
" oke!.. selesai.. " teriak tifa yang menemani mereka berlatih
" huh!!.. " mereka berempat menghelakan nafas lega setelah memerani perannya
" akhirnya selesai juga.. " ucap kaede yang mengusap keringatnya dengan tangan kosong
" terima kasih atas kerja kerasnya.. ini sapu tangan ambillah.. " ucap taka dan memberikan sapu tangannya pada kaede
" ah.. terima kasih " ucap kaede yang tersenyum dan menerima sapu tangannya
dan mengusap keringatnya dengan sapu tangan milik taka
" megumi-chan juga terima kasih atas kerja kerasnya.. ini ambillah.. " ucap yuki dan memberikan sapu tangannya pada megumi
" hmph! jangan sok akrab denganku.. " ucap megumi yang langsung pergi meninggalkan yuki
sesaat yuki langsung menjadi kaku seperti batu dan ditolak mentah-mentah dengan megumi
" loh... kenapa? " gumam yuki
" oi.. megumi kau tidak boleh bersikap begitu pada orang yang berbuat baik padamu.. walaupun dia memang bodoh! tapi dia bukan orang yang jahat kok " Ucap taka yang menasihati megumi yang bersikap dingin pada yuki
" kau juga sama!!.. dasar kalian berdua ini benar-benar mirip.. jangan-jangan kalian ini memang ditakdirkan bersatu.. " ucap yuki yang menghelakan nafas dan menggoda mereka berdua
" hah?! tidak mungkin seperti itu kan!!.. " teriak mereka berdua yang bersamaan dan juga sama-sama marah pada yuki
" itu lihat!.. dasar sepasang kekasih bodoh.." ucap yuki yang mengejek mereka berdua
" siapa yang kau sebut sepasang kekasih?! " Taka dan megumi
tifa mendekati mereka dan lalu menjewer telinga yuki dari belakang
" sudah-sudah.. yuki juga jangan goda mereka terus.. cepatlah ganti pakaian kalian dan lalu kita pulang.. " ucap tifa yang menjewer telinga yuki
" hehe.. maaf-maaf habisnya mereka berdua terlihat sangat mirip.. " ucap yuki sambil tertawa riang
" dasar kau ini! ngomong-ngomong tifa.. ternyata didalam kisah ini terdapat kedua orangtuamu juga.. " ucap taka sambil menepuk naskah buku itu
" iya.. aku sama sekali tidak menyangka ibu dan ayahku dulunya sangat jauh.. dan karena adanya ayahmu dan ibumu mereka menjadi semakin dekat " ucap tifa
" itu artinya.. " ucap taka dan tifa secara bersamaan yang bersemangat tinggi
__ADS_1
" kita berdua juga ada didalam cerita ini.. asik!!.. " teriak mereka yang bersemangat dan bersorak gembira seperti anak kecil
" iya-iya.. kemungkinan di akhir cerita akan memperlihatkan kalian berdua saat masih kecil.. sejak masih sangat kecil kalian sudah sangat dekat bahkan seperti adik kakak " ucap kaede
" benarkah begitu? aku pertama kali jumpa tifa saat aku berusia 6 tahun.. " ucap taka
" iya.. aku juga ingatnya begitu.. " tifa
" taka, tifa-san mungkin kalian sudah lupa.. dan saat itu kalian masihlah kecil dan wajar saja jika kalian tidak ingat.. kalian sudah dekat semenjak bayi " yuki
" lihatlah dihalaman terakhir bukankah ada sebuah ilustrasi.. dan kalian berdua dan keluarga kalian ada didalam gambar ilustrasi itu.. " ucap yuki
" jadi begitu.. loh? tunggu bukankah ini aneh?! kenapa penulis buku ini tahu tentang kita? " ujar tifa yang bertanya pada taka
" hmm.. jika dipikir-pikir betul juga! siapa orang dibalik pembuat kisah ini!.. " ucap taka yang menatap tajam buku itu
" sudahlah hal seperti itu tidak usah dipikirkan.. daripada itu bukankah lebih baik kita segera kembali. " ucap kaede yang tersenyum riang
