Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain

Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain
Reinkarnasi Di Dunia Game Galge Malah Menjadi Villain Chapter 0: Legacy


__ADS_3

# 7 bulan sebelum taka terlahir #


disesuatu tempat keramaian di dekat taman di kota lakra terdapat 4 orang yang sedang duduk di ayunan ditengah-tengah sore hari


dan keempat orang itu adalah haruto risa dan rei dengan naomi terlihat mereka sedang bersama dan berdiam diri tidak mengatakan apapun haruto yang melamun ia menatap matahari yang hampir terbenam dan teringat dengan anak laki-laki berambut putih yang pernah muncul dihadapannya dan menyelamatkan nyawa risa


" anak itu.. apa yang terjadi pada anak itu setelah itu..." Ujar haruto dengan nada rendah


# Haruto 18 tahun, Risa 17 tahun, Rei 18 tahun, Naomi 17 tahun #


" haruto.. kamu kenapa? " ucap rei


" tidak apa.. aku hanya penasaran dengan kondisi anak itu setelah kejadian itu.. " haruto yang tersenyum tipis


" maksudmu.. anak yang waktu itu.. anak itu mengaku berasal dari masa depan, dan kalau tidak salah namanya.. " rei


" mungkin saja itu benar putra risa-sama dari masa depan.. " naomi


" tapi.. dari cara bertarung dan kekuatan nya dia bukanlah anak sembarangan!.. dia memiliki pengalaman dalam bertarung walaupun teknik berpedang terlihat kasar " haruto


" hmm.. taka neville, apa anak itu benar datang dari masa depan? lalu kenapa dia datang menolongku.. " ujar risa


" di usianya terbilang sangat muda.. dia sudah jauh melampaui diriku ini!.. sebenarnya kehidupan seperti apa yang anak itu alami selama ini.. " Ujar haruto yang berfikir begitu serius


" sudahlah jangan terlalu dipikirkan.. lagipula semuanya sudah berakhir kan.. ratu mu sudah kembali kan.. itu sudah lebih dari cukup.. " ucap rei yang tersenyum riang


" walaupun kau bilang begitu tapi aku.. masih penasaran dengannya.. hmm.. benar juga aku baru ingat! " Haruto


" ingat apa? " risa


" masamune aku mendapatkan surat darinya beberapa hari yang lalu.. katanya istrinya sedang mengandung anak kedua.." ucap haruto dengan bersemangat


" apa yang kau rencanakan haruto " ucap risa dan mengengam tangan kanan haruto


" masamune ya.. sudah lama juga kita tidak kesana.. fukiba kuni, pasti sekarang aki-kun sudah tumbuh besar.. " ucap rei yang tersenyum dengan sendirinya


" yosh!.. sudah aku putuskan kita akan pergi ke fukiba kuni besok!.. " teriak haruto yang begitu bersemangat


" hmm? apa itu!.. " teriak haruto yang melihat langit


" itu! jangan-jangan serangan musuh!!.. " rei


" tidak aku rasa bukan.. mustahil manusia bisa melakukan hal seperti itu " haruto


saat pembicaraan mereka sedang berlangsung seketika langit terbuka sebuah pusaran lobang hitam dan itu terlihat cukup besar


dan dari lobang hitam itu muncul seseorang yang mengunakan topeng dan berjubah hitam dan mengenakan syal merah dan dia memiliki rambut berwarna putih silver,


orang itu terjatuh dari lobang hitam dan tidak sadarkan saat terjatuh dari lobang itu


orang itu disekujur tubuhnya penuh dengan luka-luka dan tangannya berdarah


dan telapak tangan juga berdarah dan ia mengengam pedang di tangan kanannya


mereka berempat yang begitu penasaran berlari menuju tempat orang itu jatuh, mereka berempat berdiri tepat didekatnya


" anak kecil? " ujar naomi yang melihat orang itu


" tapi kenapa anak kecil bisa terluka seperti berperang saja.. " ucap rei yang menatap orang bertopeng itu


" daripada itu.. oi.. bangunlah apa kau tidak apa-apa.. " ujar haruto yang berjalan lebih mendekatinya


sesaat seluruh luka ditubuhnya menghilang dan semua luka yang ada menghilang secara tiba-tiba orang itu bangkit dan mengarahkan bilah pedangnya ke arah mereka berempat yang sedang berada didekatnya


dia terlihat begitu waspada dengan sekitarnya dan tidak percaya dengan siapapun

__ADS_1


" jangan bergerak! si-siapa kalian.. " ujar anak bertopeng


" kau ini kenapa sih?! tiba-tiba menodongkan senjatamu pada kami.. " Rei


" diam!.. bukan urusan kalian!!.. begitu kalian adalah kesatria-kesatria yang dikirim untuk menghabisiku!... " Ucap nya yang penuh waspada


