Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S4 Chapter 18: Tumbangnya Hazell Langkah Awal Menuju Keberhasilan


__ADS_3

" aku akan menujukan sedikit keseriusanku!.." ucap yuki sambil tersenyum


" tampaknya kau sudah mulai serius.. tapi tetap akulah yang menang!.." teriak free dan seketika menghilang


dalam sekejap ia sudah berada dibelakang yuki dan saat akan menendang kepala yuki sesaat yuki bergerak dengan sangat cepat dan ia sudah berada dibelakang free dan menendang dari arah samping yang mengenai perutnya " apa?! sejak kapan dia?!.."


(Buk! Dump!)


free terkena telak serangan yuki yang membuatnya terhempas jauh dengan kecepatan tinggi yuki kembali mengejar free dan dalam sesaat yuki sudah berada diatas free dan memukulnya dengan kuat


sesaat pukulan yuki akan mengenai free namun free menghindari serangan yuki dengan kecepatan cahaya, mereka seimbang dalam segi kecepatan dan ketangkasan


dalam waktu singkat yuki telah berhasil mengimbangi kecepatan free dan mulai dapat melukai free " memang benar aku akui memang cepat.. tapi kecepatan saja tidak cukup!.." ucap free sambil menyerang yuki


" tanpa kau beritahu pun aku sudah tahu!!.." ucap yuki melemparkan tombak yang diselimuti petir hitam


tombak yuki berhasil dihindari olehnya namun ia berhasil mengores sedikit luka diwajahnya " cih! beraninya kau!.." ucap free kesal terhadap yuki yang mengores wajahnya


muncul sebuah makhluk berbentuk aneh dengan taring-taring disekujur tubuhnya yang keluar dari tangan free " remukkan tubuhnya!!.." teriak free


sesaat makhluk itu mengincar yuki dan sigap membelitnya dengan tubuhnya yang penuh dengan taring-taring tajam " Akh!!.." jerit yuki


dengan cepat yuki menusuk bagian inti mahkluk itu yang berada dimatanya dan sesaat mahkluk itu hancur menjadi cairan hitam berlendir " yosh waktunya gunakan itu.. arcana merah!.."


yuki menyatu dengan arcana merah yang membuatnya diselimuti dengan api merah yang sangat membara dan rambutnya ikut menjadi kobaran api


lengan yuki diselimuti dengan api yang sangat besar sesaat ia melesat dan melepaskan tinju api besar nya pada free " rasakan ini!.. "


(Bushh!!)


seketika free terkena tinju api itu yang membuatnya mendapat luka yang cukup besar " ini masih belum!.. selanjutnya arcana ungu.. " ucap yuki


dalam sesaat api yang menyelimuti yuki menghilang dan berganti aura ungu yang menyelimuti seluruh tubuhnya yuki mengangkat tangannya ke langit dan sesaat terbuat sebuah serangan penghancur yang sangat besar yang berwarna ungu terang " terima ini Plasma Gamma!!.." teriak yuki


sekejap serangan itu melesat dan mengarah ke tempat free berada dengan cepat free menghindari serangan yuki itu dan serangan jatuh mengenai para pasukan iblis

__ADS_1


(Duaaarrr!!)


ledakan dalam daya yang sangat besar yang memusnahkan sekitar 1000 prajurit iblis diablos dalam sekejap mata " cih dia menghindarinya ya.." gumam yuki


" jangan sombong dulu kau arch.. aku masih belum serius lagi!.. baiklah kali ini aku tidak akan membiarkanmu menang!.." ucap free


sesaat free membuka kedua matanya dan dalam sekejap ia telah mengunakan mata emasnya untuk menghadapi yuki " hmph jadi begitu mata emas ya.. baiklah kalau begitu aku akan bertarung dengan bersungguh-sungguh.." ucap yuki


" Gamma Blade!!.." teriak yuki


seketika tercipta sebuah pedang yang bercahaya ungu terang dan yuki mengunakan pedang gamma yang melawan free


disaat yang bersamaan ditempat yang berbeda terdapat pertarungan sengit antara elisa melawan 3 komandan iblis diablos sekaligus


dia seorang diri melawan ifrit hazell dan juga vera


terlihat mereka bertiga berusaha untuk menyerang elisa dan berniat untuk membunuhnya " matilah ******!!.." teriak vera


sesaat ular raksasa keluar dari lengan vera dengan cepat ular itu mencoba untuk mengigit elisa namun dengan mudahnya elisa menghindari serangan ular raksasa tersebut " bam! "


