Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
Chapter Spesial Yuki Dan Kaede (Part 3) End


__ADS_3

Setelah taka pergi mereka berdua kembali berjalan menuju cafe keluarga neville hampir seperempat jam mereka berjalan dan akhir mereka sampai di pintu cafe neville


yuki membuka pintu cafe dan terdengar suara lonceng saat pintu terbuka dan terlihat saki berdiri didepan pintu memakai seragam pelayan. dengan penampilan seperti seorang pelayan saki terlihat begitu cantik dan saat dia tersenyum terasa manis


dengan ramah saki menyambut yuki dan kaede senyuman manis di wajahnya " selamat datang Tuan Pelanggan.." saki mengatakannya dengan mata yang tertutup dan tidak sadar dengan kehadiran mereka berdua. saat ia membuka matanya dia cukup terkejut dengan kedatangan yuki dan kaede


" loh ternyata Yuki-san dan juga kaede-san, kalian mencari onii-chan ya? maaf tapi dia barusan keluar.." kata saki sambil tersenyum riang


suasana dalam cafe cukup ramai pengunjung saki dapat mengatasinya seorang diri tanpa menujukan wajah letih. yuki memperhatikan keadaan dalam cafe setelah memahami kesibukan dalam cafe yuki tersenyum tipis


" ah bukan itu adiknya taka.. aku kesini bukan untuk mencari taka " ucap yuki, saki memiringkan kepalanya bingung tidak memahami perkataan yuki


" lalu jika bukan itu lalu apa? ah! jangan-jangan kalian!? Date?!.. Kalian Sedang Kencan Ya!.." sesaat tiba-tiba saki begitu bersemangat matanya bersinar-sinar. ia mengira yuki dan kaede berkencan


" ap-! apa sih yang kamu katakan!.. hubungan ku dan yuki tidak seperti yang kamu bayangkan!? " kaede mengatakan nya dengan lantang dengan wajah yang malu-malu


setelah saki mengatakan itu tiba-tiba wajah kaede langsung memerah dan menguap asap keluar dari kepalanya. melihat wajah kaede menjadi merah seperti tomat dengan senyuman tengil saki mulai menggoda kaede


" tidak seperti yang aku bayangkan? memangnya kamu tahu apa yang sedang aku bayangkan? fu~fu~fu.." kata saki sambil menutupi bibirnya dengan lengan kirinya


wajah kaede semakin merona karena terus-terusan di goda oleh saki. dia mulai kehilangan kata-katanya karena malu. yuki menghelakan nafas panjang dan langsung menatap wajah saki


" ha.. adiknya taka sudah hentikan sampai situ saja. bagaimanapun dia ini lebih tua darimu kau tau, lagipula aku kesini di minta oleh taka untuk membantumu mengurus cafe ini " kata yuki dengan wajah datar


"ahaha.. maafkan aku, aku tidak ada niatan untuk mengejekmu kaede-san hanya saja aku tidak tahan menahan untuk menggodamu. "


"ekh!.. sudah dong ampuni aku, padahal aku ini lebih tua darimu.." kaede yang menujukan wajah musam dengan tersenyum pahit


" hehehe.. maaf, kalau begitu mohon kerja samanya kalian berdua"


setelah itu saki memandu mereka berdua dan membawanya ke belakang kafe disebuah ruangan yang digunakan untuk beristirahat. saat jam istirahat, yuki dan kaede di berikan seragam maid sesuai dengan gender


mereka berdua mengganti pakaian mereka diruangan ganti masing-masing setelah selesai mengganti pakaian dan memakai seragam yang diberikan oleh saki. setelah itu mereka kembali ke ruangan sebelumnya


dengan penampilan baru saat mengunakan seragam maid yuki cukup cocok dengan pakaiannya celana panjang hitam dan baju panjang putih dan berdasi hitam. juga memakai jas pelayan yang biasa digunakan oleh pelayan kerajaan.


saat mengunakan seragam maid yuki hampir 180 derajat berubah menjadi lebih tampan dan terlihat sangat berwibawa. sementara itu kaede tampak sangat berbeda saat memakai seragam maid


dia terlihat lebih feminim dan sangat manis saat mengenakan seragam maid, saat ia keluar dari ruangan ganti wajahnya sangat merah kaede menyentuh diantara belahan dadanya dan menarik roknya kebawah. " ma-maaf menunggu lama.."


