Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S4 Chapter 21: Keputusan Masing-Masing


__ADS_3

" hah menyukainya apa maksudnya? " ujar aoi kembali mengambil kendali raga elisa


" kalau itu.." elisa


" ya sudahlah aku tidak perduli tentang itu.. aku akan segera menghabisinya sekarang juga.." ucap aoi


elisa menyelimuti khifenya dengan petir biru dan melesat serangan pada vera kilatan petir menyambar dengan cepat vera menghindarinya dan segera membelit lengan elisa


mengunakan tangannya yang berubah bentuk menjadi ular putih dan dengan segera menghantam kan elisa ke permukaan tanah dengan sangat keras


(Krak!)


" akh!.." elisa memuntahkan darah dari mulut dampak dari hentakan keras yang terjadi pada tubuhnya


" sial!.. futon level 3 dan juga raiton!.."


dengan mengabungkan elemen angin dan petir elisa bergerak dengan sangat cepat dan lolos dari lilitan vera dalam sesaat ia telah berada dihadapan vera dan dengan cepat memukul wajahnya


(Dump!)


pukulan keras elisa yang dialiri petir dan angin membuat vera terhempas dengan sigap elisa kembali melesat dan berada diatas vera dan menghatamkan pukulan ke tubuh vera


dan membuat vera terkapar menghatam permukaan dengan sangat keras " apa itu berhasil? " ucap elisa kepribadian aoi


vera yang masih terpakar dan tidak dapat bergerak aoi yang mengendalikan elisa secara perlahan turun mendekati vera dalam saat yang bersamaan ifrit melesat begitu cepat dan melancarkan tendangan terhadap elisa


" akulah lawanmu!.." teriak ifrit


(Dump!)


dengan cepat elisa menangkap tendangan ifrit yang begitu keras elisa segera menengok dengan tatapan tajam ke arah ifrit


" oi sakit tahu.. bisakah kau turunkan kakimu dari tanganku ini?!.." ucap elisa sambil tersenyum


" cih besar sekali kekuatannya!.. sampai kapan kau bersembunyi dalam wujud itu Elisa?!.." ifrit


" apa.. itu tidak akan lama, sekarang beritahu aku dimana kalian menyembunyikan taka.." ucap elisa alias aoi


" hmph.. dasar bodoh aku tidak mungkin memberitahumu kan? walaupun aku harus mati selama tuanku diablos tetap bangkit itu tidak masalah bagiku.."ifrit


" asalkan kalian tahu raja iblis diablos tidak akan pernah bangkit.. itu karena taka tidak akan diam saja melihat orang-orang yang berharga baginya disakiti.." elisa alias aoi


" kenapa kau sangat yakin dengan hal itu.. sudah terlihat jelas tidak lama lagi tuanku diablos akan segera kembali dan dia menghabiskan kalian semua.." ucap vera dengan tatapan dan tersenyum sombongnya


" aoi dan bergantianlah denganku.." ucap tifa didalam diri elisa dan mengantikan kesadaran elisa


" hei vera.. aku tidak tahu apa alasanmu membenci elisa tapi yang ku tahu bukankah kalian berdua dulu berteman? " Ucap elisa alias tifa


" tidak dia bukanlah temanku, aku tidak pernah mempunyai teman seperti dia!.. aku dan elisa adalah musuh "


" walaupun kamu berkata seperti itu aku masih belum yakin.. jika aku boleh tahu apa yang


membuatmu menjadi membenci elisa? apa yang diperbuat sehingga kamu membencinya? "


" aku tidak ingin membuang waktuku untuk bercerita padamu, kau tidak akan tahu betapa menyakitkannya seseorang yang berharga bagimu direbut oleh orang lain.." ucap elisa


mendengar hal itu membuat tifa menjadi geram karenanya untuk menahan kekesalan ia meremas tangannya dengan keras


" itu tidak benar!.. aku mengerti perasaanmu jangan salahkan orang lain jika kamu telat untuk mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya, dan jangan terus-terusan menyalahkan diri sendiri hanya karena kamu gagal itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri.."


" jangan sok mengerti tentang aku, memangnya apa yang kau mengerti dariku? kau hanyalah orang asing yang kebetulan jiwa elisa ada bersamamu.. hmph aku tahu loh, kalian tidak akan bertahan lama dalam wujud itu.."


