
Beberapa saat kemudian taka pergi ke kamar mandi dan mandi lalu mengganti pakaiannya dan memakai pakaian yang sering dia pakai dengan syal merah khas miliknya
ia berpenampilan seperti taka yang seperti biasanya dan pergi keluar dari rumah dan menuju ke rumah kaede
" yosh.. tunggu sebentar.. sepertinya ada hal penting yang aku lupakan?!.. hmm? ah!.." ucap taka dengan wajah yang kecewa
" aku kan tidak tahu tempat tinggal fujihara!!... " Teriaknya begitu kencang
seketika angin berhembus kencang dan tiba-tiba terhempas sebuah pita merah yang melewatinya
taka terdiam melihat ke arah pita merah itu jatuh ia berjalan mendekatinya lalu mengambilnya
" hmm.. apa ini? pita? punya siapa ini.. " ucap taka dengan ekspresi polosnya dia mengendus aroma pita hijau yang harum seperti bunga
sesaat seorang perempuan mendatanginya dengan marah dan wajahnya yang memerah
perempuan itu memiliki rambut berwarna kuning pirang keemasan dengan mata hijau seperti berlian dan memiliki wajah yang manis alami dan juga cantik
ia memakai sweater hijau dan rok putih panjang hingga lutut yang terlihat feminim dan modis yang cocok dipakai olehnya dia mendatangi taka dengan marah
" ah!.. apa kau lakukan mesum!.. " teriak perempuan itu
# Gadis Berpita hijau #
perempuan itu memiliki suara yang imut dan memiliki sifat yang sedikit keras kepala dan sedikit kasar
" mesum?!.. tidak kau salah paham!.. aku hanya?!.. " ujar taka yang panik
" tidak pasti kau disengaja!.. aku tadi melihatmu menghendus-hendusnya!.. kembalikan itu milikku!.. " ucapnya dengan nada tinggi dan mengambil pita hijau itu secara paksa
" sudahku bilang itu hanya salah paham!.. aku tadi hanya menemukan disini.. " ucap taka
" akan aku laporkan kamu ke polisi atas pelecehan seksual!.. " ucapnya dan mengancam taka dengan memegang headphone di tangannya
tanpa disengaja taka yang panik langsung memegang tangannya dan menariknya lalu mendekatinya
" eh?!.. aahh!.. kyaaa!! hentai! hentai! hentai!!.. " teriaknya dan menjerit sekeras-kerasnya
" tunggu.. sudahku bilang tadi hanya salah paham!.. aku tidak ada maksud untuk melakukan hal yang seperti itu!.. "
lepaskan aku hentai!!.. jangan kau sentuh-sentuh aku!.. "
perempuan itu menarik tangannya dengan paksa dari genggaman taka. sesaat seseorang laki-laki mendatangi mereka berada
pria itu memiliki rambut berwarna hitam kecoklatan dan mata berwarna biru dan sebelah kirinya berwarna merah dan wajah yang tampan
" ah.. ternyata kau disini.. hmm? apa yang terjadi? " ucap pria itu
" hiro.. untuk kamu datang.. tolong aku orang ini mencoba melecehkan aku!.. " ucap nya
" hah!.. jangan mengada-ada!.. menyentuhmu saja tidak pernah!.. lagipula aku tidak suka perempuan tsun-tsundere sepertimu!.. " ucap taka dan mengatakannya dengan lantang dan kesal
" aku minta maaf karena perbuatannya.. aku rasa yang salah itu dia... jika tidak keberatan maafkan dia.. " ucapnya dengan sopan santun
" iya benar sekali!.. lain kali jika memiliki pacar dijaga baik-baik!.. lagipula kenapa kau mau berpacaran dengan gadis monyet sepertinya!.. " ucap taka yang kesal dan lalu meninggalkan mereka berdua
" siapa yang kau panggil gadis monyet!!.. lagipula dia bukan pacarku!!.. " teriak perempuan itu yang begitu kesal dengan penghinaan taka
taka dengan kesal langsung meninggalkan perempuan itu dan pergi dengan keadaan penuh emosi dan berjalan menuju arah ke kanan
ia berjalan hampir setengah perempatan dan terlihat kaede dengan penampilan feminim yang sangat cantik dan sedang berada di persimpangan jalan dengan wajahnya yang memerah ia terlihat seperti sedang menunggu seseorang
taka datang menghampirinya seketika wajahnya langsung memerah melihat taka yang mendekatinya
" fujihara? ah.. akhirnya ketemu juga.. " taka
" ta-taka-kun?!.. ba-bagaimana?! kau ada disini? " ucap kaede dengan panik mengatakannya
# Fujihara Kaede #
__ADS_1
" kenapa katamu? bukannya kau yang mengundangku kemarin?! dan juga kenapa kau tidak memberitahuku tempat
tinggalmu!.. "
" ah.. soal itu.. maaf aku lupa.. hehe, ka-kalau begitu ayo kita pergi!.. "