" oh kae-de?! " saat yuki sedang memainkan smartphone nya dan saat kaede menyapanya ia langsung melirik kearah nya. mata yuki terbuka lebar saat melihat kaede


yuki terpukau dengan kecantikan kaede saat sosoknya memakai seragam maid. penampilan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. yuki langsung tidak dapat berkata-kata dan terdiam menatapnya


" ... ekh!.. hei katakan sesuatu dong. jika kau diam saja itu membuatku semakin malu" kaede mengatakannya dengan suara yang lembut dan malu-malu


" a-ah.. be-benar juga ya.. maaf " kata yuki. yuki tersenyum tipis mengelus rambutnya sendiri menahan rasa malunya. wajahnya sedikit memerah


suasana menjadi hening mereka berdua sama-sama canggung diam dalam keheningan suasana canggung. namun disaat suasana canggung itu tiba-tiba seseorang membuka pintu ruangan dan orang itu adalah tifa yang memakai pakaian casual dan rambut dikuncir ponytail


" loh ternyata kalian berdua juga ada disini.." sambil membuka pintu tifa mencairkan suasana canggung dengan senyuman riang tifa memasuki kedalam ruangan


" ah tifa-san.. kau sudah datang ya " setelah kedatangan tifa. yuki langsung menghampiri nya


tifa menutup pintunya dan segera berjalan menghampiri yuki. dia membuka kunciran nya dan menguraikan rambut panjangnya yang halus dan harum


" ngomong-ngomong tifa-san hari ini kau terlihat sangat cantik.. pakaian casual cocok denganmu! " yuki mengatakannya dengan penuh semangat didepan kaede


tifa mulai tertawa ringan dengan senyuman riang dia menjawabnya dengan ramah. " benarkah? hehe.. terima kasih, Yuki juga keren kok.. seragam itu sangat cocok padamu.. ngomong-ngomong maafkan atas permintaan taka ya yang secara tiba-tiba.. dia merepotkanmu ya? " kata tifa


" nggak kok.. tolong jangan dipikirkan dia selalu merepotkan dari dulu.. tapi jarang-jarang sekali dia meminta bantuan pada orang lain. dia selalu memaksakan dirinya"


" benar juga ya.. yuki kamu juga sama seperti taka, kalo dari dulu tidak pernah berubah.. tapi ya jika dibandingkan saat di akademi kamu yang sekarang lebih terbuka.."


" eh? apa benar begitu.. ya benar juga sih, saat itu aku masih selimuti kebencian. banyak hal yang telah terjadi.."kata yuki dengan wajah murung


menyadari yuki kembali mengingat masa lalunya yang kelam tifa kembali tersenyum dan menampar punggung yuki memberinya semangat. " ya jangan dipikirkan.. masa lalu tetaplah masa lalu, memang benar yuki waktu itu berada dijalan yang salah tapi sekarang kamu sudah berubah. jangan terlalu memikirkan masa lalu. yuki dimasa lalu ataupun yang sekarang tetaplah temanku yang berharga "


tifa menampar keras hingga masuk kedalam hatinya yang menghancurkan keegoisan dan kebencian yang ada didalam diri yuki dimasa lalu. perkataan tifa benar-benar membuatnya tersentuh dan kembali tersenyum seperti biasanya


" tifa-san.. sudahku duga tifa-san menikahlah denganku!.." yuki mengatakannya dengan suara keras dan lantang


mereka berdua mengobrol dengan senyuman riang diwajah mereka masing-masing yuki dengan tifa terlihat begitu dekat mereka sangat akrab. sementara itu kaede terdiam dengan hati yang gelisa melihat mereka berdua begitu dekat


' loh? apa ini? perasaan apa ini.. kenapa rasanya sesesak ini, padahal aku sudah sering melihat yuki mengatakannya pada tifa-sensei tapi kenapa sekarang rasanya begitu menyakitkan ' kaede bergumam dalam hatinya


" selain itu bukankah ada seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus yuki.. dan juga kamu juga sekarang sudah cukup populer dikalangan perempuan," kata tifa dengan senyuman manis.


yuki kebingungan dengan yang dikatakan oleh tifa dan memiringkan kepalanya " eh.. benarkah begitu, ya walaupun begitu faktanya sampai saat ini aku belum mepunyai pacar.." yuki mengatakannya sambil mengelus-elus rambutnya


tifa mulai berjalan meninggalkan ruangan dan masuk ke ruangan ganti pakaian sambil berjalan dia berkata pada yuki. " kalau itu kamu tidak perlu khawatir tidak lama lagi akan segera mendapatkan pacar.."


mendengar perkataan tifa. yuki benar-benar kebingungan karena tifa bisa mengetahui dan menyadari sesuatu yang tidak bisa dia sadari " bagaimana kau tahu tentang hal itu tifa-san" yuki mengatakannya dengan raut wajah penasaran.


