
Beberapa hari setelah kekalahan diablos taka yuki dan yang lainnya kembali beraktivitas seperti biasanya sekolah telah di bangun kembali di bantu oleh taka yang mengunakan kekuatannya memutar waktu disekitar sekolah saat belum hancur
dan beberapa jalanan yang hancur disebabkan oleh pertarungan antara manusia melawan raja iblis diablos kini dalam diperbaiki
yuki berangkat bersamaan dengan taka wajah mereka berdua terlihat panik dan mulut mereka di penuhi roti isi selai mereka berdua berlari menuju ke sekolah
" bahaya!.. terlambat-terlambat!.. aku terlambat!.." teriak yuki yang panik
" ah.. yuki untung saja yang terlambat bukan hanya aku, sudah lama kita tidak berangkat sekolah bareng.." ucap taka sambil tersenyum
" ya kau benar.. aku bersyukur kita dapat mengalahkan diablos dan yang lainnya.." ucap yuki
sambil berlari mereka berdua saling mengobrol asik dan lupa mereka akan terlambat masuk sekolah disaat yang bersamaan terlihat kaede himeko dan juga yayoi yang berjalan santai
mereka bertiga sudah hampir masuk kedalam gerbang sekolah di saat-saat gerbang akan di tutup oleh penjaga gerbang sekolah
" bahaya dia sudah mulai menutup gerbangnya.." ucap taka yang berkeringat dingin panik karena akan terlambat
" jika kita tidak melakukan sesuatu kita tidak akan dapat melewati gerbang itu.." ucap yuki dengan menatap tajam pria yang menutup gerbang sekolah
" yosh!.. bagaimana jika kita gunakan itu!.." ucap taka menatap yuki dengan serius
" apa kau yakin? " yuki
" yosh!.. arc-!.."
" kalian berdua bodoh ya.. jika hanya ingin masuk tidak perlu bergabung menjadi arch kamu tahu.." ucap kaede dengan tatapan bosan dan menyenderkan tangannya di atas gerbang
disaat mereka berdua hampir berubah kaede langsung menghadang mereka berdua dan membantu agar gerbang sekolah tidak buru-buru di tutup
" maaf pak bisa tolong biarkan mereka berdua masuk " ucap kaede yang berbicara pada penjaga gerbang
" i-iya tentu saja.. selama belum sepenuhnya tutup boleh masuk.." ucap pria tua penjaga gerbang sekolah
" terima kasih.." ucap kaede
setelah itu mereka berdua berhasil sempat masuk ke dalam sekolah dengan di bantu oleh kaede mereka tidak jadi terlambat masuk kelas
yuki taka dan mereka bertiga berjalan bersama menuju ke dalam sekolah sambil berjalan mereka saling berbicara satu sama lain
" lama tidak bertemu himeko, yayoi.. " ucap taka sambil tersenyum tipis
" eto.. taka-kun bukankah kita hanya tidak bertemu beberapa hari saja? " Ucap himeko sambil membuang pandangannya dari taka
dengan ekspresi wajah malu-malu dan sedih musam himeko terlihat cukup kecewa dengan dirinya yang gagal mendapatkan hati taka
" i-iya.. ngomong-ngomong bagaimana dengan kabarmu? setelah kejadian itu apa yang terjadi? " Ucap yayoi sambil tersenyum ringan
" ah kalau itu.. media pemberitaan selalu datang mencari ku untuk di wawancarai, dan di tambah setiap aku pergi keluar... banyak perempuan yang menyatakan perasaan padaku.." ucap taka dengan tersenyum pahit mengatakan nya
hal yang di ucapkan oleh taka bukan hanya sekedar omong kosong beberapa hari kebelakang taka selalu di cari oleh wartawan untuk di mintai keterangan tentang kejadian penyerang raja iblis diablos
__ADS_1
rumah taka dan bahkan rumah kedua orangtuanya selalu di datangi oleh orang-orang penting yang mempunyai jabatan tinggi di negara mereka
sementara itu yuki dan tristan juga mengalami hal yang sama mereka menjadi sangat populer pada akhir-akhir ini dan banyak gadis yang mencoba mendekatinya
bahkan mereka bertiga mempunyai banyak pengemar berat yang menyukainya dan mempunyai grub dalam sosial media yang membahas tentang mereka bertiga
" he.. jadi begitu.." ucap mereka bertiga dengan tatapan dingin melihat taka dan yuki
" lalu bagaimana hubunganmu dengan nenek-! ah maaf maksudku dengan aoi-san.." ucap yayoi
" hubungan ku dengan aoi? hmm bagaimana bilangnya.. aku berhubungan seperti biasanya.. akhir-akhir ini lebih suka memakan yang asam-asam.. bahkan dia memaksaku untuk memakan makanan asam.." ucap taka yang wajahnya membiru dan musam
" ngomong-ngomong kenapa dia tidak masuk hari ini? " Ucap himeko
" kalau itu.. kondisi kandungan sudah semakin besar aku khawatir jika terjadi sesuatu padanya maka dari itu aoi harus berhenti bersekolah.." ucap taka
" tapi apa kamu sudah membicarakan ini secara matang-matang dengan yang lainnya.." ucap kaede
" sudah.. aku juga sudah mendapatkan izin kepala sekolah untuk itu " taka
" syukurlah kalau begitu, berarti aoi saat ini sendirian di rumah.." ucap kaede
" kalau itu kau tidak perlu khawatir.. saki selalu menemani nya selain itu ibu selalu berkunjung karena khawatir tentang keadaannya"
" eh.. benarkah itu, taka ternyata kau masih tidak kuat makan makanan asam masih sama seperti waktu itu.." ucap yuki sambil tertawa ringan
