang 5 kan.. " ucap tifa yang memberikan yuki cokelat
__ADS_1
dengan sangat senang yuki menerima cokelat tifa dan tersenyum dengan bangganya
setelah mereka membagikan cokelat itu taka pergi meninggalkan mereka dengan membawa ratusan cokelat ditangannya
" maaf menunggu lama.. huh.. " ucap taka
taka menaruh cokelat diatas mejanya dan ratusan cokelat itu menutupi dan memenuhi meja taka hingga meninggi seperti gunung
" ta-taka!.. cokelat sebanyak ini kau dapat dari mana.. " ujar yuki yang begitu terkejut dengan melihat cokelat taka yang begitu banyak
" ah itu.. pertama dari kelas 1.. lalu kelas 3 lalu kelas 2 aku mereka memberikan aku cokelat semua ini " ucap taka
" aku harus apakah cokelat sebanyak ini? makan, jual, atau berikan pada anak-anak yang tidak mampu.. " ucap taka yang memikirkan tentang cokelat itu
" taka.. ini ambil cokelat dariku.. " ucap aoi dan memberikan taka sebuah cokelat yang dibungkus dengan kotak kecil
" untukku? terima kasih.. kalau begitu aku makan ya.. eh?! aoi? cokelat? makanan?!.. " teriak taka yang baru sadar aoi tidak pandai memasak
taka melirik ke arah tifa dan dengan singkat tifa mengedipkan matanya pada taka
" ada apa? cepatlah dimakan!.. " ucap aoi
ia yang mendorong cokelatnya masuk kedalam mulut taka, yang membuatnya terpaksa untuk memakannya
" enak.. ini enak!.. " taka
" Ehh!!.. " teriak tristan
" jangan-jangan aoi, tifa, kalian berdua.. " taka
" hehehe.. sebenarnya aoi memintaku untuk mengajarinya cara membuat cokelat.. " tifa
dengan sigap taka mengengam kedua tangan tifa dan sambil menagis haru sesaat wajah tifa langsung memerah
" terima kasih.. jika saja kau tidak ada tifa, maka aku tadi akan mati karena cokelatnya.. aku bersyukur mempunyai kau yang pandai dalam memasak.. " taka
" hm-hmm.. begitu, ya terima kasihmu belum cukup untuk memuaskanku.. " tifa
" apa permintaanmu nona.. " ucap taka dengan memberikan hormat pada tifa
" bersujudlah padaku dasar rakyat jelata i!.. " ucap tifa dengan tatapan penuh kebencian
" baik.. "
" taka.. tifa-san sebaiknya kalian hentikan permainan kalian sebelumnya semuanya semakin salah paham.. " ucap yuki
__ADS_1
" b-benar juga.. maaf.. " ucap keduanya
" jadi apa permintaanmu.. " taka
" permintaan ku ya... ka-kalau begitu bagaimana kalau.. menikah denganku.. " ucap tifa dengan malu-malu
" eh? hanya itu? "
" hanya itu!!.. " teriak semuanya
" eh? iya.. jika hanya itu aku bisa lakukan.. baiklah aku mau.. " ucap taka dengan polosnya menerima permintaan itu
" eh!!... " Teriak semua teman-teman taka
" taka.. apa kau serius mengatakannya.. " ucap aoi dengan nada rendah
" memangnya apa aku terlihat sedang berbohong? akhir-akhir ini aku telah memikirkannya.. jika waktu itu tidak ada kau dan yang lainnya maka aku juga tidak akan menikah dengan aoi.." taka
" eh? kenapa " aoi
" itu karena aku sempat pergi ke dimensi yang berbeda dan disana kudeta tidak pernah terjadi dan disana aku tidak menikah dan seorang diri berkelana ke berbagam penjuru dunia.. " taka
" dan hidup seorang diri.. dibalik masalah pasti ada makna tersembunyi didalamnya.." taka
" tunggu sebentar!.. ini sangat aneh!.. taka yang biasanya tidak mungkin berkata hal yang seperti itu.. " ucap tifa yang mengelak
" tifa... " gumam aoi
" aneh bagaimana nya.. aku adalah aku bukan? sesuai keinginanmu.. aku akan menikahimu.. baiklah aku harus pergi dulu sampai jumpa semuanya.. " ucap taka sambil membawa cokelatnya
" terserah kau mau mengatakan apa.. kau boleh menolaknya.. karena itu adalah pilihanmu.. aku tidak berhak memilihkannya untukmu.. " taka
" kalian juga jangan sampai terlambat sebentar lagi pertunjukan dramanya akan dimulai.. semua orang telah menunggu dipanggung.. " taka
" Shadow clone.. "
taka mengeluarkan 2 clonenya dan ia memberikan kedua clone nya itu cokelat yang ia dapatkan dari para gadis-gadis dan kedua clone taka pergi mengunakan gate
yang menuju ke panti asuhan tempat anak-anak kecil yang tidak mampu berada
sedangkan taka yang aslinya pergi ke panggung yang telah disiapkan oleh mereka sekelas
To Be Continued
The Next Chapter..
__ADS_1