kaede dengan malu-malu mulai berjalan bersama taka menuju ke rumahnya wajahnya benar-benar merah merona seperti tomat
ia menggerakkan tangan dan berusaha meraih tangan taka saat tangannya sudah berdekatan dengan jarinya taka langsung mengangkat tangannya tanpa disadari
" oh iya.. aku harus mencari informasi tentang ayasaka megumi.. " gumamnya
karena tidak dapat mendapatkan lengannya membuat kaede menjadi cemberut dan mengambek dan ia mengembungkan pipi sebelah dan mengabaikan taka yang tidak peka terhadapnya
" em? ada apa fujihara? "
" tidak ada apa-apa bodoh!.. " ucapnya yang cemberut
saat cemberut kaede terlihat sangat imut seperti anak kecil. dia terus berjalan dan mempercepatnya langkahnya sedikit
" ada apa sih kau ini?!.. benar aku lupa!.. fujihara aku punya hadiah untukmu " ucap taka dengan tersenyum ramah dan mengambil boneka yang ia dapatkan dan memberikannya pada kaede
" hadiah? ah.. " kaede cukup terkejut dengan taka yang memberikannya boneka beruang ia terlihat terkagum dan menerima boneka darinya
ia menerima hadiah taka dia terlihat tersenyum dan saat kaede tersenyum ia manis seperti gula
" terima kasih, apa kau yakin memberikan ini padaku? " ujarnya yang bengong
" iya.. tentu saja aku yakin, aku memang berniat memberikannya padamu.. hmph? fujihara wajahnya merah tuh.. apa kau sedang tidak sehat? " ujar taka dengan polosnya menaruh tangannya di keningnya
" eh?!.. tidak!.. aku tidak sakit.. " ucap kaede dengan panik dan menurunkan lengannya secara paksa dan wajahnya sedikit memerah
mereka melanjutkan perjalanan mereka dan terus berjalan bersama dan beberapa saat setelahnya sudah terlihat sebuah rumah dengan desain seperti rumah-rumah yang lainnya. tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. rumah yang berukuran sedang seperti rumah-rumah lainnya. dan itu adalah tempat kediaman keluarga fujihara
kaede menyambut taka dengan ramah dan membukanya pintu dan membawanya masuk
" ayo silahkan masuk.. "
" iya.. permisi maaf mengganggu.. " ucap taka dengan formal
mereka adalah adik dari kaede dan wanita itu adalah ibunya kaede dan dari belakang muncul seorang pria setengah paru baya yang berusia sekitar 40 tahunan pria itu memiliki rambut hitam dan sedikit rambut putih dan memakai kacamata
"selamat datang.. ara-ara ternyata kae-chan sudah kembali.. dan dia membawa teman laki-lakinya.. " ucap ibunya dengan sangat ramah dan tersenyum lebar
" senang bertemu denganmu.. namaku- " ucap taka yang tertunda
" aku sudah tahu.. namamu dek taka bukan? kae-chan lah yang menceritakan tentangmu.. dia selalu membicarakan tentangmu loh.. " ucap ibunya
" eh?.. hah.. syukurlah kalau begitu.." ucap taka yang kebingungan dan sulit untuk berkata-kata
" i-ibu!.. apa yang ibu katakan?!.. " ucap kaede yang marah pada ibunya dan wajahnya menjadi memerah
" terima kasih sudah mau datang ke tempat kami.. taka-kun.. apa kamu sekelas dengan kaede? " ucap ayahnya dengan ramah-tamah
" iya.. bisa dibilang begitu.. " ucap taka yang sudah mulai letih
kaede mendorong ibunya dengan sekuat tenaga dan mendorongnya hingga ke ruangan tamu. ibunya hanya diam dan tersenyum melihat tingkah anaknya
" ibu!.. sudahlah jangan ganggu aku!.. " ucapnya
" hehe.. ara-ara.. habisnya aku mau melihat pacarnya kae-chan seperti apa.. tapi sudahku duga dia orang yang baik.. " ucapnya
' benarkan taka... '
mereka berempat dan bersama adik-adik kaede mereka berempat duduk di sofa ruang tamu dan duduk bersama
situasi menjadi canggung dan taka masih terdiam dan menunggu seseorang memulai pembicaraan dari orang-orang disekitarnya
" pertama-pertama aku berterima kasih atas kunjunganmu taka-kun.. " ucap ibunya
" tidak perlu seformal itu kok.. aku cuma berkunjung doang.. dan juga maaf tidak sempat membawakan apa-apa.." ujarnya
" iya.. sekarang mari kita mulai.. taka-kun salah maksudku taka lama tidak bertemu.." ucap ibu kaede
__ADS_1
seketika sifat ibu kaede berubah derastis dan menujukan ekspresi senyum tipis dan menatap taka dengan tenang. mendengar itu membuat taka dan kaede terkejut karenanya dan kaede terdiam dan bengong