" hmm.. Insting Wanita. Mungkin? kalau begitu aku ganti baju dulu, kalian berdua pergilah kedepan bantu saki.." ucap tifa


tifa kemudian membuka pintu ruangan ganti dan memasukinya sementara itu yuki dan kaede masih berdiri disana. kaede memberanikan diri dan menatap wajah yuki secara langsung." a-anu.. yuki kamu masih menyukai tifa-sensei. benar? "


" eh? ah.. kau itu karena aku. tifa-san dan taka sudah bersama sejak lama mungkin karena itu. mereka lah yang menyelamatkanku dari kebencian,


dari pada dibilang suka, hmm.. benar juga ya. aku menghormati nya sebagai seorang teman "


setelah mendengar penjelasan dari yuki sesaat kaede mulai tersenyum lega. dengan perasaan yang lega menghelakan nafas panjang." begitu. syukurlah.. yuki kamu itu selalu baik pada orang lain ya? " kata kaede dengan senyuman menawan


seketika wajah yuki langsung memerah setelah mendapatkan pujian dari kaede. dia mulai tersenyum kegirangan karena dipuji orang


" be-benarkah? hehehe.. makasih " yuki mengatakannya dengan ekspresi wajah yang polos seperti anak-anak

__ADS_1


" tapi aku cukup menyukai sifatmu yang seperti itu.." dengan senyuman mempesona kaede mulai berjalan meninggalkan yuki


yuki terpikat dengan senyuman indah kaede di sore hari yang menjelang malam. setelah itu


mereka berdua berjalan bersama keluar dari ruangan tersebut. pergi ke tsaki berada yang berada di kasir dan mendatangi nya


disaat saki sedang melayani pengunjung yang sedang membayar makanan mereka dia melayani mereka dengan senyuman riang dan bersikap ramah pada mereka. " terima kasih telah berkunjung ini kembalian anda.."


saki memberikan uang kembalian yang telah diperiksa setelah pengunjung itu pergi yuki dan kaede muncul dari samping kiri saki, " adiknya taka. apa yang harus aku lakukan untuk membantumu.."


" hmm.. benar juga ya kalau begitu bisakah Yuki-san menjaga tempat kasir.. aku yang akan bertugas di dapur dan kaede-san yang mengantarkan pesanan pada para pelanggan"


setelah itu mereka berdua membatu saki melayani pelanggan yang terus berdatangan sedangkan tifa membantu saki di dapur. 2 jam setelah itu televisi besar yang di khususkan untuk hiburan pelanggan yang bosan datang seorang diri


televisi itu berada diruangan tengah berada ditembok. disaat yang bersamaan yuki kaede dan yang lainnya berada diruangan tengah. sesaat taka muncul disebuah acara televisi yang sedang mereka lihat


" eto.. aku Ishida Honoka membawakan acara hari ini.. mohon kerjasamanya.." ucap honoka-chan dalam acara tersebut


" semuanya pasti sudah pada tentang dirinya hari ini kita kedatangan tamu yang sangat spesial. seseorang yang telah menyelamatkan dunia ini, mari kita sambut. pahlawan kita! pembela keadilan..


Taka Neville-san.."


semua orang yang ada di stasiun televisi bertepuk tangan meriahkan suasana. sosok bayangan muncul dari gumpalan asap. lampu sorot cahaya mengarah kepadanya


" Taka-san silahkan perlihatkan diri anda pada semua orang dirumah.." kata seorang gadis cantik yang ada didalam acara tersebut


taka berada di studio televisi kemunculannya bersamaan dengan asap menutupi wajahnya agar terlihat misterius.


taka melempar mic nya ke langit disaat yang bersamaan taka berlari dan melompat salto kedepan 2 kali dan dia langsung melompat berputar diangkasa sambil menangkap mic nya sebelum jatuh ke lantai.


saat taka hinggap dipermukaan dia mengambil mic nya. taka mendekatkan mic ke mulutnya "It'Show Time!.."


dia menujukan pertujukan menakjubkan didepan semua orang yang sedang melihatnya dari penjuru negeri. aoi dan tifa yang melihat dirinya dari tempat yang berbeda hanya dapat tersenyum pahit. dengan kelakuannya yang seperti anak-anak


" ah-haha..." tawa aoi dan tifa secara bersamaan dari tempat yang berbeda


aoi berada didalam kamarnya memakan kripik kering sambil menonton acara televisi yang dihadiri oleh taka." apa sih yang si bodi itu lakukan.."


