Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
S2 Chapter 62: Pertempuran Hidup Dan Mati


__ADS_3

aoi tifa dan tristan bergegas menuju ke dalam perkotaan satu persatu rumah-rumah penduduk runtuh mereka berlari cukup cepat sesaat sampai di rumah tifa bangunan rumah sudah hancur dan hanya tersisa tumpukan bebatuan dan debu


" ayah!.. ibu!.. shota!.. kalian dimana!?


aku mohon jawablah pertanyaanku!.. " teriak tifa dengan tergesa-gesaDisaat aoi melawan pria bertopeng terlihat tristan sedang berhadapan dengan perempuan bertopeng rekan dari pria itu


tristan berlari ke arah musuhnya namun perempuan itu masih berada tegak ditempatnya berdiri tidak bergerak sedikitpun


aoi tifa dan tristan bergegas menuju ke dalam perkotaan satu persatu rumah-rumah penduduk runtuh mereka berlari cukup cepat sesaat sampai di rumah tifa bangunan rumah sudah hancur dan hanya tersisa tumpukan bebatuan dan debu


mereka bertiga mengangkat puing-puing bangunan yang menumpuk dan saat satu persatu puing-puing dikeluarkan terlihat dua tangan yang muncul dari dalam tumpukan puing-puing


" oi.. lihatlah ada tangan!.. tidak salah lagi itu tangan laki-laki dan perempuan.. " ucap tristan sambil menarik tangannya


" jangan-jangan itu mereka!.. " tifa ikut menariknya dengan sekuat tenaga


" oi.. minggirlah!.. " ucap Aoi


aoi terlihat mengenakan kuda-kudanya sambil memegang kedua knifenya


(Zark! Zark!)


aoi menebas puing-puing itu dalam sekejap puing-puing itu hancur berkeping-keping


gunung mulai mengeluarkan lava panas meletus mengeluarkan lava lava ke seluruh penjuru kota tanah yang terkena oleh lava itu menjadi meleleh dan menyebabkan kebakaran hebat di seluruh kota


kobaran api menutupi jalan seluruh kota kini ditempat aoi dan yang lainnya berada telah penuh oleh kobaran api


saat puing-puing itu hancur terdapat dua pingsan didalamnya dan kedua orang itu adalah orang tua dari tifa dan terlihat dari posisi mereka, mereka seperti sedang melindungi seseorang dibagian mengunakan tubuh mereka


" ayah! ibu! bertahanlah.. " ucap tifa mengeluarkan ayah dan ibu keluar dari reruntuhan


dan dibawah mereka seorang anak laki-laki yang terlihat baik-baik namun ia tidak sadarkan diri


" shota!.. oi.. bangunlah!.. aku mohon bangunlah semuanya!.. " teriak tifa sambil menagis


dua orang sepasang laki-laki dan perempuan melesat kencang melewati aoi dan tristan, mereka berdua merasakan kekuatan yang besar dari kedua orang itu aoi menatap tajam kedua orang itu


" maaf tifa sepertinya.. semua ini telah direncanakan oleh seseorang, dan seseorang itu ada disini.. sang dalang telah menunjukan dirinya.. " ucap aoi


" dalang?.. apa maksudmu!?.. " ucap aoi


" tristan!.. " ucap aoi sambil berlari mengejar kedua orang itu


" aku mengerti.. " tristan ikut berlari bersama aoi dan mengejar kedua orang itu


mereka berdua pergi meninggalkan tifa dan mengejar kedua orang tersebut


aoi mengayunkan kedua khife nya dan menyerang pria bertubuh besar itu


(Ting! Ting!)


pria itu dengan cepat menangkis serangan dari aoi dengan pedang besar miliknya


" 1 hal yang ingin ku tanyakan pada kalian!..


siapa kalian yang sebenarnya!.. ucap aoi menatap tajam pria itu


Kedua orang itu berhenti berlari dan mereka berada ditengah-tengah kota yang sedang diselidiki oleh api yang berkobar


" untuk seorang gadis kecil sepertimu.. aku akui kau cukup hebat dalam mengayunkan pedang kecilmu itu!.. jika tidak mati maka pergilah dari sini sebelum terlambat!.. " ucap pria itu


" tampaknya kalian berdua lah.. dalang dari semua ini!.. kalian ini sebenarnya siapa!?


apa tujuanmu!?.. " ucap tifa sambil memegang kedua knifenya


" maaf ya.. kalau itu aku tidak bisa memberitahu padamu.. ini adalah langkah untuk membangkitkan Tuan kami!.. " ucap perempuan bertopeng itu

__ADS_1


" botak!.. biar aku yang urus pria itu.. kau dapat bagian gadis kecil yang disana.. " ucapnya sambil mengarahkan pedangnya ke arah lawannya


mereka berdua mengambil posisinya masing-masing dan berdiri tegak menatap musuhnya dengan serius


aoi melesat ke arah pria bertopeng dan menghantamnya dengan knife ditangan kanannya


(Ting!)


pria bertopeng mengayunkan pedang besarnya untuk menahan serangan dari aoi,


aoi terhempas mundur ke jarak yang dekat


" aku sudah mengetahui semua tentangmu..


maeda aoi.. aku tidak sabar melihat reaksi..


pria itu saat itu saat melihat istri tercintanya mati!.. " ucap pria bertopeng


aoi cukup tercengang dengan perkataan pria itu yang mengetahui tentang ia istri dari taka


" apa katamu!?.. bagaimana kau tahu tentangku?.. " ucap aoi sambil menyerang pria bertopeng


(Ting! Ting! Ting!)


setiap serangan yang dilancarkan oleh aoi berhasil dipantulkan oleh pria bertopeng itu