" kalau itu aku sudah tahu sejak awal, aku dan aoi sudah siap menerima resikonya apapun yang terjadi apapun alasannya kali ini giliran aku yang akan menolongnya.."


vera bangkit dari duduknya dan dengan tatapan penuh kebencian ia meningkatkan kemampuannya hingga batasannya

__ADS_1


(Whooooosh!!)


aura ungu dengan bayangan ular besar yang mengeluarkan asap ungu dari mulutnya yang membuat elisa terhempas terkena hembusan asap beracun itu


" ahh!!...." Teriak Elisa alias tifa yang terhempas dan menghantam batu besar yang menahannya


" o-oi sebenarnya dari tadi apa yang kau lakukan? dan apa kau baik-baik tifa? " ucap aoi yang berada didalam diri elisa


" i-iya aku baik-baik saja.. maaf aku kira dia bisa diajak bicara entah kenapa aku bisa mengerti perasaannya.." ucap tifa


" tifa apa kamu bermaksud untuk membuatku kembali berbaikan.. aku senang dengan niat baikmu terima kasih, tapi ya tifa semuanya sudah terlambat tidak ada lagi ya bisa diperbaiki, aku dan vera sekarang adalah musuh itulah faktanya.."


" tidak mungkin kan seharusnya hal itu tidak mungkin.. "


" tifa, aoi, dengarkan ini.. waktuku didunia ini tidak lama lagi.. aku akan segera menghilang untuk selamanya, sisa waktuku hanya tinggal 1 menit.."


" apa katamu?!.. menghilang selamanya apa maksudmu? " ucap aoi yang cukup terkejut dengan pernyataan elisa


" sejak awal aku memang sudah mati, seharusnya aku tidak boleh berada didunia ini.. ini hanyalah sisa-sisa kekuatan dan jiwaku yang ada didalam dirinya kalian yang membuatku bisa kembali ada didunia ini.. kalianlah yang memanggilku "


" kami berdua yang memanggilmu? " ujar tifa


" benar!.. dengan ketulusan hati kalian dan keinginan kuat kalianlah yang membuatku terpanggil disini.. karena itu untuk terakhir kalinya untuk mewujudkan keinginan kalian berdua aku ingin memberikan sisa-sisa kekuatanku pada kalian berdua.."


setelah itu elisa bercahaya dan sesaat langsung berpecah seperti semula elisa kembali menjadi tifa dan aoi mereka telah kembali ke wujud mereka yang sesungguhnya


melihat kejadian itu membuat mereka berdua menjadi kebingungan dikarenakan lawan mereka yang masih berada didekat mereka


" apa ini?!.. kenapa di saat-saat penting seperti ini harus kembali sial!.." gumam aoi yang berkeringat dingin


" cih!.. tidak ada cara lain untuk sekarang kita lari dulu.." ucap aoi


aoi mengulurkan tangannya dan meraih lengan tifa dengan cepat ia mengunakan kekuatannya untuk terbang melesat meninggalkan mereka berdua


melihat mereka yang akan ingin kabur dengan sigap vera mengejar mereka dengan kecepatan tinggi


" jangan harap kalian dapat melarikan diri dariku!.." teriak vera


(Splash! Splash! Splash! Splash!)


vera melancarkan serangannya energi beruntun secara acak serangan mengarah ke arah mereka yang tepat berada didepannya


dengan sekuat tenaga aoi berusaha untuk menghindari setiap serangannya yang mengarah ke arah dirinya dan serangan vera tidak ada yang mengenai mereka berdua


" aoi apa kamu bisa menjadi lebih cepat lagi? vera sudah hampir menyusul kita.." tifa


" tidak bisa!.. ini sudah mencapai batasku, teknik tadi aku gunakan saat dalam wujud elisa menguras hampir semua kekuatanku, dan hampir tidak ada yang tersisa.." aoi


" kalau begitu apa yang harus kita lakukan? " tifa


disaat mereka sedang sibuk menghindari vera mereka tidak sadar telah terbang melewati tempat pertarungan antara beta zash dan yagami yang melawan 1 komandan iblis yang tersisa yang sedang dilawan oleh zash dan yagami


" apa itu? " ujar beta yang sesaat mengalihkan pandangannya pada benda yang melesat kencang melewatinya


" itukan?!.. yosh! aku serahkan sisanya pada kalian berdua ada hal yang ingin aku lakukan!.." ujar beta


dan seketika ia langsung terbang melesat meninggalkan mereka berdua dan mengejar vera yang mengejar aoi dan tifa


" aoi-san tifa-san.. aku akan membantumu!.." teriak beta


beta kembali mengunakan kekuatan penuhnya dan mengunakan pedang yang untuk membunuh salah satu komandan iblis dalam sekejap


pedang beta berkobar api yang sangat panas dengan kecepatan sekejap mata beta memotong kedua sayap vera dan membakarnya dalam sekejap


(Shush!)