" kesatria? tunggu sebentar.. jangan bersikap seperti itu.. kami bukan orang yang mencurigakan.. pertama tenanglah ya.. " ucap risa dengan tersenyum ramah dan lemah lembut


" berisik!!..." Teriak nya


seketika risa begitu terkejut dengan ia yang semakin mengamuk dan marah kepadanya


" dia itu kenapa? " gumam haruto


" ka-kau pikir aku tidak tahu!.. kalian dikirim oleh kekaisaran timur atau barat!.. yang berniat untuk menghabisiku.. " ucap nya


" kekaisaran timur dan barat?!... " Teriak mereka berempat yang begitu shok dan berkeringat dingin karena perkataannya


" selama aku masih hidup.. ib-iblis putih kecil masih ada.. aku tidak akan membiarkan kalian menghabisiku.. aku tidak akan mati disin... "


sesaat orang itu mulai bergoyang lemas seluruh sendi nya ikut lemas dan seketika ia terjatuh bersamaan dengan topeng diwajahnya yang terlepas


" oi apa kau baik-baik saja?!.. " teriak haruto dan menghampirinya


dan topeng anak itu terlepas bersamaan dengan dirinya yang jatuh tidak sadarkan diri dan betapa terkejutnya mereka berempat saat melihat wajah anak itu


" haruto coba perhatiin wajahnya itu.. " ucap risa yang menujuk ke arah anak itu


" hmph!!.. anak itu kan?! " gumam haruto


" dia kan anak yang waktu itu! ya mengaku datang dari masa depan.. tapi kenapa kenapa dia begitu waspada dengan kita " ucap rei yang penasaran


" entahlah aku juga tidak tahu.. dan kenapa kau bertanya padaku pastinya aku tidak tahu!.. aku bukan ayahnya!.. " ujar haruto yang marah


" tapi kan kau ayahnya.. " Rei


" sudah-sudah haruto jangan marah seperti itu.. lebih baik kita tanyakan secara baik-baik padanya saat dia sudah sadar " ucap risa yang tersenyum tipis


" be-benar katamu.. untuk sekarang kita bawa dia agar diobati.. " haruto


setelah itu haruto menggendong taka kecil yang masih berusia 10 tidak dan risa membawa topengnya sedang rei membawa pedangnya yang begitu berat mereka berempat membawanya ke tabib dan mengobatinya dan setelah itu mereka pergi ke sebuah restoran yang tidak jauh dari tempat mereka, mereka memesan makanan dan memenuhi meja makan dan penuh dengan minuman sesaat taka mulai tersadarkan diri dan melihat ke sekitarnya


" ekh!.. aku dimana tempat apa ini? " Ucap taka yang baru tersadar dari pingsannya


" apa kau sudah bangun baguslah kalau begitu.. " ucap risa dengan tersenyum ramah


taka yang begitu terkejut dengan kemunculan risa yang membuat melompat mundur dari tempat duduknya dan mengambil posisi menyerang


seketika seluruh pengunjung yang ada terfokuskan pandangan mereka ke arah taka


" siapa kalian!.. dan tempat apa ini!.. " teriak taka yang begitu waspada


" pertama tenanglah dirimu bocah.. " ucap haruto, sesaat taka meraba-raba wajah dan ia begitu terkejut dengan topengnya yang terlepas


" topengku!.. kenapa bisa terlepas?! dimana topengku berada?!.. " ujar taka yang panik mencari topengnya


" apa ini yang kamu cari.. " ucap risa yang tersenyum manis, dengan cepat taka langsung mengambil kembali topengnya dari risa dan memakainya kembali


" sekarang katakan apa tujuan kalian!.. untuk menghabisi nyawaku? atau apa.. " ucap taka


dengan tatapan yang begitu tajam


" pertama tenanglah bocah.. kedua kami bukanlah kesatria dan ketiga kami tidak mempunyai niatan untuk menyakitimu atau apapun itu.. " ucap haruto dengan santainya


" kalau bukan kesatria lalu apa? " taka

__ADS_1


" eto.. begini, apa benar namamu taka neville.. " risa


" neville? aku bukanlah seorang bangsawan buruk seperti mereka!.. jika benar namaku taka kenapa?!.. " ucap taka dengan nada kasar