# Selepas Tutupnya cafe #


cafe neville telah ditutup tepat pada jam 9 malam


yuki kaede dan tifa. saki berada diruangan istirahat membereskan cafe dan mengganti pakaian mereka. yuki berada duduk dibangku bersama dengan kaede dan tifa sementara saki mengangkat sebuah kardus dan menaruhnya diatas lemari besar,


" ah.. rasanya hari ini terasa sangat panjang.. ternyata menjaga cafe sesulit ini, aku kagum denganmu melakukan ini seorang diri.." kata yuki berbicara pada saki


" tidak juga kok.. onii-chan juga sering membantu saat tidak ada kerjaan. lagian aku harus membantu ibu dan ayah menjaga cafe ini "


setelah selesai beres-beres barang dan menaruhnya ditempat asalnya saki mengambil laptop dan menaruhnya dimeja. dia langsung membuka laptop nya duduk dibangku sambil menatap layar laptop.


walaupun cafe sudah tutup saki masih mengerjakan hal lainnya. seperti mengecek keuangan cafe dan penghasilan yang didapatkan dari cafe. dia mengelola semuanya seorang diri


" saki-chan ini sudah waktunya pulang.. apa kamu tidak ingin pulang? " tifa mengatakannya sambil mendekati nya


" ah.. maaf, jika tifa-san mau pulang. pulanglah aku akan akan tetap disini lebih lama lagi.. terima kasih atas kerja kerasnya. "


namun saki tetap fokus menatap laptopnya mengabaikan perkata tifa. melihat saki yang enggan pulang tifa kembali duduk dan menemaninya " kalau saki-chan belum pulang aku juga akan tetap disini.. menemani mu.."


" yuki. kaede hari sudah mulai tengah malam. kalian pulang saja dulu, biar aku yang mengurusnya." tifa mengatakannya dengan tersenyum tipis


"be-begitu? baiklah sampai jumpa besok.." ucap yuki dan kaede


setelah itu mereka berdua meninggalkan ruangan itu keluar cafe melalui pintu belakang dan mulai berjalan pulang. mereka berjalan ditengah malam dengan jalan yang sudah sunyi


bulan bersinar terang seolah mengiringi mereka berdua dalam malam yang penuh dengan keromantisan. dengan santainya yuki berjalan seseorang yang menyukainya dan mengantarnya pulang


dipertengahan jalan tiba-tiba kaede menghentikan langkahnya berhenti ditengah perjalanan. dia berdiri dengan kepala yang menunduk. melihat kaede yang tiba-tiba berhenti yuki pun ikut berhenti dan menatapnya


" hei kaede.. ada apa tiba-tiba berhenti? apa ada sesuatu hal yang terjadi? " yuki membalikkan badannya dan berdiri tegak didepan kaede


" be-begini ya yuki. misalnya ada seseorang mengungkapkan perasaannya padamu, apa yang akan kamu lakukan? " kaede mengangkat kepalanya dan wajahnya sedikit memerah mengatakan itu


pertanyaan kaede membuat yuki kebingungan menjawabnya untuk menutupi rasa malunya dia mengelus-elus rambutnya sendiri dan memalingkan wajahnya ke samping " eh? a-ada apa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? "


setelah mendengar jawaban yuki namun ekspresi kaede seperti tidak puas dengan jawabannya dan terus menatapnya tajam " sudahlah jawab saja yang jujur!.." kata kaede dengan lantang


" hmm.. benar juga ya misalnya ada gadis menyatakan padaku mungkin, sejujurnya aku tidak begitu mengerti soal seperti itu. sejak lahir aku tidak pernah dicintai oleh siapapun bahkan orang yang telah melahirkanku. "


" terlebih lagi aku telah membunuh seseorang yang berharga bagi orang yang telah menganggap orang sepertiku temannya.. aku hanya ingin menembus dosaku itu saja.." yuki mulai tersenyum tanpa mengekpresikan kebahagiaan dari senyumannya


senyuman palsu yuki langsung dapat diketahui oleh kaede hanya dengan sekali melihatnya. kaede mengengam tangan kanan yuki dengan kedua tangannya.


dengan penuh kehangatan kaede memeluk tangan yuki di tengah dari belahan dada kaede. sesaat yuki begitu bingung dengan hal yang dilakukan kaede kepadanya.