" kami tahu segalanya... bukan hanya tentangmu.. kami tahu segalanya yang ada didunia ini termasuk suamimu tercintamu taka!.. " ucapnya dengan nada sombong


" fuuton!.. " teriak aoi


(Sling! Sling! Sling!)


aoi melapisi pedangnya dengan angin dan mereka saling beradu pedang


pertarungan antara aoi dan pria bertopeng menyebabkan debu-debu yang berhamburan mereka berdua saling menghantamkan pedang pada lawan mereka


" menyerah sajalah gadis kecil!.. sebelum kau mati sia-sia!.. " pria bertopeng


kepala aoi terlihat berdarah namun dari pandangan matanya ia belum menyerah aoi justru tersenyum sama seperti taka saat bertarung ia menikmati pertarungan yang sedang terjadi


" maaf saja ya.. aku ini keras kepala!.. seberapapun aku jatuh aku akan tetap bangkit dan tersenyum!.. itulah yang taka ajarkan kepadaku...


Disaat aoi melawan pria bertopeng terlihat tristan sedang berhadapan dengan perempuan bertopeng rekan dari pria itu


tristan berlari ke arah musuhnya namun perempuan itu masih berada tegak ditempatnya berdiri tidak bergerak sedikitpun


" majulah kapanpun kau siap!.. " ucap perempuan itu


tristan mengayunkan pedangnya dan menebas lawannya


(Sling!)


perempuan itu tertebas namun tidak berdarah ia menjadi seperti gumpalan asap yang terbelah


" apa!?.. " gumam trsitan


seketika perempuan itu menghilang seperti asap dan dalam sekejap ia muncul dibelakang tristan dan menendangnya


(dump!)


" ada apa!?.. apa hanya itu saja kemampuanmu? pangeran tristan-sama! " Ucap perempuan bertopeng


tristan yang terhempas menancapkan pedangnya ke tanah dengan sigap tristan membekukan dengan es


(freeze!..)


tristan mengunci perempuan itu dengan gumpalan es yang mengikatnya namun perempuan itu tidak terlihat panik dengannya

__ADS_1


(krak! blaar!)


seketika es yang mengikatnya hancur berkeping-keping menjadi hamparan kristal putih


perempuan itu menghancurkan es itu dengan menebasnya dengan gerakan yang sangat cepat dan lincah sambil keluar dari pecahan kristal putih itu perempuan itu menghilang dan muncul kembali dihadapan tristan dalam sekejap mata


(Zrak! Zrak! Zark! Zark!)


pedang miliknya sekejap perempuan itu menebas-nebas tristan


tristan mendapatkan luka tebasan yang sangat banyak dan berlumuran darah ia memuntahkan darah dari mulutnya


tanpa memikirkan rasa sakit yang ia terima tristan mengunakan kesempatan yang ada


ia menggenggam kedua tangan perempuan itu dan menahan gerakannya


" apa yang ingin kau lakukan!?.. lepaskan aku!.. " ucap perempuan itu berusaha melepaskan genggaman tangannya dari tristan


" aku tidak akan melepaskanmu!.. " ucap tristan sambil senyum ia membenturkan kepalanya dengan keras ke perempuan bertopeng itu


(dump!)


dari benturan yang dilakukan oleh tristan menghasilkan sebuah retakan kecil pada topeng dari perempuan itu


terlihat pedang tristan masih menatap ditanah tristan mengunakan dirinya sebagai umpan untuk mengeluarkan jurus baru yang ia milikinya


terlihat disekelilingnya terdapat bongkahan-bongkahan es yang diusungnya tajam dan itu berjumlah sangat banyak mengelilingi mereka berdua


" bukankah ini bagus!?.. aku sebut jurus ini Dead Freeze.. atau kematian beku! " Ucap tristan


(Jleb! Jleb! Jleb! Jelb!)


perempuan itu tertusuk tusuk oleh bongkahan-bongkahan es itu dan ia tidak mengeluarkan darah dari tubuhnya dan hanya berlubang


bongkahan-bongkahan es yang tajam itu bergerak dan menusuk-nusuk bagian belakang perempuan itu


" apa kau belum sadar itu hanya sebuah tubuh pengganti saja!.. aku yang asli berada disini " ucap perempuan itu sudah berada di samping tristan


tristan tercengang dengan perkataannya dan terdiam tubuh yang di pengang oleh tristan berubah menjadi asap hitam


" tubuh pengganti katamu!?.. yang benar saja!?.. " ucap tristan menelan ludahnya


sekarang giliranku!.. Dark Inferno!.. " ucap perempuan itu


dalam sekejap pedang miliknya dilapisi oleh kegelapan yang muncul dari dalam tubuh perempuan itu dan pedang itu berubah berubah warna menjadi hitam kemerahan


(Wusshh!)


perempuan itu melesat sangat cepat dan membuat angin ikut berhembus kuat mengikuti gerakan perempuan itu


* Penjelasan *


Dark Inferno adalah skill buatan yang dibuat oleh seseorang saat seseorang mengunakan dark Inferno kekuatannya akan meningkatkan 10X lebih kuat dari sebelumnya, namun sebagai gantinya energi kehidupan mereka akan terserap yang membuat penggunanya masa hidupnya akan berkurang 1 menit pengunaan sama dengan 1 tahun berkurang


* Penjelasan selesai *


' Akan ku selesai dalam sesaat!.. ' Pikirnya


perempuan itu menusukkan pedangnya ke bagian perut tristan


(Duarr!)


serangan perempuan itu membuat sebuah ledakan besar yang membuat tristan terpental jauh


namun dari serangan itu terlihat berdampak juga bagi orang yang melancarkannya


seketika kekuatan itu menghilang dan pedangnya menjadi seperti sediakala

__ADS_1


__ADS_2