__ADS_1


" ahh!!...." Jerit vera yang terjatuh dari udara yang dikarenakan sayapnya telah terpotong dan hangus terbakar


" hah? beta ternyata kau rupanya.." ujar aoi yang cukup terkejut dengan kedatangan Beta secara tiba-tiba


" apa kalian terluka bagaimana dengan keadaan kalian? " Ucap beta panik menghampiri mereka berdua


" tidak.. aku dan aoi baik-baik saja berkat dirimu kami selamat terima kasih beta.." tifa


" sekarang cepatlah pergi dari sini serahkan dia padaku, ini adalah momen yang tepat untuk melakukannya.. cepatlah hanya kalianlah yang dapat melakukannya.." ucap beta berdiri tegak melindungi mereka berdua dengan gagah berani


" ya kau benar.. tifa ayo pergi kita harus melakukannya.." ucap aoi


" tapi bagaimana dengan vera? " Ucap tifa yang terlihat masih memperdulikan vera


" sudahlah tidak ada waktu lagi.. kita harus menyelamatkan taka bukankah itu tujuan kita? " Ucap aoi yang segera melesat kencang tanpa memikirkan tifa


tifa semakin menjauh dari vera dan beta turun hinggap dipermukaan berdiri dihadapan vera yang terkapar ditanah ifrit dengan cepat menyerang beta namun serangannya hangus terbakar oleh aura yang besar menyelimuti tubuh beta


" percuma saja selama keinginan kuatku belum padam maka sampai kapanpun api ini tidak akan padam sampai aku dapat bertemu dengan masterku lagi.." ucap beta


beta memfokuskan seluruh kekuatan pada lengannya yang berniat untuk menghabisi ifrit dengan 1 serangan yang super kuat


" dengan ini berakhir sudah..." ucap beta


(Buk!)


sesaat ia mengayunkan tinjunya dan meninju tepat pada bagian dada dan jantungnya dalam sekejap ifrit meledak dan hangus terbakar oleh satu serangan beta yang membuatnya terbunuh dengan mengenaskan


vera yang melihat hal itu sesaat langsung shok dan menjerit dengan histeris " ifrit!!......" Teriak vera


disaat yang bersamaan ditempat aoi dan tifa berada dengan jeritan vera yang begitu kuat hingga suaranya dapat didengar dari jarak yang sangat jauh


" hah itukan suaranya vera? ada apa dengannya? " Ucap tifa yang penasaran


" tifa sebenarnya kau ini kenapa dari tadi kau terus-terusan menghawatirkan vera, sudahlah menyerah sajalah padanya dia sudah tidak dapat lagi diselamatkan.. dia sendiri yang telah memilih.."


" aoi terima kasih.."


" eh? a-ada apa tiba-tiba kau bersikap formal seperti itu? "


" hmph mungkin yang kamu katakan memanglah benar tapi aku akan melakukan yang menurutku harus kulakukan.. maaf aoi.."


sesaat tifa sambil tersenyum melepaskan genggaman dan ia mulai terjatuh dari ketinggian tanpa memakai baju keamanan


" tifa.. kau mau pergi kemana? jangan bercanda disaat-saat seperti ini kau masih menghawatirkan musuhmu, pikirkanlah dirimu sendiri! kita harus menyelamatkan taka bukankah itu tujuan kita datang kemari tifa?!.. cepatlah berpengalaman padaku!.. " ucap aoi yang terlihat mulai kesal dengan tingkah tifa yang menurutnya menyebalkan


" maaf aoi tapi ini adalah keputusan yang aku ambil sendiri.. aku serahkan taka padamu.." ucap tifa


" hah apa yang kau katakan? " Gumam aoi seketika lemas setelah mendengar ucapan tifa itu


" dasar kau bodoh!.. sudahlah aku tidak perduli lagi jika ini keputusan yang kau ambil, jika terjadi sesuatu padamu jangan salahkan aku..


# Kejadian sebelum elisa lenyap dan menghilang #


" itu adalah kekuatan terakhirku.. aoi tifa dengarkan ini kekuatan tidak mengenal baik ataupun jahat kekuatan tergantung pada pengunanya, aku harap kalian dapat mengunakan kekuatan itu untuk melindungi, dan berjanjilah padaku jika salah satu dari kalian berubah menjadi jahat maka kalian sendirilah yang harus membunuhnya apapun yang terjadi.." ucap elisa


# Masa sekarang #


" elisa aku mengerti kok.. Aku pasti akan menyelamatkan taka dan membawanya kembali.. apapun yang terjadi aku akan tetap melakukannya!.." ujar aoi


" elisa ini adalah keputusanku.. aku akan melakukan yang kamu tidak bisa lakukan aku akan memperbaiki kesalahan yang telah kau perbuat.." tifa


" Aku pasti itu!!..." ucap mereka berdua secara bersamaan ditempat yang berbeda-beda


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2