" eh?!.. apa maksudnya itu? bukankah anak itu bilang namanya taka neville.." risa semakin kebingungan dengan hal itu yang membuatnya semakin berfikir keras untuk memahami hal itu


" hmph! jangan-jangan kalian sudah tahu tentangku.. jangan bilang kalian mengincar kota lakra?! oi jika kalian benar ingin melakukannya, jangan berfikir aku akan memaafkan kalian semua.. mereka tidak ada hubungannya denganku jika kalian ingin membunuhku jangan libatkan mereka dalam hal ini.. " taka


sesaat taka langsung pergi keluar dari restoran dan betapa terkejutnya ia saat melihat luar dengan sigap mereka berempat pergi menyusulnya


" lakra? ini kota lakra?!.. bagaimana bisa? eh! tapi ini sedikit berbeda dari lakra yang aku kenal.. ini sedikit kuno.. " gumam taka


" oi bocah!.. jangan pergi seenaknya.. " ujar haruto yang begitu kesal


" tidak ini bukan waktunya untuk memikirkan hal itu!.. aku harus cepat!!... " sesaat taka yang akan pergi dengan cepat risa menahannya dan mengengam tangannya yang tebal dan kasar


" tunggu... ja-jangan pergi.. " ucap risa dengan raut wajah sedih


" itu benar bocah.. kita tidak berniat untuk menyakitimu... " haruto


" bisakah kau ceritakan apa yang telah kau alami sebenarnya.. " haruto


" baiklah untuk sementara ku ikuti saran darimu.. tapi bukan berarti aku percaya pada kalian.."


" namaku taka.. atau bisa dipanggil iblis putih kecil.. usiaku 10 " ucap taka dan mulai mempercayai mereka berempat


" eto.. bagaimana kalau keluargamu.. " Risa


" keluarga? aku tidak mempunyai keluarga.." ucap taka dengan santainya


" apa katamu?!.. " mereka berempat seketika shok mendengar perkataan taka


" aku kehilangan ingatanku sejak aku masih kecil dan aku selama ini hidup seorang diri.. hanya itu.. " ucap taka dengan tatapan wajah datar tanpa emosi


" yang ku lakukan hanyalah bertahan hidup, tidak perduli dunia ini membenciku.. aku hanya perlu menghacurkan mereka saja.. " ucap taka dengan tersenyum licik


" baiklah karena pembicaraan kita sudah selesai.. aku pergi dulu.. " ucap taka yang mengambil pedangnya kembali dari tangan rei dan ia mulai terbang mengapung di udara


" ah.. benar, satu hal yang harus kalian ingat! jangan pernah memberitahu keberadaanku pada siapa-siapa jika kalian tidak ingin dalam bahaya " ujar taka


" oi.. kita masih belum selesai.. kami sudah menyiapkan makanan untukmu loh.. " teriak risa


" makanan!.. " ujar taka yang bersemangat dan seketika perutnya mulai berbunyi


' sepertinya dia sedang lapar.. ini kesempatanku.. ' pikir haruto dengan tersenyum licik


" be-benar.. kami sudah menyiapkan banyak sekali makanan yang enak.. dan kau boleh memilih sesukamu.. tapi dengan syarat kau jangan pergi dulu.. " ucap haruto yang tersenyum tipis


" hanya itu kan!.. kalau begitu aku terima tawaranmu.. berikan puding coklat yang banyak!.. " ujar taka dengan ceria dan bersemangat


mereka berempat membawa taka kembali ke restoran dan memberikan semua makanan yang ada dimeja


" nafsu makannya benar-benar hebat!.. " gumam naomi


" sepertinya ada yang tidak benar pada anak ini.. " gumam rei


dengan lahap taka mulai memakan semua makanan yang ada dimeja dan menghabiskannya seorang diri melihat nafsu makan yang begitu luar biasa membuat mereka berempat hanya dapat tersenyum pahit dan juga kebingungan dengannya


" ngomong-ngomong bocah.. apa perutmu tidak sakit memakan sebanyak itu.. " haruto


" aku... sudah tidak makan... selama 5 hari... karena itulah.. selagi ada makanan.. aku akan makan.. " ucap taka sambil makan dengan lahap


" baiklah.. terima kasih atas makanannya.. sisanya aku buat makan nanti.. " taka memasukkan semua sisa makanan bersama dengan piring-piring ke dalam kantung sihir


" kamu masih mau makan lagi nanti? " risa

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2