yuki menujukan ekspresi yang tidak pernah dia tujukan sebelumnya pada siapapun. dan untuk pertama kalinya yuki merasakan perasaan yang begitu hangat pada dalam hatinya


" yuki aku mohon jangan pernah mengatakan hal yang menyedihkan lagi. aku mohon jangan lagi menyalahkan dirimu."


sesaat kaede mulai menangis karena orang yang dirinya sukai selalu menyalahkan dirinya atas perbuatan dimasa lalunya dan tidak memaafkan dirinya sendiri. " aku mengerti dimasa lalu kamu pernah membuat kesalahan! "


" tapi! " yuki terbungkam dengan kaede yang rela menangisi dirinya dengan kemauannya sendiri.


" itu semua sudah masa lalu!.. lagipula aoi-san telah kembali bukan? lalu kenapa kamu masih menyalahkan dirimu sendiri!? taka juga memaafkan perbuatanmu.." teriak kaede yang menagis ditengah malam


" dia hanya terlalu baik padaku.. walaupun dia sudah memaafkanku aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri!.." kata yuki dengan suara keras


" hentikan!.. tolong berhenti menyakiti dirimu lagi.. aku mohon berhenti.. aku mohon. jangan katakan itu lagi.. saat yuki menyakiti diri sendiri. dadaku sangat sesak.."

__ADS_1


kaede menyenderkan tubuhnya dan memeluk tangannya dengan erat sesaat ia mengangkat wajahnya dan menatap yuki dengan air mata yang mengalir


" Aku Suka Pada Yuki!.. saat orang yang aku sukai menyakiti dirinya sendiri itu membuat dadaku terasa sesak.."


disela-sela tangisannya kaede menyatakan perasaan yang sebenarnya pada yuki. yuki benar-benar terkejut saat kaede mengungkapkan perasaannya dan tidak menyangka dia akan di tembak.


" eh? kaede apa maksudmu? "


kaede melepaskan pelukannya dari tangan yuki dan mundur sedikit kebelakang dan menatap wajah yuki dengan tatapan serius. " seperti yang aku katakan.


menyadari nya perasaanku yang sebenarnya.. aku menyukaimu yuki, entah sejak kapan tapi aku yakin perasaan ini nyata! "


" tapi bukannya kau menyukai taka? " kata yuki yang malu-malu


" hah?! tentu saja tidak kan!.. y-ya memang benar taka itu orangnya baik. dia juga temanku ta-pi bukan berarti aku menyukainya! jangan salah paham dulu ya. aku hanya mengaguminya sebagai orang yang pernah menyelamatkanku itu saja!.." kaede langsung menujukan sifat tsundere pada yuki secara langsung


" la-lalu apa jawabanmu yuki? y-ya bukan berarti aku menantikannya.."


wajah kaede benar-benar merah seperti tomat dengan raut wajahnya kesal dia memalingkan wajahnya dari yuki. sesaat yuki mulai tersenyum dengan mempesona dan menjawab perasaan


kaede


" baiklah aku akan menjawabnya.. Fujihara Kaede Aku Menyukaimu maukah kau menjadi milikku.." kata yuki dengan tersenyum riang


sesaat mata kaede berbinar-binar dia begitu terkejut dengan jawaban yang selalu dia tunggu. kaede mulai melirik kearah yuki dan dia memejamkan matanya dihadapannya


" iya.. aku juga Yuki "


perlahan yuki mulai mendekati wajah kaede dan menyentuh pipinya sesaat dia langsung mencium kaede dengan erat.


dibawah sinar rembulan malam Yuki Dan Kaede berciuman dan menjadi sepasang kekasih


# 2 hari setelahnya #


yuki telah resmi mendapatkan kaede seutuhnya dan sekarang dirinya sudah berpacaran dengan kaede.


mereka berjalan berangkat sekolah bareng dengan bergandengan tangan.


mereka berdua mulai memasuki gerbang sekolah dan saat mereka sampai. dari kejauhan taka berteriak memanggilnya dengan kuat " oi!.. kalian berdua.."


taka bersama dengan seorang anak laki-laki yang memakai seragam smp. seorang anak laki-laki berambut hitam kecoklatan dan mata berwarna abu-abu gelap wajahnya terlebih cukup tampan untuk seusianya.


dan disaat yang bersamaan terdapat tristan bersama yuri bergandengan tangan didekat yuki. yang juga sudah berpacaran. taka menghampiri mereka berdua dengan senyum-senyum sendiri melihat teman-temannya bergandengan tangan