(Duar!)


ifrit mengunakan golem naga magma dan menghembuskan nafas berapi dari mulut golem magma itu


(Bussshh!!)


elisa membuat tameng tidak terlihat dan membuat hembusan api itu tidak mengenainya dan justru berbelok kearah samping nya yang membakar para prajurit iblis


dari atas hazell mengunakan kapak yang sangat tajam dan tebal yang mengandung racun mematikan saat seseorang menyentuhnya " terima ini!.."


(Dum!!)


serangannya berhasil ditahan dengan tameng tidak terlihat milik elisa, sambil tersenyum elisa menciptakan sebuah tongkat sihir berwarna putih keemasan " Tempest!!.." sesaat elisa mengatakan itu badai yang sangat besar menerkam mereka bertiga berserta pasukan mereka


" Bilah Air!.."

__ADS_1


ratusan air berbentuk belati tersedot dalam pusaran angin badai itu yang membuat belati itu menusuk 3 komandan iblis yang ada didalamnya


" cih!.. kau kira dengan ini bisa menghentikanku? jangan mimpi!.. Flaming Eternal!!.." teriak hazell


seketika batangan-batangan besi tajam yang diselimuti dengan api hitam yang meleleh ribuan batang besi itu menerjang elisa


satu persatu elisa berusaha lari dan menghindarinya namun salah satu batangang itu mengenai sikunya yang menancap didalamnya " panas!!.." jerik elisa


elisa berusaha untuk melepaskan batangan itu namun ia tidak sempat untuk melakukannya dikarenakan batangan yang lainnya terus mengejar dan mengincarnya " bagaimana ini.. apa yang harus aku lakukan batangan hitam itu selalu mengejarku.."


disaat elisa yang sedang berfikir namun seketika salah satu batangan itu menancap pada kaki kirinya yang membuat terjatuh ditanah " hah?!.. bahaya.. itu akan membunuhku.. padahal aku belum boleh mati disini!.." gumam elisa yang panik dengan serangan itu yang mengarah ke dirinya


" elisa bergantianlah denganku.." ucap kesadaran aoi dalam elisa


sesaat aoi menguasai tubuh elisa dan mengantikan perannya aoi dengan cepat menarik kedua batangan itu yang menancap pada tubuhnya


" futon level 3.. " ucap elisa kepribadian aoi


sesaat elisa diselimuti dengan pusaran angin hijau yang melindungi nya dalam batangan itu serangannya berhasil dihentikan dan dengan cepat elisa melesat dan merubah tongkatnya menjadi khife


" sekarang adalah giliranku.." ucap aoi


elisa menyelimuti khifenya dengan petir raiton milik aoi sesaat elisa menambakan kecepatannya dan menerjang hazell dengan menusukkan khifenya pada bagian jantung hazell " akh!.. brengsek!.." ujar hazell dengan mulut yang bersimbah darah


dan mendorongnya elisa membawa hazell memisahkan mereka bertiga dan membawanya ke udara " jurus pamungkas klan maeda.. tebasan tetesan air hujan.." ucap elisa dan sesaat berada dibelakang hazell


(Sling!!)


elisa menebas kepala hazell dan menghancurkan jantungnya tanpa memberinya rasa kesakitan


tubuh hazell berserta kepala jatuh dari ketinggian dan seketika terbunuh olehnya


melihat hal itu membuat vera dan ifrit shok melihat rekan mereka mati dibunuh oleh elisa, amarah vera terhadap elisa semakin menjadi-jadi membuatnya sangat ingin membunuhnya " elisaa!!!....." Teriak Vera yang menagis darah


" ini adalah pembalasanku.. terhadap kalian yang telah merebut taka dariku... kali ini aku pasti akan menyelamatkan.. aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengannya lagi seperti biasanya.." gumam elisa kesadaran aoi

__ADS_1


" Baiklah sekarang aku sudah mulai serius mari kita mulai pertarungan yang sesungguhnya!!.." ucap elisa tersenyum bengis


Bersambung....


__ADS_2