" be-berisik.. aku hanya tidak suka dengan yang asam-asam itu saja " ucap taka dengan wajah yang merona membuang pandangannya untuk menutupi rasa malunya
" aku benci kedua nya.. sejak dulu aku tidak suka jeruk dan lemon.. mereka sangat asam! " Ucap taka dengan santainya
sesaat taka tiba-tiba berhenti di pertengahan jalan ia melamun terdiam sepi ia mengingat kembali sesuatu hal yang penting sesuatu hal yang harus di beritahu ke yuki
" hmm? ada apa taka? apa kau sedang memikirkan sesuatu " ucap yuki
" yuki lalu fujihara.. ada hal yang ingin aku bicarakan sepulang sekolah kita ketemuan di Neville Family Cafe.." ucap taka
setelah mengatakan itu taka langsung pergi berpisah dari mereka berempat sementara itu yayoi memisah pergi ke kelasnya dan yuki dan yang lainnya pergi ke kelas mereka
dan saat mereka sampai di kelas terlihat taka sudah berada di bangkunya duduk diam dan disaat yang bersamaan seorang guru datang dan kelas mereka pun dimulai
# Sepulang sekolah #
yuki tinggal disebuah rumah yang ia tinggali bersama dengan adik nya yuka mereka berdua tinggal bersama sebagai seorang kakak dan adik
yuki berada di kamarnya menganti seragam sekolah dengan pakaian santai ia memakai hoodie lengan pendek berwarna hitam dan kaos putih untuk ********** dan celana levis hitam panjang dan merapihkan rambutnya
" yosh.. kira-kira apa yang ingin dibicarakan oleh taka? apa ada sesuatu ancaman yang berbahaya lagi? atau apa? " ucap yuki berbicara sendiri di depan kaca
setelah itu yuki mulai berjalan keluar dari kamarnya terlihat yuka memakai pakaian santai duduk di sofa sambil membaca buku komik ia terlihat cukup serius membaca komiknya
" onii-chan kamu mau pergi kemana? " Ucap yuka
__ADS_1
" aku ingin keluar sebentar ada urusan mendadak.. yuka jika ingin keluar pastikan taruh kunci rumah cadangan di tempat yang biasa " ucap yuki
" ya baiklah.. ah.. onii-chan bisa tidak sepulang nanti mampir belanja untuk makan malam nanti.. " ucap yuka yang menegok menatap wajah yuki
" ya aku mengerti, kirim daftar belanjaan lewat pesan saja.. aku pergi dulu.." ucap yuki
setelah itu yuki berlari dengan kecepatan manusia normal ia berlari menuju kafe neville yang berada cukup jauh dari tempat yuki berada
sementara itu ditempat yang berbeda
kaede berpenampilan modis yang membuat terlihat begitu mempesona dan membuat banyak pria terpesona akan kecantikan kaede ia juga berlari dengan cepat menuju ke kafe neville
namun di pertengahan jalan mereka berdua telah berada di satu tempat yang sama mereka berdua saling berlari dari arah yang berlawanan terdapat belokan disebuah tempat yang sama dan
(Dump!)
yuki dan kaede saling bertabrakan kaede terjatuh yang membuat rok nya terangkat dan memperlihatkan ****** ***** kaede yang berwarna merah muda
sementara itu yuki masih berdiri dan tidak sengaja melihat ****** ***** kaede yang begitu menawan
" aduh!.. duh! apa-apaan kamu ini?!!.. jalan yang benar dong!.." teriak kaede memarahi yuki secara tidak sengaja
" ah maaf.. eh? loh? " Ucap yuki yang tiba-tiba terkejut mengetahui orang yang dia tabrak adalah kaede
" hah? yuki.. ternyata kamu, fu.. apa aku kira siapa " ucap kaede dengan senyuman pahit
wajah yuki begitu memerah fokus melihat cd milik kaede namun kaede masih belum menyadari ****** ***** nya terlihat oleh yuki
" aduh! duh!.. apa sih yang kamu lihat yuki? eh?! "
namun sesaat ia menyadari rok nya terbentang dan ****** ***** nya terlihat oleh yuki sesaat wajah kaede langsung memerah dan menjadi begitu panik sambil berdiri kaede menundukkan kepalanya
" uwahh!!.. dasar mesum apa kamu melihatnya? " Ucap kaede dengan suara yang imut dan wajahnya begitu memerah terbakar oleh rasa malu
" eh? apa maksudmu.. aku tidak melihat apa-apa, hanya sebuah kain berwarna merah muda " ucap yuki sambil membuang pandangannya ke arah yang berbeda
" sudahku duga kamu memang melihatnya!.. yuki kamu bodoh!.." teriak kaede sambil berlari dengan wajah yang merona
disaat kaede akan berlari melintasi jalan raya seketika terlihat truk besar yang melaju kencang ke arah mereka
" oi kaede awas!.." teriak yuki
" eh? " Kaede
mengetahui hal itu yuki langsung menarik tangan kaede dan mendorongnya ke tembok toko di dekat mereka dan secara tidak sengaja yuki melakukan kabedon pada kaede
" kaede apa kau terluka? kau baik-baik saja? " Ucap yuki yang terlihat cukup panik khawatir terhadap kondisi kaede
" i-iya.. aku baik-baik saja terima kasih.." ucap kaede sambil tersenyum manis
seketika suasana menjadi hening dan canggung wajah yuki dan kaede hampir bersentuhan sesaat wajah kaede terlihat begitu memerah seperti tomat namun yuki belum menyadari dengan hal yang sedang ia lakukan
__ADS_1
" a-anu.. yuki.. kamu terlalu dekat.. yuki ini memalukan untukku beberapa alasan tertentu.. sampai kapan kita seperti ini.." ucap kaede dengan malu-malu