" ano? apa maksudnya lama tidak bertemu? apa anda pernah bertemu denganku sebelumnya? "
" bukan hanya mengenal.. tapi aku semua tentangmu.. "
" tentangku? "
" seorang yang dikenal sebagai Iblis putih pembunuh dingin dan identitasnya tidak dikenali dikarenakan dia selalu memakai topeng. dan hanya ada satu orang yang mengetahui indentitasnya.. " ibu kaede mengatakan dengan serius dan tatapan yang tajam
taka berkeringat dingin mendengar ucapan ibu kaede dan memfokuskan perhatian pada dirinya
" kau sebenarnya siapa?!.. bagaimana kau tahu tentang itu?!.. " ucap taka dengan nada keras
" dan nama orang itu dikenal sebagai Iblis emas dan nama aslinya catalina fram.. " ucapnya dengan lantangnya
" catalina.. fram?!.. bagaimana kau tahu nama itu?!.. lina sudahlah mati!.. dia sudah mati saat itu.. " ucap taka dengan raut wajah lesuh
" tidak.. kau salah dia tidak mati.. dia masihlah hidup.. catalina fram telah menikah dan mengganti namanya menjadi fujihara catalina.. " ucap catalina
" fujihara?!.. eh?!.. menikah?.. tidak-tidak!.. dia tidak mungkin menikah?!.. memangnya laki-laki sial mana yang mau menikahinya?! " Ucap taka yang panik sendiri
" kau sangat tidak sopan sekali!.. tentu saja ada!.. memangnya kau pikir aku ini apa?!.. " ucap catalina yang merajuk
" jadi?!.. kau lina?!.. dan berarti kau anaknya lina?!.. hmph.. pantas saja aku tidak asing dengan wajah fujihara.. ternyata kalian adalah ibu dan anak.. " ucapnya dan mengatakannya seenak maunya
" apanya yang mirip? " ucap kaede dan catalina
" itu tentu saja.. kalian berdua sama-sama tidak terasa seorang perempuan.. bagaimana ya bilangnya?.. aku tidak dapat merasakan daya tarik dan kalian tidaklah terasa feminimnya.. " ucap taka dengan polosnya dan dengan lantangnya
" itu apa maksudmu!!.. " teriak keduanya
" eto.. tuan suami-san.. bisakah kau memberitahu bagaimana caramu mendekati
perempuan tomboy itu? " ujarnya
" eh? ka-kalau itu? aku agak sulit menjelaskannya. atau aku tidak sanggup untuk mengatakannya " ucapnya yang seperti akan menagis
taka menepuk-nepuk punggungnya dan dengan perasaan kasihan. ayah kaede mulai meneteskan air matanya
" aku tahu kau pasti kesulitan.. dia memang sudah seperti itu sejak awal.. berjuanglah.. tuan.. " ucap taka yang menasihatinya
" kenapa aku malah merasa aku wanita yang merepotkan!!.. " teriak catalina yang kesal
" tapi itu memang benar kan? " Ucap taka
" geh!!.. "
taka langsung membuatnya kesulitan untuk menjawabnya dan catalina terlihat sangat kesal dengannya namun ia sadar ia sudah tidak sanggup berkata-kata karena ucapannya
" tapi.. syukurlah kau sudah memiliki keluarga.. dengan begitu kau tidak akan kesepian lagi.. tidak seperti dulu." Ucap taka dan tersenyum dengan tulusnya
" taka.. iya terima kasih.. " ucapnya yang juga tersenyum
" ah.. iya benar.. ini aku ingin mengembalikan ini padamu.. "
taka mengeluarkan topengnya dan memberikannya pada catarina. namun catarina langsung mendorong topeng itu ke arah taka balik
" tidak.. kau tidak perlu mengembalikan topeng ini.. aku memang berniat memberikannya untukmu.. jadi bawalah mulai sekarang dia menjadi milikmu.. " ucap catarina yang menolak pemberian dari taka
" maaf tapi aku tidak memerlukan topeng ini lagi.. aku ingin segera melupakan masa lalu tentang semuany.. jadi ambillah kembali aku mohon.. " ujarnya dengan sopan dan menundukkan kepalanya pada catarina
" sudahlah bawa saja.. lagipula ini sudah sangat cocok denganmu.. aku tidak menyangka iblis putih sudah melembut dan bisa menahan dirinya.. " ucapnya
" ah.. iya itu semua berkat seseorang.. jika saja orang itu tidak ada, mungkin aku akan masih sama seperti dulu terjebak di dalam kehampaan " ucapnya dengan raut wajah sedih
" begitu.. aku senang mendengarnya.. dan sekarang kau harus melupakan masa lalumu. lalu kapan kau akan menikah kae-chan.. " ujarnya dengan senyuman diwajahnya
seketika taka langsung tersedak air saat meminum dan wajahnya juga memerah begitu juga dengan kaede yang juga wajahnya memerah merona
" hah?!!.... " teriak taka dengan kaede yang panik dan berkeringat dingin
To Be Continued
__ADS_1
The Next Chapter....