" benar katamu.. kalau begitu sampai nanti semuanya.. " ucap taka
setelah itu mereka semua keluar dari sekolah secara bersamaan dan pulang ke rumah masing-masing dan menempuh jalan yang berbeda-beda
" ah-ha.. sepi sekali ya.. " ucap taka sambil berjalan yang bosan
" benar ya.. " ucap megumi yang bersikap dingin padanya
" dasar kau ini!.. bisakah tidak bersikap dingin padaku.. aku tahu kau ini tsundere akut.. tapi setidaknya jika kau harus jujur pada perasaanmu.. jika tidak kau tidak bisa berteman dengan mereka apa kau ingin
itu? " ucap taka
sesaat megumi berhenti dan terdiam ditengah kesepian malam
" hei.. hentai, kenapa kau bertindak sejauh itu untuk membatalkan pernikahan aku saat itu.. " ucap megumi dengan tatapan bersungguh-sungguh
" kenapa katamu? itu tentu saja kan.. untuk menghentikan terciptanya vagma virus, ah.. kurasa bukan itu.. " ucap taka
" eh.. apa maksudmu? "
" itu karena aku tahu kau melakukan itu bukan keinginanmu.. dan kau sangat tidak ingin itu.. tapi kau tidak sanggup untuk menghentikannya.. " taka
" jika pernikahan itu terjadi masa depanmu akan diatur olehnya.. aku sangat membenci orang yang seperti itu.. karena itulah aku tidak bisa membiarkan orang lain menentukan masa depanmu!.. dirimu sendiri lah yang harus menentukannya!.. " ucap taka
__ADS_1
" ....." megumi
mendengar hal itu membuat hati megumi tergerak dan terbuka lebih lebar seakan dirinya sedang berada dialam bebas
megumi begitu terpesona dengan perkataan taka dan menatapnya dengan terkagum dengan taka
"ah.. aku kearah sini, sampai jumpa megumi.. " ucap taka yang berlari dengan tertawa ramah dan melambaikan tangan kepada megumi
taka berlari meninggalkan megumi dan sesaat ia membuka portal gate dan secara tiba-tiba saat taka masuk kedalamnya
tanpa disengaja ia menambrak aoi dan himeko dan menindihnya
" sakit!.. " ucap taka
taka membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat melihat himeko dan aoi yang hanya memakai kain handuk berwarna putih
dan terlihat handuk mereka yang hampir terbuka dan memperlihatkan hampir keseluruhan dada mereka
" eh?!!.. " ujar himeko yang panik dan wajahnya yang memerah
" ah!.. maafkan aku.. aku tidak sengaja.. " ucap taka yang langsung bangun dan berdiri
" dasar kau ini!.. lain kali hati-hati kenapa! " Ucap aoi yang marah dan merapikan handuknya
" iya maaf.. ngomong-ngomong kenapa malam-malam begini kalian memakai pakaian seperti itu? " taka
" ah.. kalau itu kami berdua habis selesai berendam air hangat tadi.. taka juga kenapa pulang sampai malam begini? " ucap aoi
" itu karena kami berempat bersama tifa berlatih mendalami peran kami masing-masing.. untuk menyempurnakan peran sebab itulah kami berlatih lebih keras lagi agar dapat menusuk hati penonton nanti " taka
" he... tapi kenapa kau berlatih sekeras itu? apa ada alasanmu melakukan itu? " aoi
" iya.. kali ini aku belajar agar lebih mengetahui tentang ayah yang tidak pernah aku ketahui.. " ujarnya dengan tersenyum tipis
" begitu.. aku yakin ayahmu sekarang bangga melihatmu sekarang taka.. soalnya taka yang sangat ku sukai memanglah sangat hebat!.. " ucap aoi yang tersenyum manis
" aoi.. he-hee.. aku tidak sehebat itu kok.. " ucap taka yang terpengaruh dengan pujian aoi
To Be Continued
The Next Chapter
__ADS_1