" ho~ho~!.. sepertinya ada yang mengalami masa muda.." kata taka dengan tersenyum jahil


" hah?! apa maksudmu? " yuki menjawabnya dengan bersikap dingin pada taka


yuki dan yang lainnya begitu penasaran dengan anak laki-laki yang dibawa oleh taka." taka ngomong-ngomong siapa anak yang ada disampingmu.." tanya tristan


" ah!.. kenapa kau masih ada disini!.." kata kata dengan suara yang lantang dan ekspresi kesal


anak laki-laki tersenyum riang dan mulai menundukkan kepalanya dan memperkenalkan dirinya pada teman-teman taka. " salam kenal.. aku Tachibana Haruto Usia 14 tahun aku duduk dikelas 2 smp.. senang bertemu dengan kalian.."


haruto berbicara dengan sopan santun dan mengangkat kembali wajahnyaa. kembali menatap mereka " hmm.. haruto ya? lalu apa alasan anak smp ada disini?"


Dengan penuh semangat haruto kembali memperkenalkan dirinya " sekali lagi namaku haruto. aku adalah murid nya master!.. iya kan master! " kata haruto dengan suara yang lantang


sesaat mereka benar-benar terkejut saat haruto mengatakan hal itu namun wajah taka terlihat sangat tidak nyaman dengan itu. mereka berempat menatap tajam taka." sudahku bilang aku bukan gurumu!.. aku tidak berniat untuk menjadi siapapun muridku termaksud kau! "


" walaupun master berkata begitu aku masih belum menyerah!.. aku akan terus datang dimana pun dan kapan pun sampai aku menjadi muridmu " walaupun taka mengatakan hal-hal kasar dan terus menolaknya namun haruto tetap tidak menyerah menjadi murid taka


" eto.. haruto-kun benar? " kata kaede


" iya " kaede mulai mendekati haruto dan bertanya kepadanya


melihat haruto yang pantang menyerah untuk menjadi murid taka membuat hati yuki dan yang lainnya tergerak untuk membantumu nya.


" kenapa kamu begitu keras untuk menjadi murid taka "


" aku sangat mengagumi master! sejak pertama kali aku melihat nya. aku langsung mengaguminya aku berpikir ingin menjadi kuat dan baik sepertinya. demi melindungi orang-orang yang berharga bagimu master rela mengorbankan nyawa."


" ah jadi begitu.. lalu apa alasanmu ingin menjadi muridnya "


setelah mendengar pernyataan kaede. haruto mulai terdiam dan meremat tangannya dengan kencang dan menatap tangan nya dengan raut wajah musam


" kalau itu.. aku ingin melindungi orang-orang yang berharga bagimu. aku mempunyai 2 teman perempuan. salah satunya dia telah menjadi seorang idol. lalu dia memintaku untuk menjadi Manajer nya. dia itu orangnya ceroboh dan aku takut jika sesuatu hal buruk terjadi aku tidak dapat melakukan apa-apa "


" hmm.. idol ya? jangan-jangan idol yang kamu maksud itu honoka-chan apa aku salah? " kata kaede


" i-iya.. aku sudah berteman baik dengan nya sejak tahun lalu. tapi alasan bukan hanya itu. aku juga mempunyai teman masa kecil.. dari kecil dia selalu mengatakan ingin menjadi idol. orang tuanya jarang sekali pulang ke rumah karena itu aku selalu menemaninya agar tidak kesepian. lalu-lalu sebisa mungkin aku ingin membantu nya dan menjaganya tanpa harus diketahui olehnya "


" jadi begitu.. kau mau menjadi pelindung dibalik bayangan begitu? " yuki


" i-iya benar begitu.."


setelah itu taka menyuruh haruto kembali ke sekolah karena bel sekolah telah berbunyi mereka berpisah dengan haruto dan kembali ke sekolah nya masing-masing


" sungguh anak yang aneh.. rasanya mirip seperti seseorang " ucap yuki sambil tersenyum tipis dan melirik taka


" ekh! apa maksudmu? "


" nggak kok!.. taka sepertinya kau cukup menyukai anak itu? "


seketika wajah taka langsung memerah dan dengan raut wajahnya kesal dia berkata dengan lantang


" h-hah!.. tentu saja tidak mungkin begitu kan?! tapi ya benar juga ya.. dia benar-benar anak yang aneh? Tachibana Haruto.. " taka

__ADS_1


The End


__ADS_2